The Fallen Angel [Chapter 2]

fallenangel

The Fallen Angel

written by Keiko Sine

Romance, Life, Alternative Universe || NC 17

Lenght: Chapter

Casts: Im Yoona & Lee Donghae

STORYLINE BELONGS TO KEIKO SINE!

DO NOT COPY OR PLAGIARIZE.


PREVIOUS: [Chapter1]

..

..

Ceklek!

Krieett…

Donghae membuka pintu kamarnya dengan pelahan. Ia menyembulkan kepalanya terlebih dahulu sembari melontarkan pandangan manik musangnya kesegala penjuru. Obsidian miliknya menangkap setangkai mawar di dalam vas bunga di atas meja nakas.

‘Mawar putih’

Itu tandanya ibunya setuju dengan calon menantunya. Pandangan Donghae turun hingga menatap ke arah tempat tidurnya yang tidak kosong itu. Ia tercenung heran. Merasa penasaran, akhirnya namja tampan itu mulai melangkah memasuki kamarnya. Ia terus berjalan hingga tubuhnya tepat berdiri di samping tempat tidur.

Deg!

Lee Donghae benar-benar tercekat, sosok yang sekarang berbaring di atas ranjangnya bukanlah yeojachingunya, melainkan sosok asing yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Ia terpana dengan sosok yang ada dihadapannya.

‘Sleeping beauty?’

Permukaan ranjang berderit saat pria berahang tegas  itu duduk ditepiannya. Dengan seksama manik musang Donghae menatap setiap inci bagian wajah sosok menawan yang menghuni tempat tidurnya.

Ada sesuatu yang berdesir hangat saat Donghae memperhatikan sepasang mata yang terpejam itu. Wajah yang begitu damai, ia bahkan tidak menyadari ketika tangannya terulur lalu menyentuh permukaan kulit wajah tanpa cacat yang terlihat mengaggumkan.

Halus…

Kulit wajah yang tersentuh tangannya begitu halus dan lembut.

“Ungh?”

Srakk!

Donghae terkesiap saat tiba-tiba sepasang mata hazel itu terjaga, memperlihatkan dua buah bola mata bening dan teduh yang mampu membuatnya terkesima. Sosok itu menepis tangannya yang beberapa saat lalu sempat merasakan betapa lembutnya kulit wajah itu.

“N-nuguseyo?”

Butuh setidaknya tiga detik bagi Lee Donghae untuk membuatnya tersadar. “Apakah kau calon pilihan Eommaku?”

“Huh?” Yoona mengerjap pelan. Dia masih berusaha mengingat dimana dirinya dan apa yang sedang ia lakukan sekarang.

O-oh. Apakah dia ini putera dari Ajhumma yang menculiknya? Yang mengira Yoona adalah menantu karena membawa cincin yang gadis itu temukan di jalan tadi?

Hell! Ini begitu membingungkan.

“Kenapa kau ada di sini? Apa yang dikerjakan ayahmu?”

“Nde?”

“Apakah kau punya koneksi dengan Eommaku? Apa dia melakukan perjodohan untuk membantu menaikkan saham perusahaan?”

C-chogiyo… aku—

“Aku bisa paham kalau Eommaku melakukan perjodohan demi perusahaan. Tapi bukankah dia harus memperkenalkanmu sebelumnya padaku?? Dan… asal kau tahu kalau aku sudah punya kekasih dan dia— haishh…” pria itu mendesah disela kalimatnya. Dia baru ingat kalau Shin Eunbyul barusaja mencampakkannya di tengah perjalanan.

“Apapun itu… bagiku ini begitu mendadak. Dan, siapa kau?”

“Aku… Im Yoona.”

“Im Yoona? Im?” Ulang Donghae. “Aku tidak ingat ada rekan bisnis Appaku yang bermarga Im.” Ujarnya mencoba mengingat lagi, sementara Yoona masih terpaku duduk di ranjang king size itu. “Apakah ayahmu adalah teman lama orang tuaku?”

Nde? Itu— aku tidak terlalu yakin. Tapi sepertinya bukan.”

 

Ceklek!

Tap

Tap

Tap
“Donghae-ah…”

Eomma?”

Nyonya Lee kembali datang, namun yang berbeda dia tak lagi memakai pakaian nyentrik seperti tadi. Kini hanya kemeja dan celana kantor biasa yang membalut tubuh wanita paruh baya tersebut. “Jadi, siapa nama kekasihmu ini Hae-ah? Eomma tadi lupa menanyakannya hehe…” ujarnya diakhiri dengan sebuah kekehan khas.

“Eung… dia Yoona, Eomma. Im Yoona.” Jawab Donghae sedikit ragu. Dia juga mulai bertanya-tanya kenapa Eommanya tidak mengetahui nama gadis yang telah dibawanya ini.

“Yoona-ya, jangan terlalu sungkan… mulai sekarang anggap saja Ajhumma sebagai Eommamu sendiri ya. Dan, Donghae-ah…”

Ne Eomma?”

“Bagaimana kalau kita langsungkan saja pernikahan, pertunangan itu Eomma rasa tidak perlu dilakukan jika sudah mantap begini.”

“T-tapi Eomma

“Wae?”

“Sepertinya pernikahan itu… terlalu terburu-buru.” Ujar Donghae dengan sedikit memaksakan senyumnya.

“Kenapa? Bukankah kau dulu yang mendesak ingin menggantikan posisi Direktur di perusahaan Appa? Jika kau menikah, maka semua kolega akan merasa bahwa kau sudah dewasa dan matang, pantas untuk memimpin perusahaan. Saham dan Tender kita akan naik sepenuhnya. Bukankah kau sudah merencanakan itu, nak?”

Memang begitu… tapi sekarang keadaannya lain lagi.

Kekasih sungguhannya barusaja memutuskannya dan kini ada gadis asing yang menggantikan posisi Eunbyul. Ini terasa aneh dan begitu tiba-tiba.

“I-ini… atas permintaan Yoona, Eomma.” Donghae melirik Yoona dengan pandangan memohon, dengan begitu Yoona paham dan segera mengangguk menanggapi. Gadis itu juga masih berkuliah di semester tujuh, dia tidak ingin menikah muda seperti ini ‘kan. Apalagi dengan orang yang belum ia kenal sebelumnya.

“Begitukah? Aigoo… dasar anak muda jaman sekarang.” Dengan begitu pula, Nyonya Lee langsung duduk di tepi ranjang dan mengelus pundak Yoona. “Kalau begitu, Eomma akan siapkan pertunangan kalian bulan depan seperti rencana awal.” Nyonya Lee tersenyum lalu melenggang pergi.

Setelah mendengar suara pintu kamar tertutup, Donghae segera mengambil duduk di hadapan Yoona.

“Kenapa Eommaku tidak mengenalmu? Sebenarnya siapa kau ini?”

Yoona menggigit bibir ranumnya ketakutan. Tangannya juga meremas selimut dengan kencang. “B-begini… aku tadi tak sengaja menemukan cincin ini di pinggir jalan.” Ujarnya seraya menunjukkan cincin bergaya klasik yang ada di jari manisnya. “Lalu Nyonya itu tadi tiba-tiba memelukku dan mengatakan aku calon menantunya.” Yoona mengusak rambutnya gusar. “Aku juga sempat kaget, tapi Nyonya itu tadi terus mendesak dan membawaku ke rumah ini. Jeossonghamnida… aku benar-benar minta maaf. Aku tidak bermaksud untuk mengambil keuntungan apapun. Aku—

 

“Yoona-ssi.”

Nde?”

“Apakah kau mau membantuku?”

Kedua hazel mata itu bertemu dalam satu pandangan. Caramel lembut dengan sentuhan angin tipis yang masuk dari balik jendela kamar yang terbuka. Yoona merasa baru kali ini melihat bagaimana seorang pria menatapnya dengan tulus, permintaan tolong yang mencuat dari dalam dada.

“Bagaimana?”

“Seperti yang Eommaku katakan tadi… Kolega perusahaan akan terkesan jika melihatku telah dewasa dan memiliki pasangan resmi, mereka akan berpihak pada perusahaanku.”

“Jadi… aku harus—

“Yoona-ssi, aku tahu ini sangat mendadak dan memaksa buatmu. Tapi— kau tidak akan membantuku dengan gratis, tentu saja.”

Seketika raut wajah bingung Yoona berubah menjadi lebih cair dan bahagia. Senyum di sudut bibir juga tak lepas dari wajah V line itu. Dia masih berkuliah dan membutuhkan banyak biaya. Tentu saja tawaran dari seorang konglomerat ini takkan ia sia-siakan.

“Deal.”

.

.

.

-The Fallen Angel-

.

.

.

“Jadi kau menyetujuinya??!! YAK Apa kau gila!”

“Ah waeee… kau membuatku tuli.” Yoona mengibaskan tangannya di udara, merasa jengah dengan omelan Sooyoung. “Kau tahu, hutang keluargaku menumpuk untuk mengganti rugi kebakaran rumah kami di Chungnam. Appaku hanya seorang pegawai PNS biasa dan Eommaku mengolah restaurant keluarga sendiri. Tidakkah ini juga sulit untukku?” tandas Yoona. Gadis berambut panjang itu bahkan beguiling-guling di kasur kamarnya hingga membuat seprei yang baru dilaundrynya kusut, merasa dilemma.

“Apakah kau akan menikah dengan anak konglomerat itu? Hei, asal kau tahu… semua orang kaya itu brengsek.”

“Aku tahu… tapi ini tidak seperti aku akan melakukannya seumur hidup. Aku hanya akan berpura-pura menjadi kekasihnya sampai dia mendapatkan posisi Direktur. Dan— dia bilang itu hal mudah jika para kolega sudah percaya padanya.”

“Jadi… pacar pura-puramu adalah Lee Donghae? Anak tunggal dari Lee Jonghyun dan Lee Boram, pemilik perusahaan elektronik WangHa yang terkenal itu.”

Yoona mengangguk menanggapi. Mata doenya mengerjap beberapa kali sembari melihat ke arah langit-langit apartment.

“Daebak!” Sooyoung mengacungkan jempolnya, dan tak lama kemudian dia mengernyit pelan. “Hei… kau akan membutuhkan ini.” Ujarnya sambil menyodorkan sebuah benda yang ia ambil dari dalam tasnya, sebuah benda persegi dengan kemasan alumunium mengkilap.

Dengan penasaran Yoona mengambilnya, “Apa ini… yak! Kenapa kau memberiku kondom!!! Kau keterlaluan!” seru Yoona setelah membaca tulisan di kemasan itu.

Strawberry flavor.

Eeww…

 

“Hahahaha…!! Percayalah padaku, kau akan membutuhkannya.”

“Ahahaha… aku baru ingat kalau Woohyun itu pria mesum. Kau pasti sudah berulang kali melakukannya dengannya ‘kan?”

“Yah… asal kau tahu, Woohyun sangatlah bugar jika di ranjang.”

“Hahaha… omo! Kau mengatakan itu seolah sudah biasa.” Diantara semua teman Yoona termasuk Irene, Jinri, dan Sooyoung, hanya dialah satu-satunya yang masih belum pernah mencobanya. Atau bisa dibilang lebih tepatnya Yoona masih perawan.

 

“Ah, sudah hampir jam delapan.” Ujar Sooyoung sambil melirik jam dinding di kamar Yoona. “Sift malamku akan mulai, aku pergi dulu Yoong.”

Nde, hati-hatilah…”

Nde, annyeong!”

Selain berkuliah, Sooyoung juga bekerja di sebuah bar malam milik sepupunya, Choi Minho. Gadis berpostur tinggi itu juga dapat berkenalan dengan Woohyun dari bar itu. Sungguh kehidupan malam yang liar, batin Yoona.

Dan sekarang gilirannya.

Apakah gadis itu akan baik-baik saja? Dia bahkan terlalu polos untuk sekedar berciuman dengan seorang lelaki. Apalagi sekarang dia harus berpura-pura menjadi tuangan orang lain.

Skinship, bergandengan tangan, mencium tangan dan… bibir.

Oh sial!

Yoona bahkan terlalu geli hanya untuk memikirkannya.

.

.

.

-The Fallen Angel-

.

.

.

 

“Dia sudah menungguku.” Ujar Yoona setelah melihat sebuah pesan singkat di ponselnya.

“Maksudmu Lee Donghae?” Bisik Sooyoung sepelan mungkin saat mereka berjalan melewati kodiror kampus yang sedang ramai.

“Ya.”

“Apa ini? Yoona sudah harus pulang? Padahal aku sudah memesankan Samgyupsal untuk tiga porsi.” Gadis bermata bulat asal China, Fei menanggapi setelah melihat gelagat kedua temannya yang lain.

“A-aku ada urusan.” Jawab Yoona dengan sedikit senyum, merasa bersalah.

“Dia harus berkencan.” Timpal Sooyoung tanpa ragu, yang langsung dihadiahi tatapan menusuk dari si gadis Im.

“Ah, aniya… hanya seorang teman baru.”

Fei mulai tersenyum menggoda. “Eeiii… baiklah, itu adalah hal biasa jika di usia ini kau melakukan blind date Yoona-yah… Hahaha…”

“T-tidak. Bukan seperti itu. Ah— aku harus pergi dulu, annyeong…”

 

..

..

..

..

I dream of a woman clothed in white.
She wears wings that shine with golden light.
Her hair is fine like that of an olden wife.
Her eyes hold a vision of the road of life.
She whispers love through the winds.
Then rivers of love flow to my heart and my spirit ascends.

Tulis Donghae dalam buku note kecilnya. Dia tak berbohong saat menuliskan bahwa dia telah berminpi tentang seorang gadis cantik yang menyapanya. Dan dia rasa itu adalah… Im Yoona. Gadis polos yang baru ditemuinya satu hari yang lalu.

Dan— “Uhuk!”

Donghae tersedak coffee latenya sendiri saat melihat Im Yoona berjalan ke arahnya dengan mengenakan kemeja putih dan celana jeans panjang. Seolah benar-benar Yoonalah yang ada di mimpinya semalam.

Annyeong Donghae-ssi… apa kau menunggu lama? Aku barusaja selesai kelas.”

“Ah, tidak apa-apa. Silahkan duduk, aku sudah memesankan Machiatto untukmu.” Pria bersuit kantoran mahal berwarna biru tua itu menjawab sesantai mungkin. Tak ingin memperlihatkan keterkejutan bodohnya tadi.

“Jadi, untuk apa memanggilku kemari?”

Donghae melipat kedua tangannya di atas meja. Secara tiba-tiba berubah serius. “Yang pertama, kita harus mengubah cara kita memanggil satu sama lain. Peran kita adalah sepasang kekasih, kau ingat?”

N-nde.”

“Aku akan memanggilmu ‘Yoona’, dan kau akan memanggilku ‘Oppa’. Mengerti?”

“Ya Donghae-ssi, eh— maksudku Oppa.” cengir Yoona saat mengakhiri kalimatnya.

“Dan selanjutnya… aku harus mengerti tentang dirimu, jadi ceritakanlah.”

“Eh?” Yoona mengerjap pelan sambil mempoutkan bibirnya, mencoba berpikir untuk memulai dari sisi mana. “A-aku sekarang mahasiswa semester akhir, orang tuaku berada di Chungnam untuk bekerja… dan… eung— apa lagi.”

“Apa pekerjaan mereka?” Tanya Donghae.

Appaku seorang PNS di kantor Departmen, dan Eommaku mengolah sebuah restaurant dengan enam pegawai. Eum… dan, aku single.”

Nde?”

 

Tuk!

“Eh, bodohnya!” rutuk Yoona pada dirinya sendiri. Kenapa dia harus mengatakan itu. “M-maksudku aku tidak pernah memiliki pengalaman berpacaran yang banyak sebelumnya. Eung, aku masih terlalu amatir, dan… begitulah hehehe…” ujarnya diakhiri dengan sebuah tawa canggung.

“Baiklah, aku mengerti.” Angguk Donghae, ia menggigit bagian bawah bibir tebalnya saat selesai menyesap kopi late dalam cangkir putih itu dan seketika membuat Yoona terpaku. Tak dia sangka kalau pacar pura-puranya ini ternyata sangat seksi. “Dan aku… mungkin kau sudah banyak mendengar tentangku. Banyak orang menggosipkan ini dan itu, dan yang terpenting, aku adalah seorang pekerja keras dan tidak gay.”

“Hmm? aku tidak tahu ada gossip seperti itu.”

“Yaah… aku banyak meluangkan waktu di kantor untuk bekerja. Sekretaris pribadiku adalah seorang laki-laki, dan aku tidak banyak bergaul dengan wanita di saat ada acara perusahaan. Jadi gossip itu bisa datang dari mana saja.”

“Oh, sajang-nim itu terdengar menggelikan, hahahaha….”

Donghae tak kuasa menahan tawanya saat menceritakan gossip tentang dirinya sendiri. “Yah… Kita akan banyak mengetahui satu sama lain saat bersama nanti, jadi bersiaplah saja. Dan, pukul dua siang nanti kita harus menemui Eommaku di Boutiqnya.”

“Wae? Untuk apa?”

Eomma mendadak mengatakan ingin memesankan gaun untukmu di acara pertunangan bulan depan.”

 

.

.

.

-The Fallen Angel-

.

.

.

“Yoona-ya, pegang lenganku.” Cuit Donghae sepelan mungkin agar asisten Kang tidak mendengar pembicaraan mereka dan berakhir ketahuan kalau mereka adalah pacar pra-pura.

Gadis itu langsung berjalan dengan santai ke sisi kiri Donghae untuk mengalungkan tangannya disela lengan Donghae dengan mesra. Yoona bahkan memberanikan diri untuk membetulkan letak dasi Donghae yang sedikit miring. “Oppa, kau tidak memasangkannya dengan benar.” Ujarnya dia buat senatural mungkin, tapi apa daya gadis berpengalaman nol sepertinya tetap saja terlihat canggung.

“Nyonya Lee sudah menunggu Anda di dalam, Presdir.” Ujar Tuan Kang setelah membungkuk singkat.

Setelah itu Donghae memimpin berjalan di depan disusul dengan yoona yang menyamai langkah pria itu. Tuan Kang berada di belakang mereka untuk berjaga-jaga lalu berhenti tepat di sebuah ruangan bertuliskan ‘VIP Only’.

Eomma sudah ada di sini? Sejak kapan?”

“Sekitar dua jam yang lalu, Presdir.” Jawab Tuan Kang seadanya.

Merasa telah menunggu cukup lama, pasangan sejoli itu akhirnya memasuki ruangan. Desain interiornya tak pernah cukup untuk membuat Yoona terkesan. Dan yang ia tahu, tempat ini juga pernah melayani acara pernikanan anak dari Presiden Korea Selatan yang terdahulu. Tentunya sangat berkelas dan mewah.

Suara tawa wanita paruh baya khas terdengar saat Yoona dan Donghae membuka pintu masuk ruangan. Disambut dengan pelukan selamat datang Nyonya Lee dan salam dari Kim Hain si pemilik Boutiq.

“Perkenalkan ini anakku Donghae dan calon tunangannya, Hain-ah.” Nyonya Lee tersenyum bangga saat melihat anaknya berpenampilan berwibawa dan rapi, juga Yoona yang terlihat lebih anggun setelah mengenakan gaun hitam di atas lutut yang mendadak Donghae belikan di toko saat perjalanan tadi.

Karena tidak mungkin Yoona akan melakukan fitting dengan penampilan ala kadarnya gadis mahasiswa dengan kemeja dan celana jeans seperti tadi.

“Wah, calon menantumu cantik sekali Boram-ah… apakah mungkin aku mengenal orang tuamu, nak?” si pemilik Boutiq itu mendadak bertanya tentang kehidupan Yoona.

Dan… apakah tidak apa-apa jika ia mengatakan tentang keadaannya yang sebenarnya?

“Saya rasa tidak, Nyonya.” Sela Donghae cepat. “Keluarga Yoona bukan dari kalangan yang pasti Anda kenal. Dia dari keluarga sederhanya, tapi dia gadis dengan kepribadian baik dan pintar. Saya menyukainya.”

Sebuah penyelamatan yang bagus dari Lee Donghae. Yoona bernapas lega oleh karenanya. Tapi… setelah dipikir lagi, apakah lelaki itu mengatakannya hanya untuk menyelamatkannya atau… apa? Itu tadi terdengar sangat jujur dan tulus.

“Ah benarkah?” Nyonya Kim mengerutkan keningnya, tersenyum ke arah Nyonya Lee yang menatap bangga puteranya. “Yah, Boram-ah aku tidak tahu kalau anakmu memiliki selera yang bagus.”

“Tentu saja.” Ujar Nyonya Lee, “Ayo, kemarilah Yoona sayang… Eomma sudah memilihkan beberapa gaun untukmu. Tapi, jika nanti ada yang kurang pas, Hain akan segera memperbaikinya. Benar ‘kan?” menyenggol lengan rekannya dengan tatapan memicing.

Si pemilik Boutiq hanya tersenyum canggung menanggapi. “Y-ya begitulah.”

Eomma dari Lee Donghae itu segera melesat ke bagian wardobe. “Coba yang ini Yoona-yah…”

“Oh, yang ini lebih bagus.”

“Jangan yang hitam, kau kira ini untuk pemakaman?” sela Nyonya Lee cepat merasa tak setuju dengan pilihan rekannya, Nyonya Kim.

 

Tak terasa keduanya tersenyum tipis melihat pemandangan di depan mereka, masih dengan lengan saling terkait.

“Ehem… lebih baik kau ikut dengan Eomma.” Melepaskan tangan Yoona dengan pelan.

Ne.” ujar Yoona setelah tersadar. Omo! Sudah berapa lama memangnya mereka berdua bergandengan dengan mesra seperti itu.

Sedangkan Lee Donghae memilih untuk duduk di sofa yang membaca beberapa majalah dan Koran yang tersediakan di meja.

 

Eommonim… baju yang mana?”

“Yang ini.” Nyonya Lee membawakan sebuah gaun berwarna biru tua elegan dengan bahan brukat di bagaian lengan atasnya, sehingga menampilkan bahu bagian atas Yoona dengan transparan.

Gadis itu segera masuk ke ruang ganti dan tak beberapa lama kemudian keluar, meminta pendapat Eomma Lee.

“Bagaimana Eomma?”

“Oh, ini bagus sekali. Aku ambil yang ini Hain-ah.”

Cek.

Kim Hain menandai di bagian price tagnya, bahwa gaun yang ini akan dibeli.

“Coba juga yang ini, sayang.”

Kali ini gaun berbahan polyster berwarna krem. Terlihat sangat cocok dan pas untuk kulit putih susu milik Yoona.

Dan lagi-lagi, Eomma dari Lee Donghae itu juga membelikannya.

“Yang terakhir, Yoona-yah. Ini adalah gaun yang pertama kali menarik perhatianku.”

Untuk yang ke sekian kalinya, Yoona memasuki ruang ganti lagi dan memakai baju pilihan Eomma Lee.

 

Tapi untuk yang satu ini gaunnya berbahan Baby Terry yang lebih tipis dan kainnya terasa ringan ketika dipakai. Gaun berwarna baby pink dengan sleeves tipis.

Image result for korea mini sexy dress

 

“Omo! Kau cocok sekali, sayang. Biar Eomma ambil fotomu dulu.”

Klik

 

Yoona tidak bisa menyembunyikan rasa malunya saat dipuji berlebihan seperti itu. Pipinya bahkan memerah saat dia melihat bayangan Donghae yang tiba-tiba berada di belakangnya terpantul dari cermin depan.

Tak terasa mereka saling tatap, bahkan untuk seper sekian detik Yoona bersumpah telah melihat Donghae tersenyum karena melihat penampilannya saat ini.

“Donghae-ah, calon menantu Eomma cantik sekali… ah lihatlah. Dan— hei Hain-ah, aku ambil semua gaunnya yang dicoba tadi.” Nyonya Lee berjalan keluar ruangan menemui si pemilik Boutiq untuk mengurusi biaya fitting dan lain-lain. Dan tinggallah mereka berdua di sana.

W-wae?? Kenapa menatapku begitu?” Yoona menoleh ke belakang dimana dia melihat Lee Donghae masih menatapnya tak berkedip.

“Aniya… aku tak menyangka selera fashion di Boutiq ini lumayan bagus.”

“Yah… apa itu.”

“Wae? Apa yang kau harapkan? Apakah kau mengharapkan aku memujimu?” cibir Donghae menjulurkan lidahnya.

“Ak— tidak… lagipula ini gaun mahal. Gadis manapun akan terlihat menarik jika memakainya.” Yoona mempoutkan bibirnya sebal, tak sadar membuat sesuatu di dalam diri Donghae tergelitik.

 

Dia bahkan menundukkan wajahnya untuk lebih mendekat ke wajah Yoona. “Yah… jika kau tak segera menghentikannya, aku akan menggigit bibirmu.” Ujar Donghae dengan mengedipkan sebelah matanya seduktif.

Mwo?”

.

.

.

-TO BE CONTINUED-

Author Note:

Yang manis.. yang manis… awas diabetes baca YoonHae momentnya aaawwww!!! >.< (author kejang sendiri ngetiknya)

Masih chapter awal hehehe masih mulus aja belum ada konfliknya. YoonHae momentnya masih banyak, bertaburan sana sini.. wkwkwk^^ semoga bias ngepost rutin setiap minggu ya, para readers tersayang… :-*

Jangan lupa utk selalu support FF ini dg cara Like/Comment di setiap chapternya. Dan rerkomendasikan ke teman-teman kamu untuk baca FF The Fallen Angel ini yaa… bagi YoonHae shipper wajib hukumnya (hehee) 😀

Dan yang terakhir… No siders allowed!

Okay?

Best Regard.

-Keiko Sine.

Iklan

119 thoughts on “The Fallen Angel [Chapter 2]

  1. Manis bangetttt

    Semoga manis sampai akhirnya beneran menikah yaaaa
    Pacar yg dibuangnya pasti nyesel abis, kebanyakan drama sama kemauan sih hehehhee
    Diambil deh kesempatannya sama cewe lain

    Semangat dearr

    Great story 👍👍👍

    Hwaitinggggggg yaaa xoxo

    Suka

  2. Jadi mereka bakal pura pura sampai menikah? ditunggu konfliknya thor *eh moment yg lebih sweet maksudnya heheee konfliknya jangan berat berat ya thor takut gak kuat bacanya 😀
    semangat thor nextnyaa 🙂

    Suka

  3. Donghae terlihat kagum dengan kecantikan Yoona..,dengan tanpa ragu dan terlihat tulus juga Donghae mengatakan didepan ny Kim sesuatu yang membuat Yoona merasa senang.
    Tapi tetap saja jika didepan Yoona,Donghae selalu berkelit dengan tidak mengakui kecantikan Yoona dengan mengatakan bajunya yang mahal.
    Bahkan saat bersama Yoona, Donghae sama sekali tidak memikirkan mantan kekasihnya .
    Ditunggu kelanjutannya…..

    Suka

  4. Im die…ohhh sweet nya kebangetan ❤️❤️❤️
    Ah..tapi apa yg terjadi jika nyonya lee mengetahuinya?? Lalu bagai mana dgn kekasih eh maksudku mantan kekasih donghae jika mengetahuinya??
    Masih banyak emang tanda tanya nya???
    Good storyyyyy 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻😍😍

    Suka

  5. Waaa…mreka masih lovey doveyy yaa
    Smoga sihh konfliknya g berat, soalnya awalnya udh manis.. Sayang kalau d kasih konflik berat..
    Hehehe

    Suka

  6. Haduh..sweet banget..
    Jadi senyum senyum sendiri waktu baca 😂
    Seperti yg dikatakan, baru part awal masih adem ayem
    Mungkin nanti kalo udah sampe di konflik baru greget bacanya 😁
    Keep writing

    Suka

  7. yoonhae momentnya suka aku hayalin .. ny.lee sayang bgt sma yoona tp klo tau trnyata bukan yoona kekasih asli dongahe gemana tuhh
    next author ..semangat

    Suka

  8. Suukakkk bingitt….
    Melting jd na.. Senyum sendiri bc na.. Berasa jd yoona dh aq na.. 😊😊😄
    Cuss lanjut y thor jgn kelamaan.. Bisa nyesek nunggu next na.. Klo bisa request Banyakin moment sweet na dc thor.. Soo semangat thor.. 💃💃💃

    Suka

  9. Donghae baru sadar yach kalo Yoona itu cantik, tp sayang pertunangannya cuma pura”,
    Semoga saja endingnya nikah beneran hehehehe 😀😀😀😀

    Suka

  10. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 3] | KEIKO SINE

  11. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 4] | KEIKO SINE

  12. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 5] | KEIKO SINE

  13. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 6] | KEIKO SINE

  14. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 7] | KEIKO SINE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s