GUARDIAN [Chapter 2]

guardian

GUARDIAN by. Keiko Sine

School life || Sad-Romance || Friendship

Teen/Mature – NC 17

Maincast :

Im Yoona & Lee Donghae

Add Cast : Lee Eunhyuk (SJ), Kwon Yuri (SNSD), Ryu Sujin (OC),

and Others.

STORYLINE AND POSTER BELONG TO KEIKO SINE.

DO NOT COPY OR PLAGIARIZE!

***  

Disclaimer: This Fiction is inspired by a Japan Manga under the

titled ‘Heroine Shikkaku’.

<<<>>>

PREVIOUS: [Teaser][Chap1]

[Chapter 2]

..

..

 

“Master, tambah lagi.” Ucap gadis itu sambil memegang gelas air putih seolah sedang memegang white wine. Dan jangan lupakan wajah kebingungan Pak Jaehwan yang barusaja di panggil ‘master’ tadi.

“Itu salahmu sendiri.” Yuri memandangnya jengah, tingkah abstrak sahabatnya ini sudah sangat kelewatan dan hampir saja membuat kepalanya pecah.

“Yuri-yaahh…” rengek Yoona, “Kau tidak mengerti, aku minum alkohol karena sudah tak tahan dengan semua ini..!”

Yuri memutar bola matanya. Alkohol pantatku? Batinnya.

“Dua hari ini aku diabaikannya. Dan kau tahu… anak-anak sedang membicarakan Donghae dan Sujin berkencan, HUAAA…!!”

Tapi, Yoona tak mengada-ada saat mengucapkan kalimat yang ini. Mereka berdua selalu terlihat menempel, bahkan memakan bekal milik Sujin bersama di gazebo taman sekolah. Yoona benar-benar diabaikan layaknya angin lalu.

Dan lagi… saat Yoona memergoki mereka di perpustakaan. Dia melihat Donghae melepas kacamata tebal Sujin dan mengatakan kalau gadis itu terlihat ‘manis’ kalau tidak menggunakan benda berbahan kaca itu.

“Mungkin… memang sudah layaknya kau kalah darinya.” Ucap Yuri asal.

“HAH??!” jerit Yoona detik itu juga. “Tidak. Pencuri sialan itu— dia akan membayarnya, HUAAA…!” rengeknya sekali lagi. Kini malah memukul-mukul meja bar Cafeteria dengan tangan.

“Hmm… Sejak awal dia memang bukan milikmu.”

“Huaaa… Kwon Yuri kau jahaat… hks… HUAA!!”

 

#Set

“Minum dan lupakanlah.” Ucap Pak Jaehwan sambil memberikan satu gelas air lagi pada Yoona.

 

“Tidak perlu, Pak. Dia memang sudah gila dari awal.” Cemoh Yuri saat lagi-lagi Yoona memegang gelas itu dan meminum airnya bak sedang minum alkohol.

Hakhh… ini kejam sekali.” Desahnya saat selesai meminum air itu dalam sekali teguk. “Ryu Sujin itu, dasar menyebalkan!”

#Srett..!

“Hei, dengarkan aku.” Yuri menarik Yoona hingga berhadapan dengannya. “Ryu Sujin, dia mengakui perasaannya melalui audisi resmi dan dia secara jujur menjadi Heroine Donghae.” Oh, dan lihatlah bagaimana Yuri secara terpaksa harus menjabarkan sama gilanya dengan Yoona agar sahabatnya itu mengerti.

“Ap-apa? Lalu bagaimana denganku?” ujar Yoona tak terima.

“Kau tak ikut audisi! Jadi jangan salah paham soal alasan kenapa kau tak jadi Heroine. Bahkan, kalau menurutku kau lebih rendah dari karakter pendukung.”

Andwae Yuri-ya..!”

 

Yuri menggeleng, “Karena itu kau juga… harus menemukan hubungan baru dimana kau adalah Heroinenya.”

“Apa kau menyarankanku untuk mencari lelaki lain? Hah, kau melucu.”

“Meluculah sesukamu karena itulah kenyataannya.”

“Yak Kwon Yuri..!!”

“Kau mengerti arah bicaraku?” Yuri menyenggol bahu Yoona pelan.

“Hm… kalau Ryu Sujin telah merebut posisi Heroineku, maka tugasku adalah mencurinya kembali?” tanyanya ragu.

Bingo!”

“Yuri-yah… kini aku sudah mengerti, terima kasih saranmu. Hahahaha…” tawanya lebar seolah tak terjadi apa-apa. Gadis itu berdiri dengan PDnya, lalu berjalan cepat keluar Cafetaria.

“Hei, mau kemana kau?” Teriak Yuri.

“Memberi pelajaran pada si pencuri itu. Hahah—

 

#BRUK!

 

“ugh.!”

Sialnya Yoona lagi-lagi menabrak seseorang— tapi… siapa ini?

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya lelaki itu.

Ada apa? S-siapa lelaki ganteng dan super keren ini? Dari name tag yang ia gunakan… Yoona melihat kalau nama lelaki ini adalah— Lee Eunhyuk. Sempat Yoona terperangah selama beberapa detik, tapi— ia tak bisa lama-lama di sini.

“T-tidak apa-apa, Hahaha…” jawabnya dengan tawa canggung lalu melanjutkan langkah kakinya.

Namun… lelaki yang tak sengaja menabraknya itu— masih memperhatikannya di tempatnya berdiri dengan senyum yang mengembang.

 

Baiklah… kalau Ryu Sujin memang menginginkan adanya perang, maka Yoona akan mengabulkannya.

Siang ini… Yoona yakin dan berani bertaruh kalau gadis berambut pendek aneh itu sedang berada di Perpustakaan dengan buku-buku membosankan miliknya.

Yoona datang menuju meja dimana Sujin sedang duduk di sana, membawa tas besar berisi senjata yang ia yakin akan memukul telak Ryu Sujin tepat di wajah.

Yoona menarik satu kursi di sebelah Sujin, “Ehm… boleh aku duduk di sini?” tanyanya dengan suara yang ia buat setenang mungkin.

“Hm boleh.” Jawab Sujin dengan senyum.

E-eh? Ada apa dengan gadis ini? Anggap saja kalau— Yoona tidak suka dengan sikap baiknya. “Huh? Kau berhenti memakai kacamata, padahal itu terlihat sangat cocok denganmu.” Tanya Yoona memulai percakapan.

 

“B-benarkah? Tapi begini tak masalah, karena Donghae bilang aku terlihat lebih baik menggunakan lensa mata seperti ini.” Sujin mengedipkan matanya dua kali dan hal itu membuat Yoona sadar bahwa Sujin tengah memakai lens berwarna cokelat tua.

Kau menyombongkan Donghaeku, eh?

Tsk! Ehm…” Yoona mulai meraih tasnya, mengeluarkan tiga buah buku album foto besar. “Oh, kau tahu ‘kan kalau aku dan Donghae adalah teman sejak kecil? Ini lihatlah saat-saat kami masih Sekolah Dasar.” Ini adalah serangan pertama, bukankah hal ini akan membuat seorang ‘pasangan’ cemburu.

Begitu. Dia berusaha menunjukan keunggulannya dengan hubungan yang mereka miliki sebelumnya.

Yoona kembali berujar, “Oh ini… aku berusaha untuk menunjukkan ini padamu semenjak kau tak tahu apapun tentang Donghae, bukan begitu?”

“Eh, Donghae kecil benar-benar lucu…” ujar Sujin malah kegirangan dan membuat Yoona makin mendidih.

 

#Sret..!

Yoona menarik album fotonya kembali. Namun masih menampilkan senyuman terbaik di wajahnya agar Sujin tidak curiga.

A-aniya… sesi melihatnya sudah selesai.” Ucap Yoona cepat.

Melihat hasilnya tak sesuai dengan yang ia harapkan, Yoona pun kembali mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

T-shirt olah raga milik Donghae?

Sebenarnya— itu adalah pakaian olah raga yang direbut Yoona secara paksa dari Donghae. Hmm…

Yoona melipatnya pelan di atas meja dan memperlihatkan bordiran nama Donghae yang tercetak timbul. Melihatnya, Sujin pun melebarkan mata. “Pakaian olah raga Donghae… jadi ada padamu? Kemarin aku tak bisa menemukannya saat datang ke rumah Donghae untuk mencuci pakaian.”

“HAHH??”

U-untuk apa gadis aneh ini datang ke rumah Donghae? Donghae ‘kan tinggal sendiri.

Sialan!

Ternyata Yoona sudah kalah telak dengannya.

 

*Drrtt*

“Maaf, aku harus pergi karena ada yang harus ku periksa. Aku telah membuatnya menunggu.” Ucap Sujin saat selesai mengecek ponselnya.

“Eh, siapa?”

“Lee Donghae telah menungguku di depan ruangan.”

 

Michinyeon! Umpat Yoona dalam hati. “Apa? Lee Donghae menunggu? Pria yang tak sabaran menunggu mie ramen gelas mengembang itu?”

Sujin sempat bingung untuk beberapa detik, namun ia segera mengangguk menanggapi Yoona. “Ini waktunya kami pergi. Lain kali tolong katakan padaku lebih banyak tentang Donghae ya? Annyeong.”

 

Bagai tertusuk puluhan anak panah. Ini adalah hari terburuk Yoona selama ia hidup.

.

.

.

-Guardian-

.

.

.

Sempat menangis dan membuat make up di bagian area matanya jadi rusak, Yoona pun kini keluar dari bilik kamar mandi itu dengan lesu setelah berhasil memoleskan bedak tipis di sisi bagian mata dan kening.

“Soal Ryu Sujin ‘kan?”

“Gadis itu seharusnya sadar dirinya tidak layak untuk Lee Donghae…” itu adalah percakapan Suzy dan Fei, mengapa bisa pas sekali saat Yoona mendengarnya secara langsung seperti ini.  “…benar ‘kan?” Tanya Suzy secara tiba-tiba pada Yoona yang ada di belakangnya. Mereka bertatapan lewat cermin wastafel di ruangan itu.

“Kau juga setuju ‘kan Yoona-ya?” timpal Fei. Gadis keturunan China itu mengangkat alisnya setelah mengoleskan lip balm di bibirnya.

 

Oh tidak. Situasi macam apa ini? Yoona ingin saja mengatakan kalau ia setuju pada Suzy dan Fei anak kelas sebelah ini dan juga mengatakan kalau ia sangat tidak menyukai keberadaan Ryu Sujin itu, tapi— apa jadinya nanti?

“Ah tidak juga… b-bukankah dia gadis yang baik?” mulut sialan, rutuk Yoona dalam hati.

Mengibaskan tangan di udara, Suzy menimpali, “Menurutku kau dan Donghae lebih cocok untuk jadi pasangan.”

“Kenapa begitu?” Tanya Yoona semakin masuk ke dalam percakapan.

Memoleskan bedak tipis ke pipinya, Suzy melirik Yoona, “Kurasa kalian seperti pasangan yang luar biasa. Seperti— kalian memiliki ikatan yang dalam karena telah mengenal sejak kecil, bukan begitu?” ujar Suzy.

“Gadis berwajah aneh itu tidak pantas bersama Lee Donghae, Hahaha…” timpal Fei disertai dengan tawa khasnya.

“Hahaha… dia belum menyadarinya.” Sambung Suzy kembali.

Dan entah kenapa, rasanya beban yang ada di punggung dan sesak yang ada di dada Yoona perlahan-lahan menghilang. Apakah… amarahnya telah berkurang sedikit demi sedikit karena ia dapat jujur dengan dirinya sendiri dan ada orang yang mendukungnya? Ini hebat.

“Yah… mungkin benar begitu. Eh, kita sedang berbicara tentang Ryu Sujin ‘kan?” Tanya Yoona dengan senyum simpul.

“Hmm… hei lihat, kita cocok. Lain kali kita bicara lagi yah. Annyeong!” jawab Suzy seraya memasukkan sisir dan alat-alat make upnya ke dalam tas.

Annyeong Yoona-yah.” Seru Fei.

Pintu kamar mandi kembali tertutup saat kedua sejoli itu meninggalkannya.

Fyuh…

Yang tadi itu menyenangkan sekali.

 

#Cklek!

“Eh?”

S-siapa itu?

Ryu Sujin?

Ia baru saja keluar dari bilik kamar mandi, jangan bilang kalau dia mendengar—

“Maafkan aku.” Ujar Sujin pelan, ia berjalan mendekati wastafel dan menyalakan air.

“Huh?” ya ampun… Yoona bagai orang yang baru saja melihat hantu. Tapi, yang lebih buruk dari itu… bagaimana kalau Sujin mengadukan pembicaraannya tadi kepada Donghae?

“Aku tidak berniat menguping pembicaraan kalian. Tapi aku kehilangan kesempatan melarikan diri dari bilik.”

“T-tidak… kau tidak perlu meminta maaf ‘kan.?” Yoona berujar dengan sangat berhati-hati.

“Hm… benar.” Gumam Sujin pelan. Dan Yoona tidak sebodoh itu untuk menyadari bahwa Sujin telah menahan air matanya dan suara serak gadis itu telah menjelaskan segalanya.

 

Berakhir sudah… Yoona yakin kalau sebentar lagi Donghae akan mengetahui segalanya.

“Umm… untuk yang barusan tadi, jangan pikirkan aku, oke? Karena, kau juga suka Donghae, ‘kan? “ sambung Sujin pelan.

“Huh ap-apa?” Yoona benar-benar kehilangan kata-kata. Apakah ini sangat kelihatan kalau dia menyukai lelaki itu.

“Kalian selalu bersama sejak kecil, ‘kan. Karena itu, kau lebih unggul dariku, jadi jangan merasa terganggu karena aku. Bersikaplah padak seperti biasanya, ya?” dengan begitu Sujin pun segera keluar dari kamar mandi.

Apa itu?

Perasaan kasihan Heroine resmi?

Seperti manusia yang terpilih? Berhenti bersikap sok tinggi!

 

Yoona tak bisa tinggal diam, bagaimana bisa seorang Ryu Sujin mengatakan hal merendahkan seperti itu padanya.

Dengan cepat Yoona pun ikut menyusulnya keluar, pintu kamar mandi ia buka dan tutup dengan gerakan gusar.

“Yak, tunggu dulu—

Eh?

Tapi hal yang ia temukan di luar ruangan malah lebih buruk lagi.

Donghae, dan Sujin… mereka bergandengan tangan?

Dengan keributan yang Yoona buat, akhirnya keduanya pun menoleh ke arah Yoona yang masih mematung di depan pintu kamar mandi.

“Mau pulang bersama kami?” ucapan Donghae pun membuyarkan lamunan Yoona.

Dan karena merasa telah kalah juga terkoyak Yoona menjawab pelan, “Tidak…” ujarnya sambil menggeleng singkat.

Hingga lelaki itu— merasa sedang ada yang tidak beres dengan Yoona, “Kau tidak apa-apa?” mendekat ke arah Yoona sambil masih menggandeng tangan Sujin.

Melihatnya membuat Yoona semakin tak kuasa mengendalikan air mukanya, “T-tidak apa-apa… aku— aku baik.” Lalu berbalik dengan cepat. Langkah kakinya sempat goyah saat gadis itu memutuskan untuk mempercepat langkah. Ia hanya ingin sampai di kelas dan mengambil tasnya, dengan begitu ia bisa pulang dengan cepat.

.

.

.

-Guardian-

.

.

.

Keadaan memang tidak dapat diprediksi sama sekali. Karena sesampainya di kelas dan mendapatkan tasnya, Yoona malah tak ingin pulang cepat-cepat.

Kini gadis itu dengan merebahkan diri di sebuah bangku panjang yang terletak di taman sekolah. Yah, keadaan SMA Yeran pada saat sore hari seperti ini memang bisa dikatakan cukup baik. Mereka memiliki banyak pohon dan gazebo di tiap sudutnya.

Dengan berbaring beralaskan pakaian olah raga milik Donghae yang ia gunakan sebagai bantal, Yoona pun berujar pelan. “Jika saja pada waktu itu— aku bertindak layaknya Ryu Sujin, mungkinkah ada yang berubah?” gumamnya pada diri sendiri. Mengingat kejadian di loker saat Sujin dengan terang-terangan menghajar dua preman itu untuk melindungi Donghae. Sebuah tindakan yang tulus. “Padahal aku tidak punya orang lain selain Donghae…”

“Emm… begitu?”

“Tentu saja. Untuk terikat dengan pria keren seperti dia—”

Huh? Tunggu dulu. Siapa yang barusaja menimpali perkataannya?

Yoona segera bangkit dari posisi tidurnya saat melihat seorang lelaki berdiri tersenyum menghadap dirinya.

Dia. Pria asing yang tak sengaja ia tabrak di kantin.

Dan tak salah lagi, saat Yoona melihat name tagnya… benar. Dia Lee Eunhyuk.

“Jadi, kau sangat suka dia? Lee Donghae.” tanya Eunhyuk sambil membungkukkan sedikit badannya.

Yoona kalap, jadi sejak kapan lelaki ini menguping gerutuannya pada diri sendiri. Ini memalukan. “E-eh… kau—

“Aku Lee Eunhyuk siswa pindahan dari kelas 11-A.”

“Ehm pantas saja aku merasa baru melihatmu, ternyata kau baru pindah he he…” jawab Yoona dengan tawa yang sedikit canggung. Dan… dia di kelas 11-A, berarti dia berada di kelas yang sama dengan Suzy.

“Jadi bagaimana… kurasa Lee Donghae sudah memiliki pasangan, kenapa kau tak cari yang lain saj—

Eitts… bicara apa kau? Tidak bisa. Hanya ada Donghae selama 10 tahun, dan selamanya akan begitu.” Seru Yoona cepat.

Dilihatnya Eunhyuk menghembuskan napas pelaan seraya mengambil tempat duduk tepat di sebelahnya. “Hmm… jadi begitu, sayang sekali…”

“A-apanya?” Yoona mengernyitkan alis tak paham.

“Karena aku— hm, bagaimana kalau mulai sekarang… kau berpacaran denganku?”

“MWO?”

“Reaksi yang luar biasa…hehehe.” Kekeh Eunhyuk melihat ekspresi terkejut Yoona. Menurutnya, gadis di depannya ini sangat lucu.

Dan Yoona benar benar tak habis pikir. Bagaimana bisa— dengan mendadak, dan tanpa diduga ia barusaja ditembak oleh pria super keren ini?

“Lelaki yang kau suka itu sudah mempunyai pacar. Sayang sekali jika kau masih mengharapkan dia… Akan ku buat kau melupakannya.” Sambung Eunhyuk semakin berusaha untuk mempertipis jarak antara keduanya.

Yoona melihat ke dalam dua bolah mata bening itu, dan dia melihat— ketulusan. Tapi yang pasti… “Tidak perlu.” Ucapnya tegas. “Cintaku berbeda. Ini cinta serius yang mempertaruhkan hidupku, mengerti.?”

Eunhyuk mendecih pelan, “Apa yang paling kau suka dari Lee Donghae?”

Si gadis berbalik menatapnya tajam, “Cinta serius tak butuh alasan, kau tahu itu?” dan dengan kalimatnya barusan, Yoona memutuskan untuk berdiri dan meninggalkan tempat tersebut. Tapi, saat ia baru berjalan dua langkah— Eunhyuk menarik tangannya.

“Begitu…” genggaman tangannya pada Yoona semakin erat saat ia memutuskan untuk berdiri dan menatap langusung ke kedua iris mata Yoona. “Rasa cintamu pada Lee Donghae, yang sudah berlangsung selama 10 tahun… itu adalah cinta bertepuk sebelah tangan, ‘kan?”

“Siapa bilang, itu tidak benar hmmph

Dan siapa sangka pula, di waktu yang sama penyangkalannya dibalas oleh kecupan bibir dari pria yang baru ia temui sepuluh menit yang lalu.

Yoona merasa tubuhnya kaku, dan terasa seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya saat Eunhyuk memberanikan diri untuk mulai melumat bibir bawahnya.

Engh…”

Desahnya tak tertahankan saat Eunhyuk memperdalam ciuman mereka, berusaha untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Yoona. Mengajak lidahnya bermain dalam gaya lembut nan memabukkan.

“Clkh…”

“Ahh…”

Begitu si pria menarik diri dan mengakhiri ciuman itu, dia pun sempat mengerling singkat kepada Yoona dan berjalan menjauh, meninggalkan Yoona sendirian yang masih berdiri mematung di tengah taman.

“A-aku… ciuman pertamaku…”

Ini gila. Yoona benar benar telah kehabisan kata-kata.

 

.

.

.

-To be continued-

 

Author Note:

Chapter 2 is up! Konfliknya mulai muncul nih hehehe…^^ karena aku orangnya gak suka muter-muter kalo buat cerita, jadinya langsung aja yakk wkwk. 😀

Dan… maapkan aku bikin ciuman pertama Yoona sama orang lain, bukannya Donghae… French kiss lagi huhuu *syungkem*

Mind to review? No SIDERs please.

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

30 thoughts on “GUARDIAN [Chapter 2]

  1. Kenapa dengan Donghae??benarkah hubungannya dengan gadis berkacamata itu lebih dari sekedar teman??genggaman tangan Donghae yang dilihat Yoona…😡😡.
    Waaaaaah…ciuman pertama Yoona bukan diambil Donghae tapi diambil Lee Hyukjae…😉😉😘😘.Pria yang menawarkan pada Yoona untuk menjadi kekasihnya…😯😯.
    Bagaimana dengan Donghae??Apa adegan ciuman itu ada yang melihatnya??😀😀…
    Ditunggu kelanjutannya…😊😉

    Suka

  2. Kunyuk baru ketemu udah main sambar aja 😂😂 malah jadi first kiss nya Yoong lagi 😂 duuhh aku kesel banget sama Sujin dan Donghae 😂 next chapter ditunggu ya thor.. fighting!

    Suka

  3. Ah apa donghae dan sujin benar benar sepasang kekasih???
    Lalu yoona apa akan terpikat pada hyukjae???
    Guardian??? Aku masih menebak siapa guardian yg sesungguhnya antara mereka ber 4 !!!
    Good storyyyy 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s