Xing Boarden [Chapter 1]

xingB - morschek96

Xing Boarden by. morschek96

Dark-Crime, Romance, Mystery || PG-16

Lee Junghwa & Lu Han

Lee Minji, EXO Members and etc.

Credit BabyChanie @ArtZone 

PRE : [prolog]

“you are strong, be your own hero.“

***

Angim musim gugur membelai lembut kota Seoul. Seorang gadis keluar dari mobil memasuki sebuah rumah. Ia membawa paper bag berisi bahan-bahan makanan yang telah ia beli di supermarket beberapa waktu lalu.

Keadaan rumahnya sangat sepi, hingga suara televise yang berasal dari kamar Ibunya pun terdengar dari dapur.

“Eomma, aku pulang.”

“Eoh, Junghwa-ya.” Sang Ibu menyahuti lalu berjalan mendekat kearah Junghwa.

Junghwa meletakkan bahan-bahan makanannya di meja dapur dan menatanya ke dalam lemari es. Selang beberapa detik hingga Junghwa terdiam, tangannya menggenggam seikat seladri. “Eomma, bisa kau pikirkan lagi tentang mengirim Minji ke sekolah Boarden Xing?” Tanya Junghwa pelan.

“Aku tidak ingin membahas ini lagi Junghwa-ya.”

“Tapi Eomma—“

“Aku sudah membawanya ke rumah rehabilitas anak-anak tapi Minji selalu bisa kabur dari sana. Entah mendapat bantuan dari siapa, tapi— aku sudah lelah Junghwa-ya..!” amarah nyonya Lee telah sampai di ubun-ubun.

“Tapi Minji hanya remaja yang masih labil eomma. Dia bahkan baru menginjak usia 17 tahun. Mengirimnya ke sekolah Boarden Xing sangatlah tidak perlu. Masih sangat hangat diingatanku tentang skandal sekolah itu beberapa bulan lalu.”

“Ya, aku tahu. Tapi itu hanya sebuah kecelakaan.”

“Tidak eomma. Jung Eunji menghilang dari asrama, dia diduga mendaki pegunungan untuk mencoba kabur dari tempat itu. Namun— jika ia menghilang dan belum bisa ditemukan, bisa saja gadis itu telah meninggal. Tapi hingga saat ini jasad Eunji masih belum bisa ditemukan.”

Nyonya Lee terdiam. Ia merasa telah menjadi Eomma yang tidak becus.

Jung Eunji, salah satu siswi dari sekolah Xing Boarden diduga telah kabur dari sekolah khusus anak-anak bermasalah tersebut. Pencariannya memerlukan waktu dua minggu hingga dinyatakan nihil oleh kepolisian setempat. Dan pertanyaannya, mengapa gadis itu sampai nekat kabur?

“Aku tidak akan membiarkanmu mengirim Minji ke sekolah mengerikan itu.” Ucap Junghwa tegas.

“Ini adalah keputusan dari tempat rehabilitas sebelumnya. Jika kita tidak membawa Minji ke sekolah itu, maka Minji harus menghadiri pengadilan. Apakah kau sama sekali tidak berpikir jika Minji telah memakai narkoba?!”

“Eomma—“

“Lihatlah anak itu Junghwa-ya, setiap malam kita harus keluar masuk kantor polisi untuk menjemputnya. Mabuk-mabukan, membuat onar, dan pergaulannya bersama anak-anak itu— aku takut jika Minji diadili— dia— akan ketahuan memakai narkoba.”

“Adikku tidak seperti itu eomma.” Ujar Junghwa dingin lalu berbalik menuju kamarnya.

.

.

***

Ini salahnya yang tidak memperhatikan perkembangan Minji, ia terlalu sibuk dengan masa depannya sendiri hingga tak memperhatikan adiknya yang butuh perhatian.

Junghwa duduk di meja belajarnya, menatap layar laptop didepannya dengan datar. Kini Junghwa sedang berusaha mendapatkan beasiswa S2nya, sedangkan Minji harus siap-siap dipindahkan ke ‘penjara anak-anak’.

Junghwa telah lulus sarjana S1 sekitar dua bulan lalu dengan gelar sarjana Pendidikan Bahasa Inggris. Untuk mendaftarkan diri mengajar di sebuah Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama sangatlah bisa dilakukan oleh Junghwa, namun ia masih berniat untuk melanjutkan S2.

Pukul 4.27 sore KST. Langit mulai menjadi gelap dan udara semakin dingin. Junghwa memakai mantel yang berada di atas tempat tidur lalu kembali duduk di kursi meja belajarnya.

Mulai penasaran, Junghwa menyalakan laptopnya dan mulai mencari-cari info tentang sekolah terpencil di dekat perbatasan Negara Korea Selatan tersebut. Mulai mengetik nama Xing Boarden dan muncul beberapa artikel.

Sekolah ini berada diujung sungai yang sangat lebar. Dikelilingi oleh pegunungan-pegunungan yang tampaknya tak terlalu curam, namun dapat membuat seorang gadis hilang tak tertemukan disana.

Untuk dapat masuk kesana harus menaiki sebuah perahu mesin berukuran sedang untuk mengarungi sungai. Dermaganya tak terlalu megah namun terlihat nyaman. Kira-kira perlu berjalan empat kilometer lagi untuk sampai ke sekolah itu.

Pagarnya terbuat dari tembok dan kawat-kawat yang dipasang diatasnya. Tinggi menjulang, dengan penjagaan empat satpam ketat di pintu masuk. Lebih terlihat seperti penjara teroris dibandingkan dengan sebuah sekolah.

Lokasi sekolah dan asrama tempat tinggal guru, staf, dan murid terpisahkan oleh tempat rest area.

Semua pemandangan yang dapat Junghwa lihat dari gambar-gambar Xing Boarden hanyalah pegunungan dan sungai yang tak terlalu jauh letaknya.

Mencoba untuk melihat artikel lain. Junghwa menemukan data-data dan kontak person staf sekolah.

Tepat dibawah terdapat sebuah rekaman video promosi sekolah Xing Boarden.

Junghwa mencoba untuk melihatnya.

‘Selamat datang di sekolah Xing Boarden. Sekolah kami menyediakan pengajaran dan pendidikan bagi anak-anak anda yang bermasalah. Kurikulum kami sangatlah terpercaya bahkan sejak kali pertama pemerintah mengakui sekolah kami.’

Junghwa memperhatikan seorang wanita paruh baya yang tampil di layar. Video ini menampilkan sisi baik dan elegan sekolah itu, bahkan para siswa yang ditampilkan pada video pun telah ditata sedemikian rupa hingga dapat terlihat begitu nyaman dan harmonis.

Tapi— bagaimana dengan gadis itu? Jung Eunji yang kini kasusnya mendadak ditutup dan telah dinyatakan meninggal tanpa adanya jasad yang ditemukan.

Junghwa mencoba mengetik huruf lain.

Jung Eunji Xing Boarden

‘Kasus menghilangnya siswi dari sekolah Xing Boarden yakni Jung Eunji telah ditutup. Pihak sekolah dan kepolisian telah melakukan usaha dengan sebaik mungkin, dan pihak keluarga yang menolak untuk meneruskan pencarian dengan alasan telah mengikhlaskan si gadis.’

It must be something wrong with this school.

.

.

***

Disisi lain seorang gadis tengah tidur terlentang diatas tempat tidur. Jarinya menyentuh layar smartphone.

Selamatkan aku. Aku tidak mau dikirim ke sekolah mengerikan itu.

[send]

Minji menatap langit-langit kamar dengan gelisah. Ia masih berada di tempat rehabilitasi, hingga besok pada pukul 2.00 siang KST ia harus segera berangkat ke sekolah barunya.

Tumpukan koper dan barang-barangya berada disamping tempat tidur. Minji menggeliat pelan hingga smartphone bergetar.

From : Jackson Wang

Bagaimana caranya chagiya? Tempat itu cukup jauh dan terpencil.

Minji menatap layar ponselnya nyalang. Tak bisa dipercaya, pacarnya sendiri kini telah menyerah untuk menyelamatkannya.

Tempat itu menyeramkan dan berbahaya, Minji juga mengetahui skandal Jung Eunji yang sempat hangat terberitakan beberapa bulan yang lalu. Bagaimana jika bahaya mengintainya.

Mencoba mencari bantuan lain.

Bingo

Junghwa

Dengan cepat Minji mengetik pesan untuk kakaknya.

Eonni.. Bujuklah eomma untuk membatalkan keberangkatanku. Aku tidak mau pergi ke sekolah itu.

[send]

.

.

***

Pagi harinya Junghwa bangun dengan tanpa semangat. Hari ini adalah jadwal keberangkatan adiknya, dan Junghwa sempat berpikir untuk berlari ke Xing Boarden saat itu juga ketika membaca pesan singkat yang dikirim Minji sejak tadi malam. Tak bisa membayangkan jika adiknya harus berada di tempat menyeramkan itu seorang diri.

Sedangkan di tempat lain Minji memandang kilas ruangan dimana ia ditempatkan. Kursi-kursi berserakan, beberapa meja dan lampu, bahkan sebuah akuarium terdapat di ruangan itu. Hanya orang bodoh yang mau tinggal disini, pikir Minji. Dan satu hal yang pasti, menurut semua hasil tes IQ yang pernah dijalaninya, Lee Minji bukanlah orang yang bodoh.

Seorang staf berdiri disampingnya sambil membacakan peraturan-peraturan yang berlaku di sekolah dan asrama dimana ia tinggal. Tidak ada ponsel, tidak ada computer, dan internet. Televise hanya ada di ruang makan dan tempat istirahat asrama. Dan berbagai peraturan lainnya.

Tidak ada penghilang stress. Dan Minji tentunya tidak dapat menghubungi siapa-siapa. Bahkan keadaan telepon darurat di ruang guru pun harus diawasi oleh staf ataupun senior TA (Teaching Aid) yang telah dicuci otaknya. Yang menganggap bahwa tempat menyeramkan ini adalah surga bagi mereka.

Setelah kepergian staf tadi, Minji menunduk seraya menyilangkan jari-jarinya, berharap entah bagaimana caranya Junghwa harus mengeluarkannya dari sini. Karena hanya Junghwa yang percaya padanya.

Seraya mendengarkan jeritan dirinya sendiri, Minji memalingkan wajahnya, yakin kalau seseorang sedang mengawasinya, mendengarkannya. Paranoid.

Mengingat-ingat kejadian di dermaga, seorang staf sekolah membantunya mengangkat barang-barang ke dalam mobil. Tinggi badan dan lekuk matanya mengingatkan Minji pada seseorang. Seperti pernah mengenal orang itu sebelumnya.

Lu Han?

Terdengar familiar.

Pintu terbuka. Terkejut, membangunkan Minji dari kegiatan melamunnya. Dr. Song tersenyum dan berjalan mendekat kearahnya dengan seorang anak perempuan.

“Annyeong Minji, kurasa kau dan Yuju teman sekamarmu bisa saling mengenal.” Ucap wanita itu pelan.

“Annyeong.” Sapa Yuju, si gadis tinggi dengan lesung pipi.

Minji membungkukkan badannya sebagai bentuk salam.

“Yuju sudah berada disini sejak— berapa kira-kira, sepuluh bulan?” Tanya Dr. Song.

Sepuluh bulan? Tidak! Minji merinding, ia akan mati disini jika tinggal selama itu.

“Hampir sebelas bulan.” Kata Yuju sambil memainkan salib perak yang menggantung di lehernya.

.

.

***

Dari tempat persembunyiannya, sang pemimpin telah mendengar kabar jika ada satu lagi anak yang masuk sekolah ini. Lee Minji.

Seorang gadis cantik dengan pahatan wajah dingin dan postur tubuh tegap, terlihat cukup kuat. Kini pertanyaannya, akankah gadis itu menjadi sekutu atau lawan baginya.

Memperhatikan gadis itu memasuki area sekolah, membawa koper dan syal tergantung di lehernya, membuatnya sedikit tertarik akan gadis itu. Didalam memori, ia melihat Jung Eunji yang telah berhasil mengelabuhinya, sangat pandai berpura-pura dan memanfaatkan kebaikannya pada gadis itu. Hingga dengan ceroboh membiarkan gadis itu kabur.

Namun takkan ia ulangi lagi kesalahan yang sama.

.

.

-TBC-

Author Note :

Annyeong.. chapter 1 is up!

Aku sengaja banget bikin tokoh utamanya Luhan disini. Untuk mengobati para readers kalau ada yg kangen sama lelaki rusa mungil kita itu.^^ tapi Luhannya belum muncul disini heheh.

Ini aku bikin alur ceritanya pelan-pelan ya guys. Biar nyantai bacanya. Dan disini masih banyak tokoh-tokoh yang belum muncul heheh.. ya maklum kan baru chap pertama, jadi sabar yah.

Dan untuk karakter ‘sang pemimpin’ dan antek-antek lain yang muncul itu aku sengaja nyembunyiin sosok asli mereka. Tapi pastinya karakter mereka udah ada dan udah muncul di sekitar sekolah itu kok, Cuma mereka nanti itu acting ajah didepan org2 kalo mereka itu juga normal2 aja kayak yg lain.

Mudeng gk? Hehehe

Gimana tanggapan dari chap ini? Comment jusseyo~

Kunjungi juga Instagram : luhanie_shop

Dan dapatkan kpop stuff favorite kamu. Ada hoodie, t-shirt, jacket, semua fandom. Bisa reqst warna dan nama. Juga berbagai skincare perawatan tubuh biar gak kalah sama eonni-eonni korea.^^

 

Regard.

-morschek96

https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

24 pemikiran pada “Xing Boarden [Chapter 1]

  1. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 3] | A.Ray World

  2. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 4] | A.Ray World

  3. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 5] | A.Ray World

  4. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 6] | A.Ray World

  5. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 6] | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 7] – A.Ray's Blog

  7. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 6] – morschek96 | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 7] – morschek96 | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 8] – A.Ray's Blog

  10. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 8] – morschek96 | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 9] – A.Ray's Blog

  12. sarah

    eleh………eleh…………..
    aku bacanya juga pelan pelan dan sabar banget takut gk ngerti ceritanya
    btw baswei………….ini keren kak pokonya keren aku aja bingung mo ngomong apah
    minjinya kayaknya akan tersiksa hahahhahahahahhahahahah

    Suka

  13. Orange

    Anyeong kak. Aku ijin baca ff kaka yaa.
    Dapat link ff kakak dari EKF 😊😊😊😄
    Ini bagus kak. Uuh, lembur baca ff
    Semangat lanjutin karya” nya kakk

    Suka

  14. Ping-balik: Xing Boarden [Chapter 11] – A.Ray's World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s