SKYSCRAPER [Chapter 1]

poster-skycraper-3

SKYSCRAPER, by. Keiko Sine

[Another Story of Haunted Bar]

Genre: Mystery, Thriller, Psychology, Romance || Rating: PG – NC

Casts:

Kim Taeyeon (SNSD), Kwon Jiyong (BB), Oh Sehun (EXO)

Han Sora (OC), Kim Jinwoo (Winner), Others.

Poster by. Afina23 @ Story Poster Zone

COPYING AND PLAGIARIZING THIS STORY ARE FORBIDDEN! THIS STORY IS BELONGING TO ATSIT AND KEIKO SINE.

PRE: [teaser]

***

[Chapter 1]

Ini adalah kisah wanita aneh bernama Kim Taeyeon yang secara harfiah bisa dibilang benci pada kehidupannya sendiri. Dia marah menjadi Taeyeon yang seperti ini. Ketakutan menghantuinya siang dan malam, mengganggu waktu tidur. Dan dengan sebuah jeritan— dia terbangun lagi.

Memeluk bantal yang sebagian telah basah karena keringatnya sendiri, Taeyeon menatap penjuru kamarnya dengan panik. Wajah-wajah pucat dan mata berkilat merah itu sekelebat muncul lagi dalam kepalanya.

Sampai kapan aku harus begini?

Ujarnya dalam hati.

Dengan perlahan Taeyeon melirik ke arah jam dinding. Sekarang pukul 2.16 dini hari. Oh haruskah? Haruskah dia menelpon lelaki itu untuk menemaninya di sini?

Taeyeon mengacak rambutnya frustasi, air mata menggenang di pelupuk, hal ini sungguh membuatnya gila. Dan dengan satu tarikan napas, Taeyeon menyambar ponselnya, memencet tanda hijau pada nama bertuliskan ‘Jiyong-kun’.

Deringan pertama, suara wanita penyambung operator yang terdengar. Sontak Taeyeon mematikan panggilannya.

Selang beberapa menit lagi Taeyeon mencoba untuk menghubungi lelaki itu. Gila memang, siapa orang bodoh yang bangun pada jam segini dan akan datang ke rumahnya ketika ia menel—

Yeoboseyo?

“J-Jiyong-ah… ke—kemarilah.” Ujar Taeyeon dengan suara putus-putus.

Dan tanpa berpikir lama lagi Jiyong memutuskan sambungan. Tahu apa yang harus dilakukannya.

Sejak remaja tepatnya setelah Taeyeon sempat koma selama dua minggu karena sebuah kecelakaan yang juga menewaskan kedua orang tuanya, Taeyeon mendapatkan hadiah itu. Hadiah yang sama sekali tak ia sangka dan tak ia sukai sama sekali. Bagaimana bisa— dapat melihat hantu adalah sebuah hadiah.

Namun— hal itulah yang juga dapat membuat Taeyeon mengerjakan pekerjaan sampingannya. Pekerjaan utama Taeyeon yang menjadi seorang editor majalah fashion ternyata belum bisa membuatnya puas.

Membantu, itulah alasannya. Taeyeon dapat melihat hal-hal tak kasat mata dan memanfaatkannya untuk membantu sesama. Tepatnya pada sebuah situs web, dia, Jiyong dan Sehun membuka jasa pemecahan masalah tentang arwah. Satu demi satu customer mereka datang dan memberi tips jika pekerjaan mereka berhasil. Namun selama ini— Taeyeon dan rekan-rekannya memang selalu berhasil dan tidak pernah meleset.

Setelah menunggu sekiranya lima belas menit, bell pintu rumahnya berdering tiga kali. Sontak Taeyeon bangun dari tempat tidur, dengan tergopoh menuruni tangga lalu membukakan pintu.

#Grepp

“Jiyong-ah…”

Jiyong membulatkan matanya terkejut, namun di detik berikutnya lelaki itu membalas pelukan Taeyeon, mengelus belakang punggungnya. “Tak apa… tak apa. Aku di sini.”

Mereka memutuskan untuk masuk ke dalam. Rumah dua lantai bergaya sederhana peninggalan kedua orang tua Taeyeon ini menjadi saksi bisu kisah keduanya.

Duduk di sofa, berhadapan dan mata saling menatap, Taeyeon mengedipkan mata lalu berujar, “Aku mimpi buruk lagi.” Ucapnya lirih.

Jiyong mengangguk, “Apa lagi kali ini?” gumamnya serak, layaknya lelaki ini benar-benar telah tertidur pulas sebelum Taeyeon menelpon untuk mengacaukan malam harinya.

“Mmm… aku memimpikan orang tuaku lagi. Aku melihat wajah mereka yang penuh dengan darah dan kedua mata terbuka. Itu— menggangguku.”

Jiyong menangkupkan kedua tangannya di wajah Taeyeon, mata menatapnya dalam. “Itu artinya kau merindukan mereka. Tak ada yang salah untuk itu. Sekarang tidurlah, aku akan di sini.”

“Kau akan terus di sini?”

“Hm.”

Dan dengan tiba-tiba Taeyeon menegakkan wajahnya, sedikit merangkak untuk menyambut bibir Jiyong. Mengecupnya dalam. Dia menyukai suasana ini, terasa manis dan mendebarkan. Seperti sesuatu yang hangat dan ingin selalu kau ingat.

Jiyong menahan pinggang Taeyeon, tangan menuju tengkuk si wanita, berusaha untuk memperdalam cuiman mereka. Jiyong mulai mengecup, melumat, dan menghisap bibir atas dan bawah Taeyeon secara bergantian. Dan saat dia berusaha untuk memasukkan lidah— Taeyeon menjauhkan wajahnya. Terlihat memerah dan bibirnya sedikit bengkak. Tersengal seolah kehabisan napas.

“Tidurlah.” Jiyong berujar lagi, mendekap si wanita mencoba menenangkan.

.

.

-oOo-

“Agashi… jangan kesana.”

Secara perlahan udara dingin berhembus di sekitar leher Taeyeon, sontak wanita itu menghentikan langkahnya. Suara itu— dia mendengarnya. Dan setelah beberapa saat berpikir, Taeyeon memutuskan untuk menghiraukannya. Sontak ia berjalan lagi.

Hantu gadis yang baru meninggal minggu lalu itu terus menunggunya di sana. Arwahnya selalu berjalan-jalan dengan masih menggunakan seragam sekolah yang ia pakai sebelum tewas.

“Yak… agashi. Aku tahu kau mendengarku.”

Taeyeon sebisa mungkin tak mempedulikan. Bahkan dia berjalan semakin cepat menuju kantor dimana ia bekerja. Taeyeon berbelok ketika menemukan perempatan, dan—

#BRAKK!

Taeyeon membelakkan matanya, menatap pemandangan di hadapannya dengan horror.

Seorang wanita ditikam di sebuah gang yang sempit, lehernya memuncratkan darah pekat, mengalir di sekitar baju yang ia kenakan. Taeyeon tak dapat berpikir lagi, dan dengan cepat ia mengangat ponsel,

#Ckrek

Satu foto berhasil tersimpan. Ia berhasil mengambil tanda bukti.

Merasa telah mendengar sesuatu, seorang penjahat menoleh ke arah tempat Taeyeon bersembunyi. “Bos, ada saksi.” Ujar si lelaki berambut cepak.

Oh tidak.

Taeyeon benar-benar tamat kali ini.

“Kejar dia.”

Tanpa pikir panjang Taeyeon segera membalikkan badan dan berlari sekencang yang ia bisa. Dia melewati gang-gang sempit, gonggongan anjing seolah menjadi backsound tersendiri baginya.

Wajahnya menengang saat suara kedua lelaki itu terasa tepat di belakangnya, mengejarnya, senjata berada di masing-masing tangan mereka.

Taeyeon berbelok ke sebuah gang yang lebih sempit lagi. Bernapas dengan putus-putus seraya menggendong tasnya. Taeyeon merapatkan tubuhnya di dinding. Merasa tak kuat lagi jika ia harus melangkah satu kali pun.

“Hah… hahh…” napasnya tersengal dan ia memejamkan mata, memegangi dada.

“Sudah ku bilang jangan pergi ke sana. Kau yang tidak mendengarkanku.”

Sontak Taeyeon melebarkan matanya, “Kau yang tidak bilang alasannya mengapa aku tidak boleh ke sana.” Dan akhirnya Taeyeon menyerah, dia tidak bisa untuk terus mengabaikan suara dari makhluk yang selalu mengikutinya dari jalan tadi.

“Mengelaklah sudah… aku memang tidak pernah didengar.”

Sosok itu mendengus lalu menghilang dengan sekali kedip.

Taeyeon menggerutu lagi, “Dasar hantu cengeng!”

***

Di sebuah ruangan, Jiyong mengetikkan beberapa nama pelanggan di salah satu form, lalu mengklik tanda ‘enter’. Jiyong bekerja di sebuah perusahaan yang melayani jasa jual-beli apartment mewah di daerah Myeongdeong. Meskipun dia tinggal tak jauh dari kedua orangtuanya, Jiyong merasa harus mandiri dan memiliki pekerjaan agar tak selalu bergantung.

“Kopi, Jiyong-ssi?”

Sontak Jiyong mendongak, memperhatikan salah satu rekan kerjanya, Sora, yang tengah menawarkan segelas kopi untuknya.

“Ah, terima kasih.”

“Ini sudah jam istirahat, tuan Kwon.”ujar Sora lalu terkekeh, “Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri.”

Jiyong tersenyum malu, lelaki bermata hazel itu memegangi tengkuk.

“Jiyong-ah, aku dan Sora merencanakan sesuatu untuk liburan musim panas nanti. Kau mau ikut?” kini lelaki bergigi kelinci yang angkat bicara. Kepalanya menyembul dari salah satu bilik di depannya.

“Liburan, hm?”

“Benar. Keluarga Sora memiliki villa di daerah Gangwon-do, dan kita diizinkan untuk berlibur ke sana. Dan— ah, kenapa kau tidak mengajak kekasihmu Taeyeon itu saja?”

Sontak Jiyong mendelik, juga terasa perbedaan ekspresi di wajah Sora.

“Heii… dia bukan kekasihku.” Ujar Jiyong pelan.

“Jiyong tidak memilliki kekasih, Jinwoo-ya. Jangan mengada-ngada.” Timpal Sora.

Jinwoo memutar bola matanya jengah, “Ya, ya. Lalu bagaimana? Kau ikut?” menatap Jiyong dengan pandangan memohon, Jinwoo menautkan jemarinya.

“Baiklah, baiklah—

“Yeyy!” soraknya senang.

“Tapi aku akan bertanya pada Taeyeon dulu.”

“Hehe… baiklah, tenang saja. Aku tunggu kabar darimu.” Ujar Jinwoo yang bagai baru menang lotre. “Sora-ya, mari ke cafeteria, aku traktir.”

“Annyeong, Jiyong-ah.” Sora melambaikan tangan seraya berjalan di belakang Jinwoo.

Sepeninggal kedua rekan kerjanya, Jiyong masih terdiam memikirkan ucapan Jinwoo.

Kekasih, eh?

Hubunganku dengan Taeyeon baik-baik saja tanpa ada ikatan ‘kekasih’.

Ucapnya dalam hati.

.

.

-oOo-

Matahari bergerak, dan senja pun datang. Ini terlalu sore bagi Taeyeon untuk pulang ke rumah. Dan Jiyong— lelaki itu berdiri di samping mobilnya karena pintu rumah Taeyeon masih terkunci. Dia telah mencoba untuk menelpon wanita itu sekiranya sudah belasan kali, namun tak ada jawaban.

Jiyong menggosokkan kedua tangannya, sesekali meniup telapaknya sendiri. Meskipun ini sudah akhir musim semi, namun jika terlalu lama berdiam diri di luar seperti ini juga bisa membuatnya kedinginan ternyata.

Dan ketika Jiyong hendak pulang dan menyerah— dia melihat wanita itu.

Berjalan sambil menenteng tasnya.

“Yak… kau baru datang?” Tanya Jiyong panik. Dia melangkah mendekat ke arah Taeyeon, tangan mendarat di masing-masing pundak si wanita.

“Hmm.”

“Dari mana?” Tanya Jiyong lagi.

Taeyeon menyingkirkan tangan Jiyong, lalu bergerak melangkah maju. “Masuklah, akan ku buatkan teh.”

Jiyong menghela napasnya. Dia mencoba diam, memahami bahwa Taeyeon tidak sedang dalam mood terbaiknya. Lelaki itu mengikuti Taeyeon masuk ke dalam rumah. Melepaskan jaket lalu duduk di atas sofa seperti biasa.

“Teh cimonella?” tawar Taeyeon.

“Hmm.” Jawab Jiyong dengan gumaman.

Taeyeon menyiapkan dua buah gelas, mengambil kotak teh, lalu menyalakan mesin heater untuk memanaskan airnya.

Saat dia terdiam untuk mengambil sendok, dengan tiba-tiba sebuah lengan telah melingkar di pinggangnya. Taeyeon tak terkejut, sudah merupakan hal biasa bagi keduanya untuk melakukan hal-hal semacam ini.

“Ada apa, hm? Ceritakan padaku.”

Taeyeon meletakkan tangannya di atas tangan Jiyong, sambil menghela napas ia berujar, “Aku baru saja dari kantor polisi.”

Dan jawaban Taeyeon sontak membuat Jiyong mendelik, “A-apa? Kenapa?”

“Aku melaporkan kejahatan. Tidak perlu khawatir Jiyong-ah, aku baik baik saja.” Dia tersenyum lalu dengan perlahan menangkup wajah Jiyong untuk mendaratkan sebuah kecupan.

Terasa singkat namun manis hingga menelusup ke dalam dada. Dan ketika Jiyong ingin melakukan lebih— suara pintu utama terbuka dan langkah kaki mendekat dengan suara gaduh.

“Noona… noonaa…”

Suara itu terdengar dari ruang tengah, “Sehun?” tanya Taeyeon pada Jiyong, sedangkan si lelaki mengangkat keda bahunya.

“Noonaaa…” Sehun berteriak lagi, sesekali menghentakkan kakinya bagai orang kesetanan.

“Sehun-ah, ada apa?” Taeyeon datang dengan wajah panik.

Noona kau ada ramen? Aku lapar.”

“Yak!”

#Bugh… Bugh..!!

Taeyeon melebarkan matanya lalu dengan cepat menghampiri si lelaki yang lebih muda untuk memukulinya dengan gemas. Apa lelaki albino kira ini lelucon?

“Yak… noona,, hentikan.”

“Dasar anak nakal! Ku kira ada apa.”

Jiyong tersenyum dari arah dapur, dengan perlahan ia berjalan mendekat, “Sudah… sudah… Sehun memang seperti itu.” Jiyong menarik Taeyeon mendekat. “Ehm, aku hampir lupa mengatakan ini, Taeyeon-ah. Rekan kerjaku Jinwoo dan Sora mengundang kita untuk berlibur saat liburan musim panas nanti, kau mau ikut?”

“Aku ikut..!” bukan Taeyeon yang menjawab, namun Sehun yang berteriak semangat.

“Mereka tidak mengajak anak nakal sepertimu! Merepotkan saja.” Cibir Taeyeon.

“Mungkin Sehun bisa ikut, aku akan bilang kepada teman-temanku dulu.” Timpal Jiyong membela si lelaki yang paling muda, “Bagaimana denganmu, Tae?”

“Ehm… aku— baiklah.”

Dan di sinilah, semuanya akan di mulai.

.

.

-TBC-

 

AUTHOR NOTE TOLONG DIBACA:

Hai hai.. balik lagi sm Sine di sini. Mengingat FF Haunted Bar kmrn banyak yg minta lanjut, jadi aku memutuskan untuk melanjutkannya di FF Skyscraper ini.. 😀 ceritanya tetep mystery horror kok tapi— ada sedikit yg aku ubah. Apa itu? Lihat aja nanti ya.

Mind to review? Don’t be SIDER pls.. 😀

Regard.

-KEIKO SINE https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

32 pemikiran pada “SKYSCRAPER [Chapter 1]

  1. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 2] – KEIKO SINE

  2. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 2] – Keiko Sine | All The Stories Is Taeyeon's

  3. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 3] – KEIKO SINE

  4. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 4] – KEIKO SINE

  5. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 5] – KEIKO SINE

  6. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 4] – Keiko Sine | All The Stories Is Taeyeon's

  7. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 5] – Keiko Sine | All The Stories Is Taeyeon's

  8. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 7] – KEIKO SINE

  9. Ping-balik: SKYSCRAPER [Chapter 7] – Keiko Sine | All The Stories Is Taeyeon's

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s