Wondering How

Untitled-1 copy

Tittle : Wondering How (sequel of Just A Symphony)

Author : morschek96 (Anita Ray)

Genre : Brothership, Sad, Little Bit Romance

Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Kim Taehyung (BTS) & Jung Yura

Others.

***

[every second, every single time, spend it like my last dime]

 

Dunia ini begitu luas. Akan sangat mudah bagi seseorang untuk tenggelam dan tersesat didalamnya. Tapi bagaimanapun ikatan kakak beradik bahkan lebih dari sekedar darah dan tulang. Ia yakin itu.

Dulu rasanya mereka dapat menciptakan sinar mentari didalam sinar rembulan. Dapat membuat mendung kelabu pada langit yang biru. Meskipun mereka sadar itu takkan pernah mungkin terjadi. Namun hal-hal seperti itulah yang kini sedang mereka rindukan.

Still I wonder why it is.

I don’t argue like this with anyone, but you

We do it all the time

Blowin’ out my mind

Tepat setelah pertengkaran hebat yang terjadi bulan lalu, Taehyung tak lagi menampakkan dirinya dirumah. Namun Baekhyun sudah tahu kalau adiknya sekarang tinggal dirumah Jimin, teman baik adiknya. Berkali-kali Baekhyun membujuk Taehyung ketika mereka bertemu disekolah, namun tak ada tanggapan berarti yang ditunjukkan oleh Taehyung.

Meskipun itu bukanlah kali pertama bagi Baekhyun untuk diacuhkan adiknya, namun jujur saja perasaan sakit itu tetap ada. Apakah ia benar-benar telah menjadi kakak yang buruk bagi Taehyung? Namun jika ada kesempatan ia sungguh ingin mengatakan, maafkan aku.

Padahal saat itu adalah dimana sang ayah pulang ke Seoul untuk yang sekali dalam setahun. Sejenak meninggalkan orkestranya dan bercengkerama dengan keluarga. Hal-hal yang sangat sulit didapatkan mengingat pekerjaannya adalah seorang maestro kelas international.Tetapi Taehyung memilih untuk melewatkan kesempatan tersebut.

“apa yang kau lihat hah?” seorang lelaki bermata bulat menyenggol bahu Baekhyun ringan. Ia sedikit terganggu akan Baekhyun yang sedari tadi melamun dan melihat kearah— oh, rasanya ia tahu sekarang.

“a-ani Kyungsoo-ah. Ayo kita ke kelas, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi” Baekhyun menyeret lengan Kyungsoo agar mengikutinya berjalan menuju ruang kelas.

“kenapa tak kau katakan saja padanya Byun? Si anak ketertiban itu”

“apa maksudmu?” damn! Apa sangat kentara sekali apa yang baru saja ia lakukan tadi? Baekhyun mengedarkan pandangannya karena malu.

“ dia hobae kita kan? Jung Yura. Kenapa tidak kau katakan saja padanya kalau kau menyukainya? Aku sering melihat kalian bersama, dan kurasa ia juga menyukaimu”

Dapat Baekhyun rasakan pipinya mulai bersemu. Ia menunduk dalam selama perjalanan menuju kelas, memperhatikan lantai dan ujung sepatu. “menurutmu begitu? Apa aku harus menyatakannya?”

“ne, tentu saja. Aku akan sangat mendukungmu”

___

Seorang lelaki berlari tergopoh menuju gerbang sekolah yang dapat ia lihat dari kejauhan telah tertutup sempurna. Ia berjanji akan segera menyekik Jimin ketika bertemu dikelas nanti karena tidak membangunkannya, hingga jadilah ia terlambat seperti ini.

Sedikit membenahi dasi yang belum terikat sempurna. Lalu berdiri tepat didepan gerbang sekolah. “hei noona, izinkan aku masuk” ia berujar kepada siswa ketertiban yang sedang piket hari ini. Dan ketika menatap ke mata hazel seorang gadis yang berdiri didepannya ini rasanya dunia sejenak berhenti berputar. `yeoppo` ucapnya dalam hati.

“sepertinya kali ini hanya kau yang terlambat”

Ucapan gadis ini membuatnya tersadar ke dunia semula “Jung Yura-ssi, aku hanya terlambat tidak kurang dari 10 menit. Izinkan aku masuk ne?” ucapnya setelah melihat nametag gadis tersebut.

“kau harus melapor ke guru ketertiban lebih dulu, ikut aku” Yura membuka pagar baja yang semula terkunci sempurna. Ia berjalan mendahului Taehyung dengan tujuan agar mengikutinya ke ruang ketertiban.

“wah.. aku baru tahu ada gadis secantik dirimu di sekolah ini.” Taehyung tak henti-hentinya memberikan rayuan gagal pada Yura. Ya, benar gagal. Karena tak ada satupun ucapannya yang ditanggapi gadis tersebut. “kau berada ditingkat berapa Jung Yura-ssi?”

“kita satu angkatan Kim Taehyung-ssi, masuklah dan temui guru Kang. ia akan memberikanmu poin karena telah datang terlambat” Yura membalikkan badan cepat, kembali ke kelasnya karena tugas piket hari ini telah usai.

“ommo.. bahkan kau sudah mengetahui namaku sebelum aku memperkenalkan padamu. Apakah selama ini kau sudah membuntutiku eoh? Hei.. Jung Yura-sii.. kau dengar aku???” Taehyung sedikit menaikkan volume suaranya melihat Yura yang semakin berjalan menjauh darinya. Dan bodohnya Taehyung, gadis itu tahu namanya karena melihat nametag-nya seperti yang ia lakukan tadi . dasar

oOo

Dengan perlahan mentari mulai nampak bergerak dari posisinya. Pukul 16.02 Taehyung langsung menyambar tasnya lalu berjalan keluar ruang kelas. Tak mempedulikan Jimin yang sedari tadi menyebut-nyebut namanya. Merajuk, itulah yang Taehyung lakukan saat ini.

Ia berjalan menyusuri koridor-koridor panjang sekolah, menghentikan langkahnya mendadak ketika tak sengaja matanya menangkap sebuah objek disana. Perasaan itu masih sama seperti tadi pagi, kini ia tahu apa itu arti dari love at the first sight. Jung Yura, ia memperhatikan gadis itu dengan pandangan damai. Taehyung menarik tipis ujung bibirnya ketika melihat Yura sedang tertawa bersama teman-temannya.

Seperti perasaan yang tak dapat ia deskripsikan seperti apa lebih jelasnya. Hanya saja dengan melihat gadis itu tersenyum dapat membuatnya lebih mengerti apa itu hidup. Ketika semuanya terasa serba salah, seolah tanpa ada kebingungan lagi ketika melihat gadis itu.

Namun tak terjadi cukup lama. Ada seoranng lelaki yang datang menghampiri Yura dan merangkul gadis itu erat. Seketika tatapan Taehyung berubah benci, tangannya telah terkepal kuat menahan amarah.

`Baekhyun` ia berdesis pelan.

Tak bisakah kali ini saja dunia berpihak padanya? Kenapa selalu Baekhyun yang mendapat apa yang ia inginkan? Lamat-lamat membatin dalam hati, dimana ia dapat menemukan sebuah keadilan?

Setiap detik, setiap waktu. Selalu ia lakukan layaknya memang yang terakhir untuknya hidup di dunia. Melangkah dengan sepenuh hati, juga dengan sangat berhati-hati. Kembali menundukkan kepalanya, mengangkat pelan kedua telapak tangan lalu ia letakkan di depan dada. Terasa sangat sesak. Eomma

Tapi dengan segera ia menunjukkan smirk yang telah lama tak ia perlihatkan. Seperti tahu akan apa yang selanjutnya ia lakukan. Ia akan menunjukkan kepada kehidupan keparat ini seperti apa keadilan yang sebenarnya. Ia akan merebut Jung Yura dari Baekhyun.

oOo

“ini kemauan appa-mu Tae.. berhentilah bersikap seperti ini..!” kini sebuah teriakan yang keluar dari bibir lelaki paruh baya tersebut.

Baekhyun sejenak menghentikan kegiatan membaca buku biologinya. Sedikit terkejut mendengar suara ribut yang berasal dari lantai bawah. Dengan segera ia menapaki setiap anak tangga guna turun kebawah.

“aku tidak peduli dengan si tua bangka itu!! Biarkan aku pergi..!!” Taehyung hendak melangkah menuju pintu namun dengan segera ia urungkan meihat dua bodyguard berbadan besar yang telah membawanya kemari tengah berdiri diambang pintu.

Oh, ternyata si monster kecil sudah kembali. Baekhyun berujar dalam hati.

Taehyung membalikkan tubuhnya menghadap pamannya yang telah menatapnya horror. Bisa-bisanya seorang anak berkata seperti itu tentang ayahnya. Entah mengapa perasaan sesak kembali menguasai relung hati Taehyung ketika melihat sosok lelaki yang memperhatikannya tengah berdiri mematung dianak tangga ketiga.

Dengan perlahan Taehyung melangkah mendekat kearah Baekhyun. Sepertinya ia akan sedikit memanfaatkan keadaan ini.

“aku akan bersedia kembali kerumah asalkan— kau melepaskan Jung Yura untukku”

BLAMM!!

Layaknya tersambar petir di malam hari. Bagaimana bisa Taehyung mengenal Jung Yura? Dan dengan sangat licik mengancamnya dengan bahan gadis itu.

“kalau kau tak menjawab, aku anggap kau bersedia `hyung`.” Ujarnya dengan memberikan intonasi penekanan pada kata HYUNG.

Sedangkan paman dari keduanya membatin dalam hati, apa yang baru saja dikatakan Taehyung? Tentu saja ia tak dapat mendengarnya. Namun ia rasa bukan sesuatu yang baik, ketika melihat raut wajah Baekhyun yang berubah sendu ketika mendengar ucapan adiknya.

“baiklah paman.. aku akan kembali tinggal disini” ujar Taehyung dengan nada gembira yang dibuat-buat. Dengan segera ia melangkah menuju kamarnya yang berada dilantai dua.

Tapi mengapa harus Yura? Apa yang Taehyung lihat dari gadis itu sehingga adiknya dapat memilih Yura? Baekhyun membatin dalam hati, haruskah satu lagi hal berharganya harus dihancurkan oleh Taehyung?

Layaknya berbagai rintangan telah dengan setia menunggu Baekhyun dimasa mendatang. Satu lagi pertanyaan menyambut pikirannya, apakah benar tidak ada jalan keluar?

Apakah ini adalah saat dimana ia harus mengalah sebagai seorang kakak untuk Taehyung? Jika iya, akan dengan sangat siap ia melakukannya. Sebisa mungkin ia mengembalikan saat-saat layaknya mereka kecil dulu.

Untukmu akan ku tuliskan sebuah simponi.

Akan ku ceritakan seperti apa itu violin’.

Disetiap waktu yang bergulir layaknya aku harus memilih antara tenggelam atau tetap berenang.

 

Aku bersedia melakukannya untukmu.

Berlari beribu-ribu mill, hanya untuk menuju dimana tempatmu berada.

Melangkah dengan hati disetiap hentakanku.

 

.

.

-END-

 

 

Gimana? Aku datang lagi membawa FF sequel dari Just A Symphony yang ada beberapa dari kalian ada yang minta dibuatin sequel. J

Masih kependekan? Tambah GJ? Apa gimana? Huehehe authornya bingung sendiri.. BTW jangan lupa RCL. Kasih like atau comment yah meskipun cuma beberapa kata doank.

See you.. Contact : Twitter (@lovanita_) Line (lovanita)

Iklan

13 pemikiran pada “Wondering How

  1. yampun v kamu keterlaluan, saya nggak tau mau bilang apa tapi ni nyesek kasihan baekhyunnya. rasanya di dua belah pihak ada aja masalhnya.

    ada sequel lagi nggak kak??? berharap si ada hehehe^^

    Suka

  2. xoxolu

    Si kembar jadi gk akur gini 😀 apa baek bakalan ngelepas yura untuk adiknya eoh??
    Aaaaa,,,ini masih gantung kak, baek kan belom kasih jawaban nya.

    Keep writing^^

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s