PAYBACK [Chapter 2]

paybc3

PAYBACK by. morschek96

School life || Sad-Romance || Friendship

Teen/General

Maincast :

Kim Jong In, Kang Jeorin (OC), Lu Han

Add Cast : Oh Sehun (EXO), Kim Seok Jin (BTS), Lee Nara (OC),

and Others

credit poster by blaxxjae @ IFA

PREVIOUS : [TEASER][Chp1]

‘get out of my face’

***

    

[Chapter 2]

-FLASHBACK-

Di sebuah Sekolah Menengah Pertama pada musim panas tiga tahun yang lalu, Jeorin berjalan disebuah koridor sekolah dengan membawa tumpukan buku pelajarannya yang akan ia taruh kedalam locker. Koridor ini cukup sepi karena memang jam pulang sekolah telah usai lebih dari 15 menit yang lalu.

Memasukkan buku-buku tersebut kedalam tas selempangnya dan bergegas pulang. Awalnya itu adalah rencananya, namun ia urungkan setelah melihat sesuatu yang menarik.

Di tepi lapangan, Kai dan ketiga kawannya yakni Sehun, Luhan, dan Jin tengah berdiri dihadapan seorang gadis yang dengan wajah menunduk ia memberikan sebuah kotak berwarna pink, yang Jeorin yakin itu adalah sebuah kado yang akan ditujukan kepada Kai. Lelaki itu tersenyum kecut dengan ketiga temannya yang berada dibelakangnya, bagaikan pengawal juga sedang tertawa dengan nada remeh.

Satu kalimat terucap dari bibir Kai dan gadis itu segera berlari pergi dengan tangan menutupi sebagian wajahnya. Para siswa yang sengaja bergerombol untuk melihat apa yang sedang terjadi pun tak kuasa menahan ledakan tawanya, dan jangan lupakan tatapan merendahkan tersebut.

Itu adalah hal terakhir yang Jeorin lihat ketika ia memutuskan untuk segera keluar gerbang dan menuju halte. Yang Jeorin pikirkan saat itu, bagaimana bisa gadis itu bertindak begitu percaya diri namun bodoh dengan memberikan sebuah kado murahan kepada si pangeran sekolah. Dan entah bagaimana bisa ia jatuh cinta dengan si pangeran sekolah yang terlampau tak pernah memakai hati itu.

Pada saat itu menjadi gadis berusia 15 tahun tidaklah segampang yang ia bayangkan.

-FLASHBACK END-

Dengan secangkir teh hangat dan sweater Jeorin berbaring di ranjang dengan bersandar headboard, sudah ia duga jika akan terkena demam karena telah terlalu lama menunggu di halte bus tadi sore.

Mengingat kejadian di halte, apakah— lelaki itu— kau tahu siapa— telah kembali?

Tampilannya tak terlalu jauh berbeda dari dua tahun lalu, hanya saja tatanan rambutnya yang menunjukan bahwa ia telah beranjak lebih dewasa. Detik-detik tadi berlalu cepat dengan lelaki itu tak menyadari keberadaannya dan Jeorin langsung memalingkan wajah ke arah dalam bus, beberapa detik berselang dan wajah pucat Jeorin kembali terlihat tenang. Ah aniyo— untuk apa memikirkan lelaki itu. Sampai kapanpun Jeorin tidak akan sudi untuk menyebut namanya.

*drrtttt*

Satu pesan masuk.

From : XiaoLu

“Aku sedang berada di depan pagar rumahmu princess, anjingmu membuatku takut jadi aku tidak bisa masuk ke dalam.”

Jeorin tersenyum menampakkan giginya dan segera melompat dari ranjang menuju jendela. Ternyata Luhan telah berada disana dengan bersandar mobil Maserati hitamnya. Jeorin melambaikan tangan dan berkata ia akan segera turun.

Mengganti rok pendeknya dengan celana jeans panjang dan tak lupa scraft bertengger membalut lehernya mengingat malam ini cukup dapat membuatnya kedinginan karena badannya yang tak terlalu fit.

“Appa, Luhan menungguku di luar aku akan keluar sebentar.”

“Nee, jangan terlalu larut Jeorin-ah.” Terdengar suara sang ayah dari arah ruang tengah tempat ia bekerja. Sejak meninggalnya sang isteri dua tahun lalu, ayah Jeorin memang selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan. Ia pikir dengan itu akan lebih mudah untuk menghabiskan waktunya.

Jeorin membuka pintu gerbang dan terlihat Luhan tengah mengerucutkan bibirnya. “Mwoya? Kau terlihat seperti rusa jelek jika seperti itu.” Jeorin tersenyum dan berhambur memeluk Luhan sekilas.

“Aku tidak tahu kalau selama ini kau memiliki anjing.” Ucap Luhan dengan nada manja.

“Aniyo~ itu anjing milik sepupuku, ia sedang berada di luar kota bersama keluarganya jadi menitipkan si Ruby bersamaku.” Jeorin mengencangkan sweaternya, “lusa depan akan kembali ke pemilik aslinya.”

Luhan merapikan anak rambut Jeorin ke belakang telinga, “Aku memiliki kabar yang yah— sedikit menyenangkan, haruskah ku rayakan denganmu?”

Mata Jeorin berbinar, dengan cepat ia mengangguk tanda setuju.

.

.

Mereka telah berada di tepi sungai Han. Cahaya bulan Maret yang redup menyebar ke seluruh penjuru kota Seoul, angin musim semi berhembus pertanda akan segera tiba.

Mestinya Jeorin tidak terlalu kaget ketika tahu Luhan akan membawanya ke tepi sungai Han dengan segelas cappuccino seperti saat ini, mengingat Luhan adalah pribadi yang tenang juga ceria. Tak peduli sesulit apapun, jika ia mengatakan senang bersamamu— pasti akan ia lakukan.

Luhan tak pernah berharap banyak, Jeorin menyadarinya ketika mendengar pengakuan cinta dari lelaki itu untuk yang pertama kali. Tak apa jika Jeorin tak membalas perasaannya, hanya saja biarkan Luhan tetap menyayanginya seperti ini. Namun Jeorin adalah pribadi yang sebaliknya, yang menganggap separuh isi gelas adalah penuh, ia tak terlalu nyaman jika orang terlalu baik kepadanya namun ia seolah tak dapat berbuat banyak bagi orang itu. Dan hal-hal semacam itu hanya bisa kau rasakan ketika berusia 18 tahun.

Bagaimana remaja berusia 18 tahun sama-sama jatuh dan terluka, mengerti artinya persahabatan dan cinta. Betapa tegarnya mereka.

“Aku mendapatkan kesempatan itu Jeorin-ah.” Luhan menunduk malu dengan tangannya yang memegang gelas cappuccino itu erat. Bibirnya tersungging tipis dengan mata menyipit.

“Di sebuah agensi?” Jeorin menimpali, memperhatikan wajah malaikat seorang lelaki disebelahnya itu lekat. Ia beranjak mendekat dan mengusap bahu Luhan hangat.

“Ketika selesai latihan tadi sore Lay memberitahuku bahwa A&V Entertainment menerima aplikasiku dan aku akan mengikuti audisi dua minggu lagi.” Mata Luhan berbinar ketika mengucapkan kalimat tersebut, Jeorin sendiri tak kuasa untuk menahan senyumnya.

“Kau harus menampilkan yang terbaik, ne? Aku bangga padamu Lu.” Menghambur ke pelukan Luhan, tak dapat Jeorin sangkal jika ia menemukan kenyamanan itu ketika berada di dekat lelaki berdarah asli China ini. Jeorin menyandarkan kepalanya di bahu Luhan dan bergumam pelan, “O-oh, aku tak melihat adanya satu bintang pun.”

“Kau ini bicara apa? Tentu saja nona Kang, ini masih periode musim dingin. Seharusnya kau tanyakan itu pada pertengahan bulan Juni.” Luhan memutar bola matanya dan tak beberapa lama kemudian smirk tipis menghiasi wajah tampannya. “A-apakah kau tidak lihat? Sepertinya aku telah salah bicara, ada dua bintang jika kau melihat lebih serius.”

Sontak Jeorin menegadahkan pandangannya. “Dimana?”

“Disini.” Luhan menatap langsung kearah manic mata Jeorin. Dapat Jeorin rasakan pipinya telah memanas.

“Hacchii..” Jeorin bersin dan segera mengusapkan tissue ke hidungnya. Kontak mata keduanya pun terputus, dan harus membuat suasana menjadi awkward.

“Kau sakit?” Luhan bertanya dengan nada khawatir. Ia menempelkan punggung tangannya di kening Jeorin.

“Ah, tidak. Aku hanya demam biasa.” Jeorin melambaikan tangannya di udara seolah menyampaikan ini bukanlah masalah serius.

Waktu berjalan dengan cepat. Dan juga tak terlalu larut ketika mereka memutuskan untuk kembali ke rumah dan berpisah setelah satu kecupan mendarat di kening Jeorin dan lambaian tangan dari gadis itu untuk Luhan.

.

.

***

Jam pelajaran ketiga telah usai dan Jeorin memutuskan untuk beranjak menuju kantin. Nara yang berada disebelahnya tak kuasa berhenti untuk mencetitakan kegiatan jalan-jalannya bersama Chanyeol tadi malam.

Dan Jeorin hanya menimpali dengan sebuah senyum tipis. Ia juga punya banyak hal untuk diceritakan, namun— Jeorin rasa masih belum saatnya.

Tepat ketika mereka sampai di kantin, keadaan di tempat tersebut tidak bisa dikatakan nyaman. Semua pasang mata tertuju pada ketiga orang yang sedang beradu argumen dengan pembahasan yang tak seorangpun dari mereka yang mengerti.

“Aku tidak bisa,” Luhan menggeleng cepat dengan tatapan wajah nanar, “ini keputusan terakhirku.” Melenggang pergi dengan langkah besar, Jeorin bersumpah ia melihat mata Luhan yang telah memerah ketika Luhan berjalan melewatinya.

“Luhan hyung.” Sehun dan Jin mencoba untuk memanggil Luhan kembali namun nampaknya hanyalah nonsense mengingat Luhan malah mengabaikan mereka.

Bisik-bisik terdengar di seluruh penjuru kantin.

“Mwoya? Apa yang terjadi?”

“Bukankah mereka dulu berteman dekat? Tapi mengapa jadi seperti ini?”

“Ini semua pasti gara-gara Luhan, lihat saja kelakuannya kepada Sehun dan Jin.”

“Ternyata Luhan sangatlah jahat.”

Berbagai macam argumen terdengar oleh telinga Jeorin dan ia memutuskan untuk tidak ambil pusing. Tidak semua orang mengenal Luhan dan tidak semua orang mengerti Luhan. Mereka hanya mengatakan apa yang mereka lihat di luar, tanpa mencari tahu apa yang terjadi di dalam.

Jeorin dan Nara mengambil tempat duduk yang tersisa di ruangan, dan mereka harus duduk dibelakang meja Soojung beserta gengnya. Entah mengapa ia tidak terlalu suka dengan gadis-gadis sosialita itu, mereka hanya mementingkan gaya hidup dan status, dan untuk urusan apakah mereka berteman dengan tulus, masih perlu dipertanyakan.

“Aku akan memesankan makanan Rin-ya, kau tunggu disini.” Jeorin mengangguk setuju.

Jeorin melihat sekitar, nampaknya keadaan sudah lebih tenang jika dibandingkan beberapa saat lalu. Semua siswa mulai menyantap makanan masing-masing dan tak ada cemohan tentang ketiga orang tadi.

Jeorin menoleh ke belakang dan reflek Soojung yang juga melihat kearah Jeorin pun tersenyum lembut. “Aye Jeorin-ya.” Sapa Soojung, bagaimana ia memanggil Jeorin dengan panggilan non-formal padahal mereka tidak terlalu berteman dekat adalah cerminan bagaimana Soojung ramah namun sok-dekat dengan semua orang.

“Ne Soojung-ssi.” Jeorin membalas dengan panggilan formal dan membuat mereka semua terdiam, dan terlihat tatapan ramah Soojung sudah tidak secerah tadi.

“A-apakah kau tahu apa yang terjadi dengan Luhan oppa, Sehun dan Jin oppa?” dan terlihat pula tatapan penasaran dari teman-teman Soojung padanya.

“Ani.. aku tidak terlalu suka ikut campur dengan yang bukan urusanku.” Skak match lagi, ini adalah bentuk sindiran Jeorin untuk Soojung dan teman-temannya agar tidak terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain lalu menyebarkan gossip yang tak jelas.

“T-tapi pasti kau mengerti sedikit setidaknya kan apa yang terjadi dengan mereka, mengingat Luhan oppa sangat dekat denganmu?” teman Soojung yang lain bernama Sulli pun menimlapi, “Karena yang ku dengar—“ Sulli menatap ragu lalu melanjutkan kalimatnya, “Kai akan pulang ke Korea dan bersekolah disini.” Tidaklah sulit bagi Sulli untuk mengetahui informasi ini karena Eommanya bekerja sebagai staf TU sekolah.

Sontak mereka semua termasuk Jeorin langsung membeku di tempat. Adalah sebuah rahasia umum jika pertemanan Kai-Sehun-Jin-Luhan sudah tidak sebaik dulu mengingat Luhan memutuskan untuk tidak lagi bergabung dengan mereka. Dan tidak ada yang tahu apa penyebabnya.

“MWO?” Soojung dan teman-temannya Nampak tak percaya.

Semua menjadi connected bagi Jeorin, jadi ketika kemarin ia melihat Kai di halte bus tidaklah hanya sebuah delusinya, itu nyata.

Dan— itu adalah benar jika Kai sudah pulang dari Belanda dan memutuskan untuk bersekolah disini. Entah harus bersikap seperti apa, Jeorin hanya mati rasa ketika mendengar nama lelaki itu.

.

-TBC-

Chapter 2 is up! Hope you guys enjoy it.

Butuh kritik dan saran please..^^ atau ada yg masih bingung sama jalan ceritanya? Kirim pertanyaan kalian di kolom komentar ya, sebisa mungkin bakalan aku jawab. J

-morschek96

https://thekeikosine.wordpress.com

 

Iklan

3 pemikiran pada “PAYBACK [Chapter 2]

  1. Ping-balik: PAYBACK [Chapter 3] | Anita Ray's Blog

  2. jeorin tuh waktu dulu nya suka sama kai trus di tolak jdi jeorin benci sama kai , cerita nya lumayan bagus menarik kaya nya bakal seru nih apalagi kai yg jdi pemain utama nya

    Suka

    1. morschek96

      bukan ditolak beh.. tapi ada siatu kejadian yg bikin jeorin kecewa bgt sm kai..
      nanti di chap selanjutnya bakalan ku ceritain kok.. ^^ thx for review 🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s