Be With You [Chapter 6]

be-with-you

Keiko Sine presents Be With You

Romance, Life, Little Bit Sad || General / Teen

Im Yoona, Lu Han

Cho Kyuhyun, Oh Sehun, Jung Sena (OC), and Others

BACA ANNOUNCEMENT SAMPAI AKHIR

**

Yoona datang dengan nampan berisi dua orange juice, sedikit kerepotan untuk membuka pintu ini dimana ia hanya mempunyai dua tangan.

Namun untunglah, nampan yang ia pegang hanya dengan satu tangan tidaklah jatuh. Memutar kenop pintu tersebut dan berjalan kedalamnuya.

“Emmhh.. Lu, hihii.. Eunghh pelan ahh, pelannn..” suara tersebut segera menggelitik telinga Yoona.

Apa ini? Desahan? Erangan? Tawa genit?

Wanita tadi tengah duduk diatas paha Luhan dengan pakaian mininya yang telah terangkat sampai bagian perut, kedua tangannya meremas dengan gemas rambut Luhan. Sedangkan Luhan tengah meremas-remas payudara sintal gadis itu dengan sesekali mencumbu lehernya.

“Ahh aaahh Luu.. Emmhhhh…”

Apa-apaan? Mengapa rasanya sesakit ini? Ada apa dengan Yoona?

.

.

Dengan tampang tanpa dosa, Yoona meletakkan kedua gelas minuman tersebut diatas meja kaca yang terdapat di ruangan Luhan. Sehingga terdengar bunyi dari kaca yang bersentuhan membuat kegiatan dua insane tersebut terhenti.

“M-maaf tuan Luhan, saya permisi.” Ucap Yoona dengan wajah menunduk lalu berjalan keluar.

#cklek

Bagus, apa yang telah kau lakukan Luhan?

Rasanya ada sesuatu yang menjanggal perasaannya, ia merasa— menyesal kepada Yoona. Gadis itu…

#BRAKK!

Luhan mendorong gadis yang berada dipangkuannya hingga terjatuh ke lantai. “Akkh! Apa yang kau lakukan Lu?”

“Pergilah Sora, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan.” Ujar Luhan dingin sembari mengancingkan kembali tiga kancing baju teratasnya.

“Akan ku pastikan kau akan menyesal Lu. Suatu saat nanti kau yang akan mengemis padaku untuk melanjutkan pertunangan ini.” Sora berdiri dan merapikan bajunya yang sempat tersingkap tadi.

“Waktumu sudah habis. Setengah jam lagi Café akan tutup, jadi pulanglah sebelum ajhussi mencarimu.”

Dengan satu hentakan kaki yang kasar Sora berlalu meninggalkan tempat tersebut. Ia marah, kecewa, dan pastinya— malu. Telah diperlakukan seperti itu oleh mantan-calon-tunangannya. Sebenarnya ini bukanlah keinginan Luhan untuk menjalin hubungan dengan gadis itu, namun Soralah yang terus mengejarnya. Hingga kedua orang tua mereka setuju untuk membatalkan pertunangan sepihak ini, karena Luhan sama sekali tidak mengharapkannya.

***

Yoon, jika aku tidak mempunyai perasaan apapun padamu…

Tapi mengapa rasanya sesakit ini..?

-Luhan

“Maaf”

Yoona menoleh kearah sumber suara, menampilkan Luhan yang tengah berdiri diluar pagar rumahnya. Yoona hendak saja ingin pergi ke supermarket hingga ia menyadari ada seseorang yang telah menunggunya di luar rumah.

“Luhan? Apa yang kau lakukan?”

“Maafkan aku.”

“Untuk apa?” Yoona mengangkat sebelah alisnya penasaran, berbanding terbalik dengan Luhan yang sedang memasang wajah datar.

“Aku melakukan yang tidak-tidak kemarin.”

Ambigu, sungguh. Maksud Luhan untuk kejadian yang telah mencumbu Yoona di dalam mobilnya atau yang ia bermain adegan panas dengan gadis lain di ruangannya?

Tak ingin ambil pusing, Yoona mengangguk pelan. “Tak apa Lu, aku mengerti.”

Yoona tersenyum menampilkan eyesmilenya dan dibalas dengan senyuman Luhan yang tak kalah menawan. Hari yang sedingin ini entah mengapa tiba-tiba menjadi hangat untuk keduanya.

You and I, we don’t wanna be like that. We can make it ‘till the end.

And nothing can between You and I.

“Ingin berjalan-jalan?” tawar Luhan.

“Kemana?”

“Ikut saja.” Luhan segera menarik tangan Yoona agar mengikutinya memasuki mobil. Tangan Luhan hangat, dan Yoona dapat merasakannya. Nyaman.

***

Mereka di kawasan Namsan Tower dan sedang berada di bagian yang paling atas dimana banyak gembok berukirkan nama pasangan masing-masing yang tergantung disana. Semilir angin yang dingin menerbangkan surai gelap Yoona, dengan gerakan pelan Luhan merapikan helaian tersebut kebelakang telinga Yoona agar tidak menutupi wajah cantik itu.

“Apa kau kedinginan?” suara Luhan memecah keheningan diantara keduanya.

“Anniya” Yoona menggeleng pelan lalu menarik Luhan untuk melihat-lihat nama yang berada digembok sana. Hingga ia menemukan nama yang tak asing—

“Mwo? Sehun? Apakah ini Sehun yang sama dengan yang kita kenal?”

Luhan bergerak mendekat dan membaca ukiran nama tersebut, “Sehun & Luna.” Lalu membaca yang lain “Sehun & Jiae.”

Yoona mengangguk.

“Entahlah” Luhan memasang ekspresi menyerah. “Selain tidak hanya ada satu nama Sehun di bumi ini, si cadel itu juga playboy.”

Yoona terkekeh mendengar ucapan Luhan barusan lalu onyx matanya ia arahkan kedepan untuk menikmati pemandangan Seoul yang cantik di sore ini. Tak lama kemudian dapat ia rasakan sepasang lengan kekar telah membungkus tubuh mungilnya dalam dekapan.

Sedikit tersentak karena kaget, namun Yoona dengan segera dapat mengatur deru napasnya. “Aku tahu kau kedinginan princess, jangan berbohong padaku. Sedari tadi kau selalu menggenggam tanganmu sendiri.”

Wajah Yoona mulai memanas. Apakah Luhan memperhatikannya sedari tadi?

Jika Yoona mempunyai satu permintaan yang siap untuk dikabulkan, ia akan meminta untuk selamanya seperti ini. Dengan lelaki ini, dan dengan suasana dan posisi ini.

Hening…

Hingga Luhan melepas pelukannya pada Yoona. Ia menatap Yoona lekat. “ Apa kau ingin kita menulis satu?” ujarnya sambil melirik kearah deretan gembok yang berjejer dihadapan keduanya.

“T-tapi.. Lu.. mengapa kau ingin menuliskannya denganku? M-maksudku—“

Yoona tak dapat melanjutkan kata-katanya, ia terlalu bingung dengan sikap Luhan hari ini. Bukankah kepercayaan orang mengatakan jika kau bersama pasanganmu menuliskan nama kalian pada sebuah gembok dan menggantungkannya dipagar ini dan membuang kuncinya— maka kalian akan— bersama selamanya?

“Aku ingin melakukannya denganmu.” Ujar Luhan enteng.

“Kenapa?”

Luhan menangkupkan kedua tangannya di wajah Yoona. “Aku akan pergi ke Jepang mulai besok. Meninggalkanmu, dan Korea selama setahun. Tak akan menemuimu di Café lagi, tak akan dapat bertemu denganmu bahkan Sehun lagi selama setahun.”

Yoona merasa sesuatu yang perih tengah merobek hatinya.

“Aku hanya ingin membuktikan bahwa untuk setahun kedepan, aku masih dapat bertemu denganmu ketika aku kembali.” Luhan mengakhiri kata-katanya dengan memajukan wajahnya dan mencium Yoona telak di bibir gadis itu.

“Mengapa cepat sekali?” ucap Yoona pelan dengan air mata yang entah mengapa telah memaksa untuk keluar.

“Memang mendadak Yoon. Tapi kau bisa menungguku selama setahun kedepan kan? Aku— aku tidak tahu perasaan macam apa yang kupunya padamu. Tapi, aku berani bersumpah jika aku selalu merasa nyaman berada didekatmu. Kata orang— apakah ini cinta, huh?”

Yoona lagi lagi tidak dapat menjawab, ia menunduk kaku. Antara bingung dan sedih. Luhan— akan pergi.

***

Setelah mendengar bel apartmentnya yang berbunyi, Yoona segera membukakan pintu dan terlihat sosok yang tak asing tengah berdiri disana.

“Sehun?”

“Mmm… Noona..” Sehun segera menghambur ke pelukan Yoona, terisak pelan.

“Hei, ada apa Hun-ah? Masuklah dulu, kita bicara didalam.”

Keduanya berada di kamar yang Sehun tempati dulu. Saling berhadapan dan duduk diatas ranjang. “Noona, Lu-Luhan hyung…”

Tak perlu untuk menjadi jenius agar mengerti kemana arah pembicaraan Sehun. Lelaki ini— takut kehilangan hyungnya, Luhan.

Yoona segera mendekap Sehun dalam pelukannya, ia juga merasa sedih jika melihat Sehun seperti ini. “Ssttt.. Uljima Sehunnie.. Noona mengerti, tapi Luhan hyung hanya akan pergi selama satu tahun dan akan kembali lagi tahun depan.”

“Eungg.. tapi tetap saja aku akan merindukannya.”

“Hei.. Heii.. bagaimana kalau begini, buktikan kepada Luhan hyung kalau kau akan menjadi lebih baik ketika dia pulang nanti. Jadikan itu sebagai hadiah kepulangan Luhan eoh. Sehun harus menjadi lebih baik dan lebih dewasa. Eum?”

Sehun merenggangkan pelukannya dengan Yoona dan langsung tidur tengkurap hingga menenggelamkan wajahnya ke bantal. “Aku akan menginap disini malam ini.” Yoona mendengar samar perkataan Sehun karena teredam oleh bantal.

“Baiklah.” Yoona tersenyum tipis lalu mengusap pelan kepala Sehun sayang.

.

.

-TBC-

Hueee…. Chapter ini ceritanya baper L

Oh ya, emang yang di chapter 5 kemarin ada kesalahan tentang nama tunangannya Kyuhyun. Hehe maklumin yaa saya kurang teliti.

Untuk chapter ini comment jusseyoo.. biar author juga semangat buat ngelanjutin FF ini. See you~

DAN SEKEDAR PEMBERITAHUAN. BAHWA NAMA AUTHOR MORSCHEK96 TELAH BERGANTI MENJADI KEIKO SINE.

JADI JANGAN BINGUNG YA KALAU NAMA AUTHORNYA BEDA DARI YANG KEMARIN HEHEH

https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

4 thoughts on “Be With You [Chapter 6]

  1. Ping-balik: Be With You [Chapter 7] – KEIKO SINE

  2. Ping-balik: Be With You [Chapter 8/END | Im Yoona Fiction

  3. Akhirnya baca chapter 6.nya dl sambil nungguin emailku dibalas authornim, abs udh penasaran bgt sich sm kelanjutan ceritanya …. Keren bgt thor, tp chapter 6.nya kurang panjang ceritanya thor hehehehe …. Izin baca chapter selanjutnya ya thor …. Makasih.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s