Abandon [Ficlet]

kristaelarge

Abandon, by Keiko Sine

Genre: Angst, Romance, Hurt || Rating: NC-19!

Casts:
Kim Taeyeon & Kris Wu
Others.

COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN!

“—falling in love is like jumping off a really tall building. Your brain tells you it’s not a good idea, but your heart tell you, you can fly.”
***

Membuka pintu apartment, dia menemukan beberapa botol Soju kosong bertebaran di karpet ruang tamu mereka. Dua gelas ditinggalkan tergeletak di atas meja kopi, di samping televisie yang dimatikan. Tak jauh berdiri beberapa meter darinya, stereo memainkan lagu membosankan yang tidak bisa dikenali oleh Taeyeon.

Setelah kepulangannya dari Jejju setelah menghadiri proyek perusahaan selama dua minggu pun, wanita berdarah Korea berusia 26 tahun ini terlalu terbiasa dengan adegan ini. Dia tidak lagi terkejut menemukan sepasang sepatu merah yang berada di pintu masuk di samping sepatu Kris, lagi. Dan, semua meskipun dia bisa merasakan kepedihan dari rasa sakit yang menusuk hatinya, dia yakin seperti pernah melihat pemandangan ini sebelumnya. Layaknya film lama yang sekelibat terputar di kepala.

Dengan diam Taeyeon mengumpulkan botol hijau kosong dari karpet abu-abu itu, dan meletakkan gelas di wastafel. Dia menggantungkan mantelnya di rak mantel di dekat pintu apartemen dan melepaskan sepatunya, meletakkannya berhadapan dengan sepatu berwarna merah itu. Taeyeon dengan tiba-tiba mengingat bahwa mereka sudah pernah tinggal dan berada di sini ribuan kali saat ia mulai mencuci gelas bekas beserta sisa piring kotornya.

Singkatnya dia bertanya-tanya, ‘Apa yang aku lakukan dengan hidupku?’ Dan memegangi kepalanya dengan tangan, karena meski air mata tidak lagi jatuh, itu bukan berarti bahwa dirinya tak merasa sedih.

Bagian dari dirinya mengatakan bahwa dia bisa berbuat lebih baik, tapi sejenak argumen lain berkata bahwa ia pasti adalah seorang yang mengerikan di kehidupan sebelumnya, dan dia pantas untuk bertemu pria seperti ini.

Sengatan luka masa lalu yang dihidupkan kembali menyerang wanita itu saat dia menyusuri koridor ke kamar tidur mereka. Taeyeon mengumpulkan barang-barang dan pakaian yang tersebar saat menaiki tangga. Dia membuka dan menutup pintu dengan debaman yang keras berlang-ulang saat dia melewati kamar tidur kecil dan pergi ke ruang cuci. Melempar pakaian-pakaian kotor itu sebelum membuangnya ke mesin cuci.

Sambil berganti pakaian, Taeyeon mengambil pakaian bersih dari pengering, menemukan celana piyama dan sweternya yang besar, dia duduk di meja kecil untuk melipat cucian.

Ketika pakaiannya bersih dan terlipat, Taeyeon mengambil pakaian dalam berenda dan gaun ketat di lorong, tempat dia membiarkan pakaian-pakaian dilipat rapi di atas meja kopi. Waktu berjalan dengan cepat, sampai-sampai tak sadar dia mendapati dirinya sendiri duduk di sofa sambil mengerjakan dokumen saat seorang wanita dengan tiba-tiba keluar dari kamar tidur mereka, hanya mengenakan celana olah raga dan kaos kebesaran milik Kris.

Wajah wanita asing itu hampir terlihat lucu baginya hingga Taeyeon bertanya dengan nada menjengkelkan dan menuduh, “Siapa wanita ini, Kris?”

Taeyeon hampir tak ingin mendengar alasan apapun yang akan pria itu gunakan selanjutnya, setiap kali seperti ini dan tak ada cara agar mereka menjadi lebih baik setiap saat, dan Taeyeon tidak ingin dibodohi.

Hingga Kris, pria berambut pirang yang tinggi itu memberi lirikan singkat kepada Taeyeon, mengangkat bahu sebelum berjalan ke dapur, membiarkan Taeyeon semakin melotot.

“Hei.” Panggil Taeyeon, “Hei,!” sambungnya lagi. Taeyeon mengangkat kepalanya untuk memberi wanita itu tatapan dingin yang membunuh, seolah mengancamnya tapi ia rasa itu tidaklah cukup. “Dengar, saya tidak tahu siapa Anda, tapi Anda harus kaluar dari rumah ini..!” Dengan wajah masih kosong, Taeyeon mengesampingkan pekerjaan dan kertas-kertasnya di atas meja lalu menyilangkan kakinya yang ramping, dia menyesap secangkir kopi yang telah dia buat sebelumnya.

“Saya—“ wanita asing itu memulai berbicara saat Kris kembali masuk ke ruang kerja, bersandar ke dinding dan melihat pemandangan di depannya, “—tinggal di sini, saya tidak tahu tentang Anda sebelumnya. Jadi, jika Anda tidak keberatan, tolong keluar dari rumah saya. “ Orang asing itu menatapnya tak percaya dan menggeram padanya, “Memang menurutmu siapa dirimu?!!”

Taeyeon mengumpulkan keberaniannya, berdiri untuk berjalan ke kamar mereka, “Saya adalah tunangannya.”

“M-Minah-ya… kita sudah selesai, pulanglah.”
Sebuah suara seorang pria terdengar saat Taeyeon hendak melangkah maju untuk memberikan wanita asing itu sebuah salam perkenalan dengan tinjunya.
“A— apa? Kris, kau sudah bertunangan?” wanita itu melotot ke arah Kris dan Taeyeon bergantian.
Kris tak menjawab, ia kembali ke arah dapur seraya berujar agak keras, “Ambil tas dan pakaianmu, akan ku transfer nanti malam.”

Dan setelah itu Taeyeon berbalik untuk mengambil dokumen-dokumen dan bolpoin yang ia letakkan di atas meja. Dengan wajah yang telah memerah dan air mata yang entah sejak kapan telah menggenang, dia bergegas memasuki kamar pribadinya. Taeyeon menangkupkan kedua telapak tangannya di wajah saat air mata bergegas merembes keluar.

Dia tidak memperhatikan Kris yang telah memasuki ruangan dan sekarang melihatnya tengkurap di kasur tempat tidur yang bersih. Taeyeon tidak menatapnya, karena dia tahu jika dia melakukannya, tembok yang telah ia bangun selama ini akan runtuh, lagi. Dan semuanya akan hancur berantakan.

Kris bisa melihat bagaimana bahunya bergetar dan wajahnya bergerak tak nyaman di atas bantal. Dia adalah lelaki yang sangat buruk, Kris tahu itu. Dan baginya, Taeyeon adalah seorang Malaikat. Dia adalah cahaya dalam kegelapan yang dia sebut hidup ini. Tapi, entah bagaimanapun juga, tidak peduli berapa banyak yang dia katakan pada dirinya sendiri, untuk menjadi setia, dia akan tetap menyakiti wanita itu lagi seperti ini.

Ini pasti sudah yang ke seribu kalinya, tapi Taeyeon pasti akan memilih untuk tetap tinggal bersamanya.
Kris melenggang mendekatinya dan menahannya dari belakang, mencium tengkuk tunangannya. “Sayang, aku minta maaf.”

Hal-hal seperti ini akan selalu terjadi seperti. Kris akan menemuinya, dan dia akan meminta maaf karena telah ‘berselingkuh’ dan menebus kesalahannya dengan satu-satunya cara dia tahu.

Jadi tidak mengherankan bagi Taeyeon, yang sekarang didorong turun ke seprai dan dikendalikan. Tapi, tidak peduli entah berapa kali hal seperti ini selalu terjadi, dia tetap membenci dirinya sendiri untuk tidak bisa keluar dari kungkungan tunangannya.

Menarik paksa celana piyama itu dalam sekali sentak. Hingga tak lama kemudian Taeyeon mulai terengah-engah, keringat membasahi kulitnya yang memanas. Kris seolah menyembahnya seperti dewi, memperlakukannya dengan penuh kelembutan dan meskipun dia tidak pernah memberinya izin, Kris selalu melakukannya dengan gaya pria itu sendiri. Dia selalu mendapatkan permainan beronde-ronde yang memuaskan.
Tak lama kemudian, Kris memanggil-manggil namanya sambil sesekali mendesah dan memeluknya erat, menciumnya sekuat tenaga. Taeyeon sendiri tidak ingin terlalu gampang menerima permainan seperti ini, tapi nyatanya dia juga mulai ikut menggoyangkan pinggul dan menekan jari-jarinya kuat di punggung tunangannya.

Kupu-kupu terasa beterbangan di sekitar perutnya saat benda tumpul milik Kris dengan brutal mengoyak lubang sempit Taeyeon. Dia tak bisa memilih untuk tetap menutup atau membuka mulutnya karena rasa nikmat, Taeyeon hanya bisa mendesah dan mendesah.

Hingga saat cairan hangat Kris melebur di rahimnya, desahan panjang keduanya terdengar indah di ruangan bercat putih itu. Kris ambruk menindihi tubuh kecil Taeyeon. Tak lama berselang dirasakan bahwa vaginanya berkedut dengan semakin cepat, Taeyeon memejamkan mata, menikmati orgasmenya yang panjang karena kejantanan Kris masih berada di dalam vaginanya dan menghalangi jalan keluar cairan cintanya.

Setelah selesai, Kris memeluk Taeyeon tanpa niat membiarkannya pergi, takut dia lolos darinya dan tidak pernah kembali. Taeyeon merasa kotor, dan terbiasa, dan tertipu. Tapi, dia mengira itu adalah kesalahannya sendiri karena tidak memutuskan untuk berjalan keluar pada saat pertama kali dia ditipu.

Kini semua terasa seperti hanya sebuah kebiasaan.

Taeyeon membalikkan badan, dia meringkuk membelakanginya.

“Tae… Taeng…” Ucap Kris pelan, “Taeng, sayang…” Dia memohon, mencium leher, bahu, dan tulang belakangnya. “Taeyeon, aku mencintaimu.” Sambungnya.

Taeyeon mengerutkan kening saat air mata mengalir tanpa izin dan dia mulai terisak dalam diam. ‘Berhentilah bersikap begitu lemah, Taeng.’ Ucapnya dalam hati pada diri sendiri, tapi rasa sakitnya tidak akan berhenti.

“I’m sorry, Tae…” Bisiknya, membalikkan tubuh Taeyeon dengan pelan agar bisa mendekapnya di dadanya yang lebar. “You’re my life.” Kris mengatakan kepadanya untuk yang sekali lagi, “Please don’t ever leave me. I love you.”’

.
.
.
-END-

Author Note:
Jadi singkat cerita, FF ini tuh seperti penggalan dari kehidupan Kris-Tae dan gunjang-ganjing (?) kisah cinta mereka karena Kris yg gak bisa hidup tanpa seks. Seperti di FF ini tadi contohnya, saat Taeyeon gk ada disampingnya karena urusan pekerjaan dan harus berpisah selama 2 minggu, Kris bakalan cari ‘pengganti’ lain yg bisa memuaskan nafsunya.
Duhh kasian Taeng unni… 
So, what’s your opinion? Don’t forget to leave comment after reading my FFs. Love you guys ❤
Regard.
-Keiko Sine  https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

5 thoughts on “Abandon [Ficlet]

  1. Kalo bercerita tentang orang yang tergantung akan sex emang susah yah😑yang tergantung akan sex ato bisa dibilang candu akan sex selalu menang dan akhirnya yang menyakiti orang disekitar nya😑kadang suka kepikir dlm pikiran sendiri ko bisa orang candu akan sex😅*paan sih gue ngomonf apa*😂😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s