DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter 5]

devotion-yoona2

Devotion by. Keiko Sine

{Yoona Ver.}

Marriage Life – Crime – Romance || PG-NC

Casts:

Im Yoona (SNSD), Lee Donghae (SJ)

Choi Siwon (JS) , Kris Wu, Kim Jinwoo (WINNER), Others.

Poster By: Babythinkgirl @ Poster Channel 

Fiction ini sudah pernah dipublish di FlyingncFF dan Blog pribadi author dengan versi Original Character, juga dengan nama author yang sama yaitu Keiko Sine.

“—and I miss the way you make me feel it’s real. We watched the sunset over the castle on the hill.“

***

[Chapter 5]

Ini adalah ketika hari itu tiba. Donghae berharap – harap cemas dari dalam ruangannya. Menautkan jemari sambil terus menatap ke layar komputer. Ponsel ia letakkan di sebelah kanannya untuk berjaga – jaga, sigap dengan apa yang dikatakan anak buahnya nanti. Karena usaha bisnisnya tergantung pada hari ini.

Rinchkalsen adalah perusahaan yang dinaungi oleh perusahaan yakuza Jepang dan mafia dari Rusia. Dan jika perusahaan Donghae memulai kehancuran, kedua bisnis yang menopangnya akan goyah pula.

Donghae masih membatin siapakah orang brengsek di balik ini semua. Karena yang ia dengar— gugatan bagi para perusahaan besar ini berasal dari sumber yang sama.

Ia mengangkat telepon putih di hadapannya, berujar pelan, “Nara-ya, masuklah ke ruanganku.” Ujarnya pada sekretaris pribadinya tersebut.

Tak begitu lama kemudian pintu ruangannya terketuk beberapa kali dan seorang wanita berusia sama sepertinya berjalan masuk. Wajahnya sama tegangnya dengan Donghae.

“Sudah ada kabar di pengadilan?”

Nara menggeleng pelan, “Belum, Presdir. Mereka bilang Manager Jung masih harus mengantri, karena perwakilan dari perusahaan lain telah datang lebih dulu dari kita.”

Menganggukkan kepala mengerti, “Baiklah… beri tahu aku kalau sudah ada kabar lebih lanjut.”

“Baik, Presdir.”

Dan dengan kalimat tersebut wanita itu kembali berjalan keluar. Tidakkah kau tahu bahwa saat ini Donghae hampir sekarat karena penasaran. Ini lebih menegangkan dari perasaan pertama kali ia berani menembak seseorang dengan tangannya sendiri.

.

.

-oOo-

Sedangkan di sisi lain Yoona tengah memegang sebuah bolpoin hitam dan menggoreskan tintanya pada permukaan papan tulis putih yang berada di depan ruang kelas. Semua mata tertuju pada dosen muda tersebut yang kini sedang menjelaskan pelajaran tentang Conditional Sentences.

“Conditional Sentences has three formulas. You can see on your text book, and each of it has different meaning and different context.” Ucap Yoona sambari menunjuk pada tulisan yang berada di buku Grammar karangan Rowney tersebut. “For your assignment, please do the exercise 23 and 24. Submit it to me in our next meeting. Thank you guys, good afternoon.”

Dan dengan begitu Yoona mengakhiri kelasnya hari ini. Wanita itu menenteng tas jinjingnya dan beberapa buku untuk ia masukkan ke dalam locker pribadinya.

Dan saat Yoona di tiba di ruang dosen untuk mengambil power bank yang ia tinggalkan di atas meja, seseorang telah berdiri di belakangnya, “Yoona saem.”

Yoona memutar badannya, tersenyum melihat orang tersebut, “Jinwoo saem.” Ujar Yoona seraya ia menata barang – barangnya ke dalam tas.

“Anda sudah mau pulang?” Tanya Jinwoo, meskipun nyatanya mereka lebih dekat dari sekedar ‘teman kerja’, keduanya harus tetap menjaga wibawa di dalam lingkungan dengan berbicara formal seperti ini misalnya.

“Ya, anda tahu aku tidak punya jam mengajar sore.” Kekeh Yoona, ia menatap lelaki yang telah menjadi sahabatnya ketika masih di bangku sekolah menengah tersebut.

Jinwoo mengangguk, masih tersenyum memperlihatkan gigi putihnya. “Kau sudah makan?” Jinwoo menarik napas pelan, “Bagaimana kalau kita makan siang bersama?” sambungya dengan ragu.

Jujur ini adalah kali pertama Jinwoo berani mengajaknya keluar sejak Yoona memutuskan untuk menikah empat bulan ini. Yoona tersenyum, “Ide yang bagus.”

“Benarkah? Ehm— maksudku, ayo kita keluar aku ingin memakan jjampong bersama seperti dulu.” Ucap lelaki itu, senyum bahagia tak dapat menghilang dari wajah mungilnya.

“Baiklah ayo.” Yoona berjalan lebih dulu, memimpin jalan di depan.

..

..

..

Dan di sinilah mereka. Mengambil tempat duduk di paling ujung ruangan bersebelahan dengan jendela kaca. Ini seperti sudah lama sekali mereka makan bersama, namun nyatanya baru empat bulan sejak Yoona memutuskan untuk menikah dengan Donghae dan melarangnya melakukan ini itu. Termasuk pergi keluar bersama Jinwoo.

Bukankah itu menyebalkan?

Yoona menoleh ketika seorang waiter berjalan ke arah mereka membawa pesanan. Orang yang masih sama sejak bertahun – tahun yang lalu mereka suka menghabiskan waktu disini. Membungkuk ketika akan meninggalkan mereka berdua.

“Eumm… makanan ini tak pernah berubah. Aku menyukainya.” Ujar Yoona setelah menyuapkan makanan berkuah merah tersebut ke dalam mulutnya.

“Ini sudah… berapa kira-kira, empat bulan?” Jinwoo bertanya sambil menghitung, “Yang pasti sejak kau berubah menjadi membosankan.” Sambungnya lalu terkekeh.

“Aku tidak.” Yoona menggeleng serius, kerutan terlihat di keningnya, “Aku hanya sedikit menjadi lebih sibuk setelah menikah.”

“Begitukah?” bibir Jinwoo kembali tertarik tipis membentuk sebuah senyuman, “Aku sedikit terkejut melihat keadaanmu yang bisa dibilang— baik-baik saja setelah menikah. Karena yang ku tahu Lee Donghae bukan orang yang hangat dan mudah tersenyum. Dia terlihat menyeramkan dari luar.”

“Kau benar tentang yang itu.” Kini Yoona yang terkekeh, menampilkan deretan gigi putihnya.

Bukanlah sebuah rahasia lagi bahwa Jinwoo telah lama menyimpan perasaan pada Yoona. Bahkan sejak mereka masih berada di sekolah menengah.

Jinwoo adalah lelaki yang berpendidikan dan baik, Yoona tahu itu. Namun— wanita itu merasa kalau dirinya lah yang tidak pantas untuk disandingkan dengan Jinwoo.

Jinwoo yang dulu adalah seorang casanova sekolah yang populer. Digandrungi banyak gadis dan itu membuatnya sedikit tak percaya diri untuk menerima kenyataan bahwa lelaki ini sempat ‘mengejarnya’.

Dan bahkan sering menunggu Yoona ‘si gadis biasa’ di depan kelas, menemaninya pulang, dan hal – hal tersebut membuatnya sedikit canggung.

“Ngomong – ngomong, bagaimana kabar suamimu?” tanya Jinwoo berbasa – basi. Yang benar saja, memang ia peduli dengan keadaan si pria menjengkelkan itu.

“Baik… tapi yang aku tahu dia sedikit sibuk dengan pekerjaannya sekarang.” Yoona kembali melanjutkan dalam hati, ‘dan pekerjaan gelapnya.’

Jinwoo menganggukkan kepalanya pelan, “Begitukah.”

Jujur jika Jinwoo sempat khawatir ketika Yoona memutuskan untuk menerima lamaran Lee Donghae. Si pebisnis berhati sedingin es dan sekeras batu.

Bukankah semua pebisnis besar seperti itu? Persaingan mengalahkan semuanya. Ini bukan masalah uang dan kekayaan lagi. Namun kekuasaan, memegang kendali.

Dan sialnya si lelaki berwajah chic bak porselen itu juga telah mengalahkan Jinwoo. Dia berhasil merebut hati Yoona meskipun harus melewati berbagai rintangan yang menyulitkan, dan Jinwoo sendiri tahu itu.

Ia sempat marah kepada dirinya sendiri. Dia tak seberani Lee Donghae untuk terus mengejar apa yang ia cintai. Hingga akhirnya Jinwoo memilih untuk mengalah dan membiarkan wanita yang disayanginya ini pergi dengan lelaki lain.

Setelah beberapa bincang – bincang dan menghabiskan makanan, mereka memutuskan untuk mengakhiri pertemuan kali ini.

“Aku senang kau masih Yoona yang ku kenal dulu.”

“Hm… terima kasih.” Yoona mendorong kursinya ke belakang, berderit di antara gesekan lantai marmer. Keduanya berjalan menuju mobil masing – masing yang berada di depan restaurant.

Jinwoo telah berada di dalam mobilnya terlebih dahulu. Meletakkan tas di sampingnya dan memakai kaca mata hitam yang ia letakkan di atas dashboard. Dan ketika Jinwoo menyalakan mesin mobilnya, sebuah pekikan dan teriakan terdengar dari arah Yoona berdiri.

“Toloonngg… Jinwo-ya.. aaakkhh!”

Dua orang lelaki berbadan besar membawa Yoona paksa. Meskipun wanita itu melawan dengan seluruh tenanganya, kedua pria memakai setelan hitam itu tentu lebih dominan.

Mengunci pergerakan Yoona, membungkam mulutnya dengan sebuah kain lalu memasukkan tubuh Yoona dengan paksa ke dalam mobil yang berhenti di tepi jalan.

Jinwoo sempat hanya diam melongo dan mematung untuk beberapa detik, namun saat ia sadar dan berlari keluar untuk menyelamatkan Yoona, mobil tersebut telah melesat jauh.

“Yoonaaa…” teriaknya.

Beruntung Jinwoo masih sempat melihat plat nomor mobil tersebut walaupun hanya sekilas. Ia kalap. Tak habis pikir, kejadian tersebut berlangsung dengan sangat cepat.

Dan dengan perasaan gugup, ia mengambil ponsel dari dalam saku celana. Jinwoo ingat ia masih menyimpan nomor Donghae. Dan dengan cepat menekan tombol warna hijau. Ia tahu bahwa Donghaelah yang dapat menyelamatkan Yoona.

.

.

-oOo-

Bukankah tidak ada kesenangan yang dapat melampaui hal ini. Perusahaannya memenangkan gugatan. Yunho pulang dengan senyum yang mengembang di bibirnya begitu pula dengan pegawai Donghae yang lain.

Jadi tak salah ia membuat kerja sama dengan bandar-bandar mafia itu. Mereka cepat, orang – orang kadek yang berani dan sigap. Membantu Donghae yang sedang dalam masa-masa sulit di bisnisnya. Menguntungkan.

Tak henti lelaki itu terus memperhatikan layar komputer dimana beberapa perusahaan yang sempat ingin membatalkan kerja sama dengannya, sekarang kembali menaruh investasi pada perusahaannya. Prosentase menaik. Ia tersenyum di antara wajah dinginnya.

Dan saat Donghae akan mengetikkan sesuatu, ponselnya tiba – tiba bergetar, menampilkan nama Kim Jinwoo dengan huruf besar.

1 Panggilan Masuk

Kim Jinwoo

Donghae memutar bola matanya lalu menekan tombol hijau. “Yeobosseo.” Ujar Donghae malas setelah meletakkan ponselnya di samping telinga kanan.

“Yeob— ah Donghae…” suara Jinwoo terdengar serak dan putus – putus dari ujung sambungan.

“Ada apa?”

“Donghae— kau harus— Yoona … ada yang menyulik Yoona.”

Dan ketika nama istrinya disebut, ekspresi wajah Donghae sontak berubah lebih dingin, “Apa yang kau bicarakan?” nada suaranya meninggi.

“Yoona diculik. Sebentar, aku akan memutuskan sambungan telepon dan mengirimkan plat nomor mobilnya lewat pesan.”

“Apa? Aku tidak mengerti. Aku—

#bip

Jinwoo memutuskan telepon dengan sepihak.

Membuat Donghae harus bertanya – tanya dengan penuh kekhawatiran. Ada apa? Apa yang terjadi dengan istrinya?

.

.

-TBC-

Author Note:

Okeh aku tau chap ini pendek dari chapter2 sebelumnya *sungkem* maapkan aku. Tapi kabar baiknyaa… FF ini udah mau menuju ke puncak konflik.. \yeay/ dan nanti akan aku jelaskan masa lalu antara Yoona dan Kris. Masalah yg bikin keadaan jadi kacau ginii..

Penasaran? Tungguin chap selanjutnya..

Dan kalo kalian tanya “chapter end mau diprotect ya thor?” aku jawab di sini ya.. “Iya sayang..^^” kenapa? karena ada adegan full NC (lagi wkwkwk) dan kalian tahu kan kalo nulis FF itu susah, dan untuk mencegah banyakna SIDER dan plagiarism yg bakal nyolong ide FF saya tanpa komen, ya nanti di chapter end bakal aku protect.. 🙂

Makanya yuk tinggalin jejak di kolom komentar mulai sekarang. Yukk kita kenalan. Bukankah itu menyenangkan? 😀 *senyum gaje*

Komentar itu tidak harus berupa kritik kok.. bisa juga berupa dukungan buat author biar semangat dan cepet ngelanjutin FFnya. Dan kalau ada dari kalian yg belum tahu caranya buat ninggalin komentar bisa baca di sini → [HOW TO COMMENT] sebenernya gak punya akun wordpress pun bisa tetep komen kok, gak percaya? mau tahu caranya? baca di sana. jadi mulai skrg gak ada alesan lagi buat jadi SIDER. 🙂

Regard.

-KEIKO SINE https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

47 thoughts on “DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter 5]

  1. Akhirnya dilanjut jg. Pendek gpp yg pntng sdh mengobati readers Sungkem jg y thor kl slm ini komennya tdk sesuai ap yg kmu harapkan dan slh kata maupun menyinggung perasaan. Maaf…smga bsa dilanjut segera yes? Smangattt

    Suka

  2. Siapa yang nyulik yoona..??? Apakah kris..?? Ini pasti semua trjadi krena ada hubungannya dgn bisnis gelap dengan dongek…

    Ditunggu lanjutannya author… Fighting..!!!!

    Suka

  3. Siapa yang nyulik yoona?? Semoga donghae dapet menemukan yoona ..
    G sabar nunggu chapter selanjutnya sebenernya apa hubungan yoona dan kris
    *fighting thor 🙌 semoga chapter selanjutnya lebih panjang 😊

    Suka

  4. Ya ampun siapa yg menculik yoona jngn2 kris ? Thor klw tar di pw kasih tau cara dapet pw nya ya ☺ dan Q komen sini ajja ya gk di blog imyoona😊

    Suka

  5. Pasti Dalang penculikan Yoona si KRIS
    Chapter 5 bikin penasaran lagi….
    Lagi asyik2 baca eh TBC 😣😦😧
    Yoona banyak pengagumnya
    Di chapter ini muncul si Jinwoo teman SMA-nya..
    #nextchapter #fighting

    Suka

  6. ternyata di web ini uda ampe chap 6 ya thoor…
    suka deh… jd ga lama-lama nunggunya…
    ceritanya makin menarik thoor…
    karyamu emang de bes deeh…
    ditunggu karyamu selanjutnya thoor…
    keepting!!!

    Suka

  7. udah lama ga mampir kesini, ternyata devotion dah ending aja baru terakhir baca part 4, kudet sekali saya ternyata😅
    duuuhhh dah beneran mulai masuk konflik ya ini, yakin kali lah donghae bisa nyelametin yoona 🙏

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s