White “secrets” Little Scandal [Chapter 5]

white

Author : morschek96

Tittle : White “secrets” Little Scandal

Genre : Drama, Life, Psychology

Cast:

Han Sora, Kim Jong In, Oh Sehun

Others.

Previous : 1234

[lay my head back down]

***

__

Kim Jong In, berhari-hari sudah pikirannya terbayangi oleh si pemilik nama tersebut. Apakah karena dia mempunyai uang dan kekuasaan ayahnya jadi ia dapat melakukan apa saja yang ia mau?

Membunuh?

Apa Sora tidak salah dengar? Sampai detik ini pun ia tak akan percaya jika Jonginlah yang melakukan hal itu. Pada siapapun, Jiae, si kapten basket, juga dua sunbae kemarin. Ia tidak akan percaya.

“Aku hanya ingin kau aman. Tidak ada maksud lain untukku melarang kau berurusan dengan Jongin.” Sehun berdesis pelan kepada gadis yang kini telah menunduk dalam akan ucapannya.

Kini hanya anggukan lemah yang dapat Sora lakukan. Well, sebaiknya ia berpikir ulang sebelum berdekatan dengan Jongin. Karena lelaki itu sedikit.. berbahaya. Sudah seharian ini setelah kejadian tabrak lari itu Sora sama sekali tidak berhubungan dengan Jongin, ketika tak sengaja bertemu pandang atau berpapasan pun ia dengan berat hati harus mengacuhkan keberadaan Jongin. Ini demi kebaikanmu Han Sora.

***

Sora melangkah menuju halte tempat biasa ia menunggu jemputan. Baru beberapa langkah, akhirnya ia pun berhenti. Teringat kalau biasanya Jongin juga menunggu disana. Sedikit berpikir, bagaimana kalau ia harus bertemu dengan Jongin di tempat itu? Namun tak ada tempat lain yang sekiranya dekat untuknya duduk menunggu Kris.

Mungkin tak apa lah, ia bisa pura-pura sibuk dan tidak menghiraukan keberadaan Jongin. Dengan segera ia berjalan mendekat dan duduk di tempat biasa ia menunggu.

1 menit

2 menit

5 menit

Keadaan masih sepi, Sora mengambil smartphone yang berada didalam tasnya guna mengurangi kebosanan. Sedikit mengutak-atik social media SNSnya namun tak ada setidaknya satu pemberitahuan yang masuk.

Kegiatannya sempat terhenti tatkala melihat sepasang kaki yang tengah berdiri dihadapannya. Well, nampaknya tak begitu asing bagi Sora. Dan benar saja ketika ia menorehkan pandangannya keatas, dengan susah payah ia menelan salivanya sendiri. Kim Jong In

Terlihat tak seperti biasanya, pandangannya tetap datar dan tajam namun, wajah lelaki itu sedikit lecet di bagian pelipis dengan dilapisi sebuah plester. Sora tetap diam tak bergeming memandang lelaki itu, takut-takut membuat suatu kesalahan.

“Hanya perasaanku saja atau kau memang menjauhiku?”

Satu teguk lagi, Sora sedikit mengerjapkan matanya lalu melempar pandangan kearah samping. Jujur saja ia sedikit risih jika dipandangi seintens itu. “A-aku tidak menjauhimu. Siapa bilang.” ujarnya pelan.

Jongin tak menjawab, ia berdecih pelan namun masih dapat didengar oleh Sora. Layaknya Sora memang tak ada bakat untuk menjadi pemain drama. Dapat dirasakan kini Jongin menempatkan posisinya duduk tepat disebelah Sora.

“Apa yang membuatmu menjauhiku?” ujarnya lagi, nampaknya belum terlalu yakin akan jawaban Sora sebelumnya. Namun intuisinya memang benar, Sora tadi berbohong padanya.

Kini pandangan Sora tertuju pada Jongin yang telah menatapnya lekat. Ia memperhatikan luka-luka yang terdapat pada wajah lelaki dihadapannya dengan pandangan sayu. “Ada apa dengan wajahmu?”

Sungguh menjengkelkan, batin Jongin. Gadis ini tak menjawab pertanyaannya namun malah balik bertanya dengan topic lain. “Aku terjatuh dari motor kemarin.”

“Apa tidak sakit?” ini pertanyaan bodoh Han Sora. Orang yang mempunyai IQ tak sampai 100 pun tahu bahwa tidak ada luka yang tak sakit.

“Sudah tidak,” Jongin menjawab pelan. “sekarang giliranku bertanya, mengapa kau menjauhiku?”

Sora segera mengalihkan pandangannya, bingung harus menjawab apa. Karena tidak mungkin secara terang-terangan ia berkata kalau tidak ingin berurusan dengan Jongin lantaran takut.

“Kau percaya semua gossip tentangku?” Jongin masih setia menatap kearah Sora yang kini terlihat tak nyaman. “Sudah banyak gossip yang beredar tentangku tapi percayalah, tak ada satupun yang benar.”

Memang seperti itulah pendapat Sora sejak awal, namun ada banyak factor pula yang menyebabkannya berbalik mempercayai semua gossip itu.

Entah memang hari baiknya atau apa, disaat ia bingung harus menjawab mobil Masserati Kris telah tepat berada didepannya. Pertanda baik karena ia bisa kabur dari suasana tak mengenakkan ini.

.

.

.

***

Sudah lewat pukul 10 malam namun tak sedikitpun kantuk menyerang dirinya. Sora memakan snack yang berada digenggamannya seraya menonton acara televisie dengan damai. Sedikit menoleh kearah dapur ketika mendengar suara pintu lemari es yang terbuka. Siapa lagi kalau bukan Kris.

“Kenapa belum tidur hm?” Kris berjalan mendekat kearahnya dengan membawa sebotol air dan duduk bersebelahan dengannya.

“Aku belum mengantuk oppa.”

Tak sadar ketika sedari duduk tadi Kris telah dengan diam-diam mengambil snacknya. Mungkin Sora belum sadar karena terlalu focus pada acara televisie. Dan ketika ingin kembali memakan snacknya akhirnya Sora tersadar karena isinya yang hanya tinggal sedikit.

“Yaak! Oppa kau menghabiskan makananku eoh?!” Tanya Sora bersungut-sungut, karena jengah ini bukanlah kali pertama Kris dengan diam-diam menghabiskan makanannya.

“Ahaha lihatlah wajahmu jadi semakin jelek jika seperti itu.. Aigoo..” Kris tak henti-hentinya tertawa akibat ulahnya sendiri menjahili Sora. Dan Sora malah memasang wajah sebal.

“Hei tidak perlu sampai begitu. Besok oppa belikan lagi.”

Sora tetap diam sembari memperhatikan televisie, membuat Kris kembali terkekeh.

“Sora-ya, siapa lelaki yang berada di halte bersamamu tadi? Oppa lihat kau sering bersamanya eoh?”

Eung, lihatlah kini wajah Sora kian bersemu. Mati-matian menahan senyum agar ia tak kalah telak dari Kris, ia kan sedang marah, ingat?

“A-ani.. dia hanya temanku.” jawabnya dengan wajah datar yang dibuat-buat.

“Tapi kau sering bersamanya kan ketika menungguku?”

Sora mengangguk pelan sebagai jawaban. Lalu dengan cepat ia berdiri dan melangkah menuju kamar. “Aku sudah mulai mengantuk oppa, hoamm..”

Tak ingin terlalu dalam Kris mengorek hubungannya dengan Jongin, karena pasalnya ia pun masih ragu akan perasaannya sendiri. Ia yakin hatinya telah tertarik pada lelaki itu disaat pertama mereka bertemu, namun disisi lain ia harus waspada terhadap Jongin. Karena lelaki itu yah, bisa dibilang menyeramkan.

.

.

Mengapa kau terus menjauhiku?

Terus saja kalimat itu seakan terulang-ulang dikepalanya. Seolah mengancamnya akan kemungkinan terburuk yang dapat terjadi. Apa jadinya nanti jika ia tepat menjauhi pemuda itu?

Mungkin Sehun salah, mungkin Yerim salah, mereka hanya menusia biasa yang hanya bisa menebak-nebak. Entahlah, semuanya terasa abu-abu baginya. Tak ada yang benar. Bisakah seorang saja memberitahunya apa yang harus dilakukan saat ini.

***

Siang ini sangatlah melelahkan apalagi setelah pelajaran olahraga tadi sangat menguras tenaga. Ia sandarkan dirinya dibangku kantin sambil mengamati Yerim yang memakan jajangmyeonnya tanpa minat.

Ya benar. Tanpa minat.

Entah mengapa ia sangat malas untuk beraktifitas hari ini. Ada sesuatu yang sedang mengganjal dipikirannya. Dan semuanya sangat sulit untuk dipahami. Terlihat Sehun yang sedang berjalan kearahnya dengan senyum lebar bagaikan idiot.

Duduk disebelahnya dan tanpa izin langsung ikut meminum jus apelnya. Memang ini bukan yang peratma baginya, namun tetap saja ini sangat menjengkelkan. Kalau saja si cadel ini bukan temannya sejak kecil pasti Sora takkan segan untuk menendang kaki Sehun dan membuat lelaki itu kehilangan ketinggiannya. Tapi, itu hanya pemikiran bodoh seorang Han Sora.

“Sora-ya, kau mau menemaniku nanti malam?”

“Kemana?”

“Kita melihat teater, ada opera Jepang di gedung gymnasium Myeongdeong.”

“Entahlah Hun-ah.. Aku hanya kawatir kalau Kris oppa tidak mengizinanku.”

Sehun mulai menekuk wajahnya, sedikit merajuk akan penolakan Sora yang secara tidak langsung tadi. Merasa ada yang mulai berubah dari Sehun, Sora pun segera melanjutkan kalimatnya.

“Akan ku usahakan berbicara kepada Kris oppa Hun-ah.. kau tidak perlu seperti itu.”

***

From : Sora Han

“Hun-ah, maafkan aku. Kris oppa tidak memberiku izin keluar bersamamu malam ini. Eottokhaeyo?”

From : Se-Hun

“Hmm.. sudah kuduga, memangnya ada apa sampai ia tidak mengizinkan?”

Sora mulai terlihat murung, lantaran ia sangat jarang keluar untuk sekedar jalan-jalan selama menginjakkan kaki di Seoul ini. Namun, yang Kris bilang tadi benar, kalau ia ada urusan sampai hari Sabtu. Jadi Sora hanya diizinkan keluar untuk hari Minggu saja.

From : Sora Han

“Kris oppa ada urusan. Jadi aku harus tetap berada dirumah sampai dia kembali”

 

Setelah melihat tak ada lagi balasan pesan dari Sehun, ia langsung membaringkan dirinya di ranjang lalu menyelimuti sebagian tubuhnya, padahal ini masih jam 8 petang, namun entah mengapa setelah penolakan keluar dari bibir Kris tadi seolah membuang seluruh semangatnya. Jadilah ia langsung mengambil ancang-ancang untuk tidur seperti ini. Membiarkan semua teka-teki ini sejenak berhenti, dengan memasuki alam mimpi dimana hanya dirinyalah yang menjadi si penulis scenario.

***

Seorang lelaki menyenderkan tubuhnya ke tiang lampu jalan. Petang ini 2 jam sebelum tengah malam, jalanan masih tergolong ramai jika bisa dikatakan karena ia hidup di kota sesibuk Seoul. Pandangannya tertoreh keatas, sedikit memutar ulang ingatannya ketika melihat berbagai rasi bintang dilangit.

Yang paling ia ingat dari semuanya adalah Capricorn, sama seperti zodiac bintangnya yang dilambangkan dengan kambing bertanduk. Ada juga yang mengatakan Kaprikornus, ia sangat mengingat semua detail yang pernah diceritakan Ibunya dulu sewaktu masih hidup.

Bahwa Capricorn adalah salah satu dari 88 rasi bintang modern, dan juga satu dari 48 rasi bintang yang didaftar oleh Ptolemy. Dalam rasi bintang modern, rasi ini dikelilingi oleh Akuila, Sagitarius, Mikroskopium, Piscis Austrinus dan Aquarius. Ia sangat hapal dengan bentuknya, jadi tak begitu sulit untuk menemukan rasinya di langit. Semua masih terekam jelas diingatannya.

Mengenang kembali Ibunya sangat menguras ketegaran batin. Sungguh. Namun semua itu seolah sirna ketika ia mengingat sesosok wanita yang dengan tiba-tiba masuk kedalam kehidupannya. Tanpa aba-aba merubah semua presepsinya secara perlahan. Han Sora.

Jongin kembali manampakkan senyum tipis yang bisa dibilang sangat jarang ia tampilkan. Masih dengan setia berdiri disana, dengan ditemani cahaya temaram dari lampu-lampu tinggi itu. Tak ada sedikitpun niatan untuk memasuki apartment yang berdiri mewah dibelakangnya. Namun senyum itu sedikit memudar tatkala merasakan perih dan nyeri dibagian pelipis kembali menyerang. Hasil dari terjatuh dari motor petang kemarin.

Han Sora, sebaiknya ia kembali menyambung hubungannya dengan gadis itu. Tak ingin diacuhkan tanpa alasan seperti ini. Pertanyaan yang Jongin ajukan tadi sore pun belum ada jawaban darinya. Ya, tak ada salahnya kembali memperbaiki hubungan keduanya sebelum semuanya semakin terlambat.

Lonceng gereja yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri pun berbunyi. Pada saat itu pula ia memutuskan untuk kembali memasuki apartmentnya, berjalan dan memasukkan kedua tangannya ke saku coat yang ia pakai, karena suhu udara yang terasa semakin dingin.

.

.

.

***

Entah mendapat dorongan dari mana, Jongin melangkahkan kakinya mendekat menuju tempat Sora. Dimana gadis itu sedang terfokus pada novel dan i-podnya yang ia pasangkan pada masing-masing telinga.

Merasa akan kehadiran seseorang, Sora segera menurunkan novel yang ia baca dari pandangannya. Ia menatap Jongin heran, tak biasanya. Namun ia hanya tersenyum tipis sebagai ucapan selamat datang. Dan Jongin dengan kikuk membalas senyumannya.

“A-aku hanya ingin meminta maaf kepadamu. Apapun salahku, namun jujur, aku tidak mengetahui apa kesalahanku padamu.”

Keterkejutan sangat terpatri diwajah Sora. Ini adalah kalimat terpanjang dari Jongin yang pernah ia dengar. Namun ia sendiri juga bingung harus merespon seperti apa. Ia dapat melihat ketulusan di kedua iris lelaki itu. Ketika seorang laki-laki tengah menatapmu dalam lewat kedua matanya dan ucapannya, disanalah kejujuran itu berada.

“Kau tidak perlu seperti ini Jongin-ah.” Sora tersenyum tipis sembari melepaskan kedua headsetnya. Keheningan mulai kembali beberapa saat sebelum Sora kembali tertawa sambil memukul ringan lengan Jongin, dan keduanya pun terkekeh dalam ketidakmengertian.

Mengapa semuanya menjadi serba salah? Mereka pun sama-sama menjawab tidak tahu. Jika dipikir-pikir lagi, kehidupan ini sangat simple. Aku menjawab karena kau bertanya, sesederhana itu. Namun terkadang manusia sendirilah yang mengubah teori itu menjadi terasa amat rumit oleh kelakuan-kelakuan dan presepsi mereka sendiri.

“Kau ingin pergi denganku Minggu petang?”

Oh apakah jongin barusaja mangajaknya pergi keluar?

“Hari Minggu? Ya.” Sora berseru senang lantaran mengingat ucapan Kris bahwa ia akan kembali hari Sabtu, jadi hari Minggu ia akan diizinkan keluar.

Yerim yang keluar kelas hendak mencari Sora pun dengan segera membatalkan niatnya. Apa ia tidak salah lihat? Baru kali ini ia melihat Jongin bercengkerama dengan orang lain. Dan orang itu adalah sahabatnya sendiri.

Secepat kilat Yerim membalikkan badannya lalu kembali memasuki ruang kelas. Tak ingin berurusan dengan Sora untuk urusan yang satu ini.

.

 

.

***

Jongin membawa paperbag berisi susu dan cokelat favotitenya yang ia beli dari toko paman Minseok, yang ia tahu ini adalah cabang toko dari Swiss. Rasa cokelat yang dimakan sebelum tidur adalah yang terbaik baginya, meskipun itu adalah kebiasaan buruk sebenarnya. Namun lelaki tan ini tak masalah dengan itu.

Ia memasang helm lalu menaiki duccati blacknya membelah jalanan kota Seoul. Sampai di persimpangan-persimpangan jalan yang tak terlalu ramai oleh kendaraan, ia pun lebih cepat melajukan motor sport itu. Sampai tak mengira akan sebuah mobil yang melewatinya dengan posisi sangat dekat dengannya.

Membuat Jongin limbung dan terjatuh ketanah. Beberapa kali terguling dijalanan hingga akhirnya ia berhenti dengan posisi yang sangat jauh dari dimana motornya tergeletak. Sial! Umpat Jongin pelan.

Ia sempat melihat kearah mobil tersebut, ia mengingat warna dan merk mobil itu. Namun tidak dengan platnya. Yang jelas terlihat adalah mobil yang terlihat rusuh dan body sudah tak bisa dikatakan rata lagi. Mungkin setelah beberapa kali mengalami kecelakaan dan tidak ada perbaikan yang dilakukan pemiliknya.

Juga sempat terekam diingatannya tentang siluet pengendara mobil itu jika dilihat dari belakang ditempatnya terjatuh tadi. Terasa sangat familiar. Namun siapa?

Ia tak pernah terlalu memperhatikan orang-orang disekitarnya. Wajar kalau ia tidak tahu.

Seminggu ini sudah dua kali ia mengalami insiden terjatuh dari motor. Tapi untuk yang kemarin ia tak terlalu mengingat mobil sang pelaku karena terjadi pada malam hari, namun untuk kali ini ia benar-benar mengingat mobil sang pelaku. Apakah mereka adalah orang yang sama? Entahlah.

Jongin berjalan terseok menuju duccatinya, terlihat lecet dibagian lampu depan.

.

.

.

-To Be Continue-

.

Jeeng.. jeeeng author balik lagi bawa chapter 5nya. J bagaimana? Jangan lupa kasih tanggapan seperti biasa ya..

Sebelumnya saya mau cuap-cuap dulu, karena kemarin ada comment reader yg sedikit `mengganggu` saya. Yang pertama saya mau tanya, FF ini boring yah? Gak ada feel? Apa gimana?

Yang kedua, kemarin ada reader yang tanya “di FF ini gk ada adegan romance ya?” , kali ini saya jawab secara personal, ADA. Kalau kalian peka sama keadaan para cast yg saya tulis, sebenernya antara Kai, Sora & Sehun itu terlibat cinta segitiga.

Tapi ya karena memang di plot masih dalam tahap berteman / PDKT, jadi yah adegannya masih segitu-gitu ajah. Kai suka sama Sora tapi karena dia anaknya kaku, dan gak tau harus ngapain, jadi ya memang kesannya cuek gitu, padahal dia sayang. Terus Sehun, dia juga sayang sama Sora, terbukti dari cara dia nunjukin perhatiannya, ngelindungin Sora dll.

Dan maaf kalo di chapter ini alurnya kecepetan. Soalnya aku emang lagi sibuk (BANGET) dan juga ngerasa kalo ada utang posting FF itu rasanya gk enak bgt. Jadilah hasilnya seperti ini hehe 😛

I think enough, that’s all from me. If you found many mistakes please don’t blame me (LOL). See you~

Iklan

88 thoughts on “White “secrets” Little Scandal [Chapter 5]

  1. omo omo! itu pasti sehun iya kan? kan?
    aduch pusing sendiri deh nii.. disatu sisii bilang iya tapi nanti kalau salah gimna? hehe 😀
    tau ach thor ditunggu aja lanjutannya

    Suka

  2. Ngga tau kenapa aku selalu nungguin nextnya FF ini… Kerenn banget thor!
    Aku curiga ke sehun (lagi) 🙂 hmm
    Lanjuut ya dan menurut aku ini ngga ngebosenin kok thor! Bagus

    Suka

  3. Tapi aku lebih suka sora-jongin.
    Aku jadi pengomentar pertama nih?
    Wiih.
    Masih dalam teka teki ya siapa dalang kejahatan dari semua ini ya thor?
    Tapi kalo menurutku sih ya sehun, walaupun belun ada clue kuat yang mengarah je dia.
    Ah sudahlah daripada pusing mikirnya mending author cepet cepet post chapter lanjutannya, aku gakuat lama lama nungguinnya😢😂😊

    Suka

  4. Yang mepet motor jongin prediksikuu itu sehun 😀 tapi itu prediksii 😀
    Aaahhh kenapa jongin dizholimi 😦 kan kasian 😦 msh penasaran sama sehun dan jongin
    Karakternya soraa di akunya ngefeel ^^
    Ini ngantung banget 😦
    Nexttnya di tunggu….. Semangat ^^

    Suka

  5. kok aku ngrasa yg nabrak jong in tuh sehun y
    aku sih penginnya sora sm jong in kayaknya merekaa saling suka gitu tp g peka sm perasaan sendiri
    d tunggu next chap nya thor penasaran bgt

    Suka

  6. cie sekarang udah ada kemajuan nie, ngajak kencan aduh duh jadi nggak sabar nih.

    sebenarnya itu sehun bukan sih kalau iya dia siapa dan mau apa sampe celakai orang gitu huhuhu
    kalau menurut aku pribadi sih nggak boring sama sekali tapi mungkin dia nganggep gitu karena ini belum sampe keklimak ceritanya kali ya tapi saya suka banget sama ni ff^^

    Suka

  7. okeeee chapter yg ini jauuuhhh lebih bagus daripada sebelum2nya. alurnya pas, karakter cueknya jongin juga dapet. good work, author! 🙂

    Suka

  8. tuhh kan nae udah tambah curiga,…
    jangan-jangan yang ngelakuin itu semua adalah sehun
    klo jong in rasa’y gak mungkin
    mungkin aja kan jong in jadi korban fitnah hehe 😀

    good work thor ^_^

    Suka

  9. Ada udang dibalik batu(?)… hohoho .. untuk kesekian kalinya aku curiga(lagi) sama Sehun.. sebenarnya berteman sama jongin nggak bawa bencana kokkk..kenapa mereka semua sensi banget yah sama jongin –“

    Suka

  10. yey, ada lagi sambungannya 😀
    semakin curiga ke sehun nih.. ayo sehun buruan ngaku, itu pasti kamu kan??
    kalo itu beneran sehun, jadi sehun gak suka ya siapa pun ngedeketin sora.. atau jangan2 sehun ada dendam nih sama jongin… wah semakin penasaran aja.. next ya thor, ditunggu ^^

    Suka

  11. aku makin curiga sama sehun.. Masa kalo ada msalah yg bersangkutan sama sora, pasti yg deket sama sora/buat masalah sama sora kecelakaan,, terus juga sehun suruh ngejauhin sora sama kai cuma karna dia anak mafia? Aku tunggu next chapnya thor, tapi lebih panjangan dikit thor:( hehehe.. Good!! Nice~^^

    Suka

  12. omo sora jgn trmkan omongan sehun..
    pliss jgn jauhin s kkamjong….

    ahhhh kaq aq mken ykin nie s shun plaku na..
    kn bsa j krna dy ud prnh d tnggalin orang yg d syank na, jdi dy kyk over gtw sma s sora, scra dy kyk na syank ma sora, ..
    jdi dy gk mw sora prgi dri dy,,
    so spa yg dket at jailin sora, mka shun bkl ngabisin ntu orang…
    hahhaha…

    Suka

  13. Eonni seperti nya itu sehun deh mgkn aja sehun jealous melihat Kai bersama dgn sora
    Bisa aja kan mantan sehun meninggal gara” selingkuh dengan kapten basket
    Pilihan hanya sehun Dan Kai

    Suka

  14. Ekhem si jongin udah mulai ada kemajuan nih tuk ngedeketin sora, ngajak kencan ciyeeeeeeeee
    Entah mengapa gue makin curiga ama sehun, pasti dia yg mencoba nyelakain jongin. Ck kasian ayanq jongin ku yg yg item2 pesek2 tapi berkarisma ,, kkkkk jadi inget nickname jongin waktu masih SMP Karisma wkwkwkwk 😂😂
    Next yaa

    Suka

  15. Wah jadi berharap sora jadian ama Jongin. Teka teki siapa dalang dibalik ini semua masih abu-abu yah..tapi kok aku mikirnya makin kesini makin curiga ama sehun..well its just my konklusi
    Ceritanya semakin menarik dan misterius..

    Suka

  16. Gak boring ko kak justru malah makin seru.
    Ciee yang udah baikan 😀 jong jangan kaku gitu dong sora kan udah gak jauhin oppa lagi 😀 mereka makin deket saja. Jong suka sama sora kan iya kan? Aku harap memang beneran suka…sebenarnya siapa yang sering nabrak jong itu? apa orang itu kenal sama jong?

    Di tunggu part selanjutnya kak^^^
    F I G H T I N G

    Suka

  17. Si sora mo diajak ngedate sama jongin naik duccati(gpp gue gpp serius😢) dasar ah si jongin snengnya ngrecokin pikiran hana. Lanjut ke chap 6 dulu ya

    Suka

  18. Hm. . Rada bingung krn aq blm bca chapt 4 ny,
    bls tweet qu ya unnie. . @KhykiExkai
    wah, part d sni kai oppa dah mlai brani dekatin sora. . Assa 🙂
    next.

    Suka

  19. ngga ngebosenin kook thoorr beneran deeh^^v aduuhh itu mobilnya dipake nabrak orang mulu kaliyaa:o siapa lg yg didlmnya huaaa *curigasamasehun lanjuutt~

    Suka

  20. kok aku lagi lagi curiga sama sehun, ya walaupun belum terlihat(?) siapa yg nabrak kai. tapi kai nya curiga orang yg menabraknya adalah orang yg sama. sora please, jangan kemakan omongan sehun buat jauhin kai karena dia anak seorang mafia.

    Suka

  21. Hai kakkk ku langsung baca chap 5 nya nih tanpa baca yg ke 4nya karena diprotect dan belum dibales:( semoga kakak cpt bales emailku yhaaa, btw ini ku penasaran gils sama kai yg sebenarnya💔💔💔

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s