The Soul [Chapter 7]

the-soul-by-morschek96_1

The Soul by.  morschek96

Horror || Fantacy || Fluff || General

Cast : Oh Sehun, Choi Da Hye , Lu Han

Add Cast : Lay, Kai, Chanyeol, Hana (OC), Others.

Cr. Poster by missfishyjazz @ArtFantasy

Disclaimer : Storyline are belong to morschek96, don’t be plagiator!

Let’s Begin

***

Lolongan serigala, gemuruh guntur, kilat mencelut tiada akhir. Ini adalah kali pertama Dahye merasakan malam seperti ini selama ia berada di Argos. Hari-harinya memang kelam, namun ini lain.

#cklek

“Kau belum tidur?” Sehun berujar pelan dan berjalan mendekat hingga kini berada tepat didepan Dahye.

“Aku tidak bisa tidur.”

“Aku mengerti.”

Terjadi selang jeda beberapa detik hingga Sehun menarik tangan Dahye untuk melihat keluar jendela ruangan tersebut. Kilatan gunturnya sangat keras dan sungguh menakutkan jika harus dipandang seperti ini. Pohon-pohon besar tengah berayun mengikuti arah angin yang membawanya kemana saja. “Hmm.. Waktunya sudah hampir tiba.”

“Apa maksudmu?” Dahye menaikkan alisnya tak mengerti.

“Alasanku membawamu kesini.”

Selanjutnya pada kaca jendela tersebut terpampang layaknya sebuah layar proyektor, sebuah gambar muncul menampilkan seorang wanita tengah terbaring lemah diatas tempat tidurnya. Wajahnya sangat pucat dan tubuhnya kurus.

“Ini Adikku.”

“…”

“Dia selalu tidur, dia tidak bisa lagi bangun—

”Tunggu, apakah adikmu me-meninggal?”

“Tidak”

Oh akhirnya Dahye dapat bernapas lega. Setidaknya Sehun tidak segila itu untuk menyimpan mayat adiknya sendiri.

“Dia hanya tidak bisa bangun lagi, hingga sampai waktunya tiba, dia akan meninggal.”

“Wae?”

“Sena— dia dikutuk.”

Satu lagi pertayaan menyambut pikiran gadis itu, apa-apaan ini? Mengapa semua yang menyangkut Sehun dan dunianya selalu rumit dan sulit untuk dipahami?

“Kakekku, ayah dari eommaku yang melakukannya. Waktu itu ia sangat marah karena aku memakan nyawa eommaku sendiri. Akhirnya kakek murka kepada kami sekeluarga dan ia melakukan kutukan ini pada saudara bungsuku.”

“Kau? Kau membunuh eommamu??”

“Waktu itu pengaruh aboeji sangat dominan ditubuhku, well— mungkin sekarang juga iya. Tapi aku sangat menyesal telah melakukan itu pada eommaku sendiri. Dan sekarang— aku harus menyelamatkan adikku sebelum waktunya semakin dekat. Kau, apakah kau mau membantuku?”

“Mengapa aku?”

“Karena kau mempunyai darah gelap, kau— seperti Yejin. Namun Yejin telah meninggal, dan kaulah pilihan satu-satunya.”

Antara percaya atau tidak, Dahye menatap Sehun dengan pandangan yang sulit untuk diartikan. Namun— apa yang harus ia lakukan untuk membantunya?

“B-bagaimana caranya?” Menurut Dahye sudah tidak ada cara lain selain menuruti permintaan Sehun, toh ia sudah sejauh ini.

“Hanya kau yang bisa membuka pintu masuk ke hutan terlarang”

.

.

***

Mereka duduk didalam ruang perpustakaan milik Sehun. Saling berhadapan.

Entah mengapa ada sesuatu yang menggelitik perutnya ketika ia memandang kearah lelaki berparas cantik itu— Luhan. Dan Chanyeol yang sedari tadi hanya diam menikmati camilannya.

“Jadi maksudmu kita akan memulainya?” Luhan mengangkat alisnya tak percaya.

“Ne” Sehun mengangguk mantap. “Aku memiliki kuncinya.” Ujarnya sambil mengusap kepala Dahye yang berada tepat disebelahnya.

“Haruskah kita meminta Lay dan Kai untuk ikut?” Chanyeol yang sedari tadi fokus akan makanannya pun akhirnya dapat berdiskusi dengan baik.

“Aku setuju. Kekuatan penyembuhan Lay dan teleportasi Kai akan sangat membantu kita.” Luhan menyetujui disusul dengan anggukan Sehun.

“Kapan kita akan pergi kesana?” ujar Chanyeol kembali.

“Besok. Siapkan apa saja yang diperlukan dan pastikan pihak kerajaan tidak ada yang mengetahui rencana kita.”

Setelah diskusi panjang tersebut usai dan semua orang sudah meninggalkan ruangan itu, Dahye hanya dapat membatin. Kekonyolan apa lagi yang akan ia dapat besok?

Ia tetap duduk diatas sofa itu hingga Sehun datang dengan membawakannya segelas minuman hangat. Dahye menerima gelas tersebut namun tak ada niatan baginya untuk meminum cairan tersebut.

“Apa yang kau pikirkan, huh?” Entah mengapa sifat dingin Sehun kembali muncul. Bahkan untuk saat ini ia sama sekali tidak melihat kearah Dahye.

“A-aku hanya takut apa yang akan terjadi besok.” Ia menjawab dengan suaranya yang sedikit bergetar.

“Tidak akan terjadi apa-apa selama kau tidak lagi melawanku.”

Selanjutnya hanya terdengar langkah kaki Sehun yang semakin menjauh dari tempat Dahye.

***

Saat si Flight dan si Wind bertemu

Saat si Wind membawa sekutunya, yang dapat mengembalikan semuanya

Pertempuran itu terjadi

Di sebuah tempat yang paling sacral di Argos

Mereka harus melawan Flight hingga dapat menemukan ‘kubus hitam’

Pertumpahan darah dan pengorbanan

Pengembalian ataukah kehancuran

 

Mimpi yang aneh. Kata-kata itu tak dapat hilang dari kepala Dahye, seolah menghantuinya dengan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi.

Ia tidak tahu harus menceritakan mimpinya ini atau tidak. Ia terlalu— takut.

Mereka sedang mengendari kuda masing-masing untuk dapat tiba di hutan terlarang. Semakin jauh mereka berjalan, rasa-rasanya semakin gelap jalanan yang mereka lewati. Sinar matahari tertutup oleh awan tebal, dan suhunya semakin dingin.

Dahye sendiri berada di kuda yang sama dengan Sehun, tepatnya berada dibelakang Sehun. Ia semakin kuat meremas coat Sehun saat udara semakin dingin. Dan sialnya ini sudah hampir enam jam mereka berjalan namun belum ada tanda-tanda dimana hutan terlarang itu berada.

“Sehun, bagaimana kalau kita istirahat dulu? Punggungku sangat capek.” Ujar Kai memelas kemudian disusul dengan anggukan Chanyeol dan Lay yang mengiyakan.

Baiklah, cari tempat yang lapang dan kita akan bermalam disana. Kita lanjutkan perjalanan besok.

.

.

Yang ada disana hanya api unggun yang tak terlalu besar dan daging panggang sebagai bekal mereka semua. Dahye yang sedari berada didalam tenda pun akhirnya keluar juga. Ingin berbagi kebersamaan dengan yang lainnya. Ia duduk tepat disebelah Luhan.

Tak lama kemudian Lay dan Chanyeol kembali dengan beberapa buah-buahan di tangan mereka. “Hanya ada apel dan pear disekitar sini, tak apa kan?”

Semuanya pun mengiyakan dan kembali menyantap makanan masing-masing.

Dahye yang semakin lama berada disebelah Luhan pun tak kuasa menahan debaran jantungnya, apalagi saat pandangan keduanya tak sengaja bertemu. Namun diam-diam Sehun memperhatikan gerak-gerik Dahye yang sesekali tersenyum dalam diam.

“Kau pikir siapakah lawan kita saat di hutan terlarang nanti?” Chanyeol menerawang.

“Entahlah, tapi legenda berkata bahwa dia adalah iblis terkuat dimasanya.” Ujar Kai menimpali.

“Kita tetap harus berusaha dulu, apa kau tidak ingat misi kita selama ini, huh? Jika kita dapat mengalahannya, tidak akan ada lagi ancaman dan ketergantungan pil bagi rakyat jelata. Dan juga, kita dapat menyelamatkan nyawa Sena. Semuanya akan kembali seperti semuanya.” Lay berkata dengan penuh penekanan dalam setiap kalimatnya, ia yakin semua ini tidak akan sia-sia.

Saat malam semakin larut dan jam buatan pada pergelangan tangan Lay menunjukkan pukul 11.47 pm semuanya telah terlelap didalam tenda, kecuali Dahye yang masih berada diluar sembari mengamati api unggun.

Sesekali ia menambahkan kayu kedalam apinya agar tidak padam.

“Mengapa kau belum tidur?” Dahye sangat hapal siapa pemilik suara dingin ini, disusul dengan rangkulan pada pinggannya.

“Aku belum mengantuk Sehun.”

Dengan gerakan gusar Sehun melepaskan rangkulannya dan menghadap tajam kearah mata Dahye. “Apa yang kau harapkan dari Luhan?”

“M-mwo?” Mata Dahye sontak membulat dan darahnya berdesir kuat, bagaimana lelaki ini mengetahuinya? Apakah Dahye terlalu transparan dimata Sehun?

“Aku mengetahuinya, kau—“ Sehun tak melanjutkan kata-katanya. Entah mengapa serasa ada yang sedang meremas bagian dalam hatinya kuat, ia cemburu?

“A-apa yang kau ketahui Hun-ah?”

“Jangan berharap banyak darinya, dia tidak menyukaimu.” Itu adalah kalimat terakhirnya sebelum kembali kedalam tenda meninggalkan Dahye seorang diri.

Diam-diam Dahye juga merasakan perasaan sesak itu, ia menggigit bibir bawahnya, meredam suara isak itu agar tidak kembali keluar. Benarkah perkataan Sehun barusan?

.

.

-TBC-

Ini dia bagian inti dari FF ini.. yeeayyyy!!!! Congrats buat siapapun yang sudah mengikuti FF ini dari awal sampe akhir, dan buat siapapun yang sudah meninggalkan komentarnya buat apresiasi terhadap karya saya. Saya ucapkan terima kasih..^^

Kalau masih ada yang bingung dibeberapa part, silahkan tanya yaa.. pasti saya jawab.

Review jusseyo.. EXO-L ❤

morschek96

Iklan

26 pemikiran pada “The Soul [Chapter 7]

  1. Ping-balik: The Soul [Chapter 8] | EXO FanFiction Indonesia

  2. yuniel

    Sehunnya labil deh. Kadanh sayang anget sama dahye terus tiba2 jadi dingin lagi sama dahye. Rasain deh tu, dahye sedikit terpincut sama luhan. Gak tau deh, luhan itu benar2 gak suka sama dahye, bisa jd dia diam2 suka sama dahye

    Suka

  3. sabrinadya12

    Oh sehun cemburu?? Aku suka liat reaksinya sehun yg kek gitu, ada yg di bingungin, kenapa dahye?? Ada apa sama dia? Kenapa dia yg bisa nyelametin sena, apa ada semacem pertukaran darah/nyawa gitu?? Heol~ makasih ffnya^^

    Suka

  4. Baby Tippa

    aaaahhh jadi nnti bakal jd kisah segitiga gitu antara sehun dahye n lulu *eh luhan tp syg luhan msh mencintai yejin aahhh so sweet sekali *plaakk wkwkwkwk sukaaaa

    Suka

  5. Sehunwife

    Loh kok dahye suka sma luhan sih? pdhl berharap sm sehun. trs sehun udh mulai cemburu gt. luhan gk bakal suka sm dahye soalnya luhan pacarnya yejin

    Suka

  6. dinda

    Jadii si daehye suka sama luhan and luhan juga suka sama daehye?? Atau sehun sama luhan suka sama daehye??? Aduuuhh pusiing pala berbi niih bayangin nya hahahaha tapii enak juga yaa jadi daehye hehehe

    Suka

  7. eLa0215

    ooohh jadi ini alasannya sehun nyulik dahye
    tp itu bener apa engga atau itu cuma kebohongamnya sehun
    trus klo dahye udah sampe sana
    dahye mau diapain ? mau dituker sama nyawanya adiknya sehun ? -sena-

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s