The Soul [Chapter 9]

the-soul-by-morschek96_1

The Soul by.  morschek96

Horror || Fantacy || Fluff || General

Cast : Oh Sehun, Choi Da Hye , Lu Han

Add Cast : Lay, Kai, Chanyeol, Hana (OC), Others.

Cr. Poster by missfishyjazz @ArtFantasy

Disclaimer : Storyline are belong to morschek96, don’t be plagiator!

almost is never enough

***

Dalam kegelapan, Dahye perlahan menggerakkan anggota tubuhnya yang perlahan mendapatkan kesadaran. Menatap kesegala arah dan wajah Sehun yang matanya secara bertahap terbuka juga. Dengan posisi yang lumayan jauh, Dahye masih dapat melihat betapa merah dan kelamnya mata lelaki itu.

Mereka bertatapan, dan melihat secara bersamaan menuju pintu goa. Berjalan beriringan tanpa menimbulkan suara, sangat hening.

Satu yang telah mereka sadari, akan ada sesuatu yang sulit. Wajah tegas Sehun sudah tak setenang kemarin. Ia sadar bulan purnama akan datang esok lusa. Pertumpahdarahan dan pengorbanan, pengembalian ataukah kehancuran. Kata-kata yang Dahye ucapkan kemarin malam masih terngiang jelas dikepala Sehun, seolah menjadi petunjuk akan kemungkinan terburuk yang dapat ia bayangkan.

“Mengapa disini jarang terlihat matahari?” Dahye bergumam pelan. Tanpa mereka sadari, semakin mereka jauh kedalam hutan ini semakin gelap dan tebal awan yang menaungi perjalanan mereka.

“Entahlah, tapi suasana ini sangat mendukung.” Sehun terkekeh pelan, membuat Dahye menyunggingkan bibirnya samar. Sehun melihat kearah embun yang jatuh dari pohon oak disebelahnya, “Saat ini, keputusan kasual dibuat tanpa memahami diri sendiri dapat meninggalkan dampak besar pada masa depan. Jika aku harus mati besok, berjanjilah padaku kau akan terus hidup dengan baik Dahye.” Mengusap pelipis perlahan dengan jemarinya, Sehun duduk diatas batu besar yang rasanya sedingin es.

Dimana jalan memimpin kedepan? Siapa yang tahu dalam kurun waktu satu tahun dimana kita, atau dalam bentuk dan sikap apa mereka akan berjuang.

Ataukah mereka masih mengingat satu sama lain? Waktu memenangkan semuanya, isu yang paling kejam bukanlah mati, melainkan dilupakan.

“Sehun-ah..” Dahye memotong ucapannya saat dirasa Sehun tengah dengan tajam menatapnya.

Detik selanjutnya hening, bergelut dalam pikiran masing-masing.

… … …

“Chanyeol.” Sehun tersentak dalam diamnya. “Kurasa kita dapat mengandalkan Chanyeol.”

Dahye memiringkan kepalanya, menatap Sehun mantap. “Chanyeol?” ulangnya.

Sehun mengangguk pelan, “Phoenix milik Chanyeol akan menjadi lawan yang pas untuk naga milik Kris.” Ia menatap lurus kedepan seolah menerawang.

“Phoenix?”

“Chanyeol mempunyai seekor burung phoenix api yang tingginya sekitar dua setengah meter.” Dahye menengok kearah sumber suara yang berasal dari belakang mereka berdua, terlihat Luhan yang berdiri dengan Lupin yang berada dibelakang kaki lelaki tersebut.

Dahye menyuinggingkan senyuman tipis seolah mengucapkan selamat pagi kepada Luhan, namun sayang tak ada balasan untuknya.

“Kurasa yang lain sudah bangun, lebih baik kita lanjutkan perjalanan.” Luhan berbalik masuk kedalam goa.

Dahye tahu Luhan adalah lelaki yang baik, namun entah— ia sedikit berbeda jika dengan Dahye.

.

.

***

Itu sebuah cerita lama, dimana ada sebuah kubus hitam yang dijaga oleh iblis keturunan Flight. Sehun yakin pada generasi saat ini Krislah iblis Flight itu. Seseorang bisa tertipu akan wajah tampan dan tubuh proposionalnya, namun dia adalah salah satu iblis terkejam diantara semua golongan.

Ia tidak akan berhenti hanya untuk membunuh satu nyawa.

Diatas kuda masing-masing dan meneruskan perjalanan. Dahye memperhatikan Chanyeol yang sedang menaiki kudanya sembari memakan apel. Tak meyakinkan, batinnya.

Melihat sisi luar Chanyeol yang random dan kekanakan sungguh tak dapat dipercaya jika ia memiliki kekuatan api dan seekor burung phoenix sebagai pengawal.

Kawanan burung camar terbang melintasi sungai, menyertai keheningan mereka. Mata Sehun menatap bingung Dahye yang duduk dibelakangnya, jangan kira jika Sehun tak memperhatikan gadis itu sejak tadi yang terus melihat Chanyeol dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Berhenti.” Ucap Lay mendadak.

“Lihat.” Kai menunjuk kearah jam 11 didepan mereka, rumput dan ilalang itu bergerak searah.

*graaarrhhhh

Seekor manusia serigala muncul membuat semuanya membeku ditempat.

“Daebak.” Ucap Chanyeol, sedangkan Sehun langsung memutar bola matanya jengah.

Tak tunggu aba-aba mereka mengeluarkan senjata masing-masing.

*graarrrhhhh

#pukk!!

Luhan dengan cekatan melempar batu kearah manusia serigala tersebut. “Kau sangat berisik, jelek.” Membuat yang lain tak sadar menyeringai puas akan aksi Luhan dengan kekuatan teleknisnya   barusan.

*GRRAAAAARRRHHHHHH

“Lemparan bagus Lu, sekarang giliranku.” Ucap Lay yang langsung menembakkan anak panah namun sempat meleset karena manusia serigala tersebut malah menghindar dan berlari menerjang kearah mereka.

Dahye turun dari kudanya yang ia tumpangi dengan Sehun, membawa Lupin ikut serta dengannya.

Manusia serigala yang tingginya hampir dua meter itu sangat mengerikan. Dengan gigi taring dan kuku panjangnya seolah dapat merobek kulit manusia dengan sekali gigit. Kai mengarahkan pedangnya mengenai kaki makhluk itu namun meleset, disisi lain Chanyeol sedang membakar beberapa batu dengan kekuatannya yang akan dilempar oleh Luhan seperti tadi.

Lemparan pertama tepat sasaran, hingga kini lemparan batu api panas bertubi-tubi membuat manusia serigala itu takut. Beberapa anggota tubuhnya telah terkena luka bakar.

*GRAAARRHHHH

Mengarahkan kuku-kukunya kearah Luhan, namun *sreeetttt

Pedang milik Kailah yang mengenai kuku-kuku tersebut. Membuat makhluk itu semakin murka, lender-lendir air liur terlihat keluar dari mulutnya.

*GRAAARRHHHH

*BRAKK!!

Sebuah batu berukuran besar jatuh menimpa manusia serigala tersebut, Luhan terlihat terengah-engah dibelakangnya. Nampaknya ia harus mengeluarkan kekuatan yang cukup banyak untuk dapat mengangkat dan mengarahkan batu besar tersebut dengan kekuatannya.

Dengan enteng Sehun yang berdiri bersandar pohon besar disudut sana hanya menjentikkan jarinya dan gumpalan angin keluar, berhembus lumayan kencang untuk meniup bangkai manusia serigala tersebut pergi sejauh mungkin dari hadapan mereka.

Sehun yakin teman-temannya akan dapat membereskan makhluk itu tanpa bantuannya.

*guug guggg

Lupin berlari menuju majikannya yang terlihat kecapekan. Ia menggosokkan telinganya ke dada Luhan dan Luhan mencium dan mengusap bulu-bulu Lupin sayang. “Gwenchana boy,” ucap Luhan dan langsung berdiri.

Tak dapat Dahye sembunyikan wajah terkejutnya, sungguh ia baru pertama kali melihat makhluk semacam itu. Ia sungguh gadis yang lemah, ia masih tak paham mengapa Sehun yakin dirinya akan dapat menyelamatkan Argos dan saudara perempuan Sehun.

Ia takut akan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Ia takut— mati.

.

.

Ditengah perjalanan Dahye masih mengira-ngira apa yang akan terjadi besok. Seperti apa iblis bernama Kris itu. Sekejam dan sekuat apakah dia, dan apakah ini akan berakhir sesuai dengan harapan mereka.

“Aku tahu apa yang kau pikirkan princess.” Ucapan Sehun yang berada didepannya membuat Dahye kembali kealam sadar.

“A-aku hanya takut Sehun.” Dahye mengeratkan pelukannya pada pinggang Sehun.

“Kau akan tahu apa yang harus kau lakukan jika waktunya telah tiba.” Nada dingin Sehun sudah tak lagi mempengaruhi Dahye, gadis ini sudah terlalu terbiasa akan sifat Sehun yang berubah-ubah.

Lelaki ini seperti puzzle, terlalu rumit untuk diungkap. Namun akan mudah untuk dipahami secara bertahap. Sadar atau tidak, Dahye sudah mulai membuka hati untuk Sehun. Namu disatu sisi ia masih mengagumi sosok Luhan.

Kagum?

Kagum ataukah cinta, Dahye sendiri tak dapat membedakan satu dari keduanya. Namun sakit jika dirasa hanya dia yang memiliki perasaan ini dan disisi lain lelaki itu sama sekali tak peduli dengannya.

.

.

-TBC-

Another short update..

Sorry guys kalo lama updatenya, authornya lagi sibuk kuliah nih hehe^^ maklumin yah.. dan karena kemarin banyak yang komentar, akhirnya chapter ini gak jadi di PROTECT 😀

Tapi tidak menutup kemungkinan untuk chapter depan yaa.. kalo SIDER nya masih banyak ya chapter depan alias chapter akhir akan saya PROTECT.

Thx

See you next chapter..! comment jusseyo.. :-*

-morschek96

Iklan

19 thoughts on “The Soul [Chapter 9]

  1. anyeong eonni,.. eon ff nya keten bgt 😀
    ap lg cast nya dan genre nya fantasy hoho
    tp aku jengkel si kai hanya dpt part dikit u.u
    eon maaf aku baru komen, aku reader baru di ff ☺☺
    eon, mw request dong ff genre fantasy romance dgn cast si kamjjong 😜
    gomawo eonni ☺

    Suka

  2. Ahh tadi baca chp 1-8 di exo fanfic ternyata ga nyaman jd baca disini aja degh siapa tau authornya ngecek dan baca komentar aku :v
    kenapa ga komen di setiap chapter? Karna aku merangkum komentar. Dikemas dan di muat dlm satu kolom komen saja. Tdk suka berbelit sama kaya author yg ga berbelit dlm alur cerita.

    The Soul pendek2 banget.. Tpi diksi yg kamu tuangkan di chp 1-9 bagus banget lho beneran, sederhana… Jdi alurnya ga terkesan biasa2 saja.

    Dan part dialog dahye minim berasa kurang greget gimana gitu 😀
    ..
    Ok, mau lanjut baca next chapter.. Tpi bolehkah aku meminta pw nya? Izinkan aku membaca karyamu lagi..

    Disini aku bukan merayu atau mengemis tapi aku pengen tahu bagaimana seorang author mengembangkan fantasi dlm sebuah fanfic sampe akhir. Dari situ aku belajar merangkum pola jalan cerita yg kamu susun.
    ,.
    Terima kasih atas ceritanya, author yg baik ga akan mengabaikan kritiksaran readers 🙂

    Suka

  3. Ah tadi baca chp 1-8 di exo fanfic ternyata ga nyaman jd baca disini aja degh siapa tau authornya ngecek dan baca komentar aku :v
    kenapa ga komen di setiap chapter? Karna aku merangkum komentar. Dikemas dan di muat dlm satu kolom komen saja. Tdk suka berbelit sama kaya author yg ga berbelit dlm alur cerita.

    The Soul pendek2 banget.. Tpi diksi yg kamu tuangkan di chp 1-9 bagus banget lho beneran, sederhana… Jdi alurnya ga terkesan biasa2 saja.

    Dan part dialog dahye minim berasa kurang greget gimana gitu 😀
    Ok, mau lanjut baca next chapter.. Tpi bolehkah aku meminta pw nya? Izinkan aku membaca karyamu lagi..

    Disini aku bukan merayu atau mengemis tapi aku pengen tahu bagaimana seorang author mengembangkan fantasi dlm sebuah fanfic sampe akhir. Dari situ aku belajar merangkum pola jalan cerita yg kamu susun.
    ,.
    Terima kasih atas ceritanya, author yg baik ga akan mengabaikan kritiksaran readers 🙂

    Suka

  4. luhan sikapnya agak menjauh ke dahye mungkin garagara dahye mirip kek yujin
    dulu sehun kasar ke da hye dan sekarang baik karna dia ada maunya
    ?dahye jangan percaya siapapun deh

    Suka

  5. wahh daebak ff nya yg ini kak , suka sama genre nya ^-^ .. tapi kelanjutan luhan sama yejin gmn ya kak? btw sekalian mau tanya pw juga hehe

    *salam dr reader baru 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s