The Soul [Chapter 1]

the-soul-by-morschek96_1

Tittle : The Soul

Author : morschek96

Horror || Misterry || Fluff || General

Cast : Oh Sehun, Choi Da Hye , Lu Han

Add Cast : Lay, Kai, Chanyeol, Hana (OC), Others.

Cr. Poster by missfishyjazz @ArtFantasy

Warning! Pastikan para reader memiliki imajinasi yg cukup tinggi untuk membaca FF ini. Jika tidak, bisa saya pastikan kalian akan bingung di tengah jalan.

 

[take your soul]

***

Terbangun dari tidur ketika dengan tak sengaja merasa taxi yang ditumpanginya telah mengerem pelan pertanda ia telah sampai di tempat tujuan. Dengan dibantu supir taxi tersebut Dahye menurunkan koper dan barang-barangnya yang lain.

Ia mengembarakan pandangannya dengan disambut oleh sebuah rumah yang terlihat tua juga usang. Apakah Department Pemindahan setega ini kepada gadis berusia 18 tahun yang ingin membeli rumah di kawasan Seoul dengan harga murah? Sebuah rumah macam inilah yang ia dapat.

Ketika ia membuka pagar besi itu suara guntur dan petir datang berebutan. Jantungnya berdetak tak karuan ketika guntur itu sekali lagi menyapanya seolah mengucapkan selamat datang. Bulu kuduknya kian berdiri ketika ia merasa sesuatu yang dingin sedang bernapas di belakangnya. Segera memalingkan badan, namun yang ia dapatkan hanya kegelapan hening yang tak berarti.

Siapapun yang baru saja berada disana, tidak, tidak ada siapapun disana. Kalau ada pasti saat ini Dahye sudah melihatnya.

Dahye memasuki rumah barunya tersebut, ia akan tinggal disini untuk sekarang sampai 4 tahun mendatang. Karena ia berkuliah di Seoul dan memaksanya harus menetap disini juga. Gelap. Sebuah suara tawa yang sangat keras terdengar melalui media angin yang dingin menusuk tubuhnya.

“Tick tock, waktumu sudah habis.” Suara itu berbisik membuat tubuhnya bergetar. Kalimat itu terdengar sangat dingin ketika ia mencoba mencari tahu siapa orang itu.

Namun lagi tak ada siapapun. Dahye memutuskan untuk menyalakan lampu agar ia dapat melihat dengan lebih jelas. Yang terlihat disana hanyalah perabotan rumah biasa yang ditutupi plastik bening, mungkin karena terlalu lama ditinggalkan, agar tidak rusak ataupun sedikitnya terkena debu.

.

.

.

_oOo_

Setelah mendengar seseorang memencet bell rumahnya, Dahye segera turun ke lantai bawah. Ia membuka pintu dan disanalah berada seorang lelaki memakai seragam kerja memberikan sebuah map dan kunci mobil padanya.

Tak disangka mobil pesanannya telah diantar secepat ini.

“Gomawo.” Ia membungkuk sekali dan dibalas oleh si lelaki tersebut.

Pukul 8 pagi, sudah saatnya ia pergi ke kampus. Tak ingin membelot di hari pertama. Pagi ini cukup tenang, hal pertama yang ia lakukan tadi pagi adalah mengecek semua lampu di rumah tersebut. Dan hasilnya cukup baik, semuanya menyala.

Ia bergegas berangkat dengan mobil BMW putih barunya. Dan tiba di tempat tujuan dengan selamat. Hari ini hanyalah perkenalan dan dapat memulai pelajaran minggu depan. Cukup sulit untuk mendapat teman di Seoul. Karena kebanyakan orangnya sangat bersikap perfeksionis dan individualis. Berbeda dengan teman-temannya waktu di Busan.

***

Dahye membawa belanjaan dan tasnya secara bersama, sedikit kerepotan karena barang belanjaannya sangatlah benyak dimulai dari makanan, susu, alat mandi, dll. Meletakkan semuanya diatas meja dapur dan mulai menata satu per satu.

Diluar hujan dengan derasnya sedang turun kian membasahi pekarangan rumah. Guntur kembali menggelegar sekali lagi ketika ia telah selesai dengan pekerjaannya dan memutuskan untuk ke ruang tengah.

Sesuatu mengagetkan Dahye dan pikirannya ketika melihat sesosok yang tengah berdiri menghadap jendela di ruangan tersebut. Kepalanya terasa tercekat sesuatu dengan tiba-tiba, terasa berat namun ia dengan cepat menggelengkan kepala dan tetap fokus menghadap sosok tersebut. Tinggi, memakai setelan tuxedo hitam, dan terlihat muda, mungkin tak jauh berbeda usia darinya.

“Dan lihat, siapa yang kita punya di sini.” Suara yang sama sekali tak terdengar familiar berasal dari sisi belakang Dahye, dan dengan cepat ia menghadap ke sumber suara tersebut. Mungkin lebih tua dari lelaki yang satunya. Pakaian yang dikenakannya pun mirip dengan yang dipakai lelaki sebelumnya.

Dahye membuka mulut, hendak berucap sesuatu namun yang ada hanyalah udara kosong yang dapat keluar tanpa suatu nada apapun. Ia diam terpaku melihat dua lelaki tampan yang kini memandang intens kearahnya. Dapat pula ia lihat dimasing-masing leher lelaki itu terdapat sebuah tattoo seperti simbol, atau entahlah.

“Sehun kau tahu pekerjaanmu hanyalah mengambil jiwa seseorang untuk dibawa ke tempat kita, bukan?” ia berujar kepada yang satunya.

“S-Sehun?” Dahye bergumam sambil memperhatikan dua lelaki asing yang berada dihadapannya. Lelaki yang dimaksud tetap memasang wajah datar, dingin, dan kosong seperti sebelum-sebelumnya.

“Ini hanyalah jalan menuju sesuatu yang lebih menyenangkan Luhan.” Orang yang Dahye asumsikan bernama Sehun mulai membuka suara, membiarkan playful smirk terpatri dibibirnya yang semerah darah. Matanya berkilat layaknya sinar yang berasal dari kilatan hujan diluar. Kulitnya yang terlalu pucat untuk ukuran manusia normal.

“Jangan mengundang orang yang lemah seperti gadis ini, kau tahu peraturannya Sehun.” Lelaki yang satunya menjawab dengan lebih serius juga wajahnya yang terlihat mengisyaratkan bahaya dari yang sebelumnya. Luhan adalah sang leader yang tengah mengingatkan anggotanya, baginya kini Sehun layaknya anak kecil yang dengan cerobohnya bermain ini itu ketika tak ada orang dewasa yang mengawasi.

Kini Sehun tengah memprotes dengan bahasa asing yang tak dapat Dahye pahami. Luhan terlihat berpikir, lalu berjalan mendekat ke arah Dahye, melihat ke iris coklat gadis tersebut, Luhan terbelak. Ia nampak sedikit— kagum.

Luhan melihat kearah Sehun sekilas lalu menghilang pergi dengan tiba-tiba, layaknya hantu. Kini Sehun yang berjalan mendekat ke arah Dahye, Dahye merasakan sesuatu yang aneh menjalari tubuhnya, namun tak terjadi cukup lama karena Sehun hanya berjalan lurus melewatinya.

“Tebak sekarang, kesenanganku berakhir.” Suaranya dingin dan menyeramkan memekakkan telinga, ia menatap lantai frustasi sebelum berbalik menatap Dahye kembali. Dahye melangkah satu kali kebelakang ketika Sehun lebih mendekat kearahnya. Namun Sehun hanya memasang smirk, mata yang semula bewarna merah pekat kini telah berubah menjadi coklat caramel.

Dahye kembali melihat tattoo yang berada di leher Sehun dengan jarak sedekat ini. Simbol itu terlihat menarik, seperti terhipnotis Dahye sedari tadi hanya melihat kearah tersebut, kini jarak mereka hanya terpaut beberapa centi ketika Dahye menyadari semuanya.

Ia melihat Sehun dengan sangat lembut menarik sudut bibirnya menjadi sebuah senyuman. Sehun mengerang kesakitan ketika dengan tangannya sendiri ia menyentuh tattoo tersebut, kini Dahye tahu, pasti ada sebuah alasan mengapa tattoo tersebut dibuat.

Semakin penasaran, Dahye mengangkat tangannya dan bergerak untuk menyentuh leher lelaki tersebut. Dengan sedikit bergetar ia tetap melanjutkan kegiatannya, hingga Dahye melihat Sehun dengan tatapannya seolah mengisyaratkan untuk tidak meyentuh dirinya. Namun ucapannya terlalu lambat, hingga kini jemari Dahye telah menyentuh kulit dingin milik Sehun.

Dahye melihat kearah Sehun dengan datar sebelum lelaki itu menyingkirkan tangan Dahye dari tubuhnya, dan entah mengapa mata Dahye menjadi sedikit kabur. Setiap detiknya terasa bahwa tubuhnya semakin terasa berat, dan pijakan kakinya melemah. Tetap memaksa matanya terbuka namun sia-sia, Dahye telah terpejam.

***

Ketika Dahye membuka mata, ia telah disambut dengan pemandangan yang cukup familiar, kamarnya sendiri. Hingga ia merasa sosok tinggi memakai setelan gelap berjalan mendekat, memasang smirk berbahaya di bibirnya seraya menepis jarak diantara keduanya.

Dahye berani bersumpah suasana saat ini terasa sangat aneh baginya, lelaki ini memiliki aura menyeramkan pada mata dan symbol tattoo itu kembali menyita perhatian Dahye. Ketika Dahye melihat kedua mata Sehun, layaknya ia dapat melihat bayangannya sendiri yang terlihat gugup terpantul bagaikan cermin yang terletak dikedua bola mata tersebut.

“Dahye, kan?” Nama Dahye keluar dari bibir merah itu lembut, terdengat polos. Namun dia bukanlah orang baik, Dahye yakin itu. Ingin segera melarikan diri dari sini namun ia rasa itu mustahil. Ia juga ingin tahu bagaimana lelaki ini bisa mengenalnya, dan siapa sebenarnya lelaki ini. Dahye ingin membuka suara namun, lidahnya terasa kelu untuk berucap.

“Aku dapat merasakan bahwa kaulah orangnya.” Sehun menarik Dahye agar berdiri sejajar dengan dirinya. Mengelus pipi gadis itu pelan, ia tetap melihat ke manic mata Dahye.

“Apakah kau ingin tahu siapa aku sebenarnya?” dia kembali bergumam sambil terus mengelus pipi Dahye, sangat lembut namun juga terasa dingin yang kian menusuk permukaan wajah Dahye. “Tunggu sampai kau tahu apa yang kupunya untukmu dan ikuti aku, aku akan menunggu.” Ucapnya sebelum menjauhkan jemarinya dan merogoh saku tuxedonya. Sebuah kotak kecil berwarna hitam, terlihat sederhana juga terdapat symbol yang sama seperti tattoo di lehernya. Angin berputar, atau apalah.

Secara otomatis Dahye menerima kotak tersebut, Dahye melihat senyuman licik nan mengerikan milik Sehun sebelum benda kubus tersebut pindah ke tangannya. Membuka dan terkejut tatkala melihat beberapa butir pil, Dahye melihat lelaki misterius yang memberinya hadiah ini, terlihat tenang hingga ia kembali berucap, “Come with me, runaway from here.” Suaranya kalut bersama udara, yang terdengar hanya seperti sebuah bisikan. Kalimat yang konyol, namun tubuh Dahye bereaksi sebaliknya.

Tangannya terarah untuk mengambil satu pil tersebut, diluar kendali. Dahye menutup matanya dan memasukkan pil tersebut kedalam mulutnya. Pahit menjalari setiap bagian lidah gadis tersebut, namun tak begitu terasa setelah ia dengan susah payah menelannya.

“Terima kasih telah menjual nyawamu padaku.”

Dahye melihat kearah Sehun ketika ketakutan hinggap di kepala dan benaknya. Ia berusaha untuk menuntahkan kembali pil tersebut, namun tak ada gunanya. Sudah tertelan. Dahye melihat lelaki itu dengan matanya yang terbelak, mencoba untuk setidaknya memberi kata umpatan kasar pada lelaki ini. Namun kegelapan telah menjalari pengelihatannya, badannya terasa panas, juga darah yang mengalir ditubuhnya terasa mendidih.

Ia yakin ini adalah efek dari obat sialan itu. Dahye ingin berteriak, menjerit sekencang yang ia bisa namun kerongkongannya tak berkata demikian. Mulai terasa lemas menjalari tubuhnya, limbung. Tangannya meraih sesuatu yang tengah menopang tubuhnya, sesuatu yang dingin. Hal terakhir yang dapat ia lihat adalah senyum kemenangan milik Sehun, yang semakin membakar emosinya. Dan terpejam.

“Aku akan membawamu ke neraka bersamaku Choi Dahye.”

Dahye dapat melihat gambaran aneh yang terlintas di kepalanya, terasa tidak terlalu familiar, gelombang besar nan menyakitkan, semuanya terasa tak dapat di diskripsikan. Ia yakin ia telah melakukan yang terbaik, ketika secara tiba-tiba getaran ekstrim menjalari tubuhnya yang terdengar seperti teriakan seseorang. Terdengar samar, mungkin letakknya yang jauh, seperti suara perempuan. Dan ada beberapa alasan pula hingga Dahye dapat mengatakan bahwa suara itu adalah teriakan kesakitannya.

Kegelapan telah mutlak mengambil tubuhnya sesegera ia tak sadarkan diri.

 

.

.

.

-TO BE CONTINUE-

PENTING!

Untuk Chapter-chapter kedepan, tolong kalian bayangkan latarnya adalah Kota Seoul pada tahun 1940, semuanya terasa kuno. Ini untuk memudahkan reader membayangkan suasananya ya.

images

Dan, ini adalah FF horror pertama aku, hehe gimana? Bingung? Tungguin next chapter ya biar penasarannya terjawab. Jangan lupa kasih comment di bawah karena saya SANGAT BENCI SIDER! Semakin banyak tanggapan semakin cepat updatenya.

Thx

Iklan

67 thoughts on “The Soul [Chapter 1]

  1. Kok dahye mau aja sih disuruh sehun.. Sehun sbenarnya siapa?? Aaa penasaran
    Ini beneran cerita horor? Hihi bakal seru kayanya.
    Ditunggu chap 2 nya 🙂

    Suka

  2. itu kenapa sehun jahat sama dahye?kan kasihan dahye nya..

    jdi penasaran liat chap selanjutnya,semoga aja udah di next
    keep writing thor 🙂

    Suka

  3. sehun itu di sini apa thor ?
    jual ? jual nyawa ? mksudnya ? huuuffff ngga ngarti ,jadi penasaran .
    tp bgus thor ff-nya .
    misi thor ,mau ke chapter sebelah . 🙂
    *ngilang bareng bangKai 😀

    Suka

  4. Ping-balik: The Soul [Chapter 6] | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping-balik: The Soul [Chapter 7] | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: The Soul [Chapter 8] | EXO FanFiction Indonesia

  7. lah kok sehun sam luhan jahatsih? mereka tau dahye darimana?
    masih bingung nih myanne ceritanya masih rancu. terus maksud tattoonya itu apaan? apa jangan2 tattoonya ada kekuatannya?

    Suka

  8. heiii efek misteri’y kuat bgt ya..

    aq berakhir di wp km krn ff player yg aq baca dr SAY, hehe ga nyesel jg bs tau wp ini krn aq jd pny wp lain yg pny cerita bagus & menarik.

    salam kenal, fighting!!

    Suka

  9. heiii efek misteri’y kuat bgt ya..

    aq berakhir di wp km krn ff player yg aq baca dr SAY, hehe ga nyesel jg bs tau wp ini krn aq jd pny wp lain yg pny cerita bagus & menarik.

    salam kenal, fighting!!

    ;-);-)

    Suka

  10. Udah lama nggak ke blog ini huhuhuu T^T
    suka banget sama genre horror gitu:v tapi sayangnya jarang nemuin ff yang genrenya horror-,-
    beneran deh, baca ini perlu pelan-pelan banget:v tapi feelnya dapet, mau lanjut chap selanjutnyaa:’v

    Suka

  11. agak sedikit bingung sih soalnya masih chapter 1
    luhan sama sehun itu iblis kali yah
    ya ampun Dahye . kasian banget sih baru ajah tiba diseol udah dihantuin

    Suka

  12. ya Ampun athornim aq butuh konsentrasi kuat untuk menggambarkan situasi dan kondisi cerita , keren ..fantasy nya bagus walau pun awal nya ngejelimet ngebayangin nya hehe next chapter☺😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s