Roman Scandal [Chapter 8]

RomanScandal

Roman Scandal, by Keiko Sine

Genre: Romance – Marriage Life – Riddle || PG-NC

Chaptered

Casts:

Kim Taeyeon, Oh Sehun, Cho Kyuhyun

Others.

DO NOT COPY OR PLAGIARIZE!

STORYLINE AND POSTER BELONG TO KEIKO SINE.

“—hope is the parents of dissapointment and despair.”

***

Setiap langkah Sehun membawanya semakin dekat ke pelabuhan. Kakinya menancap semakin dalam ke pasir yang terbasahi oleh ombak pasang. Sore hari itu pantai diterangi oleh cahaya-cahaya lentera dan obor, suara para pelaut saling bersatu.

Ini adalah tempat dimana ia dan Taeyeon berkencan untuk yang pertama kali. Tepatnya pada tahun kedua mereka berkuliah. Berharap akan menemukan wanitanya di sini mengingat tempat ini memberikan banyak memori bagi keduanya.

Sehun menghentikan langkahnya, hanya lentera di tangannya yang masih berayun pelan. Kedatangannya terlihat oleh seseorang dengan coat merah maroon di atas dek. Sontak tiba-tiba pria itu bergegas turun, sadar mata Sehun terus mengikuti dirinya.

“Tidak ada wanita yang sedang kau cari, nak.”

Sehun mengedipkan matanya beberapa kali sembari mengingat, kalau tidak salah— pria paruh baya ini adalah pemilik café yang berada di ujung jalan sana. Ia dulu sering berkunjung kesana bersama dengan Taeyeon setelah selesai pulang dari pantai ini.

Pria tua itu mengelus kumis keabuannya, matanya bersinar dengan keingintahuan. Ia menggosok tangannya, bertanya dengan hati-hati. “Jika kau tengah kehilangan seseorang, agaknya lebih mudah bagimu untuk mencari orang itu kembali sebelum terjadi yang tidak diinginkan.” Sambungnya.

“T-tunggu— haraboeji… bagaimana Anda tahu—

“Umurku dua kali lipat dari umurmu, nak. Aku telah melewati berbagai kejadian, dan tatapan matamu itu mengatakan bahwa kau tengah mengalami kesulitan dengan kekasihmu.”

Tampaknya pria itu tidak melihat kekesalan yang terpancar dari lekuk bibir Sehun. Dan dengan sedikit memaksakan kehendak, akhirnya Sehun membungkuk untuk berpamitan. “Terima kasih.” Ucapnya singkat lalu berjalan menuju tempat dimana ia meninggalkan jaket dan sepatunya. Memutuskan untuk meninggalkan tempat itu saat itu juga.

 

.

.

-Roman Scandal-

.

.

 

Sehun tidak dapat memikirkan tempat manapun kecuali kediaman Victoria. Wanita itu telah berteman dengan Taeyeon sejak tahun pertama mereka berkuliah di Kyunghee University. Dan yang ia dengar, Victoria juga tidak mengubah tempat tinggalnya sejak delapan tahun lalu.

Jadi sekarang ia tiba di lantai sepluh dimana apartment Victoria berada. Nomor 1012, bahkan ia masih mengingat persis nomor rumah wanita itu. Ditekannya bell itu tiga kali, mengirimkan sinyal pada si penghuni rumah jika ada yang bertamu.

Tak lama kemudian pintu tersebut terbuka, menampilkan seorang wanita berambut coklat dengan setelan rumahan. “Iya… siapa— “ Vic menghentikan pertanyaannya. Karena ia jelas mengenal pria tinggi dihadapannya tanpa bertanya lagi. Akhirnya prediksinya kemarin terjadi juga. Tidak mungkin kalau Oh Sehun tidak mencari istrinya kemari. “Oh Sehun…?”

Entah itu sebuah sapaan atau pertanyaan tentang apa yang lelaki itu lakukan disana. Nyatanya Vic semakin melebarkan mata ketika Sehun bertanya tanpa basa-basi padanya.

“Kau tahu dimana istriku?” ujarnya singkat. Wajahnya terlihat polos, ekspresinya terkesan datar, namun siapa sangka amarah telah ia pendam rapi-rapi di dalam dadanya.

“Hah?” Vic bergerak gelisah, bahkan kenop pintu yang sedari tadi dipegangnya pun menjadi semakin dingin digenggamannya. “T-Taeyeon? Aku tidak tahu.”

“Kau berusaha menyembunyikannya dariku?”

Vic menyunggingkan bibirnya, tertawa palsu. Namun memang dia bukanlah seorang pembohong yang baik. Jadi tak heran jika saat ini Sehun tak percaya sama sekali dengannya dan malah menerobos masuk ke dalam apartmentnya.

 

“Y-Yak! Oh Sehun apa yang kau lakukan?”

Sehun mencari di setiap ruangan, kamar mandi, hingga dapur, namun hasilnya nihil. Tentu saja.

“Sudah kukatakan Taeyeon tidak ada di sini.” Ulang Vic kembali. Jujur saja kalau saat ini wanita tinggi itu sedikit merasa jengkel karena rumahnya digeledah tanpa persetujuan.

“Dimana Taeyeon?” Tanya Sehun nyalang sekali lagi, wajahnya telah berubah merah dan matanya memancarkan kebencian.

Vic mendecih pelan, menghembuskan napas, “Harus ku katakan berapa kali lagi, Tuan Oh? Taeyeon tidak ada di sini dan aku tidak menyembunyikannya.”

“Aku tahu kalau Taeyeon sering berkunjung kemari, kau tidak bisa menipuku semudah itu. Jangan—

Stop being pathetic.” Sela Vic cepat. “Bukankah kau yang selama ini terus menyakiti sahabatku? Aku sudah tahu sedikit banyak tentang rumah tangga kalian, jadi berhentilah bersikap seolah kau peduli pada Taeyeon.”

“Dan berhentilah bersikap seolah kau mengetahui segalanya.” Gumam Sehun dengan penuh penekanan dari tempatnya berdiri, “Kau hanya mendengar dari satu sisi, dan pernyataanmu barusan sangat keliru.” Sehun tahu cepat atau lambat ia akan mengucapkan kalimat itu tadi kepada Victoria. Ia hanya tidak menyangka kalau waktunya akan secepat ini.

Seolah-olah hanya dialah yang patut disalahkan pada masalah itu.

“—hanya saja… urgh kalian benar-benar membuatku gila. Baiklah, memang Taeyeon telah kemari,” dilihatnya wajah Sehun menjadi lebih merah dari dua detik lalu, “Tapi dia mengatakan jika ingin pergi ke klinik dan menemui dokter pribadinya. Hanya itu.” Sambung Vic.

Hingga tanpa berbicara lebih panjang lagi Oh Sehun telah melangkahkan kakinya keluar dari apartment tersebut. Takut jika terlalu lama berada di sana akan membuat amarahnya lebih membuncah.

Dan Vic benar-benar kehilangan kata-kata, ia hanya dapat menggeleng dari tempatnya berdiri. Meskipun momen itu cuma sebentar, kesimpulannya dibalik semua itulah yang membuat Vic ketakutan. Karena walaupun ia tak pernah menyangkal bahwa Sehun bisa ceroboh… egois… bahkan acuh dengan sekitar, baru kali ini ia sadar bahwa lelaki itu juga bisa jahat.

 

Oh Sehun berada di dalam mobil tanpa ada niatan untuk menjalankannya. Jujur saja bahwa saat ini ia telah setengah putus asa untuk mencari keberadaan istrinya. Pria itu bahkan telah menelpon orang tua Taeyeon yang berada di Daegu, namun nihil. Bukannya mendapat informasi tapi yang ada pria itu ditanyai yang macam-macam oleh orang tua istrinya. Dan jalan terbaik adalah— berbohong.

Mengatakan bahwa mereka berpisah setelah pulang dari perjalanan bisnis di Jejju adalah pilihan terbaik. Dengan begitu orang tua istrinya dapat memahami dan berhenti menjadi khawatir.

Sekarang… hanya ada satu tempat tujuan di kepala Sehun. Ia pun mendecih tatkala baru mengingatnya setelah seharian yang melelahkan ini. Klinik cabang Rumah Sakit Utama Seoul.

Dan ia berharap tempat tersebut dapat membantunya.

Melajukan mobilnya di jalanan Seoul yang dingin, mengingat musim salju akan tiba sebentar lagi. Lampu-lampu pinggir jalan menyala dalam pijar lembut jingga. Ia tak tahu soal waktu; pastinya cukup larut bagi sebuah klinik untuk tetap beroperasi.

Sampai disana dan Sehun menunggu sampai keadaan klinik sedikit sepi, sampai para pekerja berhenti mondar-mandir di area parkir dan pulang. Begitu yakin hanya ada seorang receptionist di bagian front office dan dua orang suster lain yang masih berjaga, Sehun akhirnya turun dari mobil. Berniat bertanya, mencari informasi apapun, yang sekiranya dapat membawanya pada Taeyeon.

Sehun membuka pintu ganda yang membawanya pada receptionist tersebut, seorang wanita muda yang biasanya akan mudah jatuh pada pesonanya sebagai seorang pria tampan.

“O-oh, ada yang bisa saya bantu, Tuan?” Tanya receptionist tersebut.

Sehun berjalan mendekat, lalu berdiri sambil meletakkan tangannya di atas meja bar tinggi yang terdapat disana. “Begini— apakah dokter Cho Kyuhyun masih ada di tempat?”

“Apakah anda sudah membuat janji terlebih dulu? Karena jam praktek dokter Cho sudah berakhir dari jam lima sore tadi, Tuan.”

Benar dugaan Sehun. Kini lihatlah bagaimana manisnya suara receptionist itu saat menjawab pertanyaan pria itu. Dan hal seperti ini tidak dapat dibiarkan begitu saja tanpa memanfaatkannya. “Sebenarnya saya ada keperluan mendesak dengan dokter Cho, apakah saya boleh meminta alamat rumah beliau?”

 

.

.

-Roman Scandal-

.

.

 

Sup ayam gingseng adalah makanan terbaik mengingat betapa dinginnya udara di luar, setidaknya begitu pemikiran Taeyeon saat pemilik tangan itu tak hentinya menyuapkan sup tersebut ke dalam mulutnya.

Begitu pula dengan Kyuhyun, dokter muda itu bahkan terlihat sangat senang dapat menikmati makan malam yang kesekian kalinya dengan wanita yang sedang sangat ingin ia ‘jaga’.

Sebuah restaurant di kawasan Hongdae ini sedikit banyak mengingatkan Taeyeon akan masa lalunya. Mengingat tempat ini dekat dengan sekolahnya dulu di Sekang High School. Taeyeon dan ketiga temannya dulu sangat menyukai makanan asli Korea Selatan ini, bahkan mereka rela membolos sekolah ketika restaurant ini menetapkan sistem ‘gratis1 porsi sup untuk 100 pembeli pertama’ waktu itu.

 

Taeyeon seolah dapat melihat dirinya sendiri membuka pintu restaurant tersebut memakai seragam sekolah Sekang diikuti ketiga temannya. Tiffany, Jessica, dan Sunny, mereka berempat bersama Taeyeon sudah layaknya amplop dan perangko pada saat itu. Keeratan persahabatan mereka terikat kuat dan terkenal sangat loyal hingga Taeyeon menyadari sesuatu— dirinyalah tidak sangat loyal kepada ketiga sahabatnya.

Karena disaat ketiga sahabatnya mendatangi sebuah bangku dengan seorang gadis duduk di atasnya, menuang air minum gadis itu ke lantai dan menjambak rambutnya— semua yang dapat Taeyeon lakukan hanyalah diam dan melihat.

Ia tak suka keributan.

“Taeng, ayo kita kerjai Jira si muka plastik di sana… aku tidak percaya anak cupu itu bisa datang kemari.” Ucap Tiffany dengan aksen Amerikanya yang masih kental.

“T-tidak… aku tidak ikut, kalian saja. Lagipula aku tidak punya masalah dengan dia.” Jawab Taeyeon pelan sambil menyunggingkan bibirnya.

Benar.

Pada saat itu Taeyeon merasa tidak memiliki masalah dengan gadis yang bernama Yoon Jira. Karena disaat semua anak di sekolahnya memberi cibiran dan memandang rendah ke arah Jira, hal yang dapat Taeyeon lakukan hanyalah menggeleng pelan.

Mengapa anak-anak di sekolahnya membenci Jira separah itu?

Hingga tahun berganti, penampilan Yoon Jira pun dapat dikatakan berubah sangat drastis. Dia bukan lagi si gadis cupu sekolah Sekang, penampilannya dari atas ke bawah pun terlihat sangat bernilai. Namun masih bisa untuk Taeyeon mengenali wanita dengan hidung dan kelopak mata plastik itu.

Karena disaat Jira disana untuk menggoda suaminya— Taeyeon jadi menyesal mengapa ia tak membenci Jira dari sebelum-sebelumnya seperti apa yang teman-teman sekolahnya lakukan dulu. Taeyeon menyesal mengapa tak ikut melempar jatah makan siang Jira ke selokan, dan memakinya dengan kata-kata kasar. Karena wanita jalang itu memang pantas mendapatkannya.

Dan Taeyeon berharap wanita bermarga Yoon yang mempunyai Ibu seorang pelacur itu mati.

 

Pandangan mata Taeyeon mengabur saat dirasakannya air mata perlahan ingin mendesak keluar dari sana. Mengingat semua kekacauan rumah tangganya ini adalah karena Jira membuat sesuatu di dalam dada Taeyeon berteriak tak rela. Dengan pertanyaan, bagaimana bisa gadis pendiam dan tak bisa bergerak apa-apa ketika dibully itu dapat memporak-porandakan rumah tangganya hingga separah ini?

 

“Taeyeon-ah, kau tak apa?” Kyuhyun berujar pelan, khawatir menyerang pikirannya hingga pria itu reflek memegang tangan Taeyeon sembari bertanya.

Taeyeon berkedip kasar, mengelak dengan sebuah gelengan. “Aku tidak apa-apa hehehe… hanya saja teringat sesuatu.”

“Sesuatu seperti apa?”

Taeyeon menekan bibir atas dan bawahnya menjadi sebuah garis tipis. “Bukan hal yang penting.”

 

Kembali berkutat dengan supnya, mereka makan dengan sangat lahap dan Kyuhyun pun juga senang akan hal itu. Melihat seseorang yang tengah ingin dijaganya bahagia adalah hal yang menyenangkan bagi dokter muda itu.

Hingga ketika Taeyeon mengarahkan pendangannya kembali keluar— sosok itu di sana lagi. Menatap dengan penuh kebencian ke arahnya. Sesaat Taeyeon pun mulai berpikir bahwa siapa yang seharusnya patut dibenci saat ini? Yoon Jira kah, atau— dirinya sendiri?

“Kau melihat apa Taeng?” tanya Kyuhyun kembali. Ia pun mengarahkan matanya ke belakang tepat dimana Taeyeon memperhatikan dengan pandangan kosong sedari tadi.

“Huh?” tanya Taeyeon kebingungan, “Aku seperti melihat Jira di sana.” Ucapnya pelan dengan masih memperhatikan arah yang sama.

“Jira?” ulang Kyuhyun. Apakah Jira yang dimaksud Taeyeon sekarang adalah orang yang sama yang telah merusak hubungan rumah tangga wanita itu dengan suaminya? “Apakah Yoon Jira? Mana?” tanya Kyuhyun bertubi-tubi karena saking penasaran.

“Hm…”

“Dimana?” Kyuhyun membalikkan badannya lagi, mencoba mencari sesosok yang selama ini telah membuatnya penasaran. “Yang mana?”

“Disana.” Tunjuk Taeyeon pada sebuah toko roti di seberang jalan. “U-uh… dia sudah tidak ada di sana.” Dan dengan perlahan Taeyeon menurunkan tangannya, merasa kecewa.

Kyuhyun menatap Taeyeon dalam, “Dia sudah pergi ya.” Dan dengan perlahan dokter muda itupun tersenyum ke arahnya, seolah mengatakan semua akan baik-baik saja. “Selesaikan makanmu, setelah itu akan ku antar ke tempat temanmu itu— Victoria.”

 

“Baiklah…”

Dan dengan tiba-tiba dirogohnya saku coat merasakan benda yang berada di dalamnya bergetar, nama Victoria terpampang jelas di sana.

From: Victoria

“Taeng, suamimu baru saja ke rumahku. Bagaimana? Apa yang akan kau lakukan?”

 

Sebuah peringatan.

Kenapa pas sekali.

Jadi malam ini Taeyeon tidak akan pulang ke apartment Victoria, lalu kemana? “Ehm… Kyuhyun-ah… bagaimana kalau malam ini aku menginap di rumahmu?”

“Nde?” sela Kyuhyun cepat.

.

.

-Roman Scandal-

.

.

 

Perlu sekiranya lima belas menit bagi Taeyeon untuk meyakinkan Kyuhyun bahwa wanita itu tengah benar-benar down dan tak bisa pulang ke rumah Vic dengan alasan akan bertemu suaminya.

Taeyeon mengemudikan mobilnya dalam diam, mengikuti sebuah mobil Jazz putih milik dokter pribadinya. Ini baru yang pertama kali bagi Taeyeon untuk mengunjungi kediaman pria yang akhir-akhir ini cukup dekat dengannya tersebut. Cukup aneh memang, ketika dia menganggap bahwa rumah Cho Kyuhyun yang berada di kawasan Myongdeong ini adalah pilihan terakhirnya. Tapi hal-hal konyol ini benar-benar terjadi pada wanita 26 tahun itu tanpa alasan yang jelas.

Taeyeon mengerem mobilnya perlahan saat mellihat mobil yang ditumpangi Kyuhyun berbelok di sebuah rumah dengan gaya modern yang gerbangnya tertutup.

Dan ia berdiri di sana, di dalam ruangan bercat putih tulang dengan perabotan yang terkesan klasik namun disisi lain terlihat mewah. Taeyeon menggigit bibir bawahnya ketika ia mulai berpikir untuk menyusun kalimat. “Eum… gomawo Kyuhyun-ah.”

 

Kyuhyun tersenyum. Ini sudah yang kesekian kalinya dia membantu Taeyeon, namun kali ini ucapan terima kasih darinya terdengar berbeda dari biasanya.

Ada banyak yang ingin disampaikan Kyuhyun pada wanita itu sebenarnya, namun Kyuhyun lebih memilih diam untuk sekarang. Seolah menunggu waktu yang lebih tepat. “Hm…” dia bergumam pelan. “Oh ya, kau bisa tempati kamar kosong yang di ujung koridor. Itu adalah kamar tamunya.”

Taeyeon mengangguk, dan baru ia berjalan tiga langkah, sebuah suara bell terdengar nyaring di telinga mereka.

Pukul sembilan malam lewat, memang bukan waktu yang pas untuk bertamu. Tapi apa boleh buat, Kyuhyun segera berjalan ke arah pintu lalu membukanya. Dan entah ini kesialan atau apa… yang ia lihat ketika membuka pintu nyatanya mampu membuat pria itu seolah berhenti bernapas.

“Selamat malam…”

 

Satu teguk.

Taeyeon sontak menghentikan langkah kakinya mendadak. Ia kenal suara ini.

“Saya Oh Sehun, maaf telah bertamu malam-malam seperti ini. Tapi— saya memang perlu bantuan anda.”

Kyuhyun masih menatapnya dengan pandangan tak percaya dan bibir setengah terbuka. “H-huh?”

“Saya lihat ada mobil istri saya di halaman rumah anda, apakah dia di sini?” ucap Oh Sehun kembali masih mempertahankan gaya bicara halusnya meskipun wajah itu telah memerah padam dan keringat telah keluar dari pelipisnya.

“O-Oh Taeyeon?”sungguh sial, dan Kyuhyun benar-benar kehabisan kata-kata.

“Saya bertanya apakah dia ada di sini?” dan yang untuk sekali lagi Sehun mengulang pertanyaannya sembari berjalan masuk bak orang kesetanan. “Aku heran mengapa orang-orang sangat suka menyembunyikan seorang wanita yang telah mempunyai suami!” geramnya penuh amarah.

Sehun mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang tamu, masih tak menemukan apa yang ia cari, kini berjalan dan membuka semua pintu yang terletak di lantai satu rumah itu.

“Hei!” Kyuhyun yang masih tercengang pun hanya dapat berteriak di tempat. “A-apakah anda tidak tahu sopan santun dalam bertamu?”

 

“Dimana istriku?!” Bentak Sehun. Suaranya bergetar dalam keputusasaan.

Dan sesuatu dalam dada Kyuhyun berkata bahwa ia tak seharusnya bermain-main dengan rumah tangga seseorang. Dia menatap Sehun yang terlihat sangat berantakan. “Di sana.” Ujarnya sambil menunjuk sebuah ruangan di ujung lorong, tempat dimana ia menyuruh Taeyeon untuk beristirahat.

Hingga tanpa basa-basi lagi Sehun berjalan ke ruangan tersebut, membuka pintu dengan sekali hentakan. Namun— tidak ada apa-apa.

Sehun membuka matanya lebih lebar, menyapu seluruh sudut ruangan dengan matanya, namun yang ia temukan hanyalah udara kosong yang tak berarti.

 

#Brrmmm!

Suara mobil dinyalakan.

Sehun segera keluar dari ruangan itu dan Kyuhyun melebarkan matanya. Melihat dari balik jendela kaca yang terbuka.

Taeyeon melarikan diri dengan mobilnya.

Sehun segera berlari menuju mobilnya terparkir.

Sial! Sial! Sial!

Mengapa sulit sekali untuk menemukan istrinya.

Dia mengemudikan mobil dengan fokus, nyaris tak berkedip sedikitpun. Terus memperhatikan mobil hitam yang melaju kencang di hadapannya. Mobil yang dikendarai Taeyeon berbelok di tikungan, membuat Sehun harus menginjak remnya mendadak dan ikut berbelok di tikungan yang sama.

Mobil Taeyeon semakin berjalan lebih kencang, tak terasa sebuah truk akan berbalik memutar dan sontak Taeyeon membanting setir mobilnya ke kanan. Suara injakan rem dan ban mobil yang beradu dengan aspal menggema di tempat itu.

Mobil Taeyeon berputar beberapa kali ketika yang dapat ia lihat hanya cahaya putih menyilaukan dari lampu truk, hingga berhenti membentur badan kiri truk tersebut.

Tabrakan mobil, suara pecahan kaca, dan mesin yang terbakar.

Ini sama.

Sama seperti kejadian lima bulan yang lalu.

 

#BRAKK!!

Taeyeon berusaha mengangkat kepalanya yang berat dan bertumpu pada setir mobil, darah mengalir di pelipisnya. Dan dalam diam ia seolah melihat sesuatu, yang juga bersamanya pada kecelakaan sebelumnya.

Wanita itu mengangkat sebelah tangan, seolah ingin menggapai sesuatu. “Yoon…Jira…” ucapnya lirih.

Itu adalah kata terakhir yang keluar dari bibir Taeyeon sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.

Sedangkan di sisi lain Sehun yang melihat kejadian tersebut dengan kedua matanya sendiri hanya bisa mendesah pasrah. Dirogohnya ponsel dalam saku lalu ia tekan tombol 911 dengan cepat.

.

.

.

-To be continue-

Author Note:

Gimana? Gimana konfliknya? Huehehe aku gak bisa cuap-cuap banyak deh di chapter ini. Dan jangan lupa tinggalkan komentar kalau mau pesannya aku balas nanti pas mau minta password. Karena chapter 9 depan adalah chapter akhir dari FF ini, dan akan aku PROTECT.

Warning! NO SIDERS ALLOWED! Alias, password tidak akan kuberikan untuk silent readers.

Cara mendapatkan password cukup klik halaman [PASSWORD]

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com <= jangan lupa mampir ke blog Sine untuk membaca koleksi FF yg lain.. 😀

 

Iklan

26 thoughts on “Roman Scandal [Chapter 8]

  1. Apa si yoon jira itu cuman ilusi taeyon. Sebenrnya yoon jira itu ga nyata.
    Apa si taeyon cuman mau nyari” kesalahannya sehun?
    Atau mungkin alasannya sehun bawa taeyeon ke psikiater karna si tae tu masih suka berhalusinasi tentang yoon jira. Padahal yoon jira udah mati. Mungkin jadi korban kecelakaan taeyon yg pertama. 😅😅😅😅😅

    Suka

  2. Yahhh udh mau abis ff nyaa 😦 andwaee,
    Plis thor taeng nya jgn sampe mati 😦 ,masih blm ngerti kenapa taeng keinget yoon jira trs pas kecelakaan??huaa makin penasaran..
    Buat chapter terakhirnya banyakin moment huntae nya ya thor hehehe 🙂

    Next thorr..ditunggu chap selanjutnya
    Fighting>

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping-balik: Roman Scandal [Chapter 9/END] – KEIKO SINE

  4. Hallo… Hy aku readers exotaengu. Btw iseng2 kunjungin web nya, disini roman scandal udah sampe 8 chapter. Biasanya suka baca plus Kasih komen di atsit, eh sekalinya buka blog authornya disini udah sampe chapter 8, bahkan chapter end nya juga udh update. Woaaaah maafkan ketinggalan jauh wkwkwk
    Btw komen cerita, itu taengu knp main kabur2an? Ga mau ketemu sehun apa gmn? Hun maafin sih d chapter kemarin akunya greget sm kamu lol. Please jangan sampe ada perasaan khusus taeyeon buat kyuhyun. Sekali lagi aku prooooo bgt sm seyeon. Hehe. Lah kan iya, jadinya kaya taeyeon yg selingkuhnya. Nah sehun kan belom kebukti bener apa engga nya, itu kan baru presepsi taeyeon nya aja lol
    Itu kenapa di ending? Taenggu kenapa? Please lah jangan angst2 an ceritanya, ga kebal atutuh suka baper sendiri wkwkw.

    Suka

  5. Ping-balik: Roman Scandal [Hidden Story] – KEIKO SINE

  6. Tae liat jira pas kecelakaan ? Apa si jira itu hantu ato halusinasi ? Ya ampuun thor greget !!! knp tae musti kecelakaan sih pas sehun sdh cape” nyari ??
    Diprotect chap end ?? Mw dong thor passwordx nanggung nih bkin penasaran 😩😩

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s