Florescente [PROLOG]

hunhan7_yes

morschek96 present Florescente

Yaoi – Slight of Life – Sad Romance

Rate : PG-17

Lu Han & Oh Sehun

Jung Yura, EXO Members, and others.

***

“With you

I’m the main character of a movie

As if I’m about to film an action scene to come see you, As if I’ve become a hero

WHAT IS LOVE

I can explain what I feel.’’

***

P R O L O G

SEOUL, 7- Mei- 2008

Hari yang cerah untuk memulai sebuah aktifitas, seorang anak lelaki melangkahkan kakinya ke dalam ruang kelas V Sekolah Dasar. Sebuah tas berwarna cokelat menggantung dimasing-masing pundaknya. Anak itu cukup tinggi untuk lelaki seumurannya, dan jangan lupakan wajah emotionlessnya itu.

“Ah, Ibu hampir lupa, kalian akan memiliki teman baru mulai hari ini.” Sang guru wanita paruhbaya itu berdiri dari kursinya, “Masuklah.”

Lelaki itu memasuki ruang kelas dengan kaki kecilnya. Ia mengamati satu per satu wajah anak-anak didalam sana yang akan menjadi temannya sebentar lagi.

“Dia adalah teman baru kalian, namanya Oh Sehun. Sehun baru pindah dari Belanda, jadi bantulah dia jika ada kesulitan, ne?” ucap Shin Heera si guru berwajah mungil tersebut.

“Ne Saem.” Ucap anak-anak serempak.

Sehun melangkahkan kakinya ke meja paling belakang diujung ruangan, dan disanalah ia mendapatkan seorang teman baru. “Namaku Kim Jong In, panggil saja aku Kai.” Ucap Kai si anak berkulit tan itu ramah sambil mengulurkan tangannya.

Sehun hanya menatapnya datar, bukannya ia tak mengerti bahasa Korea atau apa, tapi ia hanya tidak ingin gampang berbicara dengan orang asing, seperti kata Eommanya.

Hingga akhirnya Kai menyadari bahwa tak ada respon yang diberikan, ia pun menarik lagi tangannya dengan wajah kecewa.

“Annyeong Kai.” Ucap Sehun setelah ia berpikir akan menjawab sapaan teman sebangkunya itu atau tidak.

Kai melebarkan senyumnya menanggapi. Tak lama kemudian seorang anak laki-laki yang duduk didepan bangku mereka pun menoleh, “Hai, namaku Luhan.”

Sehun melihat kearah anak itu, ia sempat mengedipkan matanya dua kali sebelum menjawab, “Namaku Thehun.”

Ups!

Salahkan lidahnya yang selalu keseleo saat pengucapkan huruf S. Sehun kini mengulang kalimatnya, “Namaku Oh-Se-Hun.” Ucapnya dengan penuh penekanan agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama.

Luhan tersenyum padanya, deretan giginya yang rapi dan mata indah itu sempat membuat Sehun melamun sepersekian detik, “Yeoppo.” Ucapnya tanpa sadar.

Hingga kini Kai dan Luhan menatap dengan mata mendelik ke arah Sehhun.

“Aku ini laki-laki Sehunnie, aku tampan.” Ucap Luhan tak terima.

Sehun mulai terkekeh hingga wajah datar tanpa ekspresinya tadi tergantikan oleh wajah ceria anak seumurannya. “Hahaha… tapi kau cantik.”

Luhan menggelengkan kepalanya lalu kembali menghadap ke depan untuk menyimak pelajaran.

Sejak hari itu pertemanan ketiganya pun terjalin. Si Kai yang playboy tapi manja, Sehun yang berwajah tampan tapi cuek, dan Luhan yang akan selalu mereka lindungi. Luhan terlalu baik dan berharga untuk menjadi teman orang lain, maka dari itu Kai dan Sehun berjanji akan selalu menjaga Luhan.

***

SEOUL, 8- Agustus- 2012

Memasuki SMP pun mereka tetap bersama, Sehun yang memang dari awal bertemu sudah mengagumi sosok Luhan, kini perasaannya pun kian bertambah kian waktu.

Layaknya Luhan adalah sosok permata rapuh yang harus selalu ia lindungi.

“Jangan menangith Luhanie.” Sehun yang tengah gugup untuk menenangkan Luhan pun tak dapat mengontrol lidahnya sendiri.

Luhan kini tengah mengangis karena robot Iron-Mannya yang rusak.

“Akan kubelikan yang baru, ne?”

“Ta-tapi—

“Aku akan membelikanmu edithi terbarunya, tenang thaja.” Ucap Sehun kembali meyakinkan lelaki yang lebih pendek darinya itu, “Kita thudah memathuki bangku ETH-EM-PE, jadi kau tidak boleh menangith lagi, ne?”

Mendengar ucapan Sehun, kini Luhanpun mengusap air matanya dengan kasar, seolah mengatakan ‘aku tidak menangis’, tapi gagal.

“Baiklah, janji ne?”

“Janji.” Sehun mengangkat tangan Luhan dan menyatukan jari kelingking mereka. Dapat Sehun rasakan saat menyentuh Luhan ia akan merasakan perasaan itu, senang dan nyaman, namun Sehun kecil belum menyadari apa yang ada didalam diri masing-masing.

***

Tiba di ruangan serba putih tersebut, Luhan dan Kai tengah kelihatan kahabisan napas karena mereka berlari dari pintu masuk Rumah Sakit hingga tiba di ruangan ini.

Seorang wanita paruhbaya yang duduk di sofa ruangan itu pun sontak berdiri melihat kedua anak lelaki didepan ruangannya. “Oh, Kai, Luhan?” ucapnya terkejut, “Masuklah nak.” Nyonya Oh tersenyum sambil mengizinkan kedua anak itu untuk memasuki ruangan.

“Oh Eomma, Sehunie?” Tanya Luhan dengan wajah pucat pasi.

“Aigoo… kalian pasti mengkhawatirkan Sehun ya? Tenang saja, Sehun sudah tidak apa-apa, dia baik-baik saja.”

Nyonya Oh melihat kedua anak yang kini menatap nanar Sehun yang tengah berbaring di tempat tidur dengan segala peralatan medis yang menempel di tubuhnya. Ia pun tersenyum kecil, “Kai, Luhan, Sehun hanya tertidur, dia lelah. Setelah ini Sehun pasti sudah bangun dan bermain dengan kalian seperti biasa.” Oh Mirai mengelus rambut Luhan, “Luhanie, apakah Luhan tidak tahu bahwa Sehun tidak bisa hidup tanpa kalian? Sebelum mengenal kalian Sehun adalah anak yang dingin dan introvert, namun setelah berteman dengan kalian, Sehun yang Eomma kenal lebih hangat dan banyak tersenyum. Eomma sangat berterima kasih untuk itu. Maka, yakinlah bahwa Sehun akan baik-baik saja, dia hanya sakit typhus.”

“Tapi Eommonim— aku memiliki tetangga yang sakit typhus hingga ia mengalami pendarahan karena ususnya berlubang.” Ucap Kai dengan polos, tak menyadari kini wajah Luhan kembali pucat.

***

“Apakah benar jika rusa kecil ini sempat menangis karena aku masuk rumah sakit?” ujar Sehun menggoda Luhan yang kini tengah serius membaca majalah ditangannya.

“Ya, dan aku masih sangat ingat wajah paniknya itu hahahaha…” timpal Kai yang kini tengah memakan pepero sticknya.

“Siapa yang kalian maksud? Aku tidak menangis.” Elak Luhan yang kini kembali fokus kepada majalahnya.

“Siapa lagi, yang paling cantik diantara kita.”

“Yak! Aku tidak cantik, kamjong. Aku ini tampan, kalian jangan iri.” Ucap Luhan dengan wajah merah kemudian melangkahkan kakinya keluar kelas.

***

SEOUL, 6 – Desember – 2016

Pagi itu salju berjatuhan dengan deras. Butir-butir putih yang beku itu melayang-layang dan menghampar di jalanan. Di sudut jalan, tepatnya di bawah sebuah pohon, seorang lelaki dengan pakaian yang cukup tebal sedang berjongkok sambil menggigil kedinginan.

“Luhan?” ucap sebuah suara familiar, yang dipanggil pun mendongakkan wajahnya yang kini rudah memerah karena kedinginan, “Apa yang kau lakukan?”

Luhan melihat seorang lelaki sebaya dengannya yang keheranan. Lelaki itu menggunakan pakaian super tebal dan memakai topi wol yang melindungi kepalanya. “Sehun, aku tak sengaja menjatuhkan kancing jaketku. Aku tidak bisa menemukannya.” Ucapnya pelan nyaris berbisik.

“Sudahlah, percuma jika harus mencari di tumpukan salju seperti ini.”

Luhan berdiri, menampilkan jaket tebalnya yang kebesaran dengan kancing teratas yang tanggal.

“Tidak akan terlihat jika kau menutupinya dengan syalmu.” Sehun menata syal yang tergantung di leher Luhan agar menutupi bagian atas jaketnya.

Wajah yang memerah karena kedinginan, tapi terlihat sangat cantik. Kemudian dia menatap tangan Sehun yang terjulur kepadanya. “Gomawo.”

Dan disaat semua begitu indah dan sempurna untuk dipandang, sebuah masa depan yang penuh misteri pun menunggu mereka. Bukankah segala sesuatu memiliki masalah?

Dan disaat kau merasa bahwa hidupmu sangat sempuna, sangat damai dan tidak ada yang salah. Aku datang dengan sangat tiba-tiba. Tanpa aba-aba, menghancurkan semuanya. Bukankah itu mengerikan, eh?

.

.

-TBC-

The Prolog is on the air!

For HunHan lovers, I hope you like it guys! Ada pertanyaan? Komentar atau saran? Jangan ragu untuk menuliskan di kolom komentar, ok?

HunHan520 we love you ❤

Regard.

-morschek96

https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

21 pemikiran pada “Florescente [PROLOG]

  1. Ping-balik: Florescente [Chapter 1] | Anita Ray's Blog

  2. Ping-balik: FLORESCENTE [Chapter 1] | EXO Couple Fanfiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s