Roman Scandal [Hidden Story]

Roman Scandal, by Keiko Sine

Genre: Romance – Marriage Life – Riddle || PG-NC

Chaptered

Casts:

Kim Taeyeon, Oh Sehun, Cho Kyuhyun

Others.

DO NOT COPY OR PLAGIARIZE!

STORYLINE AND POSTER BELONG TO KEIKO SINE.

PREVIOUS: [Chapter1][Chapter2][Chapter3][Chapter4][Chapter5][Chapter6][Chapter7][Chapter8][Chapter9/END]

 

Recommendation Song: Color Ring, by WINNER

“—I, you, they… maybe for all of this time are connected.

And I will tell you, my true story.”

[Hidden Story]

(Taeyeon’s POV)

 

Aku mencerca diriku sendiri karena tak dapat berbuat seperti yang pria itu inginkan. Dia— bahkan mereka mengharapkan diriku yang cantik dan penurut, namun… bagaimana bila aku tidak dapat mengabulkan itu semua?

Ini dimulai ketika aku mendapati suamiku secara diam-diam bertemu dengan wanita lain. Mereka bertemu di sebuah restautant mewah di kawasan Gangnam pada sore hari. Kala itu— aku juga kebetulan lewat tempat tersebut bersama ketiga temanku semasa sekolah, yakni Tiffany, Jessica, dan Sunny.

Kami berjalan ke sebuah café yang terletak tepat di sebelah restaurant tersebut, dan… mungkin waktunya yang tidak pas, ketika aku menoleh dan melihat melalui kaca transparant itu— aku melihat seorang wanita yang dengan leluasa mencium pipi suamiku.

Hal itu seolah membuatku gila. Bahkan kejadian tersebut selalu menghantuiku bagai video rusak yang terus berputar dalam ingatanku.

Entah itu hanya suatu ‘kewajaran’ dalam berbisnis atau apapun— aku merasa sesuatu dalam dadaku seolah didorong secara kuat dengan palu. Membayangkannya saja sudah membuatku sesak.

Hingga pada suatu malam aku bertanya tentang siapa wanita yang ditemui suamiku pada hari itu dengan pula mengucapkan berbagai kalimat kebohongan.

“Aku— tak sengaja lewat di pusat perbelanjaan Gangnam kemarin, dan menemukan mobilmu ada di sana.”

“Hm, aku menemui seorang client.” Ucap Oh Sehun sembari membuka semua kancing kemejanya.

 

“Seorang client? Di sebuah restaurant?”

“Ya, dia memintaku untuk kesana.” Itulah ucapan terakhir Sehun sebelum menindihiku dan memberikan kecupan di seluruh wajah dan tubuhku.

Aku tak dapat mengucapkan kalimat lain untuk bersikap ‘curiga’ waktu itu. Karena Oh Sehun berkata dengan begitu tenang, dan— entahlah… Sejenak memang kurasakan tubuhku seolah melayang akibat sentuhan Sehun.

.

.

-Roman Scandal-

.

.

 

Setelah kuselidiki lagi… ternyata wanita yang bersama Sehun waktu itu adalah seorang wanita bernama lengkap Yoon Jira. Aku sempat terheran tatkala merasa tak asing akan nama tersebut. Namun… benarkah? Benarkah dia adalah Yoon Jira yang kukenal?

“Wanita itu sudah beberapa kali ke kantor kami. Bahkan dia memasuki ruangan Presdir Oh secara pribadi.” Kira-kira begitu kalimat yang diucapkan Song Mino padaku. Salah satu manager di kantor perusahaan suamiku.

Aku mengangguk paham, mencoba sekuat tenaga untuk menyunggingkan bibirku membentuk sebuah senyuman.

“Begitu ya… t-terima kasih Mino-ssi.”

 

Aku berjalan ke arah lobby. Kantor pada siang itu terasa sangat ramai dan sesak, bahkan suara dering ponselkupun aku tak dapat mendengarnya karena suasana saat itu cukup berisik.

Kududukkan diriku di sebuah kursi panjang yang terletak di sana. Beberapa menit hanya kuhabiskan untuk terdiam, berpikir, dan merenungkan diri.

Dan pada jarum jam menunjukkan angka lima pada pukul satu siang ini, seorang wanita yang jelas kukenal tengah berjalan memasuki gedung ini dengan gaya elegannya.

Wanita yang— oh haruskah aku menyebutkannya? Dulu… dia adalah bulan-bulanan di sekolah kami. Dia yang mempunyai hidung dan tulang pipi plastik itu, kulihat memasuki lift dan mendarat di lantai dua.

Masih ku lihat dari bawah, dia memasuki sebuah ruangan yang paling besar di sana. Ruangan Oh Sehun.

Apa yang dia lakukan di sana?

Sejenak aku ingat perkataan Mino tadi, jadi benar, Yoon Jira memang sering berada di sini. Terlalu sering hingga merasa dapat memasuki ruangan Presdir tanpa memberi tahu atau izin ke sekretaris dulu.

Kurasakan darah dalam tubuhku benar-benar mendidih.

Persetan! Cukup untuk hari ini.

 

Aku juga melakukan hal yang sama. Setelah tiba di lantai dua, aku segera berjalan dengan cepat menuju ruangan Sehun. Kubuka pintu ganda di sana dengan sekali hentak. Dan— apa yang kutemukan nyatanya dapat membuat jantungku melemas.

Yoon Jira tengah duduk di atas meja kerja, dan Sehun berdiri dihadapannya. Rok wanita itu telah naik hingga ke bagian perut dan— mereka saling berciuman.

 

“OH SEHUN!!” Teriakku dengan air mata yang entah sejak kapan telah mengalir di pipi. Tanganku mengebas seolah ingin menampar kedua sosok itu pada saat itu juga.

Kulihat wajah Sehun kalap, dan Jira juga sama terkejutnya dengan Sehun. Pria itu segera memutuskan kontak dengan Jira, kini berjalan ke arahku. Namun pada detik selanjutnya aku telah memutuskan untuk pergi dari tempat itu secepatnya.

..

..

..

Mungkin— mereka berpikir bahwa aku akan segera pulang ke rumah dan menangis sejadi-jadinya di dalam kamar. Tapi hal yang aku lakukan selanjutnya ternyata dapat mengejutkan diriku sendiri.

Entah mendapat kekuatan dari mana, aku mengangkat tangan dan menghapus air mataku. Aku berdiri di sana dengan tegap meski harus berjalan dengan sedikit tertatih. Masih mengamati.

Dan ketika aku melihat targetku telah keluar dari gedung itu dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir, diam-diam aku mengikutinya.

Kulihat Yoon Jira membuka pintu mobilnya saat aku dengan cepat berlari ke arahnya dan membuka pintu mobil tersebut di sisi yang lain pula.

Keterkejutan jelas tercetak di wajahnya saat aku dengan cepat mengambil tempat duduk di kursi sebelahnya. Jira menatap mendelik ke arahku. “K—Kim Taeyeon?” ujarnya pelan.

“Hm… bukankah kau ingin melajukan mobilnya? Cepat nyalakan.”

Gaya bicaraku yang datar namun mengintimidasi nyatanya dapat membuat wanita itu menurut. Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Anii… namaku bukan Kim Taeyeon lagi sekarang, tapi Oh Taeyeon.” Aku memberikan sedikit penekanan saat mengucapkan nama marga suamiku. Dan dapat kulihat ia semakin melebarkan matanya saat mendengar itu, genggaman tangannya pada kemudipun semakin erat dan kuat. Dapat kulihat buku-buku jarinya menjadi putih.

 

“T-Taeyeon-ssi… sebenarnya apa yang kau lakukan di sini?” ucapnya masih dengan sangat berhati-hati.

Jalang murahan, pikirku. Dia sama sekali tak berubah bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Dia tetaplah si pecundang payah yang hanya berani di belakang. Bahkan menggoda seorang pria yang telah mempunyai istri, tapi nada suaranya bergetar setelah bertemu dengan istri pria yang digodanya.

“Yoon Jira-ssi? Kau mengingatku?” ujarku sedikit berbasa-basi. “Jika kau masih ingat padaku, pasti kau tahu aku adalah orang yang langsung to the point. Jadi— sudah berapa lama kau mengganggu suamiku, huh?”

“…”

Tak mendapat jawaban, aku semakin mendidih.

#Plak!

Aku menampar pipi kirinya, memaksanya menatap ke arahku. “Jawab aku, jalang gila!”

Kurasakan Jira meronta saat kuku-kuku tanganku mencengkeram erat wajahnya. Bahkan ia masih berusaha untuk mengemudi dengan benar meski dengan keadaan seperti ini.

“Berapa Sehun membayarmu? Hingga kau dengan senang hati pergi ke kantornya seperti itu. Jadi benar apa yang dikatakan anak-anak dulu, kau dan Ibumu itu sama-sama murahan!”

“Hahaha…” hingga akhirnya dia membuka suara. Namun bukanlah suara tawa penuh kemenangan ini yang ingin kudengar. “Dan kau tahu sudah sejauh mana aku menggodanya? Aku bahkan akan melakukan hal ‘itu’ dengan suamimu pada akhir pekan nanti.” Dia merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah benda yang terbungkus plastik alumunium. Sebuah condom?

 

#Plak!

Aku segera menamparnya lagi, kini bahkan lebih keras.

#Srett

Menjambak rambutnya ke belakang.

Wajahku telah memerah padam. Dengan amarah yang telah menguasaiku, tak sadar aku menarik sabuk pengaman yang dikenakan Jira dan menggunakannya untuk mencekik leher wanita itu.

Jira meronta, semakin parah ketika ia mulai kehabisan napas. Bola matanya pun bergerak ke atas, dan tentunya mobil yang kami kendarai bergerak tak tentu arah.

Hal terakhir yang dapat kudengar adalah suara klakson dari mobil yang melaju berlawanan arah, dan debaman dashboard mobil mengenai kepalaku.

Aku melepaskan genggaman tanganku pada sabuk pengaman saat kulihat Jira menatapku dengan sayu. Kepalaku terasa seperti tercekat beban berat ketika kurasakan darah telah mengalir di kepala dan sebagian wajahku.

Kulihat Jira ingin membuka mulutnya dengan susah payah, seolah ingin mengucapkan sesuatu, namun ledakan api karena mesin yang hancur telah lebih dulu melahap tubuh wanita itu sebelum dia mampu bersuara.

Aku semakin panik, dengan kesadaran dan kekuatan yang masih tersisa, aku membuka pintu di sebelahku dan keluar dengan membanting tubuhku sendiri. Aku merangkak menjauh, karena ledakan susulan pasti akan terjadi sebentar lagi.

Kejadian itu… adalah awal dari retaknya keadaan rumah tanggaku hingga seperti ini.

.

.

.

-Roman Scandal-

.

.

.

 

KECELAKAAN DI JALAN MOKPOU MENEWASKAN SATU ORANG WANITA. DUA KORBAN LAINNYA DILARIKAN KE RUMAH SAKIT UNTUK PEMERIKSAAN.

Tulisan tersebut terpampang jelas di layar televisie saat seorang reporter membacakan berita hari ini.

“Yoon Jira… meninggal, eh?”

Hari-hari berlalu dan akupun telah sadar dari operasi dan masa koma. Oh Sehun… terlihat menjagaku dari waktu ke waktu. Dia bahkan bertingkah dengan sangat natural seperti biasa, layaknya tak ada sesuatu yang terjadi.

Namun pada suatu malam di Rumah Sakit ini, dia berkata padaku bahwa ia bersalah dan meminta maaf. Akupun hanya bisa diam, wajahnya yang datar tanpa ekspresi itu sedikit membuatku ragu akan kalimat permintaan maaf yang dilontarkannya.

Apakah dia bersungguh-sungguh telah menyesal?

 

Setelah keadaanku membaik, dokter pun mengizinkanku pulang, tapi dengan syarat bahwa aku harus terus menjalani terapi hingga keadaanku membaik.

Dan Sehun selalu menepati janjinya pada dokter itu. Pada bulan pertama dan kedua, ia selalu mengantarkanku ke klinik setiap siang hari untuk menjalani pemeriksaan, baik itu terapi atau hanya konseling biasa.

Tapi setelah tiga bulan berlalu dan keadaanku juga mulai membaik— aku meminta untuk tak lagi ditemani. Aku berangkat dan pulang seorang diri. Bahkan saking bosannya, aku pernah melewatkan satu hari terapiku untuk pergi keluar dan berjalan-jalan.

Memang, kurasa, aku telah baik-baik saja.

Namun nyatanya mimpi buruk yang masih menghantuiku itu tetap membuatku menjadi seorang ‘pasien’.

Aku tidak bisa melewatkan satu hari pun untuk tidak meminum obat berwarna biru itu. Karena serangan sakit kepala dan halusinasi yang berlebihan akan mengancam untuk kambuh lagi jika tak meminumnya secara rutin.

Hingga pada suatu hari… aku seolah menemukan celah akan kehidupan yang membosankan ini. Dia, dokter baruku— Cho Kyuhyun.

Aku mengatakan padanya bahwa aku telah baik-baik saja dan tak lagi membutuhkan terapi. Dia pun terlihat terdiam dan seolah berpikir.

Oh akankah? Akankah dia akan mempercayaiku?

Dan membantuku keluar dari kehidupan monoton ini? Aku ingin melakukan sesuatu, seperti pekerjaan designerku dulu. Juga— aku tak mau lagi bergantung pada pil biru menjengkelkan itu lagi.

Jadi— aku mulai berpura-pura. Namun bagaimana jika akhirnya aku terperangkap dalam permainan yang kubuat sendiri?

.

.

-FINISH-

Author Note:

Ini cuma side story dari FF Roman Scandal ya… dan jika dilihat dari sisi Taeyeon ya memang beginilah adanya. Awalnya dia cuma mau manfaatin dokter barunya, karena dia pikir kan dokter itu masih baru dan gak tau apa-apa tentangnya, jadi gampang kalo mau dibohongin.

Seperti yg udah kita tahu juga, kan Kyuhyun kayak percayaaa bgt sama Taeng kalo selama ini Jira itu masih hidup dan masih godain Sehun. Padahal Jira mah udah mati pas kecelakaan yg pertama sama Taeng. Tapi untungnya Taeng gak mati— cuma rada gila ajah (?) loh wkwkwk…

Okeeh… sekali lagi ini cuma side story, jadi kalau masih bingung dan ada pertanyaan yg mengganjal langsung aja kirim pertanyaan kalian di kolom komentar. Pasti kubalas. 😀

Tungguin EPILOGnya juga yaahhh… ^^ pasti ku posting secepatnya. Karena di Epilog bakalan kuceritain kehidupan Taeyeon-Sehun setelah pindah ke luar negeri.

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

21 thoughts on “Roman Scandal [Hidden Story]

  1. Eulooooooooook
    Jadi seperti ini.
    Dari semua tebakan ku ada yang benar ga sih kak?
    Aku mah suka mengada ada banget ya. Dari yg sehun tu cuman ilusi.
    Si entahlah yang sudah mati. 😅😅😅
    Jeongmal mianhae kak.

    Suka

  2. Si sehun emg kudu dapet peran brengsek, klo gak gitu mah gak seru 😀 tetep aja kasian ama kyuhyun 😦 harusnya si sehun kudu dikasih pelajaran nieh.. Ku tunggu Epilognya author-nim..FIGHTAENG!!

    Suka

  3. ahhh gitu. Ada beberapa yg salah tebak… habis tae mainya meyakinkan….Jujur kesel jadi ama nama jira… bete bete bete… pasti nanti kalo nemu nama jira bakal kebawa keselll nihh 😀
    Sehun kurang apa sih istri lu itu?
    Disini tahu gak yah kalo istrinya pernah ke kantornya bersa dokter cho? dan ngapa juga tae masih nuduh suaminya soal msalah perhiasan, kalo tahu jira udh mati? masihkah dia khawatir dan takut ada jira” yng lain? Tapi tae kurang ngajar ngerjain kyu sampe segitunya. bohong juga lagi waktu di kantor sehun… tapi tae udh normal yah soal kecelakaan yg kedua…. ahhh sadar ana tae emang bohong yg waktu di klinik soal tidak ada orang lain wkwkwk…abang kyu besok kudu hati” kalo nemu pasien sejenis tae lagi

    Suka

  4. Ping-balik: Roman Scandal [Epilog] | All The Stories Is Taeyeon's

  5. Coba taetae gk kcelakaan trus koma, q pngen taetae tinggalin aj si sehun trus liat sbrp keras usaha sehun klo pngen memperbaiki hub mreka…

    Suka

  6. aku engga sabar buat terus baca jd lsg loncat ke part ini…maaf ya…jd sehun beneran selingkuh? ternyata bukan kecurigaan semata….makin penasaran

    Suka

  7. Ini hidden story ato mksdx prolog ya thor ???
    Oww jd emang sehun beneran ada apa” sma jira ? Jd dr sini awal tae curigaan mulu ama sehun ?? Baru ngertiii..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s