DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter 1]

devotion-yoona2

Devotion by. Keiko Sine

Marriage Life – Crime – Romance || PG-19!!

Casts:

Im Yoona (SNSD), Lee Donghae (SJ)

Choi Siwon, Kris Wu, Huang Zi Tao, Others.

Poster By: Babythinkgirl @ Poster Channel 

Fiction ini sudah pernah dipublish di FlyingncFF dan Blog pribadi author dengan versi Original Character, juga dengan nama author yang sama yaitu Keiko Sine.

PRE : [Teaser]

Cause you feed me fables from your hand. With violent words and empty threats.“

*** 

[Chapter 1]

Bukankah ini sebuah fakta yang lucu, mengingat Lee Donghae dan Im Yoona yang sekarang berganti marga menjadi Lee Yoona adalah dua pribadi yang sangat bertolak belakang. Orang-orang melihatnya bagai dua kutub magnet yang sangat berlawanan, dimana Donghae adalah seorang ketua geng mafia kelas atas, dan Yoona adalah

seorang dosen, orang yang berwibawa. Seolah sosok malaikat tak bersayap bagi mereka yang menuntut ilmu.

Keputusan kasual dibuat dengan cara yang sangat sulit. Seperti hubungan keduanya. Bagaimana pertentangan, emosi, sama-sama merasa jatuh dan terluka. Namun itulah hal-hal yang dibutuhkan cinta.

Angin sore yang berhembus di kota Seoul menggoyangkan dedaunan, semilirnya mampu menerbangkan gaun tidur tipis yang dikenakan Yoona saat wanita itu membuka pintu menuju balcon apartmentnya.

Ia mendesah pelan, pekerjaannya sebagai seorang dosen Bahasa Inggris di salah satu Universitas ternama sangat menyita tenaga, ditambah lagi dengan tanpa kehadiran sang suami yang telah pergi meninggalkannya selama seminggu ini.

Yoona merindukan tatapan mata elang yang selalu menunggunya untuk terbuka di ranjang mereka, ataupun suara husky khas sang suami saat menyuruhnya ini dan itu.

Wanita itu menoleh saat mendengar bell apartmentnya berbunyi. Suara nyaring yang mengisi kekosongan itu berhenti setelah berdering tiga kali. Wanita itu berjinjit saat melihat layar intercorm. Dan senyum tipis terukir di wajahnya saat melihat seorang lelaki yang berdiri di depan pintu dengan jaket tebal dan syal tergantung di perputaran lehernya.

“Siwon,” ujar wanita tersebut, membuka pintu yang mengeluarkan bunyi khas saat Yoona menariknya, “Apakah Donghae sudah pulang?”

“Hm, aku disini untuk menemanimu menjemputnya ke Bandara.”

“Tunggu aku.”

Ucap Yoona senang. Dan Siwon— pria itu sudah berjanji pada istri sahabatnya ini akan mengantarkannya ke Bandara di hari kepulangan Donghae dari Jepang. Pertanyaannya, apakah Donghae pergi untuk sebuah perjalanan bisnis, huh? Yeah, bisnis penyelundukan narkoba dan kapal selam ke Negara Rusia. Bukan hal yang mudah, bukan? Dan Donghae yang mempimpin perusahaan mereka.

Bukan perusahaan besar yang resmi lebih tepatnya, namun Rinchkalsen adalah sebuah nama untuk bandar mafia yang merupakan kerja sama antara Korea Selatandan Jepang.

Siwon duduk di sofa, memandang sebuah jam dinding tua yang terpasang disana. Setidaknya jadwal kepulangan pesawat yang ditumpangi Donghae masih tiba kurang dari dua jam lagi. Dan menunggu Yoona berdandan sambil menonton acara televisie bukanlah hal yang buruk, bukan?

Memindah siaran channel tanpa minat, Siwon tetap mempertahankan wajah datarnya sebelm—

“Hari ini, tanggal dua Mei tersangka pencucian uang yang melibatkan Kris Wu dua tahun lalu secara resmi dibebaskan oleh kepolisian Seoul setempat. Pria berkewarganegaraan China dan Canada itu telah terbukti tak bersalah atas tuduhannya, dan hukuman penjara selama 15 tahun secara resmi di batalkan.—

Apakah ini nyata? Siwon masih berpikir, menajamkan pendengarannya. Namun ia yakin, ini adalah Kris yangs sama dengan yang ia pikirkan. Tidak mungkin.

“Pada pukul 11 siang waktu setempat, Kris Wu di bantu oleh kuasa hukumnya meninggalkan tahanan kantor polisi dan menjelaskan bahwa kesaksiannya dua tahun lalu yang mengatakan bahwa dirinya tak bersalah adalah benar. Saya, Yoon Jinah dari MNC News, terima kasih.”

Seketika jantung Siwon melemas, lelaki itu menekan tombol off pada remote control dan—

#bip

Televisie telah ia matikan.

Ia harus segera memberi tahu hal ini pada Donghae, pada rekan-rekannya— dan pada Yoona.

Bahwa ketika Kris telah benar-benar kembali, ia tak yakin dapat pergi tidur dengan nyaman pada malam hari. Tak dapat makan dengan perasaan tanpa dimata-matai. Karena yang Siwon tahu— Kris masihlah pria tinggi berbahaya yang ia kenal sejak dulu.

Lelaki itu menoleh saat mendengar suara pintu terbuka, dan melihat sosok wanita dengan balutan jaket grey.

“Kau sudah siap?” tanya Siwon berbasa-basi pada Yoona.

“Hm.”

“Kau terlihat cantik.” Ucapnya lalu memperhatikan Yoona dari ujung kaki sampai kepala.

Mengibaskan rambutnya, Yoona bergumam, “Dan kau baru menyadarinya?”

“Kalau saja kau bukan isrti dari sahabatku—

“Apa? Makanya kau harus cepat cari pendamping. Aku jadi kasihan padamu karena terus menjomblo.”

Yoona terkekeh atas perkataannya sendiri sedangkan Siwon memutar bola matanya jengah, lalu memimpin jalan keluar apartment dan segera menuju lift. Bukankah memiliki pasangan atau tidak adalah sebuah pilihan dari masing-masing individu? Siwon hanya belum memikirkan hal itu lebih jauh asal kau tahu saja.

Dan sontak Siwon berpikir bahwa sahabatnya ini sangat beruntung dapat menikah dengan wanita sebaik Yoona.

Bukankah pria yang menjadi geng mafia biasanya tak mempunyai hubungan yang terikat pada wanita manapun? Biasanya mereka akan lebih suka bergonta-ganti pasangan setiap minggunya dan menjejali para wanita murahan itu dengan uang jutaan Won. Namun sepertinya nasib baik masih berpihak pada Donghae.

Keduanya keluar dari lift saat pintu otomatis terbuka. Melangkahkan kaki mereka keluar dari pintu ganda utama dan angin musim gugur menyambut mereka, menerbangkan surai hitam Yoona tak karuan seolah mengatakan selamat petang.

“Aku akan mengambil mobilku dulu, kau tunggu disini.”

Yoona mengangguk dan mengangkat jempol kanannya pertanda mengerti. Bot sepatunya berdesis saat berbenturan dengan aspal jalanan yang licin. Hingga tak beberapa lama kemudian Siwon datang dengan mobil Masserati hitamnya.

“Naiklah.” Ucap Siwon dari balik kaca jendela mobil.

Yoona memutari mobil dan duduk di kursi sebelah kemudi Siwon. Diam-diam Siwon selalu melirik Yoona yang sedari tadi tak dapat menahan senyumnya.

“Berhentilah tersenyum, kau seperti orang bodoh.” Ucap Siwon sambil terkekeh pelan.

“Apa kau bilang?” Yoona mendelik, tangannya ia lipat diatas dada, “Donghae akan mendengar ini.” Gertaknya.

“Yak…aku hanya bercanda.” Siwon memutar setir mobilnya saat melewati pertigaan. Ini tidak akan lucu bahwa Donghae akan meninjunya ketika ia sampai di Bandara karena Yoona mengadu telah mengatainya bodoh.

“Hahh… kau harus cepat mendapatkan pendamping, Tuan Choi.” Ujar Yoona pelan.

“Aku akan mencari satu— nanti.”

Wanita itu menggeleng, “Bukankah kau terlalu keras pada dirimu sendiri? Jangan terlalu fanatik pada pekerjaan, apakah di kantormu tak ada wanita yang menarik, huh?”

“Tidak ada.” Jawab Siwon, sebuah penyangkalan yang cepat.

“Apakah tidak ada satupun yang menarik perhatianmu? Atau—

Yoona menahan suaranya sendiri, dan Siwon harus mati-matian menahan penasarannya karena wanita di sebelahnya tak langsung mengatakan kelanjutan dari kalimat tadi.

“Apa?”

“Siwon-ah— apakah kau gay?”

#ckiitt

Dengan cepat Siwon menginjak pedal rem di kakinya. Apa wanita ini bilang tadi? Gay?

“Yak! Demi Tuhan, kau hampir membunuh kita berdua, bodoh!.”

Memasang wajah sebal, Siwon menimpali, “Dengarkan aku, Nyonya Lee… aku ini masih normal asal kau tahu.!”

“Baiklah, baiklah, aku minta maaf.”

Dan dengan pertengkaran kecil mereka, Siwon segera melajukan kembali mobilnya menuju Bandara.

.

.

-oOo-

“Apakah benar Donghae akan keluar dari Gate yang ini?”

“Berhentilah bertingkah seperti burung beo. Kau sudah menanyakan hal itu lima kali ini.” Siwon meneguk kembali sebuah soda yang berada di tangannya. Dan yang benar saja— ia sudah lemas karena sedari tadi harus beradu mulut dengan Lee Yoona.

Dan saat beberapa orang telah mulai bermunculan dari Gate yang sama, Yoona dengan bersemangat berdiri dari tempat duduknya. Mencoba mencari sang suami dari kerumunan. Wanita itu sampai harus berjinjit-jinjit untuk melihat ke sekitar.

Dan ketika iris matanya menangkap sosok yang salama ini ia cari, bibirnya merekah menjadi sebah senyuman. Tatapan hangat miliknya bertemu dengan tataan tajam nan dingin milik Donghae. Yoona melambaikan tangannya dan Yoona tersenyum samar dibalik tudung jaket yang menindungi kepalanya.

“Donghae-ah.”

“Kau sudah lama menungguku?”

Donghae membawa Yoona ke dalam rangkulannya. Dan Yoona menenggelamkan wajahnya di dada bidang sang suami. Meresapi aroma masculin yang sudah seminggu ini rindukan.

“Eung… tidak terlalu lama. Karena Siwon menemaniku jadi aku tidak bosan.”

“Kau berhutang padaku.” Ujar Siwon yang berada di belakang mereka berdua.

..

..

..

Menatap pantulan diri Donghae pada cermin rias, Yoona merasa bahwa dirinya telah tergila-gila pada pria ini. Bagaimana wajah suaminya yang terus terlihat tampan meskipun dengan wajah datar nan dingin itu. Dan mata elangnya, seolah Yoona tak dapat bernapas hanya dengan memandangnya.

“Bagaimana bisnismu?” tanya Yoona, mungkin ini topik yang masih tabu untuk dibicarakan keduanya meskipun setelah empat bulan mereka resmi menikah.

Yoona yang mengetahui pekerjaan suaminya tidak bisa dibilang mainstream, hanya bisa tersenyum dan memahami. Ini adalah kesepakatan mereka untuk saling menerima dan menghormati satu sama lain sebagai pasangan.

“Baik, kami berhasil. Dan Rinchkalsen mendapat keuntungan besar seperti biasa.” Donghae mendekat ke arah Yoona. Memeluk istrinya dari belakang dan menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher wanita yang sangat dicintainya itu.

Melihat pantulan mereka di cermin, Yoona tersenyum, “Kau lelah?”

“Sedikit.” Gumam Donghae yang suaranya tersdengar samar dari posisinya saat ini.

“Hmm… Aku merindukanmu.” Ucapnya langsung meraup bibir ranum Yoona. Rasa cherry yang selama seminggu ini tak ia jamah. Donghae meraupnya kasar dan terkesan menuntut.

Melumat dan menggigit bibir istrinya, tak pernah merasa puas dan malah seperti candu bagi Donghae. Dihisapnya bibir atas dan bawah Yoona bergantian, hingga dapat ia dengar desahan halus mulai keluar dari bibir Yoona. Dan saat Donghae berniat untuk melesatkan lidahnya, wanita itu meronta untuk segera dilepaskan. Napasnya tersengal dan wajahnya merah.

Dada Yoona bergerak naik turun. Matanya terlihat sayu. Namun tak lama berselang senyum terukir di wajahnya.

“Aku butuh bernapas,” ujarnya dengan nada malu, “Lanjutkan.”

“Kau yakin?”

“Hm.”

Dan dengan tanpa aba-aba, Donghae mengangkat tubuh kecil istrinya, menjatuhkannya dengan sedikit kasar di atas ranjang. Mata Donghae berkilat, seolah ingin menelanjangi Yoona saat itu juga.

Donghae menaiki tubuh Yoona, mengungkung wanita itu di bawahnya. Dengan siku dan lutut sebagai tumpuhan, Donghae mencumbu Yoona, menciumnya mulai dari kening, kedua mata, turun ke hidung, dan Donghae memberikan sebuah jeda beberapa detik untuk mendaratkan bibirnya diatas bibir ranum Yoona lagi. Melumatnya, berlama lama di sana.

Sedangkan kini tangan Donghae mulai bergerilnya membuka satu per satu kancing piyama tidur Yoona. Donghae melenguh disela kegiatan tersebut, lalu memundurkan wajahnya dan menatap bagian tubuh atas Yoona yang kini polos dan hanya terdapat bra menutupi bagian yang sangat ia sukai.

“Kau seksi.” Bisik Donghae pelan dengan suara rendahnya.

“Jangan dilihat.” Ucap Yoona masih dengan menutup matanya karena malu.

“Aku suka ini.”

Dan dengan kalimat tersebut, Donghae langsung mendaratkan kedua tangannya ke dada sintal Yoona yang bergoyang-goyang karena napas yang memburu. Donghae menurunkan wajahnya dan kini tepat berhadapan dengan perut putih Yoona. Donghae menjilat, menggigit kecil, hingga terdapat bekas kemerahan.

Membuat Yoona harus berusaha mati-matian u

ntuk menahan desahannya. Tangan Donghae yang berada di dadanya pun semakin kuat dan keras meremas dan mengguncang. Yoona merasa bahwa ada puluhan kupu-kupu yang terbang di dalam perut saat Donghae menjilat sekitar pusarnya.

Ini gila.

“Aahh…” dan desahan itu tak dapat yoona tahan lagi. Keluar dengan sensual ketika donghae kembali meraup bibirnya.

Dan dengan sebuah kecupan singkat, Donghae memundurkan wajah, menatap lekat wajah istrinya yang telah memerah dan bibir sedikit terbuka karena rangsangan yang ia berikan.

“Tidurlah, cukup untuk malam ini.”

Donghae turun dari atas tubuh Yoona dan mengambil posisi di sebelah, masih memilih untuk memiringkan badan, menatap wajah yang sangat ia rindukan seminggu ini.

“Kau benar-benar kelelahan ternyata.” Yoona

terkekeh menyadari sang suami sedang tak ada tenaga untuk meladeni nafsu birahinya. Karena jika Lee Donghae sedang turn, mereka pasti tak akan bisa pergi tidur sampai jam tiga pagi.

Tersenyum samar, Donghae membawa Yoona ke dalam pelukannya. Memejamkan mata.

.

.

-To Be Continue-

Author Note:

Haloo… Sine disini~

Balik lagi sm FF yoona. Kini pairingnya sm Donghae, dan pls yg nyuruh aku bikin FF Yoon-Hun, sebenernya aku udah buat judulnya Two Moons. Dan entah ngapa kalian nyurh aku bikin FF YoonHun lagi, padahal udah ada dan udah pernah ku publish di Blog ini juga. -_- coba scroll yah say..^^

Mind to review? RCL ditunggu…

Regard.

-Keiko Sine https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

68 pemikiran pada “DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter 1]

  1. hi dear ^^

    aku baru mulai baca dan ini kayanya akan seru 🙂

    semoga ga ada pertumpahan darah *ga mungkin ya ><

    yaaa semoga deh hubungan couple ini adem aja ^^

    aku enjoy cerita ini 🙂

    hwaitingggg xoxo

    Suka

  2. hanasumi

    I love this and i can’t wait to read the next part. It’s good since the first paragraph. PLEASE SOON💕💕💕💕💕💕

    Donghae ketua geng mafia dan yoona jadi dosen? Nice👏🏻👍🏻

    Suka

  3. xoloveyoonhae

    akhir’nya ada ff yoonhae di blog ini..
    ceritanya seru nd dapet feel’nya
    ditunggu next part’nya..

    oiya author.. banyakin ff yoonhae dong, thor.. yang genre sweet romance nd married life, pyscho

    Suka

  4. ichus

    Wooaahh hii author…
    part 1 bisa aku terima dg baik. Mungkinkah selanjutnya akan ada action2 gtu, wahh gk sabar buat next nya. Jrang2 Donghae pengusaha dibidang narkoba, istrinya dosen lagi.
    Semoga Yoona Donghae sllu bersama..

    Suka

  5. Masih awal, jd belum bisa komen banyak
    Cm penasaran, kok bisa yoonhae nikah, soalnya ngeliat perbedaan yoonhae agak aneh mereka bisa bersatu
    Penasaran dg kris
    Ditunggu lanjutannya

    Suka

  6. Sfapyrotechnics

    Wow 😱😱 Latar blkng yg beda ttpi ttp sling mnghargai dan pastinya sling cinta 😂😂 Ohiya kris siapa? kok siwon kyk tkut gitu pas tau kris bebas??

    Fighting!!

    Suka

  7. Nurul hidayah

    Yeay ff yoonhae 🙂 gomawo udah bkin ff YH , pekerjaan donghae bkin ngeri ey , dan entah kenapa itu yg bkin penasaran, next chap fighting eon 😀

    Suka

  8. ooh donghae bagian dari mafia? dan yoona dosen? waah ini keknya seru. tapi siwon gk ada perasaan sama yoongi kan?? keknya enggak deh. aduuh baru part ini aja yh uda so sweet amat ya. authornim perbanyak ff yh yah

    Suka

  9. yoongtaeyeon

    yeayyy ada ff yoonhae yg marriage life lg hehehe
    ceritanya jg beda krn donghae sbg pebisnis yg antimainstream hahaha
    suka buat ceritanya thor..
    semangat!!

    Suka

  10. Ping-balik: DEVOTION; Yoona Ver. [Chapter4] – KEIKO SINE

  11. Mae BumSso Yoonhae

    hy aq reader br izin baca karya aothur x

    aq sk bgt am couple YH
    cerita bertolok blkng yg st dingr d yg st x keras kpla bgt

    Suka

  12. annyeong haseyo✋😊
    saya reader baru mohon baca yaa ghamsahamnida😊😘
    ff nyaa bgus chingu apa lgi main cast yoonhae 💪jadi smangat mmbaca nyaa. semoga chapter nya panjang and pokok nya happy ending yaaa😊😘💪

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s