The Fallen Angel [Chapter 1]

fallenangel

The Fallen Angel

written by Keiko Sine

Romance, Life, Alternative Universe || NC 17

Lenght: Chapter

Casts: Im Yoona & Lee Donghae

STORYLINE BELONGS TO KEIKO SINE!

DO NOT COPY OR PLAGIARIZE.

 

..

..

Hujan rintik yang mengguyur jalanan kota Seoul tidak juga berhenti sejak dua jam yang lalu. Sesosok gadis yang terlihat sendiri tengah menatap sendu basahan air yang terus saja menerpa pasir hitam dihadapannya. Sepasang doe eyes itu seolah kosong dan tak terisi, ada gurat pikiran yang tampak dalam wajahnya. Sesaat, tatapannya beralih mengarah pada hamparan langit yang bagaikan selimut dingin menggulungkan rasa sengatan pada sisi kulit putihnya yang hanya terbalut sebuah kemeja dengan paduan kaos V-neck berwarna hitam.

Klining

Mata doe itu mengerjab pelan ketika sebuah benda berputar-putar di depan mata kakinya sebelum akhirnya berhenti dan tergeletak begitu saja.

Tangan putih terbalut setelan kemeja panjang Yoona terulur mengambil benda yang berbentuk lingkaran berupa cincin itu. Ia sedikit tercenung dalam diam sembari berfikir. Tiba-tiba sebuah untaian senyum terlukis diatas bibir cherrynya. Yoona memperhatikan dengan seksama benda mungil ditangannya. sebuah cincin berwarna silver dengan berlian kecil sebagai matanya.

“Hyaaa, ini asli apa palsu? Benarkah ini cincin berlian yang harganya mahal?” guman gadis manis itu sambil mempout berfikir.

Tak

Tanpa berfikir panjang, gadis berambut panjang itu menggigit cincin dalam genggamannya. “Sepertinya ini benar-benar asli. Bagaimana kalau dijual? Pasti bisa mendapatkankan uang untuk melunasi biaya administrasi semesteranku.” Yoona mengangguk sembari tersenyum, ia melangkah meninggalkan halte tempatnya berteduh, menerobos rintikan hujan yang tidak kunjung berhenti menyiramkan tetesannya.

.

.

.

  • The Fallen Angel –

.

.

.

Beberapa waktu yang lalu…

Oppa, apakah harus memakai cincin itu saat menemui eommonim nanti?”

Donghae melirik sosok gadis disampingnya dan tersenyum. “Tentu saja Byul-ah. Itu cincin turun temurun dari keluargaku. Kau harus memakainya untuk menjadi menantu keluarga Lee.”

“Baiklah, berikan padaku biar aku memakainya sekarang.” Pinta gadis bernama lengkap Shin Eunbyul, yang tak lain adalah kekasih Donghae. Ia menunggu sampai lelaki berahang tegas disampingnya merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru merah kecil.

“Biar aku yang memakaikannya.” Ujar Donghae, namun Eunbyul menggeleng. “Tidak, oppa menyetir saja, biar aku pakai sendiri.”

Gadis itu membuka kotak kecil dalam genggamannya. Ekspersi pertama yang muncul adalah sebuah bibir yang mencebil dan raut wajah yang sulit diartikan. Donghae melirik sosok disampingnya yang terdiam sambil menatap cincin milik keluarganya. “Kenapa tidak langsung dipakai Byul-ah? aku ingin melihat pas atau tidak?”

Gadis itu menggeleng dan mendesah berat. “Cincinya jelek. Tidak elegan dan sudah kuno sekali. Aku tidak mau memakainya, nanti jariku tidak terlihat cantik lagi. Shieroo.”

“Tapi itu cincin milik eomma Byul-ah, kau harus memakainya saat bertemu dengan eomma nanti. Disitu juga terukir nama marga Lee. Eomma tidak akan suka kalau kau tidak memakainya.”

Shieroo! Aku tidak mau memakainya. Cincinnya jelek dan tidak berkelas nanti tanganku bisa gatal-gatal.” Tolak Eunbyul lagi dan mendengus. Donghae menggeleng, kekasihnya benar-benar keras kepala.

“Shin Eunbyul, cepat pakai cincin itu atau kita gagal bertemu eomma dan pernikahan kita juga gagal. Kau mau itu terjadi?”

“Aku bilang tidak ya tidak! Titik!”

“Pakai Byul-ah.”

Merasa jengah dengan perintah namjachingunya, gadis itu langsung membuka jendela kaca mobil hingga tetesan air gerimis sedikit masuk kedalam mobil lalu menerpa wajahnya. Hal selanjutnya yang terpikir olehnya adalah meluapkan rasa kesalnya.

Seet…

Puk!!

Cincin bersimbol keluarga Jung itu sukses terlempar keluar dari jendela kaca mobil dan melesat terbawa aliran air yang menggenang di pinggir jalan, membuat gadis berkulit putih itu tersenyum puas.

“YAK! Apa yang kau lakukan hah?”

Eunbyul menutup kedua telinganya saat namja yang duduk distir kemudi itu berteriak. “Kenapa berteriak begitu oppa? Kau mau membuatku tuli? Aishh!”

Ciiiiiiiittttttt

Donghae menghetikan mobil audi metalic miliknya dan menatap tajam gadis berhasel bening itu. “Ambil cincin itu.” perintahnya.

Eunbyul menelan salivanya, namun gadis itu menggeleng dan memilih berdiam diri sambil bersedekap dada serta menatap lurus gerimis lewat kaca depan mobil.

“Mau mengambilnya atau kita akhiri hubungan kita sampai disini.” Gertak Donghae masih menatap tajam kekasihnya.

Tsk.

Donghae berdecak saat mendapatkan gelengan kepala atas jawaban pertanyaannya. “Baiklah jika itu maumu.” Namun tidak lama setelah itu, Donghae terkesiap begitu mendapati wajah kekasihnya yang tampak nanar ketika pandangan mata mereka saling berhadapan.

“Byul-ah ..”

“Demi Tuhan oppa, hanya karena sebuah cincin? Baiklah, kita berpisah saja! Aku muak dengan peraturan aneh keluargamu itu, belum bertemu saja sudah seperti ini, bagaimana nanti setelahnya? Aku menyerah saja!”

BRAK!!!

Donghae terpaku, pikirannya runyam begitu saja saat mendengar gadisnya berkata demikian dan meninggalkannya. Ia bahkan bergeming melihat Eunbyul membuka pintu mobil dan melenggang pergi. Ia masih terdiam sampai mata hazel menangkap sosok gadis itu menangis dan mencegat sebuah taksi yang berhenti tepat didepan mobilnya yang terparkir dipinggir jalan dekat halte bis.

Seakan baru tersadar dari dunianya, Donghae buru-buru membuka pintu mobil dan langsung berlari mengejar taksi yang beberapa saat lalu ditumpangi kekasihnya atau mantan yeojachingunya mungkin? Mengabaikan rintikan hujan yang masih mendera. Wajah frustasi tercetak jelas dalam ekspresinya.

“Byul-ah! SHIN EUNBYUL!!!”

Arggghhh!

Shitt!

Berbagai rutukan dan umpatan terlontar dari bibir unik berbentuk hati itu. Donghae tertegun saat teringat pada cincin milik keluarganya. Ia berbalik lantas menuju tempat dimana Eunbyul membuang cincin berharga itu.

Aish!

“Dimana dia membuang cincin itu? eomma akan membunuhku kalau tau apa yang terjadi hari ini. Gagal membawa calon menantu serta cincin keluargapun hilang. Aish!”

..

..

..

..

Yoona berdiri didepan sebuah tempat bertuliskan Jewels Fashion sambil menggigit bibir ranum merahnya. Setelah pulang ke rumah sewanya, ia membersihkan diri serta mengganti pakaiannya yang basah. Beruntung hujan sudah reda setelahnya. Gadis bermata cantik itu menelan salivanya dan melangkah maju memasuki toko perhiasan yang cukup terkenal menurutnya.

Sriittt…

Yoona sedikit terkagum dengan pintu yang bergeser sendiri itu. Ia disambut seorang wanita berpakaian resmi toko dengan senyuman dan bungkukkan hormat dari pegawai toko.

“Ada yang bisa saya bantu, noona?” tanya orang itu dalam toko perhiasan yang tengah tersenyum manis pada Yoona.

Yoona sedikit ragu, masalahnya ia akan menjual cincin yang tidak disertai surat-surat atau keterangan apapun, takutnya akan terjadi hal fatal. Misalnya saja dituduh mencuri atau apa. Gadis cantik itu kembali menatap wanita yang lebih tua dihadapannya.

“Chogiyo… B-begini, a-aku ingin menjual cincin ini. Tapi aku tidak mempunyai surat-surat atau keterangannya. Apakah bisa?” Yoona bertanya dengan ragu dan memperhatikan ketika pegawai wanita itu mengecek cincin yang baru saja diserahkannya. Dia mengerutkan kening lalu menatap wajah Yoona dengan seksama, ia juga mengangkat garis matanya.

“Nona, mohon tunggu sebentar. Mari ikut dengan saya, saya ingin mengecek terlebih dahulu cincin ini.” Ucap pagawai wanita itu. Yoona berjalan mengikuti pegawai wanita itu hingga tiba didepan sebuah pintu besar coklat.

“Silakan duduk nona, saya tidak akan lama.”

“Nde.. ”

Yoona menatap beberapa lukisan elegan yang terpajang di setiap dinding. Ia memperhatikan pegawai wanita yang berada didalam sebuah ruangan dengan pilar-pilar yang sedikit terbuka, hingga membuat sepasang mata doenya bisa melihat dua orang yeoja yang sedang beragumen didalam ruangan itu.

Oh Tidak…

Sepertinya mereka berdebat apakah cincin itu asli atau palsu. Atau menuduh Yoona telah mencurinya dari tempat lain.

Jangan sampai ada sesuatu yang terjadi setelah ini, Yoona merasakan firasat buruk sekarang. Tiba-tiba hatinya berdetak tidak menentu.

Tap

Tap

Tap

Suara langkah kaki itu mengalihkan perhatian Yoona. Ia menoleh dan menangkap sebuah sepatu gold high heels tepat berdiri dihadapanya. Yoona langsung bangkit berdiri lalu membungkuk, merasa ini adalah etika sopan santun yang paling baik saat menyadari bahwa orang yang ada dihadapannmu adalah orang penting dan berkuasa. Dilihat dari kualitas barang yang dipakaiannya, menunjukkan wanita yang lebih tua itu sekarang berada dihadapannya adalah dari kalangan atas. Pikir Yoona membenarkan pendapatnya.

Mata bulat setajam iris kucing itu menatap Yoona dari ujung kaki hingga ujung kepala. Seolah menilai sesuatu dalam diri Yoona. Namun tiba-tiba sesuatu yang tidak terduga terjadi.

“Aakk…”

#Grep

“Selamat datang menantu idamanku.”

Cup~

Yoona terbelalak seolah lupa bagaimana caranya bernafas ataupun bergerak. Wanita berpenampilan elegan itu tiba-tiba memeluknya dan mengecup kedua pipinya? For Godness shake apa yang sebenarnya terjadi sekarang? Menelan ludah, hanya itu yang mampu Yoona lakukan.

How Dear?

Lalu menantu? Yoona merasa telinganya belum tuli, jelas-jelas ia mendengar wanita paruh baya itu memanggilnya menantu? Apa maksudnya?

“Akhirnya eomma bertemu denganmu sayang, ini pasti ulah Donghae yang menyuruhmu datang kemari untuk menemuiku secara langsung dengan alasan menjual cincin ini. Ayo sekarang mana tanganmu, eomma akan sangat bahagia melihat menantu eomma memakai cincin kebanggaan keluarga Lee.”

Tik

Cincin silver itu kini melingkar indah dijari manis Yoona, sementara pemiliknya hanya menelan saliva dan tertegun heran.

“Ajhuma.. aku bukan—” Yoona berusaha menyangkal dengan menggelengkan kuat kepalanya. Namun wanita bermata kucing itu justru menatap jemarinya dengan pandangan berbinar.

Kyaaa…!

“Sangat pas dan cocok untukmu sayang. Kau sudah pasti adalah menantu umma. Kajja kau harus ikut umma sekarang.” Simpul wanita itu lagi membuat wajah Yoona semakin pucat.

Seet!

“Sena-ya, hari ini ku serahkan urusan toko padamu, aku akan mengajak menantuku ke rumah. Hyaaaa… kau sangat manis dan cantik sayang, Aigoo… Donghae tidak salah memilih calon pendamping.” Teriak wanita itu dan menggeret lengan Yoona hingga tidak bisa berkutik.

Alih-alih memberontak, Yoona justru mengikuti wanita yang sedari tadi tidak berhenti mengembangkan senyum dan mengamit posessif lengannya.

.

.

.

  • The Fallen Angel –

.

.

.

“Chogi…” lagi-lagi Yoona mendesah frustasi melihat wanita paruh baya yang duduk disampingnya tengah sibuk tertawa dengan ponsel miliknya. Jemari berhias kutek merah menyala itu masih menggenggam tangan Yoona erat. Saat ini ia sedang berada didalam limousine mewah bersama seorang wanita elegan yang berpenampilan sangat ‘wah’.

Tiga puluh menit berlalu saat limousine itu akhirnya berhenti didepan sebuah bangunan besar yang membuat Yoona tidak berhenti menelan salivanya serta mengerjapkan kedua doe eyesnya lalu menganga takjub.

“Ayo sayang, rumah barumu sudah menunggu kekeke… ” tawa mengerikan membahana ketika wanita itu kembali menggeret lengan Yoona dan menarik posessif gadis manis itu hingga semakin mendekati pintu raksasa yang entah kenapa membawa perasaan buruk di hati Yoona.

Omo!

‘Ini isatana atau rumah?’  batin Yoona tanpa bisa sedikitpun mengatupkan mulutnya yang sudah terserang syndrome takjub.

Sebuah rumah megah seperti bangunan collosium yang pernah dilihat Yoona dalam buku atlas dunia miliknya. Tapi bagaimanapun rumah ini terlihat seperti sebuah penjara yang menyeramkan. Yoona kembali menelan saliva ketika wanita itu menariknya mendekati tangga spiral yang dibawahnya berderet puluhan maid berpakaian sama serta tersenyum padanya juga menunduk hormat.

Aigoo.

‘Semoga ini bukan rencana buruk Tuhan untukku.’ Harap Yoona putus asa.

“Ayo sayang.”

Kriet—

 

Deritan suara pintu yang membuka, cukup terdengar nyaring. Wanita itu tersenyum dan mendorong tubuh Yoona hingga memasuki sebuah ruangan besar atau kamar? Mata rusa itu menatap takjub sebuah ranjang besar ditengah ruangan, sebuah living room dengan sofa serta tv dan seperangkatnya. Di meja nakas ada sebuah vas bunga kosong, dua buah lampu hias dan di sudut terdapat dua pintu yang mungkin salah satunya adalah pintu kamar mandi.

Dan… Eohh?

Di mana wanita itu?

Yoona menolehkan kepalanya kebelakang dan terhenyak begitu hasel gelapnya tidak menangkap sosok wanita yang bersamanya tadi.

“Sayang, pegang bunga ini dan masukkan kedalam vas itu, oke? Ppaliwa!” perintah wanita bermata kucing itu dengan senyuman manis yang membuat Yoona sedikit merasa mual mellihatnya. “Cepatlah, umma tidak suka dibantah. Kajja.”

‘Umma?’ sejak kapan Yoona memiliki seorang umma yang tinggal di Seoul? Jelas-jelas ummanya ada di Chungnam sekarang.

Sedang sibuk berdoa agar ia cepat lulus kuliah lalu bekerja dan mendapatkan uang untuk membangun rumah megahnya di Chungnam yang tiga bulan lalu hangus dilahap api karena ledakan gas. Masih beruntung kedua orang tuanya sedang berada di restoran milik keluarga sementara dirinya ada di Seoul menuntut ilmu. Kalau tidak, mungkin ia sudah menjadi yatim piatu sekarang.

Seolah tersadar, Yoona menghela nafas lalu mengangguk. Tidak ada salahnya menuruti apa yang wanita itu inginkan. Hanya menaruh setangkai bunga mawar putih diatas vas bunga di meja nackhas bukan? Ia berjalan menuju samping ranjang king size tanpa menyadari sebuah seringai serta tatapan penuh arti dari wanita paruh baya itu.

BLAM!

Yoona sontak terkejut begitu selesai menaruh setangkai mawar itu dalam vas bunga kemudian mendengar suara pintu yang berdentum menutup. Dia langsung berlari kearah pintu dan meraih handle pintu.

Klek, klek!

Aish…

“Ajhuma! Buka pintunya. Ajhuma!” teriak Yoona sambil menggedor pintu. Mendadak wajah seputih susu itu terbelalak horor. Yoona menelan saliva dan menatap ngeri, ia mundur beberapa langkah hingga kakinya membentur tepi ranjang membuatnya terduduk diatas ranjang.

“Eomma… Yoona diculik ajhuma mesum!”

Brukk!

Tubuh kecilnya terbanting keatas ranjang dengan pandangan kearah langit-langit. Yoona mengangkat telapak tangannya lalu matanya memicing memperhatikan cincin yang melingkar di jari manisnya.

Niatnya hanya ingin menjual cincin, tapi kenapa jadi begini? Apa yang akan terjadi setelah ini? Apa ia akan dijual keluar negeri? Di mutilasi? Di bunuh? Bahkan dijadikan barang lelang? Bagaimana nasib keluarganya di Chungnam nanti? Mereka pasti bisa langsung jantungan atau ayahnya bisa-bisa mati ditempat.

Yoona bergidik ngeri membayangkan semua itu. Sampai akhirnya sepasang mata hazel itu terlelap dan terpejam seiring dengan irama deru nafas Yoona yang terdengar stabil.

.

.

.

  • The Fallen Angel –

.

.

.

 

“Aku pulang.”

“Haeee.. selamat datang sayang. Umma sudah melihatnya, benar-benar calon menantu idaman umma. Cantik, manis, kulitnya putih dan mulus. Jawaban umma ada di atas dalam vas bunga. Cepat kau lihat, dia juga sudah menunggumu sedari tadi.” rentetan kata-kata Mrs. Lee membuat kepala Donghae seperti ingin meledak, wanita yang menjadi ibunya ini memang sangat cerewet.

Tapi tunggu—

 

‘Menantu? Cantik manis kulit putih dan jawaban dari ummanya.’ Apa Eunbyul sudah berubah pikiran? Apa gadis itu sudah bertemu ibunya? Donghae menggeleng dan menghapus pertanyaan-pertannyaan yang mengitari pikirannya.

“Maksud umma?”

“Aish anak bodoh, dari pada kau berdiri disini lebih baik kau melihatnya di kamarmu sekarang.” Perintah Eommanya dan mendorong tubuh putranya menaiki tangga spiral menuju kamar  di lantai atas.

Omo!

“Aish aku lupa menanyakan siapa nama menantuku? Sudahlah.” Mrs Lee mengangguk sembari tersenyum memperhatikan punggung putranya yang sudah mencapai anak tangga menuju lantai atas, dimana sosok seseorang tengah berbaring didalam kamarnya. Seseoang yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya.

 

 

Ceklek!

Krieett…

Donghae membuka pintu kamarnya dengan pelahan. Ia menyembulkan kepalanya terlebih dahulu sembari melontarkan pandangan manik musangnya kesegala penjuru. Obsidian miliknya menangkap setangkai mawar di dalam vas bunga di atas meja nakas.

‘Mawar putih’

Itu tandanya ibunya setuju dengan calon menantunya. Pandangan Donghae turun hingga menatap ke arah tempat tidurnya yang tidak kosong itu. Ia tercenung heran. Merasa penasaran, akhirnya namja tampan itu mulai melangkah memasuki kamarnya. Ia terus berjalan hingga tubuhnya tepat berdiri di samping tempat tidur.

Deg!

Lee Donghae benar-benar tercekat, sosok yang sekarang berbaring di atas ranjangnya bukanlah yeojachingunya, melainkan sosok asing yang sama sekali belum pernah dilihatnya. Ia terpana dengan sosok yang ada dihadapannya.

‘Sleeping beauty?’

Permukaan ranjang berderit saat pria berahang tegas  itu duduk ditepiannya. Dengan seksama manik musang Donghae menatap setiap inci bagian wajah sosok menawan yang menghuni tempat tidurnya.

Ada sesuatu yang berdesir hangat saat Donghae memperhatikan sepasang mata yang terpejam itu. Wajah yang begitu damai, ia bahkan tidak menyadari ketika tangannya terulur lalu menyentuh permukaan kulit wajah tanpa cacat yang terlihat mengaggumkan.

Halus…

Kulit wajah yang tersentuh tangannya begitu halus dan lembut.

“Ungh?”

Srakk!

Donghae terkesiap saat tiba-tiba sepasang mata hazel itu terjaga, memperlihatkan dua buah bola mata bening dan teduh yang mampu membuatnya terkesima. Sosok itu menepis tangannya yang beberapa saat lalu sempat merasakan betapa lembutnya kulit wajah itu.

“N-nuguseyo?”

 

.

.

-TO BE CONTINUED-

 

Author Note:

I’m back I’m back! Siapa yang udah kangen sama Sine? Y_Y

Hehehe setelah hiatus agak lama akhirnya aku nekat nulis lagi dan mengesampingkan tulisan lain yg belum selesai (maapkan) >.< ini ngetiknya juga buru-buru…

Poster resminya juga belum sempet bikin, alhasil nyari di google yg foto Yoonhae editan biasa wkwkwk. (izin sm ownernya). Tapi aku janji kalo udah ada waktu nanti bakalan bikin poster sendiri. (Soalnya bisa kena pelanggaran hak cipta)

So, gimana tanggapan kalian di chapter pertama ini? Lanjut atau tidak?

 

Regard.

-Keiko Sine

Iklan

110 thoughts on “The Fallen Angel [Chapter 1]

  1. Awal ceritanya bagus thor sukaakk!! bikin penasaran>.<
    Harus dilanjut thor ceritanya jangan lama lama kaya ff yoonhae yg lain huhuuu T_T hehe
    mangatsss!^.^

    Suka

  2. Annyeong, salam kenal author 🙂
    Mohon ijin baca ff nya 🙂
    Bagus bgt, ceritanya menarik, kayaknya bakal seru nih jalan ceritanya, ditunggu lanjutannya 🙂 Thank u 🙂

    Suka

  3. Yoona kya cinderella ajah nih😄😄😄
    Lanjut kak semangat😊
    Ohh ya kak kemarin2 aku minta pw kak udah komen tapi blm dibales….

    Suka

  4. Hhhhhhhh
    Bakal seru nich …eomma donghae jg langsung bawa yoona dan nganggep dia calon menantunya.
    Padahal yoona cuma mau jual cincin hehehehe.
    Apa hae fall in love pada pandangan pertma 😄😄😄😄

    Suka

  5. Meski yang tertidur diranjang Donghae bukan kekasihnya,dan itu Yoona ,tapi sepertinya Donghae menyukai dan mengagumi wajah rupawan Yoona.
    Bagaimana selanjutnya reaksi Yoona melihat Donghae??????

    Suka

  6. Waahh seru,,
    Pndangan pertama donghae ke yoona diluar dugaan, sya kira bkln ngamuk ngamuk,, eh ternyata timbul desiran desiran aneh. 🤣 🤣
    Ditunggu part slnjutnya..

    Suka

  7. suka sama karakternya Ms.Lee yg posesif+cerewet+ga suka dibantah
    baru liat pertama aja donghae udah kesemsem sama yoona duh apa lagi nikah .WOW
    next thor..

    Suka

  8. Ibunya lee donghae luar biasa😅 Berpikir awalnya dia akan marah marah tapi diluar dugaan benar benar ajaib 😂😂 dan lee donghae apa kau jatuh cinta pada pandangan pertama??
    Good story 👍🏻👍🏻👍🏻

    Suka

  9. Lee donghae eoma benar-benar ajaib… Tapi apa lee eoma akan terus bersikap baik saat tau yoona bukan lah yeojachingu anak nya…
    Awal pertemuan yoona sama lee eoma lucu,,,
    Suka kak sama cerita nya,, ditunggu next nya ya kak…

    Suka

  10. Pengen jadi yoona, gegara mau jual berlian eehhh jadi mantu keluarga Lee … Hehehe
    Semoga Hae nggak marah2 dpat yoona jadi mantu mamanya… Di tunggu next chapter.

    Suka

  11. Hhuuuaaaa sekian lama di tunggu, bolak balik buka web nya ngguin kpn updteee, sx ny update ada cerita baruuu…. Cerita nya bagus thor, bikin penasaran next ya thor…

    Suka

  12. Wah kayanya seru nih, abis diputusin donghae langsung dapet pengganti😂
    Meskipun ga saling kenal tapi emaknya donghae udah setuju aja wkwk😂
    Gakebayang jadi yoona udah gakenal diakuin sebagai menantu lagi mau ngomong juga gasempet mulu wkwk

    Suka

  13. Cerita baruu…suka sama ceritanya..
    Penasaran sama nasib yoona selanjutnyaa..
    Donghae kayaknya seneng tuh 😂
    Dilanjut ya
    Keep writing 😁

    Suka

  14. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 2] | KEIKO SINE

  15. akhirnya ff baru kak ceritanya bagus ini keren lanjut pokoknya bikin cerita yg sweet aja ya kak jangan banyka konflik ya biar gak kya sinetron indonesia kebanyakn orang jahatnya hehe

    Suka

  16. yeayy, ada ff baru..
    ceritanya seru dan sepertinya menarik sih.
    wkwk ibunya donghae main asal aja bawa yoona..
    penasaran juga sama reaksi yoonhae nantinya, padahal mereka belum saling mengenal..
    ditunggu chapter selanjutnya yaa thor.

    Suka

  17. baru baca aku,
    lanjut thor, aduh enaknya jadi yoona uda nemuin cincin niat mau dijual eh malah dijadiin menantu dari oria tampan dan kaya lagi hahaa,,
    beruntung jadi yoona

    Suka

  18. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 3] | KEIKO SINE

  19. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 4] | KEIKO SINE

  20. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 5] | KEIKO SINE

  21. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 6] | KEIKO SINE

  22. Ping-balik: The Fallen Angel [Chapter 7] | KEIKO SINE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s