The Soul [Chapter 6]

the-soul-by-morschek96_1

Tittle : The Soul

Author : morschek96

Horror || Fantacy || Fluff || General

Cast : Oh Sehun, Choi Da Hye , Lu Han

Add Cast : Lay, Kai, Chanyeol, Hana (OC), Others.

Cr. Poster by missfishyjazz @ArtFantasy

Disclaimer : Storyline are belong to morschek96, don’t be plagiator!

 

Forgive

Dinding ruangan yang gelap nan kosong itu seolah sebagai gambarang bagaimana perasaan Dahye saat ini. Dengan perlahan jemarinya menyentuh punggungnya yang masih nyeri. ‘jahat’ lirihnya pelan. Bibirnya semakin pucat dan lingkaran pada matanya semakin menghitam.

Bagaimana Sehun dan teman-temannya memperlakukan dirinya sungguh keterlaluan. Bulu kuduknya sedikit merinding ketika angin malam yang menyusup melalui jendela, sayup sayup ia membatin. Hari apa sekarang? Tanggal berapa? Bagaimana dengan kuliahnya? Serasa ingin meledak, alih-alih Dahye hanya terisak pelan dalam diamnya.

Firasatnya ingin segera berlari dari tempat ini, tapi kemana?

… … …

Suara jam dinding tua menggema memenuhi ruangan Dahye. Tepat sudah lima hari Sehun tak lagi menjenguknya— atau lebih tepatnya mengganggunya. Sedikit melegakan perasaan Dahye, tak lagi melihat wajah itu untuk sementara waktu.

#cklek

Bersamaan dengan suara pintu yang terbuka, tertampillah juga sosok gadis dengan nampan dikedua sisi tangannya. “Aku bawakan kau makan malam.” Hana meletakkan makan malam Dahye diaatas nakas.

Ia mendekat kearah Dahye yang sedang terisak disebelah tempat tidur. Hana membatin— apakah gadis ini tidak kedinginan duduk dibawah lantai seperti ini.

“Kenapa tak kau biarkan saja aku mati?”

Suara Dahye terdengar menyerah, putus asa. Membuat Hana harus lebih merasa prihatin pada gadis manusia ini. “Sehun tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Dahye tersenyum miring, “Apa kau bilang? Bahkan dialah yang sangat menginginkan penderitaanku, melihatku— mati didepan matanya sendiri.”

Hana menghembuskan napas berat, “Tidak— Dahye. Yang ku tahu Sehun malah sangat menginginkanmu, makanya dia sendiri yang membawamu kemari. Sehun menyayangimu— percayalah, dengan caranya sendiri.”

Entah mengapa suasana terasa lebih canggung dari sebelumnya.

“Tinggalkan aku sendiri.”

Tak butuh waktu lama, Hana segera pergi dari ruangan itu.

***

There’s a song that inside of my soul

It’s the one that I’ve tried to write over and over again

Dahye menatap bayangannya sendiri pada cermin besar yang terletak didalam lemari. Gaun hitam selutut, tatanan rambut yang dicurly bagian bawahnya, dan sepatu boots delapan centi. Ia membatin, inikah Dahye? Si gadis lugu itu benar-benar sudah tak lagi ada.

“Kau terlihat bagus.”

Suara itu— entah mengapa Dahye serasa merindukannya. Terlepas dari seberapa kejamnya Sehun memperlakukannya, lelaki itu terlihat sempurna dari sisi paras.

“Hari ini aku akan memperkenalkanmu pada keluargaku. Kurasa sudah cukup selama ini kita bermain-main.” Apa yang dimaksudkan lelaki ini dengan main-main? Menyiksa dirinya?

“Kurasa kau sudah dapat beradaptasi ditempat ini, jadi kupikir apa salahnya.”

“Tidak Sehun— mereka akan—

“Tidak akan. Aku yang akan menjamin keselamatanmu.” Sehun menyentuh pundak Dahye lalu turun hingga ia dapat menggenggam jemari Dahye.

Dahye yang merasakan Sehun sedang menggenggam tangannya pun merinding, lantaran merasakan bagaimana dinginnya tangan lelaki itu.

Melewati koridor-koridor dan tangga mainson itu, Dahye hanya diam bergeming. Ia merasa telah kalah— tak ada gunanya melawan Sehun di wilayahnya sendiri. Hal terbodoh yang pernah ia lakukan adalah merasa bahwa ia dapat mengalahkan Sehun dengan kekuatan lemahnya.

Suhu udara sore itu cukup dingin, layakya di Seoul pada awal Desember. Dengan langkah serampangan Sehun membawanya, sedikit kesulitan karena langkahnya harus mengimbangi langkah besar milik Sehun. Beberapa orang yang melihat adanya Sehun, tak tunggu aba-aba langsung member hormat kepada anak tertua mereka.

Hingga mereka tiba disebuah bangunan yang hampir sama dengan mainson yang ditempati Dahye, yang membedakan adalah banyaknya penjaga yang berada ditempat ini.

“Ini rumah kerajaan, rumahku.”

.

.

Wajah datar dan rahang tegas itu sangat mirip dengan Sehun. Kini Dahye paham darimana Sehun mendapat wajah itu.

“Kau membawa siapa, Sehun?”

“Dia— kekasihku aboeji.”

Dahye hampir saja berteriak dan memukul lelaki disebelahnya ini jika Sehun tidak sesegera mungkin meremas tangan Dahye, bermaksud untuk membuatnya diam.

“Bukan dari kerajaan manapun, keluarganya sudah tidak ada. Tapi aku menyayanginya.”

Tatapan mata ayah Sehun seolah mencoba untuk membunuh Dahye saat itu juga. Sangat kentara dari tatapan itu— mengisyaratkan ketidaksukaannya kepada Dahye.

“Kenapa kau bawa seorang rakyat jelata untuk mememuiku, hah?!!”

“Dia bukanlah gadis biasa aboeji, dia dapat membantuku— biarkan aku memilikinya.”

Sehun membungkuk disusul dengan Dahye. Dan mereka melangkahkan kaki dari tempat itu. Satu pertanyaan mengganjal dipikiran Dahye, mengapa Sehun melakukan ini?

Lelaki itu bagaikan puzzle, selalu rumit dan sulit ditebak.

.

***

‘kau pantas untuk mati Dahye.’

‘kau yang membunuhku— kau membiarkanku tenggelam sedangkan kau selamat’

‘mengancam putera dewa adalah memohon untuk mati’

Selamat dating di neraka Dahye’

Sontak mata itu terbuka, keringat keluar dari pelipisnya, tubuhnya bergetar. Mimpi itu lagi— potongan-potongan kisah hidup Dahye, kesalahannya.

#cklek

“Mimpi buruk hm?”

Sejak kapan—

“Aku akan menemanimu sampai kau terlelap.” Lelaki itu berbeda, ada apa dengan Sehun seharian ini?

Dahya hanya mengangguk sedikit menanggapinya. Tak butuh waktu lama gadis itu telah terpejam. Namun tak benar-benar terpejam.

Dapat ia rasakan tangan Sehun tengah bermain-main dipuncak kepalanya. Mengelusnya lembut.

“Forgive me, forgive me Dahye.”

“Untuk apa?” betapa terkejutnya Sehun tatkala Dahye membuka kembali matanya, menatap lurus kearah sosok lelaki yang sedang duduk menghadapnya.

“Untuk segalanya.” Sehun bergerak mendekat dan menempelkan bibirnya telak dibibir Dahye. Mengecupnya lembut.

Tak kuasa Dahye untuk segera memejamkan matanya dan menerima pasrah bibir hangat Sehun.

.

.

-TBC-

Ini yang kemarin nanyain ‘romance’ dari FF ini yaa.. sebenernya selama ini Sehun tuh sayang sama Dahye, tapi dengan cara dia sendiri.

Kok perasaan aku FF ini makin absurd ya?? Review jusseyoo..

-morshek96

Iklan

36 pemikiran pada “The Soul [Chapter 6]

  1. Ping-balik: The Soul [Chapter 7] | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: The Soul [Chapter 8] | EXO FanFiction Indonesia

  3. yuniel

    Keren. Apa maksud sebenarnya sehun sih. Dia benar2 cinta gak sih sama dahye? Kalo cinta sama dahye, kenapa coba dahye disiksa? Gak ngerti deh. Tapi gpp, ttp keren kok. Keep writing~

    Suka

  4. sabrinadya12

    “Sehun menyayangi dahye dengan caranya sendiri” dengan cara nyiksa dahye perlahan, ato dahye di siksa buat beradap tasi, uwah, imajinasiku ningkat satu tangga, hahaha. Makasih ffnya^^

    Suka

  5. Ata

    Cuwit cuwit…. dahye hehehe
    oh jdi slama ini sehun suka ma dahye,tp kok gtu amat yak caranya ke dahye,smpek dahye ngerasa pngen mati aja gtu hehehe
    but yey trnyata sehun sbnrnya sayang ma dahye walaupun dgn cranya sndiri

    Suka

  6. Baby Tippa

    huaaa finally sehun bisa lembut juga mau dong *plak hahaha. etapi kakanya panjangin dong ceritanya biar bisa greget greget gmn gt yg ini aja gregetan bgt hahhahaha

    Suka

  7. dinda

    Jadii ini si daehye udah baikan lagii sama si sehun?? Kok di akuin jadi kekasih nya sehun?? Waahh jangan jangan si sehun udah mulai suka sama si daehye lagii hahaha tapii untung lah si daehye udah enggak si siksa siksa lagii

    Suka

  8. Aff

    Kok malah ngakak pas sehun bilang “dia… kekasihku abeoji” wkwkw:’v /maapkeun aku sehun/
    gila sehun cocwit bat T^T jadi terharu dahye udah nggak disiksa lagi :”) caranya sehun mencintai dahye aneh tapi keren:’v

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s