DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter4]

devotion-yoona2

Devotion by. Keiko Sine

{Yoona Ver.}

Marriage Life – Crime – Romance || NC-21+!!

Casts:

Im Yoona (SNSD), Lee Donghae (SJ)

Choi Siwon, Kris Wu, Huang Zi Tao, Others.

Poster By: Babythinkgirl @ Poster Channel 

Fiction ini sudah pernah dipublish di FlyingncFF dan Blog pribadi author dengan versi Original Character, juga dengan nama author yang sama yaitu Keiko Sine.

PRE : [Teaser][1][2][3]

“—Wouldn’t it be a perfect crime, if I stole your heart and you stole mine.“

***

[Chapter 4]

Siwon melangkahkan kakinya ke luar dari club, dua orang wanita memapah tubuhnya hingga sampai di depan mobil Masserati yang ia parkirkan. Kepalanya pening dan dadanya terasa penuh, rasanya panas menyerang tubuhnya, dan dadanya bergerak naik turun.

Entah mengapa hari ini menjadi hari yang sangat sial bagi Siwon. Ancaman penutupan perusahaan keluarga ternyata mampu membuat Siwon sedepresi ini. Saat ia hanya diam melamun, kedua wanita yang disewanya kembali melakukan aksi mereka. Menciumi Siwon bergantian, membelai dadanya, mengecupi lehernya. Sampai seorang wanita datang dan menginterupsi kegiatan mereka.

Salah satu dari mereka mendelik, menatap wanita cantik yang mengaku sebagai kekasih pelanggannya malam ini sungguh sangat membuatnya kesal. Diberikannya sebuah dompet yang sengaja ia ambil tadi kepada wanita ini.

Yoona, wanita yang kini mengemudikan mobil Siwon dengan kecepatan rata-rata kini melenguh pelan, lantaran perutnya yang bisa dibilang tengah meraung-raung minta diisi. Namun sedari tadi siang tak ada makanan yang masuk ke perut wanita itu.

Berbelok di perempatan, tak lama kemudian sebuah apartment mewah milik Siwon menjadi tujuannya menginap malam ini. Yoona sedang kesal, dan ia tak ingin bertemu dengan Donghae malam ini. Biarkan saja Yoona tidur di apartment Siwon sampai besok pagi.

Memarkirkan mobil Siwon di basement, dan menaiki lift dengan memapah tubuh besar Siwon. Entah sudah berapa kali malam ini, lelaki itu selalu meracau ‘Ini tidak benar… Jangan gugat perusahaanku…’ membuat Yoona bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada perusahaan sahabat suaminya ini.

Hingga ia sampai di lantai delapan. Yoona membuka kunci apartment yang ia dapat dari saku jaket Siwon. Ini melelahkan ketika tubuhnya yang kecil harus menjadi tumpuhan tubuh lelaki ini.

Yoona meletakkan kunci di atas meja terdekat dan hendak mencari letak dapur untuk mengambil minum dan sebuah makanan untuknya sebelum lengannya di cengkeram dengan kuat.

“Eum… nuguya?” racaunya, kelopak mata pria itu bergerak naik turun saat menatap Yoona.

“Kau masih mabuk, tidurlah…” Yoona mendorong kepala Siwon menjauh hingga kembali tertidur di sofa. Wanita itu hendak kembali melangkah sebelum sepasang lengan kuat mengapit tubuhnya dari belakang. Yoona bergerak tak nyaman, “Yak—

“Tenang saja. Aku akan membayarmu penuh…” ucap Siwon dengan suara serak.

“Hentikan… dasar—“ Yoona masih berusaha untuk melepaskan diri, namun maniak yang merangkul tubuhnya jelas lebih kuat. “Aakhh.” Yoona terjatuh di atas lantai, napasnya memburu berbenturan dengan milik pria yang kini menindihnya.

Siwon mulai mencium bibirnya kasar. Dapat Yoona rasakan bau alcohol memenuhi rongga pria itu. Yoona menggeliat tak nyaman. “Yak… ku bilang berhenti.” Mendorong dada Siwon. Yoona semakin ingin berteriak namun tenaganya telah menguap entah kemana, dan ketika dada sintalnya diremas dengan gemas, Yoona mendesah berat. “Dasar Siwon mesuumm…!” Menyingkirkan tangan Siwon, dan secepat mungkin Yoona berdiri, berlari menuju kamar Siwon lalu mengunci pintu.

Yoona meninggalkannya di ruang tamu. Ia juga tak peduli jika lelaki itu harus merasakan sakit di sekujur badannya karena tidur di lantai semalaman.

.

.

-oOo-

Sudah lepas pukul sebelas malam, Donghae menunggu di ruang tamu apartmentnya berharap akan menemukan sang istri membuka pintu. Namun nyatanya tidak. Haruskah Donghae menelponnya?

Yang benar saja, mereka sedang bertengkat besar kau tahu. Dan harga diri Donghae akan turun berpuluh derajat karena mengkhawatirkan istrinya.

Tapi, haruskah? Haruskah Donghae menelponnya?

Menyerah dengan keputusan sendiri, dengan cepat pria itu mengambil ponsel yang berada di atas nakas. Memencet nomor telepon dengan nama Yoona di atasnya.

Deringan pertama.

Tak ada jawaban.

Hingga si operator yang menjawab untuk menghubungi nomor itu kembali lain waktu.

Berkali-kali Donghae mencoba namun tak ada jawaban. Ini membuatnya frustasi. Di tengah dinginnya malam, dimana Yoona akan tinggal?

Ia tak ingin dan bisa memejamkan mata. Sudah pukul dua pagi dan Donghae tetap menjaga matanya untuk terbuka lebar. Kekhawatiran menguasainya.

Hingga Donghae memutuskan untuk tidur di atas sofa. Masih berharap pintu itu akan terbuka di pagi hari dan menemukan istrinya yang lari tanpa kabar. Tapi nihil. Pintu apartmentnya masih tertutup rapat dan ruangan besar ini kosong, hanya ada dirinya dan denting jam yang menemani.

Saat melihat pantulan dirinya di kaca kamar mandi, tanda hitam di area sekitar mata itu menggelap. Wajahnya kusut dan Donghae tak yakin untuk dapat pergi bekerja hari ini. Namun— sebentar lagi perusahaanmu harus mendatangi pemeriksaan, kau ingat? Dan dengan alasan itu Donghae memutuskan untuk pergi ke kantor.

***

Di sisi lain Siwon mengerjapkan mata karena silau matahari yang menampar wajahnya pagi ini. Tangan kanan memijat pelipis, karena tak dapat dipungkiri debaman di belakang kepalanya memberikan rasa sakit saat ia memutuskan untuk bangun.

Badannya terasa remuk dan ia merasa asing dengan tempat ia terbaring. Ini di— ruang tengah apartmentnya. Dan ketika Siwon melihat ke sekeliling, ia mencium bau harum makanan yang sedang dimasak.
“Kau sudah bangun?” itu suara wanita, Siwon menoleh ke meja dapur. Dan betapa terkejutnya dia melihat istri Donghae tengah memasak makanan di dapurnya.

“Yoona? Apa yang kau lakukan?” ujar lelaki itu sambil berdiri.

“Aku— eung… anggap saja aku sedang menginap di rumahmu.” Yoona menata makanan dan dua piring di atas meja makan, duduk di salah satu kursinya.

“Yak, enak saja kau bilang! Menginap? Sejak kapan aku mengizinkanmu menginap di rumahku?”

“Tadi malam kau bilang sendiri padaku…” Yoona mengelak, “Apa kau tidak ingat? Aah, kau kan mabuk.” Yoona memicingkan matanya dan dengan cepat Siwon menunduk bersalah.

“Begitukah? Aku benar-benar tidak ingat apapun tentang kejadian tadi malam. Tapi— apa kau sudah memberi tahu Donghae?”

Yoona berkedip dua kali, “Belum.” Sambungnya.

“Hahh?!!”

“Sudahlah,” Melemparkan tangan di udara, Yoona berujar pelan, “Tidak perlu khawatir. Aku sedang marah dengan Donghae. Jadi kalau bisa kau juga menutupi keberadaanku.”

Siwon memutar bola matanya jengah, “Aku tidak bisa berjanji.” Ujarnya lalu berjalan menutup pintu kamar mandi. “Donghae akan membunuhku jika tahu aku menyembunyikanmu.” Pintu kamar mandi tertutup namun tak lama kemudian kembali terbuka, Siwon menyembulkan kepalanya, “Yoong, kau tidak ke kampus?”

Menggelengkan kepalanya pelan, “Aku tidak ada jam mengajar hari ini.”

Dan dengan cepat Siwon menutup pintu kamar mandinya lagi, dapat Yoona dengar dari luar lelaki itu sedang menggerutu kesal. Siwon akan terlihat sangat lucu jika dilihat pada keadaan seperti ini.

.

.

-oOo-

.

.

Berada di dalam kantor namun pikirannya mengembara entah kemana. Ini adalah panggilan yang entah ke berapa puluh kali bagi Donghae untuk menghubungi ponsel istrinya. Namun tak pernah diangkat.

Donghae sempat menelpon orang tua Yoona di Daegu dan bertanya apakah Yoona menelpon mereka, namun orang tua istrinya berkata bahwa Yoona tak menghubungi sama sekali.

Dan saat Donghae ingin menelpon Kim Jinwoo, rekan kerja Dahye, suara ketukan pintu menghalanginya.

“Masuk.” Ucap Donghae seraya menaruh ponselnya di atas meja.

Sekretaris pribadinya masuk membawa map dan beberapa dokumen, “Presdir Lee, semua perlengkapan untuk penyelidikan besok telah siap. Anda tinggal tanda tangan di surat kuasa untuk Manager Jung.”

Donghae mengecek beberapa lembarnya, sambil menuliskan tanda tangan ia bergumam, “Bagaimana dengan perusahaan kolega yang lain?”

“Para kolega kita juga sedang melakukan hal yang sama, Presdir. Dan jika berhasil, kita bisa menuntut balik orang yang telah menggugat perusahaan kita. Manager Jung juga telah mendapat bantuan dukungan dari bandar Jepang yang bekerja sama dengan kita”

“Baiklah, aku menunggu berita selanjutnya.”

“Ya, Presdir.” Wanita itu membungkuk lalu kembali keluar dari ruangan Donghae. Coba lihat perbedaan Donghae yang menjadi seorang CEO perusahaan dan seorang suami yang rapuh tanpa istrinya.

Ini menjengkelkan jika cinta sudah mengambil alih hati dan pikiranmu. Donghae telah membuktikannya sendiri. Bagaimana cinta itu membuatnya tak berdaya dan frustasi. Takut akan kehilangan dan lain – lain.

Dan ketika Donghae bingung dengan kehidupannya, maka ia butuh minum.

Dengan cepat ia mengambil ponsel, mengusap layar datar tersebut dan menekan tombol hijau pada nomor Siwoni. Donghae meletakkan ponselnya di samping telinga, ia memijat pelipis.

#tuut… tuutt…

“Hmm?” ujar Siwon malas di ujung sambungan.

“Hei, apa kau sibuk hari ini?” ujar Donghae to the point.

“Eung…” Dan entah mengapa Siwon terlalu malas untuk membuka suara kali ini, “Tidak juga.” Ujarnya singkat.

“Ya, temui aku di club Jullie seperti biasa. Aku menunggumu sepluh menit lagi.”

#bip

Dan tanpa aba-aba Donghae memutus sambungan. Menyambar kunci mobil dan jas perusahaannya lalu berjalan keluar.

Lee Donghae selalu bertingkah seperti ini. Bahkan sebelum Siwon menyetujui ajakannya ia sudah mematikan telepon. Ini sebuah paksaan asal kau tahu.

Dia tak lagi peduli tentang Manager Jung dan perwakilannya yang kini sedang menghadiri pemeriksaan dengan seorang jaksa tua yang ia tahu sangat menjengkelkan. Tak ada yang lain di kepalanya saat ini kecuai minum, mabuk, dan sejenak menghiraukan kehidupan rumitnya.

..

..

..

“Ada apa dengan wajah kusutmu itu?” ujar Donghae setelah menenggak segelas martininya dengan satu tegukan.

“Aku sedang tidak mood.” Jawab Siwon, kepalanya ia letakkan di meja bar, mata tertutup lesu.

Donghae mengangguk mengerti, “Itu saja?”

“Hmm…” gumam Siwon sebelum matanya melebar, mengingat sesuatu yang lain, “Dan istrimu tentunya, dia mengacaukan pagiku hari ini.”

“Yak! Yoona di tempatmu?!” ujar Donghae panik sekaligus tak percaya. Siwon mengangguk sebagai jawaban, “Bagaimana istriku bisa berada di apartmentmu?” tanya Donghae sekali lagi.

“Aku juga tidak tahu… dia bilang aku yang mengizinkannya, tapi aku tidak ingat sama sekali mengucapkan kalimat itu.” Siwon menuangkan cairan putih itu dalam gelasnya, lalu meminum dalam satu tenggakan sekali lagi.

Dan tanpa aba-aba, Donghae telah mendaratkan tangannya di blazer Siwon, seolah mencari sesuatu. “Yak, apa yang kau lakukan?”

“Dimana kunci apartmentmu?” tanya Donghae, wajahnya nyalang.

“Ku tinggal di apartment tentu saja. Yoona ada di sana.”

Tentu saja.

Bodoh.

Donghae tertawa malu namun detik selanjutnya ia telah mendorong kursinya ke belakang dan berjalan pergi. Dapat Siwon tebak bahwa lelaki itu akan tiba di apartmentnya sebentar lagi.

Donghae seperti sedang kesetanan. Ia melajukan mobilnya di jalanan siang Seoul yang sibuk dengan kecepatan di atas rata-rata. Bibirnya terkatup rapat. Dan matanya bergerak gelisah, memperhatikan jalanan yang berdebu.

Setelah tiba di apartment mewah Siwon, Donghae berjalan dengan gusar, langkah kakinya terlihat lebar-lebar namun wajah itu tetap terlihat datar tanpa ekspresi. Keahliannya.

Tiba di lantai delapan, Donghae mencari apartment nomor 810 dengan seksama. Dan ketika Donghae menemukannya, ia memencet bell apartment tersebut berulang-ulang tak sabar. Sesekali menggedor pintunya.

Dan ketika pintu tersebut terbuka, sepasang mata hazel yang ia rindukan sepanjang malam terpampang disana. Melihatnya dengan pandangan tak percaya. “Hae-ya…” ucap Yoona, ucapannya tercekat di ujung lidah.

“Apa yang kau lakukan di sini? Ayo pulang.” Donghae menarik tangan isrtinya dengan kasar. Sebisa mungkin Yoona menolak, namun jelas tenaga Donghae lebih kuat daripada dirinya.

“Tidak mau.”

“Pulang!”

“Donghae! Lepaskan aku!” Mencoba melepaskan genggaman Donghae pada lengannya, Yoona menghempaskan tangan Donghae dengan kasar, “Aku sedang marah padamu! Tidak bisakah kau menjauh!” teriak Yoona dari tempatnya berdiri.

Namun apa yang dilakukan Donghae kali ini sangat berbanding terbalik dengan yang dilakukannya beberapa detik lalu. Daripada menarik istrinya keluar, kali ini Donghae memilih untuk mendorong tubuh Yoona ke dalam. Menutup pintu di belakangnya dengan kasar. Memojokkan tubuh Yoona bersandar tembok.

Matanya menatap tajam wajah istrinya dengan lekat, dan detik selanjutnya Donghae telah meraup bibir ranum Yoona. Mencium, menghisap, melumatnya dengan kasar.

Hmmpphh…”

Dan tiba-tiba Donghae mengangkat tubuh Yoona, memasuki sebuah kamar utama yang ia yakin adalah milik Siwon. Yoona masih berusaha untuk melepaskan diri dari rangkulannya.

Donghae membanting tubuh Yoona dengan kasar di atas kasur. Membuka jas dan beberapa kancing kemeja atasnya, Donghae menatap Yoona seduktif yang kini tengah melihatnya dengan terengah-engah. Mata wanita itu terlihat berkaca-kaca dan bibirnya bergetar.

“Hae-ya…”

“Tidakkah kau tahu aku tidak bisa tidur semalaman karena mengkhawatirkanmu?

Mendorong tubuh Yoona, kini Donghae menindih tubuh istrinya. Kembali menautkan bibir, dan tangan Donghae yang menganggur sedang meremas kuat payudara Yoona, membuat si wanita ingin berteriak kesakitan namun tertahan karena bibir sang suami mengunci bibir Yoona.

Ini baru pertama kalinya Donghae memperlakukan Yoona sekasar ini. Dan tak dapat dipungkiri Yoona malah sakit hati karenanya.

#srett

Dilakukan dengan cepat, bagaimana Donghae membuka paksa celana panjang yang dikenakan istrinya dan kaos kebesaran yang melekat di tubuh atas Yoona. Donghae sampai harus meneguk salivanya ketika kembali melihat tubuh polos istrinya yang hanya dibalut sepasang bra dan celana dalam berwarna hitam.

“Donghae-ya, hentikan! Ingat kita sedang berada dimana.” Ucap Dahye memperingatkan.

“Aku tidak perduli, yang aku tahu ini di kamar dan aku akan melakukan hal semestinya yang dilakukan suami istri ketika berada di sini.”

Kini Donghae membuka pakaiannya sendiri. Melihat Yoona yang lebih tenang dari sebelumnya membuatnya merasa bahwa istrinya ini juga merindukannya. Membutuhkan belaiannya.

Dan tanpa menunggu lebih lama, Donghae kembali mendaratkan bibirnya di atas bibir ranum Yoona. Menciumnya kasar sampai bibir istrinya itu membengkak, lalu turun di perpotongan leher Yoona, berlama-lama disana, memberikan tanda keunguan dengan seduktif.

“Aaahh… Aahh… ngghh”

Yoona bergerak gelisah di bawah tubuh kekar suaminya, tangannya sedari tadi memeluk pungung Sehun, mengekspresikan apa yang dirasakannya dengan mencakar pundak suaminya. Kakinya telah terangkat, mengalung di pinggang Donghae. Hingga tak dapat dingungkiri bagian tersentitifnya sesekali bergesekan dengan junior Donghae yang telah menengang.

Donghae menurunkan wajahnya beralih ke payudara sintal Yoona, lelaki itu membuka bra lalu melemparkannya sembarangan. Melihat bagaimana putting itu telah menegang dan bergerak naik turun konstan dengan deru napas Yoona membuat Donghae semakin menggila.

Donghae meraup putting susu kanan Yoona, mengisap, menjilat, dan menggigitnya gemas. Dan tangannya memberi kenikmatan di putting kiri Yoona, memijatnya, memelintir hingga menarik tonjolan kecil itu. Membuat Yoona tak kuasa untuk menahan desahan seksinya.

“Aku akan memasukimu, sayang…” ujar Donghae seduktif.

“Tapi— kita bahkan belum pemanasan.” Yoona menahan lengan Donghae untuk bergerak ke bawah, “Masukkan jarimu dulu, sayang.”

“Tidak.”

Donghae menyingkirkan tangan Yoona yang menghalanginya. Pria itu melihat dasi bergaris yang ia buang di lantai, mengambilnya lalu mengikat tangan kanan Yoona di headboard dengan dasi tersebut.

“Hae— lepaskan!” Yoona mendelik melihat apa yang dilakukan Donghae padanya, ia mencoba melepaskan diri namun tak bisa. Namun seolah tuli, Donghae malah menahan tangan kirinya yang bebas.

Dan dengan perlahan Donghae membuka kedua kaki Yoona agar mengangkang dihadapannya. Vagina pink yang berkedut itu seolah memanggilnya, meraung minta ditusuk kasar. Merasa tergoda, akhirnya Donghae memajukan wajahnya.

Ssshhh… aaahhhh…” Desah Yoona.

Merasakan lidah Donghae kini telah menjilat-jilat vaginanya. Sesekali menghisap cairan putih yang keluar dari lubangnya, melakukannya berkali-kali.

Ini terlalu panas.

Terlalu lembek, dan basah.

Yoona bergerak tak karuan. Lubangnya kian berkedut meminta dimasuki.

“Sayaang… cepat masukkan.”

Donghae menghisapnya kuat sebelum menjauhkan wajah, “Bukankah kau yang ingin pemanasan lebih dulu?”

“T-tidak.” Yoona menggelengkan kepalanya kuat, merasa frustasi karena lubangnya terus meminta untuk dipanaskan dan disentuh.

#Plak!

Donghae menampar bongkahan bokongnya.

#Plak!

Lagi. Kini mengenai paha dalam Yoona.

#Plak! Plak!

Donghae menampar bibir vaginanya berulang-ulang. Yoona yang tak dapat berbuat apa-apa hanya berteriak dan mendesah seksi. Sebenarnya sakit, namun lama kelamaan menjadi nikmat dan membuat candu.

Kemudian—

“Ngghh…” Desah Yoona keenakan ketika jari tengah Donghae berhasil memasuki lubangnya. Bergerak pelan, merasakan kelembutan vagina sempitnya.

Donghae memasukkan dua jari lagi, kini tiga jari Donghae mengaduk-aduk lubang Yoona dengan brutal, Donghae merenggangkan jari telunjuk dan jari manisnya, hingga jari tengahnnya ia tusukkan ke atas, menyentuh tepat di titik kenikmatan istrinya.

“Ahkk..” Yoona menggelinjang merasakan titik prostatnya berhasil ditemukan jari tengah Donghae. Ia menekan-nekan G-spot Yoona, lalu menarik ulurkan ketiga jarinya dengan gerakan cepat, membuat desahan Yoona terdengar lebih kencang dan seksi.

Dan setelah merasa bosan Donghae mengeluarkan ketiga jarinya yang telah basah oleh cairan orgasme Yoona.

Tak lama kemudian, “Aaakhhh…” Yoona kembali membelak ketika merasakan benda tumpul yang kian mengoyak vaginanya.

“Kau sempit, babe.” Ucap Donghae seduktif, masih mencoba untuk memasukkan seluruh batang juniornya ke dalam lubang sang istri.

Posisi Yoona yang mengangkang lebar kian memudahkan Donghae untuk menjamah tubuh penuh keringat itu. Dan ketika Donghae dapat memasukkan semuanya, ia mendiamkannya beberapa detik sebelum mengeluar masukkan miliknya dengan brutal. Menghajar lubang kenikmatan istrinya.

“Aaahh… Donghae-ya— pelanhh.”

Donghae menumbuk kasar titik prostat istrinya, mendongakkan kepala sambil menikmati bagaimana vagina berkedut itu meremas kuat batang juniornya. Bunyi deritan ranjang dan kecipak menghiasi kegiatan panas mereka hingga Donghae lebih mempercepat gerakannya pada setiap hentakan.

Dan ketika merasakan juniornya berkedut hebat, Donghae menahan juniornya untuk tetap menempel pada G-spot Yoona, dan—

#bluurrr

“Aakhhh…”

“Engghh…”

Cairan hangat Donghae tumpah di dalam tubuh Yoona. Membuat sang istri menggelinjang kenikmatan.

“Haahhh…”

Cairan sperma Donghae yang tertuang terlalu banyak hingga beberapa keluar dan meleleh dari vagina Yoona, rasanya sangat geli juga nikmat

“Kau hebat, sayang.” Donghae melepaskan juniornya, “Aku mencintaimu.” Ucapnya di telinga Yoona. Melepaskan dasi yang mengikat tangan kanan wanita itu, “Woman on top?” sambngnya dengan nada seksi.

.

.

-oOo-

Setelah pekerjaan panas mereka yang memakan waktu hampir tiga jam, kini keduanya telah bersih setelah membersihkan diri. Donghae mengenakan celana dan kaos milik Siwon yang ia ambil dari lemari sahabatnya itu.

Tak lupa kini Yoona membersihkan kamar utama dimana mereka melakukan kegiatan panas tadi. Jika tidak, bisa dipastikan Siwon akan marah kepada mereka berdua karena dengan seenaknya memakai kamar untuk bercinta dan tak membereskannya pula.

Pintu apartment terbuka, menampilkan sosok Siwon dengan baju perusahaan dan tas jinjing hitam di tangannya. “Donghae?” ujarnya setelah melihat sahabatnya duduk dengan santai di sofa sambil memindah-mindah channel televisie.

“Siwon-ah, aku baru saja ingin pulang.” Donghae berdiri, menghampiri Siwon yang kini tengah berdiri mematung di tengah ruangan, “Well, terima kasih sudah mau menampung istriku tadi malam, aku berhutang padamu,” ujarnya lalu terkekeh. Membuat Siwon lebih tak paham atas kelakuan sahabatnya satu ini. Bukankah lelaki ini sempat marah-marah padanya saat mengetahui Yoona tinggal di apartmentnya? Namun sekarang malah tersenyum dan berterima kasih bagai idiot.

“Hng…” gumam Siwon menyanggupi.

“Yoona-yah, mari pulang… Siwon sudah datang.” Teriak Donghae.

Dan tak lama kemudian Yoona datang dan membawa pakaian suaminya dan miliknya sendiri di sebuah paper bag, “Siwon-ah, aku meminjam celana training dan kaosmu untuk ku pakai juga Donghae, annyeong.” Yoona berjalan mengikuti Donghae yang telah lebih dulu keluar, “Terima kasih banyak.” Menutup pintu, dan sepertinya Siwon telah menyadari apa yang sebenarnya terjadi.

Meminjam baju? Berganti baju? Di sore hari ini? Apakah mereka baru saja melakukan— itu?

Siwon menepuk kepalanya pelan, tak ingin dibuat gila oleh kedua sahabatnya itu.

Sedangkan di sisi lain, Donghae tengah mengemudikan mobilnya dengan tenang. Yoona berada di sebelahnya kini tersenyum sambil menatap ke luar jalan.

“Aku tahu kau tidak akan lari jauh dariku.” Ujar Donghae mengusap pucuk kepala istrinya.

“Hmm.” Gumam Yoona.

Bukankah hukum cinta memang seperti itu? Seseorang tidak akan pernah jauh darimu, karena dia adalah jodohmu. Jika bisa diibaratkan, seperti sesuatu yang dapat mengisi kekosongan hati ketika kesepian, dan menjadi sandaran ketika terluka.

Dan ketika Lee Donghae telah menemukan orang tersebut, apapun akan ia lakukan ntuk terus memilikinya dan melindunginya. Karena cinta yang seperti ini sangatlah sulit dapat dimiliki oleh orang brengsek sejenis dirinya.

Donghae membelokkan mobilnya ketika sampai di depan bangunan mewah yang ia sebut dengan rumah, membawa mobilnya menuju basement apartment. Sedangkan sosok yang berada tak jauh dari sana, duduk di dalam mobil dengan kaca mata hitam itu menurunkan kaca mobilnya hingga setengah terbuka ketika menyadari bahwa orang yang dicarinya telah ia temukan.

Jadi ini benar. Hal yang dikatakan anak buahnya memang benar bahwa Lee Donghae tidak mengganti alamatnya sejak dua tahun lalu. Tersenyum menampilkan smirk, ternyata hal ini sangatlah mudah dari apa yang ia pikirkan.

Sekarang ia hanya harus menunggu. Sabar akan membawa keindahan bagi siapapun yang menantikannya, bukan begitu?

Rencana telah tersusun dengan rapi dan matang. Karena ketika hari itu tiba— ia bersumpah takkan lagi dapat mendengar kabar dari orang yang bernama Lee Donghae dan Lee Yoona. Mata di balas dengan mata, begitu juga nyawa harus dibalas dengan nyawa.

Karena yang ia dengar, serangan yang ia tujukan kepada beberapa perusahaan yang menaungi persahaan milik Lee Donghae telah mendapatkan kebebasan mereka kembali. Prosentase gugatannya untuk menang tak kurang dari 30 persen, dan itu tidak cukup.

Hanya tunggulah pada permainan sebenarnya, karena saat Kris sudah berani menampilkan dirinya, ia takkan berbaik hati lagi.

“Ini akan menarik.” Desisnya lalu menyalakan mesin mobil untuk bergerak menjauh dari tempat tersebut.

.

.

-TBC-

Author Note:

Waakkss ya ampun aku berasa laknat banget bikin FF yadongan full tanpa sensor. Jujur ini baru pertama kali aku bikin FF adult yg berchapter, biasanya sih cuma ficlet atau oneshot. Dan maaf kalau masih ada kurang disana-sini. Heheh^^ sebenernya chapter ini juga mau aku protect loh.. tapi kayaknya masih terlalu dini untuk memprotect karena masih chapter 4 huehehe… jadi nanti chapter end aja yaa yg aku protect, dan pastinya aku hanya memberikan password kepada reader yg sudah setia komen di chapter-chapter sebelumnya.. 🙂

Dan akhirnya udah keungkap yah yg selama ini gangguin perusahaan Hae dkk itu Kris. Hmm.. apa yg terjadi selanjutnya? Stay tune terus pls.

Maaf juga kalau masih ada typo, karena aku nulis FF devotion ini menjadi 2 versi, yakni sehun&oc lalu yoona&donghae, jadi maaf kalau castnya ke-distract. 🙂 makasih juga atas koreksi dari reader semua. jadi bisa langsung aku perbaiki.

See you next chapter and don’t forget to leave your comment~

Regard.

-KEIKO SINE https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

92 thoughts on “DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter4]

  1. ff ceritanya seru, thor..
    Donghae merasa kehilangan Yoona, walaupun baru ditinggal semalem.. Donghae takut kalo Yoona di apa²in Kris, karena Yoona itu kelemahannya Donghae.
    Hahaha.. Yoona keren bisa bebas dari Siwon yang lagi mabuk.

    Donghae dan Yoona makin hot aja di apartemen Siwon..
    Masih penasaran sama Kris, kenapa pengen banget nge-hancurin Donghae dan Yoona, emang apa yang dilakukan mereka pada Kris dulu?

    Suka

  2. aakkkk
    aku kira juga ini chapter di protect;;
    ternyata nggak hehehe
    terimakasi thor, tapi masih ada typo tuh thor masih ada nama sehun yg nampak hehehe
    ditunggu lanjutan chapnya ya thor~~ thanks! fighting💕💕

    Suka

  3. Hanya dengan melakukan ‘itu’ masalah mereka terselesaikan, daebak
    Akhirnya ketahuan masalah perusahaan krn ulah kris

    Penasaran sm kelanjutannya, kedepannya lbh teliti lg author, masih banyak typo soalnya

    Suka

  4. Woah panas stlah marahan mereka baikan dan melakukan itu slma tiga jam wooow😯
    Untung yoona gk di apa’n sma siwon dan ya ampun sbnr nya apa yg akan kris lakukan pda yoonhae dan mata di blas mata nyawa di blas nyawa knp apa donghae pernah membunuh sseorng yg berarti untuk kris sampe dia blas dendam sperti itu dan knp jg yoona di libat kan next

    Suka

  5. Iyaa, bru aj mo tnya, knp g d protek
    Hmzzz.. Aq mau usul, bnyakin adegan actionnya.. Bunuh2an jga gpp
    Hehe, sadis yahh
    Tpii itu yg bkin seru.. Sama saran aj sihh, adegan NC nya jangan terlalu banyak, Ntr readers bsa jdi bosen. Kasih aj Dkit2, kyk ngasih gula d minumaan, qlow kbnykn kn bsa jdi g nikmat.. Hehe

    Suka

  6. ribet banget ada kris sebenarnya dia kenapa sih, obatnya habis. hahahaha semoga yoonhae gk marahan mulu. Dan juga siwon semoga gk jadi penggangu hubungan yoonhae nantinya soalnya aku takut siwon jatuh cinta sama yoona.

    Suka

  7. yoonhae mah gitu udh mrhan lngsng hajar :v Jd kris yg gugat smua prusahaan itu?? dan apa yoonhae dlm bhy 😱😱

    Kk typo namanya masih ada ;v

    Next.. fighting!

    Suka

  8. OMG !!!!!! NC nya bagus tuh gak nanggung” wkwkwkwkw ….
    Tapi di beberapa bagian apalagi yg pas nampar bokong itu aku kok jadi inget fifty shade yaaa emang gk sama sih tapi tapi cuma kebayang hahaha
    Dan soal Siwon untungnya Yoona bisa bertindak yaa coba kalau engga ..gak mau deh bayanginnya aja ^^

    dan soal typo kalau gak salah aku nemu 2 kesalahan ada nama Sehun sama si cewek oc nya itu ..semoga nextnya bisa di perbaiki lagi ^^

    Suka

  9. Eiitttssss untung siwon kgk ada. Kamar lu buat sepasang suami istri yg lagi beraksi mas 😂
    wahh hot ini mah. Haha. Wah bentar lgi memasuki konflik. Kris ada masalah apa ya sama donghae dan yoona. Siapa yg kehilangan nyawa?? Uhh mkin penasaran deh
    next fighting thor 😉 #typo masih ada yah. Tp cuman dikit kok. Smoga lebih baik kedepannya 😊

    Suka

  10. Wah benar kan pria i2 Siwon….
    Untungx Yoona lgsng masuk ke kamarx Siwon #lega
    YoonHae moment so Hot…..
    Next thor….
    #fighting 💪💪💪💪

    Suka

  11. yoonhae mah klo marahan ujung2 gak jauh2 pasti kyak gtu, dasar donghae mesum! ini lgi kris punya masalah apa si? bikin bingung aja huh

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s