Explication of Love [Chapter 1]

explication-of-love-morschek96

Explication of Love by. morschek96

Romance – Fluff || General

Kim Kai, Kang Jeorin, Oh Sehun

Others.

cr Poster :  selviakim Poster Channel

PREVIOUS : [Prolog]

Background Song : Boyce Avenue ft. Megan Trainor - Skyscraper

***

Jika kejujuran itu bisa dibeli, maka Kai akan membelinya dengan format unlimited. Kehidupannya berlangsung sangat keras dan seolah ingin mengujinya dari waktu ke waktu. Merasakan penghianatan dan patah hati adalah hal yang biasa ia alami.

“Kurasa aku tidak salah lihat, Jinri sedang keluar bersama Kris tadi malam di club milik Suho hyung.” Lelaki yang lebih pendek itu berbicara pada lawan bicaranya, Kai. Pandangan Kai terlihat malas menatap keluar jendela kamar.

Life is cruel.

Growing up is cruel.

Sulit bagi Kai untuk tumbuh dewasa.

Tentu, ia telah diberikan segalanya yang ia inginkan untuk hidupnya, tetapi menjadi seorang heirs si pewaris tahta sangat sulit untuk ia lakukan mengingat usianya yang bisa dibilang masih sangat muda. Seluruh bagian hati dan tubuhnya terdapat puluhan bekas luka yang didapatkan dari puluhan orang yang berbeda pula.
Dan sekarang, Kai bisa menambahkan dua bekas luka lainnya— Choi Jinri dan Kris Wu.

***

Dalam mimpinya, Kai tengah berada di SMA. Dia duduk di meja canteen sekolah pada jam makan siang, dikelilingi oleh teman-temannya. Jinri ada sisinya dengan lengan melilit pinggangnya. Dia bercanda dengan beberapa anak laki-laki, mereka semua menertawakan perkataan Kai. Sampai satu per satu, sosok mereka mulai memudar. Mereka menghilang hingga hanya Jinri yang berada disana. Dan tak lama kemudian, gadis itu juga menghilang.
Kai berteriak, menjerit sampai tenggorokannya kering, tapi tidak suara terdengar. Tidak satu kata keluar dari bibirnya. Kekosongan. Dingin. Kesepian.
Dan ia membencinya.

Ketika membuka mata, keringat keluar deras dari pelipisnya. Napasnya tersengal dan selimut yang ia kenakan telah jatuh ke lantai, mimpi buruk yang jadi kenyataan. Kai mendengus samar.

..

..

..

Kai keluar dari bar milik Suho, setelah meminum setidaknya enam gelas vodka dan memaki si pemilik Bar akhirnya Kai keluar dengan pakaian lusuh dan wajah lebam.

‘Kenapa kau tidak memberitahuku Kris dan Jinri kemari untuk berkencan?!’

‘A-aku tidak tahu kalau gadis itu Jinri kekasihmu.’

‘Aishh.. dasar brengsek! Apa saja yang mereka lakukan disini..?!!’

Dan yang terjadi selanjutnya adalah baku hantam antara Kai dan penjaga bar yang melindungi bos mereka.

Kali ini Kai berjalan tanpa tujuan. Mobilnya tengah ia tinggal di parkiran bar karena ban mobilnya dikempesi oleh bodyguard Suho.

Langkah kaki Kai membawanya entah kemana, namun ia yakin ini masih di kawasan Hongdae. Meskipun malam telah larut, namun banyak kedai toko dan café yang masih ramai. Ia yakin sekilas melihat Baekhyun bersama kekasihnya yang duduk di sebelah jendela kaca paling luar café.

Pijakannya berhenti ketika Kai mendengar suara klakson mobil yang memekakkan telinga disusul dengan cahaya lampu mobil yang menyilaukan. Suara decitan ban mobil dengan aspal yang sangat keras.

Kai merasakan tubuhnya melemas. Ia terjatuh dan tubuh bertumpu pada lutut.

“Agashi, kau tidak apa-apa?” seorang laki-laki keluar dari dalam mobil dan membantu Kai bangun.

“Aku tidak apa-apa.” Ucap Kai pada si lelaki.

“Ah, kenapa kau tidak berjalan di trotoar saja? Kau hampir berjalan ke tengah tanpa kau sadari, dan untung saja aku tidak sampai menggilasmu.”

“Jeosonghamnida.” Kai membungkukkan tubuhnya pelan, dan ketika ia menengadahkan wajahnya, pandangannya bertemu dengan seorang gadis yang duduk di kursi penumpang mobil tersebut. Yang Kai asumsikan sebagai majikan dari lelaki yang menolongnya.

“Ne, hati-hati lain kali.”

Setelah itu mobil tersebut meninggalkan Kai. Pandangan Kai tak lepas dari kaca belakang mobil tersebut, memperhatikan gadis yang menatapnya datar beberapa saat yang lalu.

.

.

***

“Kau tahu? Sehun pindah ke sekolah kita.” Lelaki mungil memakai eyeliner mengawali pembicaraan pagi hari mereka.

“Lelaki berwajah datar itu? Bukankah dia anak pemilik Shangqi La yang bekerjasama dengan perusahaan appa Kai?” kini Kyungsoo menyanggupi.

Kai mengangguk pelan menanggapi pertanyaan tersebut. Moodnya masih belum membaik hari ini, hingga ia meninggalkan acara sarapannya tadi pagi.

Mereka pernah bersekolah dengan Sehun ketika di SMP, dan lelaki itu terlalu sulit untuk diajak berteman. Dia lelaki yang cukup pandai, namun pendiam, misterius, dan bahkan dikalangan lelaki-lelaki tampan di sekolah, Sehunlah yang tidak pernah membuat ulah.

“Aku melihatnya turun dari mobilnya bersama seorang gadis ketika di parkiran tadi, dan kurasa mereka cukup dekat.” Tambah Baekhyun si lelaki bereyeliner.

Ketiganya berjalan memasuki ruang kelas 2B dan sudah ada Chanyeol dan anak-anak lainnya yang sudah berada di tempat duduk mereka.

Jam dinding menunjukkan pukul 7.04 am, yang artinya pelajaran akan segera dimulai. Dan benar saja ketika Kai memasukkan smartphonenya ke dalam tas, Mr. Lee membuka pintu kelas dengan seorang gadis yang berjalan dibelakangnya.

“Selamat pagi anak-anak, di semester pertama tahun ajaran ini kelas kalian akan mendapat teman baru.”

Semua mata dikelas itu tertuju pada pada sosok gadis dengan wajah dingin dan bibir mungil yang tertutup rapat berdiri didepan. Tak terkecuali Kai, yang sama sekali tak berkedip menatap gadis tersebut, gadis yang berada didalam mobil tadi malam.

“Annyeong hasseyo, Kang Jeorin imnida.” Ujar jeorin sambil membungkukkan badannya kilas.

“Ssstt.. Dialah gadis yang kulihat bersama Sehun di parkiran tadi.” Bisik Baekhyun sepelan mungkin pada Chanyeol yang berada disebelahnya dan Kai dan Kyungsoo yang duduk didepan bangkunya.

“Baiklah Jeorin-ssi, kau bisa duduk disebelah Hana.” Ujar Mr.Lee, dan tak lama gadis yang bernama Hana melambaikan tangannya sebagai petunjuk bagi Jeorin.

Jeorin tersenyum kaku ketika ia duduk di bangkunya yang berada di nomor empat dari depan, Hana membalas senyumnya dengan cerah. Nampaknya Hana ini lebih bisa bergaul dan easy going tidak seperti Jeorin.

Terbukti ketika Hana mau berbagi buku dengan Jeorin mengingat Jeorin masih anak baru yang belum tahu kurikulum seperti apa yang digunakan sekloah ini.

.

.

***

Jeorin melangkahkan kakinya ke rooftop, ia membuka pintu menuju tempat tertinggi di sekolah tersebut.

Angin musim panas berhembus menerpa tubuhnya ketika Jeorin menemukan sosok yang dicarinya sedang berdiri di pagar pembatas.

“Sehun-ah.” Ujar Jeorin cukup keras, mengingat hembusan angin ini sedikit meredam suaranya.

“Oh, aku tahu kau akanmendapatkan pesanku.” Sehun menjawab dengan senyum tipis yang terukir di wajah datarnya.

“Apa yang membawamu kemari?”

“Aku— aku hanya ingin bersamamu disini.”

“Hahh, satu lagi pernyataan bodoh tuan muda Oh.” Jeorin mencela namun kini berjalan mendekati Sehun. Tangannya memedang ujung pembatas pagar.

“Kau tahu kalau aku menyukaimu nona Kang.” Sehun mengacak pelan puncak kepala Jeorin, “Selamanya tak akan berubah.”

“Sehun-ah, jangan memulai.”

“Apa?”

“Bagaimana jika— jika aku—“

“Aku tidak akan menyerah walaupun ada lelaki lain diantara kita.” Sehun berujar yakin, “Karena akulah lelaki yang membuatmu bangkit di masa-masa gelap itu. Dan selamanya hanya aku yang dapat membuatmu bangun.”

Jeorin tidak dapat berucap hanya menundukkan kepalanya. Kalau boleh jujur Jeorin juga mempunyai perasaan yang kuat terhadap Sehun, hanya saja ia belum bisa memastikan apakah itu cinta atau hal lain seperti obsesi.

Jeorin menyukai ketika Sehun berada didekatnya, menjaganya, hanya melihatnya dan bukan gadis lain. Tapi— Jeorin takut menjadi egois jika ia terus bersikap seperti ini.

I don’t know wheither this is love or obsession.

ulzzang

.

.

-TBC-

Chapter 1 is up! Updatenya cepet kan..?

BTW aku nih lagi gak mood banget alias buntu bikin FF, jadi maaf kalau di chapter pertama ini kurang bagus atau kurang gereget gituuu… kependekan apalagi >.<

Sorry guys.

Don’t forget to leave your comment ok? Semangatin saja buat nulis chapter 2nya yah..

Regard

-morschek96

https://thekeikosine.wordpress.com

Iklan

6 pemikiran pada “Explication of Love [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s