The Fallen Angel [Chapter 6]

fallenangel

 The Fallen Angel

written by Keiko Sine

Romance, Life, Alternative Universe || NC 17

Lenght: Chapter

Casts: Im Yoona & Lee Donghae

STORYLINE BELONGS TO KEIKO SINE!
DO NOT COPY OR PLAGIARIZE.

<<<>>>

PREVIOUS: [Chapter1][Chapter2][Chapter3][Chapter4][Chapter5]

..

..

Recommendation song:    Ed Sheeran – The A Team

(biar bacanya lebih menghayati gitu kan, Sine rekomendasiin lagu ini utk menemani kalian membaca Ffnya.)

.

.

Setelah makan malam dengan Eomma Lee dan Presdir Shin sebagai pentolan jasa akomodasi selama bisnis di Macau, wanita paruh baya itu meminta anaknya untuk mengantar Yoona pulang. Sejujurnya Yoona bersedia pulang sendiri karena dia tahu Donghae barusaja datang dari perjalanan bisnis dan pastinya sangat lelah. Tapi pria itu dengan baik hati tidak menolak.

Perjalanan dari rumah Donghae menuju apartment Yoona hanya memerlukan waktu sekitar sepuluh menit saat tidak macet seperti ini. Tidak terlalu jauh memang, oleh karena itu Donghae tidak keberatan saat diminta mengantarkan.

Yoona menatap keluar jendela, menekan erat-erat bibirnya, tak ingin senyuman bodohnya terlihat. Ia tak memiliki pilihan lain, karena semakin lama ia melihat Donghae dengan ujung matanya membuat detak jantungnya semakin cepat.

Tidak membutuhkan waktu lama sampai Lee Donghae keluar dari rumah dan langsung menarik Yoona masuk ke dalam mobil, segera mengantarnya pulang ke rumah. Ternyata pria itu sudah mempersiapkan semuanya. Pakaian yang rapi, wajah segar, dan parfum yang tidak pernah Yoona ketahui keberadaannya di kamar Donghae selama ini.

“Parfum?”

“Untuk memberikan nilai plus. Bukannya aku ini cukup banyak persiapan?”

Tidak banyak yang ingin Yoona komentari dari penampilan dan aromanya yang tercium teralu dewasa untuk Donghae pakai. Gadis itu bertaruh pernah mencium bau ini dan seingatnya sebelumnya temannya, Sooyoung menyukai aroma jenis ini.

“Hmm… kajja aku akan mengantarmu.” Dengan sentuhan terakhir di rambut gelapnya, Donghae terlihat sangat… sangat luar biasa. Seakan-akan orang di hadapannya ini bukan Lee Donghae pria kaya dengan kelakuan mischevious.

Mobil yang mereka kendaraipun meluncur di jalanan yang basah akibat hujan tadi sore, hingga perlahan melambat, lalu berhenti tepat di depan apartment Yoona tinggal. Donghae tersenyum dan Yoona membalasnya dengan kikuk, ‘oh apa yang harus aku lakukan?’ batinnya.

Yoona tidak pernah merasa semalu ini dihadapan seorang lelaki. Bahkan cinta pertamanya di SMA saja berjalan lancar tanpa adanya debaran jantung secepat ia merasakannya saat ini.

Tahu-tahu Donghae memeluknya dengan erat. Reaksi yang tidak pernah gadis itu duga sebelumnya. “Masuklah, terima kasih sudah meluangkan waktumu menjemputku di bandara.” Ucap Donghae, kedua tangan kembali beralih memegang erat kemudi.

Gadis itu menoleh singkat, memberanikan diri menatap wajah Donghae dengan seksama. Oh demi Tuhan! Yoona benar-benar menggigil sekarang. “Donghae oppa

“Nde?” tanya pria itu singkat. Dia sempat terheran akan sikap gadis di depannya ini. Apakah Yoona sedang sakit? Kenapa dia merasa ada yang aneh pada Yoona? Saat makan malam tadi juga seperti gadis ini mengabaikannya… dan malah banyak mengobrol dengan Eomma Lee. Donghae bertanya-tanya apakah Yoona ingin mengambil bayarannya bulan ini di awal? Atau mengininkan sesuatu yang lain—

“Ada sesuatu yang ingin kuberitahu…

Wae wae?” tanya Donghae tak sabaran.

Oppa…” dia menghembuskan napas pelan, “Aku menyukaimu, bukan— kurasa aku mencintaimu.”

Detik-detik serasa melambat, udara disekitar serasa semakin dingin hingga titik terendah saat ia memberanikan diri untuk menatap manik mata Lee Donghae.

Pria itu menatapnya tak berkedip, mata Yoona bergerak tak tentu arah— mengedarkannya kemana saja asalkan tak lagi bertatapan dengan pria di depannya. Tak lama setelahnya gadis itu menyadari sesuatu, ia melihat perubahan air muka Donghae yang seolah kehilangan senyumnya.

‘Apakah aku sudah terlalu lancang?’

“Im Yoona— apa yang barusaja…

“Opp—…aku— maks—udku…” Otaknya bekerja agak lambat dari biasanya, seolah kehilangan kemampuan lisan, Yoona hanya dapat membuka bibir tanpa mengeluarkan sepatah katapun.

Sementara Lee Donghae tak dapat menahan keterkejutannya. Dia memang bersikap baik selama ini pada Yoona karena… kontrak. Dia menghargai gadis mahasiswa ini sebagai partnernya, tapi— dia sama sekali tak berpikir akan memperlakukan Yoona bak seorang kekasih.

“Kau bersungguh-sungguh?” tanya Donghae, seperti ingin memastikan jawaban yang sebetulnya sudah mampu ia tebak hasilnya.

Yoona memejamkan matanya rapat, dia merasa sudah diambang kewarasan. Sekarang atau tidak sama sekali. “Ya, Donghae oppa… aku— entah selama ini telah mencintaimu. Aku tidak tahu kapan secara tepatnya, tapi— tak bisakah… tak bisakah kau melihatku seperti seorang pasangan yang sesungguhnya?”

Lee Donghae melebarkan mulutnya, tak ia sangka akan mendapatkan jawaban jujur dari gadis berusia 23 tahun di depannya.

Benarkah jika Yoona merasakan semua itu? Lalu bagaimana dengannya? Bagaimana dengan Lee Donghae yang hanya menatap Yoo Rael sejak saat itu… cinta pertamanya yang kandas.

Memang benar jika Donghae sudah pernah berpacaran dengan gadis lain setelah insiden mengerikan tujuh tahun lalu… sebut saja mantan kekasih terbarunya— Shin Eunbyul. Tapi selama ini Donghae tidak pernah menganggap serius semua hubungan itu. Dia hanya ingin bermain-main, kau tahu… lelaki di usianya tengah dilanda banjir hormone.

Namun pada kesempatan kali ini berbeda.

Karena yang tengah mengutarakan perasaan padanya adalah Im Yoona.

Im Yoona terasa berbeda.

‘Lalu… ada apa dengan perasaanku? Dimana letak perbedaannya?’ Pria itu menggeleng tak pasti. ‘Apakah aku juga merasakan yang sama?’

 

“Aku tahu ini terdengar kasar, tapi— hal itu tidak kita bicarakan di kontrak.”

Yoona menunduk setelah mendengar jawaban Donghae. Ah, dia barusaja ditolak sepertinya.

Ini menggelikan. Suasana macam apa ini? Yoona tersenyum canggung disela air mata yang mendesak untuk turun.

“Yoona-ya aku—

“T-tidak oppa, maafkan aku… hk— aku yang salah karena terlalu terbawa… heheh—hk… aku harap kau tidak tersinggung akan perkataanku barusan. Hk— sekali lagi maafkan aku.” Gadis itu membungkuk singkat dari tempat duduknya lalu membuka pintu mobil dengan tangan kirinya. Tanpa kembali menatap Donghae, dia langsung berlari memasuki gedung apartmentnya dengan perasaan pilu.

#BRAK!

Yoona membanting kasar pintu apartmentnya.

Kehilangan asa membawanya melayang di udara lebih lama ketimbang yang seharusnya.

“Im Yoona, kau… orang paling tidak tahu diri yang pernah kukenal.” Desisnya benci kepada diri sendiri. Dia tak tahan lagi, dia ingin menangis sejadi-jadinya kalau ia bisa.

Sikap bodohnya telah membuatnya merasakan sakit lebih dari penolakan yang dialaminya.

Hiks…”

Yoona tidak pernah menyangka akan jadi seperti ini. Ia tidak menyangka air matanya dibuat oleh Lee Donghae. Pria yang barusaja ia kenal sebulan yang lalu.

Air matanya mengalir deras bersamaan dengan isakan yang memalukan. Dia tak lagi peduli pada tetangga sebelah kamar yang akan mendengar suara tangisannya, Yoona hanya ingin melepaskan semua bebannya.

‘Jadi— siapa dirimu yang berharap akan menjadi kekasih si pewaris Lee?’

.

.

.

-The Fallen Angel-

.

.

.

Setelah malam penuh dengan isakan, tak sadar bagian lingkaran matanya menghitam dengan tak elitenya. Ini adalah hari libur karena dosennya tak bisa mengajar, dan rencana gadis itu hari ini hanyalah bermalas-malasan seharian penuh di rumah.

Rasa malu bercampur sedih dalam dirinya tak dapat terbendung lagi. Bahkan setelah mandi dan membuka lemari tadi Yoona ingin sekali membakar benda persegi itu— melihat gaun-gaun yang dibelikan Donghae membuatnya teringat akan kejadian kemarin malam.

“Hoam…”

Dia menuangkan air panas ke dalam cup ramyeon lalu diam di counter untuk menunggu mienya masak. Memang dasarnya Yoona malas bergerak, jadi dengan hoodie kebesaran dan rambut yang masih basah dia mengunyah sarapannya dengan lemas.

*Drrtt* *Drrtt*

“Hm?”

Yoona menoleh ke samping saat ia lihat ponselnya bergetar.

Dia menghembuskan napas, nama Ji Chang Wook terpampang jelas di layar datar itu.

Sengaja membiarkan panggilan itu mati dengan sendirinya, Yoona menyeruput tehnya lalu membawa cup ramyeon kosongnya ke dapur.

Ponselnya kembali bergetar.

Berkali-kali, seolah psycho itu sedang tak ada pekerjaan selain mengganggu Yoona. Eh, tapi apa tidak keterlaluan menyebutnya seperti itu?

Panggilan ke 4 pagi ini, dengan berat hati yoona menekan tombol hijau. “Yeobosseyo

..

..

..

“Aku tidak tahu bagaimana awalnya, tapi aku dapat banyak sekali tawaran akhir-akhir ini.” Yoona menatap tak nyaman pria dengan pakaian nyentrik dan kaca mata hitam itu, sangat berbanding terbaik dengan dirinya hanya memakai celana training dan hoodie. Juga tatapan pengunjung café yang lain, melihat ke arah mereka seolah berbisik iri karena dapat berbincang dengan seorang selebritis.

“Baru dua hari lalu aku tiba dari Hongkong untuk pemotretan majalah Arena. Mereka bilang majalah edisi itu langsung terjual habis selama dua hari berkatku, yak— hebat bukan?” sambung pria yang akrab dipanggil Changwook itu.

Yoona menganggukkan kepalanya pelan setelah berhasil menghabiskan kopi Americanonya. Sebenarnya dia tidak terlalu suka dengan sikap aktor yang satu ini karena selalu membanggakan dirinya sendiri. Tapi— selama ini Yoona sadar bahwa Changwooklah satu-satunya pria yang selalu menatapnya. Dengan begitu konsisten mengejarnya.

Bahkan tanpa malu pria itu menyatakan cinta padanya di pertemuan kedua mereka di Bar milik sepupu Sooyoung, dan masih terus berhubungan dengan Yoona setelah cintanya ditolak.

Pria ini tidak menyerah.

“Apakah kau sakit? Kau tidak terlihat terlalu baik, Yoong…”

Yoona menepis halus tangan Changwook saat mencoba menyentuh dahinya yang sebernya tidak panas. “Aku baik-baik saja, mungkin hanya kelelahan.”

Dan lagi, Yoona mendengar bagaimana pengunjung wanita yang lain memekik tertahan saat melihat skinship keduanya. Dia harus bersiap-siap akan adanya gosip di situs-situs Internet akan kedekatannya dengan aktor yang satu ini. Tapi Yoona yakin, agensi dari Changwook tak akan membiarkan hal itu terjadi. Mereka melindungi artisnya.

“Sebenarnya aku ingin mengajakmu berjalan-jalan lebih lama, tapi melihat keadaanmu sekarang— aku jadi ragu…”

Yoona menatap sekeliling setelah berpikir senejak, “Oppa, aku— aku ingin jalan-jalan.”

“…” perlu beberapa detik bagi pria di depannya itu untuk menyadari arti kalimat Yoona. “Nde? Oh, baiklah…”

Karena bagi Yoona, dia ingin hiburan. Dia akan memikirkan masalahnya dengan Presdir Lee itu nanti, setelah pikirannya tenang.

Mobil bermerk Audi mewah milik Ji Changwook melesat ke bagian barat, menuju kawasan Busan dan sekitarnya. Dia ingat pernah mengambil spot film di kota itu dan dia rasa pemandangannya bagus untuk ia nikmati bersama Yoona.

Gadis itu sendiri tak terlalu banyak bicara selama di perjalanan, kedua tangannya saling bertautan dengan pandangan lurus ke depan. Seolah membawa pikirannya berlarian di pegunungan pinus dengan warna hijau tua.

Setelah menempuh sekitar setengah jam di dalam mobil, Yoona keluar diikuti penggemar setianya berjalan di sebelahnya. Perbedaan tinggi mereka terlihat kontras mengingat Changwook memiliki tinggi badan sekitar 185cm, berbeda dengan Yoona yang 168cm tanpa memakai sepatu hak tinggi. Meskipun Yoona termasuk cukup tinggi untuk ukuran wanita, tapi tetap saja tubuh kecilnya kalah oleh tubuh tinggi nan atletis milik si aktor.

“Kau tidak kedinginan?” Changwook melepas coat mahalnya lalu ia letakkan di pundak Yoona, memakaikannya dengan hati-hati.

Benar, begini lebih baik. Yoona merasa jelas perbedaan antara memakai coat ini dan tidak karena sebelumnya dia hanya memakai hoodie yang tak terlalu tebal dan celana training. “Gomawo…”

Mereka berdua berjalan dari tempat parkir menuju ke sebuah tempat wisata yang tak Yoona ketahui sebelumnya. Suara berisik dari dalam tertangkap pendengaran Yoona, dia jadi lebih penasaran saat melihat orang-orang yang keluar terlihat berwajah cerah dengan senyuman.

Oppa, sebenarnya tempat wisata apa ini?”

Changwook tak langsung menjawab dan malah menampakkan senyum di bibirnya. Saat mereka semakin dekat, suara air yang membentur tanah semakin jelas terdengar. “Air terjun Dokgo.” Ucapnya saat penampakan indah air terjun ada di depan mereka.

“Woah…” kagum si gadis Im. “Mungkin karena selama ini aku hanya melihat sungai Han, air terjun ini terlihat sangat bagus di mataku.”

Celotehan Yoona tak sadar membuat Changwook tertawa, meninggalkan kesan dingin tak bersemangat Yoona yang ia temui tadi. Kini dia seolah melihat Yoona yang sesungguhnya. Si cantik yang berkepribadian ceria.

 

‘Kaing!’

Eh? Suara apa itu?

Keduanya menatap ke segala arah untuk mencari di mana suara aneh itu berasal.

‘Kaing!’

Lagi.

Kali ini Yoona yang berhasil menemukannya terlebih dulu. Ternyata itu adalah suara seekor anak anjing kecil yang bersembunyi di semak-semak belakang mereka. Yoona mengangkat benda berbulu putih itu dengan hati-hati, anjing berjenis Retriever itu terlihat sangat ketakutan di pelukan Yoona.

“Kurasa dia tersesat.”

“Ah, kurasa aku tahu… di dalam ada penangkaran anjing,” ujar Changwook sambil menunjuk sebuah bangunan yang agak besar dengan lapangan luas. “Pasti dia kabur dari sana.”

Wisata alam ini juga menawarkan pertunjukan berbagai macam anjing setiap minggunya. Dan kerena ini masih hari kamis, mereka tidak dapat melihat pertunjukan itu dan hanya berniat untuk mengembalikan anjing kecil ini.

Oppa, coba kau gendong dia.”

Mwo? T-tidak mau…”

“Ah… ternyata benar dugaanku, kau masih takut dengan hewan.”

“Siapa bilang? Aku suka kucing.”

“Hanya kucing?” goda Yoona lagi, sambil menyodorkan anak anjing digenggamannya secara main-main pada Changwook.

“Yang pasti aku tidak menyukai anjing.”

Wae?? Tapi anjing yang ini masih kecil dan lucu.”

“Bagaimana kau tahu? Dia bisa jadi galak saat besar nanti… ah, apa kau tidak ingat dihari pertama aku mengantarmu kuliah, kita bahkan dikejar oleh anjing sejenis ini.”

“Bhahahaha…” Yoona tak dapat menahan ledakan tawanya, tak ia sangka sang aktor Ji masih ingat akan kejadian konyol semacam itu.

Kaing! Kaing!’ melihat reaksi Yoona yang tertawa lepas membuat si anjing kecil itu bersemangat dalam gendongannya.

“Lihat, dia mulai menggong-gong…!” ucap Changwook dengan wajah ngeri.

“Yang benar saja, dia hanya tertawa, tidak menggong-gong.”

Setibanya di kantor penangkaran itu, Yoona langsung memberitahu kedatangan mereka dan menyerahkan anak itu kembali kepada seorang pegawai. Sedangkan Changwook menunggu di luar ruangan.

Mereka berada di bangunan itu yang tepat berada 100 meter di sisi kanan air terjun.

“Ingin berjalan mendekat?”

“Hm.” Yoona mengangguk pelan.

Keadaan tempat itu tak terlalu ramai karena hari sudah mulai sore dan udara sekitar jadi lebih dingin dari sebelumnya. Yoona melihat Changwook memasukkan tangannya ke saku celana membuatnya merasa tak enak, dia memakai coat tebal pria itu masalahnya.

Tapi, meskipun merasa tengah kedinginan seperti ini tak membuat pesonanya hilang. Yokshi, Ji Changwook adalah salah satu aktor terbaik yang Korea miliki saat ini. Dia bahkan terlihat sangat charming hanya dengan celana jeans dan sweater hitam itu.

Yoona berjalan menaiki bebatuan besar di hilir sungai, semakin ia mendekat semakin terasa percikan air dingin itu di wajahnya. “Kau sering kemari, oppa?”

“Hanya beberapa kali untuk pengambilan gambar. Ah, saat siang hari dengan panas dan cahaya yang pas, kau bisa melihat pelangi diantara air terjun dan tebing itu.” Changwook menunjuk bagian tengah tebing, dimana memang jika beruntung, pengunjung bisa melihat refleksi air dan sinar matahari membentuk pelangi di sana.

“Ah jinjja?”

“Ya, tapi sayangnya kita kemari saat sudah sore.”

Aniya… gwenchana, begini saja sudah bagus.” Yoona kembali menaiki batu yang lebih besar bertujuan untuk melihat pemandangan yang lebih bagus tapi tak terasa pijakan kakinya meleset, “Akh

#grep

Dia seperti sedang bermain drama sekarang. Dengan posisi Changwook yang menopang tubuhnya dari bawah dan tatapan keduanya bertemu dalam detak jantung yang seirama.

“Hati-hatilah, kau membuatku khawatir.” Bisik Changwook pelan.

Yoona menegakkan tubuhnya lalu turun dari batu besar itu, kedua tangan masih berada di bahu si pria, dengan perlahan Yoona menurunkan pegangan tangannya. Berbeda dengan Ji Changwook yang masih memegang erat pinggang Yoona.

Yoona hendak melangkah mundur, namun pegangan tangan Changwook semakin erat dan semakin dalam menarik Yoona untuk berdekatan dengannya. Tatapan keduanya kembali bertemu. Kini si pria memberanikan diri menepis jarak diantara mereka, menempelkan keningnya di kening Yoona. Masih membisu menikmati keadaan dalam diam. Suasana dingin, cipratan air dan suara air terjun menambah kesan romantis.

“Tidak bisakah… kita lebih lama seperti ini?”

“…” Yoona tak menjawab, terlarut dalam manik mata pria tampan dihadapannya.

“Kau tahu aku mengejarmu sejak dulu Yoong—

emphh…”

Yoona meraup bibir pria dihadapannya dengan frustasi. Seolah meluapkan segala emosinya yang terpendam selama beberapa hari ini. Dia juga tidak tahu mengapa— tanpa alasan melumat bibir aktor itu dengan kasar.

Dia tahu kalau pria itu mencintainya. Dan yang ia benci pada dirinya sendiri adalah, disaat ada seseorang yang tulus mencintainya, dia malah memendam perasaan dengan pria yang tak lain adalah Lee Donghae.

Yoona marah pada dirinya sendiri.

Bibirnya bergetar saat Changwook mulai mengimbangi kecupan-kecupannya. Yoona meremas rambut pria itu dengan gerakan seduktif, terlarut dalam ciuman itu dan seolah beban pikirannya menguap entah kemana.

.

.

.

-The Fallen Angel-

.

.

.

Yoona hanya memiliki satu kesempatan yang mana itu adalah malam ini. Setelah tiga hari lamanya dia menenangkan diri dan menghindari setiap kesempatan untuk bertemu dengan Lee Donghae, akhirnya— malam ini dia memberanikan diri untuk menyetujui ajakan partnernya.

“Aku— sudah banyak mendengar tentangmu Sajang-nim…”

“…” Donghae sedikit tersentak saat mendengar Yoona kembali memanggilnya dengan honorific seperti ini.

“Aku juga turut bersedih akan pengalaman burukmu semasa di SMA.”

Tunggu— pasti Choi Siwon yang mengatakannya pada Yoona, batin Donghae dalam hati.

“Sejak hari itu— saat itu… perasaanmu hanyalah milik seorang gadis lain. Kau masih mencintainya karena kau menghormati dia sebagai cinta pertamamu—

“Apa yang kau bicarakan?”

“Aku hanya sedang menebak seperti apa perasaanmu saat ini.” Ucap Yoona dengan sebuah senyum sinis di ujung bibirnya. “Aku tahu aku salah karena berharap lebih padamu. Tapi kau tahu— perasaanku tak bisa diatur dengan pikiran. Jadi maafkan aku karena telah memiliki rasa ini padamu.”

 

Dia mengatakan itu lagi. Donghae terdiam. “…”

Melihat tak ada respon yang berarti, Yoona kembali bertanya. “Presdir Lee, aku ingin bertanya satu hal, apakah pernikahan itu penting bagimu?”

Manik mata Donghae memandang lurus ke hazel milik gadis di depannya, dia tak sadar telah menggertakkan giginya. “Kalau bukan orang tuaku yang memaksa, aku takkan menikahi siapapun.”

Jawaban Donghae layaknya sebuah timah panas yang membakar hati Yoona. Bagaimana bisa seseorang berkata seperti itu. Mata Yoona memanas dan tak sadar air matanya menetes membasahi pipi kanannya. “Aku senang kau jujur…”

“Im Yoona…” sakit. Sesuatu dalam diri Donghae berteriak kesakitan saat melihat Yoona begitu terluka.

Sajang-nim… aku ingin meluruskan hubungan ini— bukan— kontrak ini padamu. Bagaimana kalau, kita akhiri saja kontrak sampai disini?”

“…”

“Maafkan aku kalau baru bisa memberitahumu sekarang, aku sudah punya pacar.”

Deg!

Helaan putus asa keluar dari bibir Donghae saat itu juga. Merasa sesuatu yang berharga miliknya kembali pergi— meninggalkannya berakhir sendiri. Lagi.

.

.

.

-TBC-

Author note:

Aku masih berusaha nulis chapter yang panjang, tapi memang beginilah kemampuanku -__- hiks… sediihh… lagi banyak tugas kuliah gak bisa maksimal nulis FF. :-((

Sine harap kalian bisa ngerti keadaanku yah. Urusan real life tetap yang terpenting. Okaayy… oh ya, kalau dipikir lagi ini udah 4tahun aku nulis di Blog— tapi belum begitu kenal sama orang-orang yang mampir disini.

Jadi, ehem /batuk/ Sine (my real name is Anita Raya) 22 tahun, adalah mahasiswi sastra inggris di salah satu universitas negeri di kota malang (memang bukan asli malang, tapi tinggal disini buat kuliah), sekarang semester 7 dan mau skripsi (yeeaahh doakan lancar)…amin. Suka kpop sejak SMA karena diracunin temen-temen yg lain wkwkwk, first fandom is EXO, tapi suka yang lain juga kok kayak Super junior, Shinee, Winner, dll. Yang paling baru sih lagi demen sama NCT hehe… visual mereka gak main-main sumpaah… dari yang paling tua sampe yang paling piyik ganteng semua. *kecupp*

Ingin chit-chat? Lihat instagram aku yah… soalnya aku hampir tiap hari aktif dan paling nggak selalu update InstaStory yang gk faedah wkwkwk >> jinjaray

BTW hari ini aku ulang tahun loohh… Yeayy, HAPPY BIRTHDAY TO ME..!!^^ \tebarbunga/

Dan… see you next chapter..!

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

80 thoughts on “The Fallen Angel [Chapter 6]

  1. Aaaaa tbc 😭😭😭
    Jadi Jcw sama Yoong jadian gitu kak Sine /
    Yoong pura-pura aja biar bisa ngakhirin kontraknya sama Donghae 😥
    Next part ditunggu ya kak..
    Happy birthday kak, semoga lancar segala urusannya 😁😁

    Suka

  2. Di kirian bakalan sama” suka, ehh cinta aja deh, taunya,,,si donghae oppa kelamaan mikirnya jadi yoona bepaling kan, btw itu yoona beneran punya pacar, apa ji chang wook orangnya, wahhh makin seruuu iniiii, kak ak tunggu kelanjutannya…..
    Oh iya happy birthday kak, sukses buat skripsinya, dan semangat buat kaka 😊

    Suka

  3. Donghae menolak Yoona…😢😢…,kasihan Yoona…😔😔.
    Tapi setidaknya ada seorang pria yang masih terus konsisten selalu menginginkannya meski pria itu pernah ia tolak….,Ji Changwook…,seorang aktor yang kebersamaannya dengan Yoona banyak membuat iri wanita lain…😊😉.
    Dari jawaban yang Yoona terima dari Donghae setelah 3 hari tidak bertemu sehabis pernyataan cinta Yoona,Donghae ternyata hanya bermain main dengan kekasihnya karena masih terpaku dengan cinta pertamanya…,dia tidak memiliki keinginan menikah jika tidak ada paksaan dari ibunya.
    Dan Yoona lebih memilih meluruskan hubungan mereka dengan mengakhiri kontrak mereka karena Yoona sudah memiliki seorang kekasih.
    Kekasih…..??😰😰😯..,apa Yoona sudah menerima Changwook sebagai kekasihnya???bahkan saat itu Yoona yang lebih dulu mencium Changwook…
    Bagaimana dengan reaksi Donghae mendengar Yoona ingin mengakhiri kontrak dan mendengar dari mulut Yoona jika gadis itu (Yoona) sudah memiliki kekasih??
    Ditunggu kelanjutannya…😊😉😘

    Suka

  4. Aishh knp TBC?? Disaat yg tdk tepat
    Apa mungkin yoona terima cinta chang wook buat ngelupain donghae?? Donghae seperti.a mulai ada rasa kehilangan tp molla.hehehe
    Semangat trs buat tulis ff dan kuliah.a
    And happy birthday

    Suka

  5. Yaahhh malam bimbang, nyeselkan pas Yoona bilang punya pacar,
    Kalau cinta langsung seret aja ke pernikahan beneran,
    Happy Birthdays to Author and sukses selalu, selalu di tunggu karya selanjutnya

    Suka

  6. Happy birthday dearrr 🎂

    Panjang umur dan sehat selalu

    Lancar terus skripsi nya, pasti bisa lulus dengan hasil yang terbaik Aminnn

    Duh komen ini kayanya dipersembahkan untuk Hae: makanya kamu jangan ga tegas, keburu dicopet tuh perempuan hehehhee
    Ya kannnn, si Yoona bisa meleleh, ya iyalah yang suka aktor super handsome hehhehee
    Hwaitinggggggg ya dear

    Selamat untuk blog mu yang usia nya 4 tahun. Selalu senang baca tulisanmu setiap kali diupload ^^

    Nite2 dearr xoxo

    Suka

  7. Agak kesel juga nih pas baca eps ini donghae masih lambat coba dong tor bikin greget, tpi makin menarik juga kirain mau jadianya sama siwon.
    Happy birthday autor n sukses selalu semoga cepat wisuda.

    Suka

  8. woaahhh lagi enak2 baca tbc huhu padahal mau liat donghae nyesel nyia2in perasaan yoong..
    semangat yaa kak author!! btw happy birthday to you god bless you always.. 🙂 🙂

    Suka

  9. lee donghae menolak yoona?? tapi dia juga kecewa ketika yoona memintanya mengakhiri kontrak dan ketika mengatakan sdh punya pacar??
    oh Lee ayo segera sadar jika kau jg memiliki rasa yg sama seprti yoona..
    apa yoona menerima ji chang wook ??
    apa mereka benar benar sdh pacaran??
    atau hanya alasan yoona agar bisa mengakhiri kontrak dengan donghae???
    ahh aku harap akan akhir yg membahagiakan..
    good storyyy

    Suka

  10. Cinta yoona bertepuk sebelah tangan sama donghae ugh… Dan sekarang yoona punya pacar ???
    Jadian sama chang wook gitu ?? Atau cuma pura2 biar bisa punya alasan untuk mengakhiri kontrak dengan donghae ??

    Ahhh jadi gak sabar pgen cepet” baca chapter selanjutnya hehehe, ditunggu kelanjutannya thor…

    Suka

  11. “sesuatu yg berharga miliknya telah kembali pergi” apa setelah yoona mengatakan punya kekasih kau baru sadar betapa berharga nya dia? Baru sadar kalo yoona cukup berarti buatmu? Selamat menikmati penyesalanmu lee dan selamat berjuang, semoga kau masih bisa meraih yeoja yg terlambat kau sadari keberadaannya….

    Happy birthday author-nim… Maaf terlambat… Semoga smuanya berjalan lancar ya… Ditunggu next nya…

    Suka

  12. Selamat ulang tahun buat author,semoga semua urusannya lancar ya,amin
    Aku ikut sedih bacanya pas yoona ditolak donghae wkwk
    Semoga aja donghae cepet sadar,jd dia juga cinta sm yoona,terus cemburu deh liat yoona sm changwook heee
    Semangat nulis skripsinya yaaa

    Suka

  13. donghae udah mulai sadar nih kalo dia suka juga sama yoona………. apa iya yoona jadian sama ji changwook, apa ini hanya alasan yoona biar bisa pergi dari donghae?

    Suka

  14. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 7] | KEIKO SINE

  15. Ternyata yoona ssuka ma donghae.. sayangnya ditolak donghae secara tidak langsung..
    Cie yg baru jadian eh tp jngn bilang boongan ya jadiannya atau terpaksa??
    Nah loh ditinggalin yoona kan u hae??

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s