White “secrets” Little Scandal [chapter 4]

Author : morschek96

Tittle : White “secrets” Little Scandal

Genre : Drama, Life, General, Psychology

Cast:

Han Sora, Kim Jong In, Oh Sehun

Others.

[the monster is back]

***

__

Mentari mulai menampakkan dirinya menyambut pagi hari ini, terasa hangat ketika cahayanya tepat mengenai kulit. Para pedestrian terlihat melalu-lalang di jalanan kota Seoul melakukan aktifitas masing-masing.

Sedangkan dua sosok manusia yang berada dalam mobil tersebut hanya saling diam. sepertinya Sora harus dapat pintar-pintar mencari alasan agar Yeriim tidak salah paham ketika ia dan Jongin terlihat turun dari mobil yang sama. Damn!

“Jongin-ah, setelah tiba disekolah nanti jangan berbicara macam-macam tentangku ne?”

“Memangnya siapa yang mau bertanya padaku?” jawabnya pelan tanpa menoleh pada sang lawan bicara.

Sial! Apakah Sora salah bicara lagi? Benar juga, lelaki ini tidak mempunyai teman satupun, apa yang harus ia khawatirkan?

“ehehe maaf” Sora tertawa hambar.

Mobil Alpart putih milik Jongin tiba didepan gerbang sekolah mereka, keduanya keluar dari samping pintu masing-masing. Tak ayal keduanya menjadi sorotan beberapa siswa yang melihat kebersamaan keduanya.

“aku duluan Jongin-ah” Sora segera melasat sebelum lebih banyak lagi siswa yang melihatnya turun satu mobil dengan Jongin. Tapi toh nanti juga mereka akan bertemu kembali, dasar Han Sora, ia dan Jongin kan satu kelas.

***

Setelah diperjalanan ia menerima pesan Yerim untuk menemuinya di perpustakaan, tanpa basa-basi lagi kedua tungkainya ia arahkan ketempat tujuan. Ia mendorong pintu masuk lalu sedikit memperhatikan keadaan perpustakaan di pagi hari ini, hanya ada penjaga perpus dan dua siswa yang sekiranya sedang piket.

Nyatanya Yerim belum datang, tapi untuk apa ia menyuruhnya untuk menunggu disini? Bukankah biasanya ia selalu berbicara apapun dengan Sora di ruang kelas?

Sepertinya akan membosankan jika ia hanya duduk mematung diruangan ini, maka tak ada salahnya jika ia sedikit berjalan-jalan, dan mungkin menemukan sesuatu yang menarik untuk dibaca. Sora menjelajahi tiap lorong-lorong yang ada diruangan tersebut, hingga tepat di bagian rak sastra. Sedikit menengadahkan pandangannya untuk melihat buku-buku yang terletak dibagian atas, hingga pandangannya menangkap buku dengan judul OLYMPUS. Ya, konon itu adalah tempat tinggal dewa-dewa Yunani kuno.

Dan mungkin ia harus sedikit berjinjit untuk mendapatkannya, tapi apakah letaknya yang terlalu tinggi atau dirinya yang terlalu pendek? Sora tidak dapat menjangkaunya.

Dan dengan sedikit ancang-ancang Sora bersiap untuk melompat.

1..

2..

3..

BRAKK!!

Namun buku-buku yang berada disebelah buku OLYMPUS yang berjatuhan mengenai kepalanya, dan buku yang hendak ia baca malah masih bertengger mulus ditempatnya.

Sial! Umpat Sora pelan.

Tak mempedulikan sekitarnya membuat Sora tidak sadar jika ada seseorang yang telah mengambilkan buku tersebut untuknya. Lelaki itu mengulurkan buku yang digenggamnya untuk Sora lalu tersenyum remeh.

“kau ini payah sekali” ujarnya sambil tertawa. Nampaknya ia sudah menahannya sejak tadi, terlihat pada wajahnya yang telah memerah menahan ledakan tawa.

“ya! Buku ini saja yang letaknya terlalu tinggi” elaknya sambil mengerucutkan bibir. Terlihat sangat lucu dan malah membuat Sehun lebih meningkatkan volume suaranya.

Lalu terlihat Sehun yang memperhatikannya dari ujung kaki ke kepala, dan membuat Sora sedikit kikuk. Apa yang sedang dilakukan pria Oh ini? Mengapa ia memperhatikannya se-intens itu?

“oh, aku baru sadar kalau kau ini pendek sekali. Sebenarnya kau ini manusia atau botol acar lobak?”

JDERR

Sudah cukup. Si cadel ini telah membuat darahnya naik di pagi hari. Tak segan-segan Sora mencubit bagian perut Sehun dan membuat lelaki itu meringis kesakitan.

“appoooo..!! sora-ya..”

“huh! Kau pantas mendapatkannya” lalu Sora berjalan menuju tempat baca, tak lagi mempedulikan Sehun yang ia tahu telah melangkah keluar dari ruang perpustakaan tersebut ketika Yerim datang lalu memberi isyarat pada Sehun untuk tak mengganggu.

“akan kuceritakan padamu” merasa suasana yang terlalu sepi, akhirnya Sora mulai membuka suara. Ada baiknya Yerim mengetahui kejadian sebenarnya.

“cepatlah” dan entah sejak kapan yerim telah menyiapkan telinga dengan menyelipkan rambut hitamnya dibelakang telinga kanannya.

“kemarin Kris oppa tidak bisa menjemputku, dan aku juga tidak bisa pulang kerumah.”

“ah, wae?”

“emm.. aku tak bisa menjelaskan padamu.” Ujarnya jujur. Memang Sora tidak boleh menjelaskan secara gamblang siapa dirinya terutama keluarganya. Terlalu banyak mata-mata musuh appanya yang membahayakan keadaannya.

“lalu Jongin menawariku untuk menginap ditempatnya”

“dan kau langsung menerima tawarannya??” terdengar ada nada tak suka yang terselip pada kalimat pengucapan Yerim.

“tentu saja. Memang apa yang bisa kulakukan? Tapi aku baik-baik saja kan? Tenang saja, Jongin tidak seburuk yang kau katakan.”

Mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Sora membuat Yerim harus mengulurkan tangannya lalu menempelkannya pada dahi Sora. Apa gadis ini baik-baik saja?

“aku tidak percaya pada kalimat yang baru saja kau ucapkan. Apa yang dilakukan Jongin padamu sampai bisa-bisanya kau berbicara seperti itu?”

“ya! Apa maksudmu hah??” dengan sedikit kasar Sora menyingkirkan tangan Yerim pada dahinya. “percayalah. Jongin tidak seburuk itu.”

Mungkin agak sulit meyakinkan sebagian orang jika Jongin memang tidak seburuk yang mereka pikirkan mengingat kelakuan Jongin di sekolah yang bisa dibilang anti-sosial. Sangat berbeda dengan Jongin yang semalam bersamanya. Apa lelaki itu punya dua kebribadian begitu?

.

.

.

***

“Sehun! Tolong Sora!!” Yerim berseru panik dihadapan pria bermarga Oh itu. Setidaknya usahanya berlari dari lantai satu ke lantai tiga kelas Sehun tidak sia-sia.

“ada apa?!”

“S-Sora.. dia koridor belakang bersama anak kelas 3. Aku bisa kabur tapi dia tidak” ujarnya sambil sedikit mengatur napas. Tak butuh waktu lama untuk menyadarkan Sehun apa yang sedang terjadi. Pasti senior nakal kelas 3 yang mengganggu adik kelas.

Keduanya berlari kalang-kabut menyusuri koridor dan tangga. Sedikit menajamkan pendengarannya tatkala sayup-sayup mendengar suara tangis.

Yerim dan Sehun menangkap basah dua lelaki yang memegangi kedua lengan Sora, dengan keadaan Sora yang meronta-ronta ingin dilepaskan. Salah satunya sudah membenamkan kepalanya dilekukan leher Sora dan yang satunya lagi sibuk dengan membuka blazer gadis tersebut. Membuat Sehun naik pitam detik itu juga.

BUGHH!!

Satu pukulan mulus ditujukan Sehun untuk salah satu dari keduanya, dan membuat lelaki tersebut sedikit terhuyung kebelakang. Setelah melihat satu temannya mendapat pukulan dari Sehun, lelaki yang satunya malah terbelak kaget bahwa orang yang kini menjadi lawannya adalah Oh Sehun.

“s-sehun?” ujar satu dari mereka yang belum terkena pukulan. Tak lama kemudian keduanya langsung berlari pergi dari tempat tersebut.

Melihat keadaan yang telah aman, Yerim menghampiri Sora yang duduk bersandar dinding dengan mata sembab akibat menangis. Rambutnya yang tak beraturan juga pergelangan tangannya yang telah memerah.

“kau tidak apa-apa?” satu pertanyaan dari Yerim hanya mampu dijawab dengan anggukan pelan oleh Sora.

“ku antar ke ruang kesehatan saja ya”

***

“kau sudah tidak apa-apa?” Sehun duduk disebelah ranjang yang ditempati Sora.

“hm” ujarnya pelan. “aku sudah ingin kabur sejak awal tapi mereka menahanku” sambungnya dengan tatapan mata yang tertuju lurus pada dinding.

“kau mengenal mereka, Minhyuk dan Jinki sunbae?” tanya Yerim yang berdiri bersandar pintu masuk menatap kearah Sehun. Melihat salah satu dari lelaki tadi yang menyebut nama Sehun membuatnya sedikit penasaran.

“tentu saja. Siapa yang tidak mengenal lelaki sepopular aku?” Sehun menjawab cepat seraya melempar pandangannya dari tatapan mata Yerim. Kini memperhatikan Sora yang tengah meminum jus apel kesukaannya. Tapi nampaknya jawaban dari Sehun belum membuat Yerim puas, terlihat dari raut muka Yerim yang sedikit penasaran.

“sebentar lagi jam pulang, aku akan ke kelas mengambil tasku juga tasmu Sora-ya.” Ucap Yerim sesaat sebelum keluar.

Dan memang benar, sebentar lagi waktunya pulang, sebaiknya Sehun juga kembali ke kelas lalu pulang. Tapi sebelum itu ia menatap lurus kearah Sora yang sepertinya masih sedikit shock atas kejadian tadi. Ia melihat miris tanda keunguan yang berada di leher gadis itu, juga memar dipergelangan tangannya, lalu bergumam pelan. “kau harus lebih berhati-hati kedepannya eoh..” ucap Sehun pelan sebelum mengelus surai panjang Sora. Lau memajukan tubuhnya dan mencium kening Sora dalam.

Tahu akan apa arti ciuman tersebut. Ciuman di kening artinya sayang, kalau ciuman di bibir artinya napsu.

.

oOo

Sore ini terlihat lebih gelap, kilat melecut, guntur menggelegar, mendung bergolak bak bergulat satu sama lain.

Tapi hujan tak juga tercurah.

Seolah semua hanya gertakan alam.

Suasana yg menambah ciut hati Sora, mengapa harus selalu seperti ini ketika ia tengah dalam masalah?

Tatapannya kosong tertuju pada jalanan kota yang terdapat lalu-lalang kendaraan. Mungkin lebih asik pada dunianya sendiri hingga tak mendengar seseorang yang telah berulang kali menyerukan namanya, kini melambaikan tangannya dihadapan wajah Sora dan berhasil membuat gadis tersebut tersadar dari kegiatan melamunnya.

“Sora!” kini sedikit dengan teriakan.

“eh. Jongin-ah ada apa?” jawabnya gugup. Sejak kapan Jongin berada disebelahnya? Sangat memalukan jika sudah agak lama lelaki tersebut berada disana.

Melihat keadaan Sora saat ini membuat Jongin sedikit berjengit, aneh. Terlihat matanya yang masih sembab oleh air mata, apalagi dijam-jam terakhir pelajaran tadi gadis tersebut tidak terlihat di kelas.

“apa yang terjadi?”

“apa?” kini tatapan Sora tertuju pada sosok lelaki tan yang duduk di sebelahnya.

“apa yang terjadi dengan lenganmu?” oke kini ia ketahuan. Tepat ketika gerimis mulai turun mengguyur kota. Tapi demi apapun, sebenarnya ini bukanlah gaya seorang Kim Jong In. Sejak kapan ia mau tahu urusan orang lain? Tapi untuk yang satu ini ia bersedia memberi sedikit pengecualian.

Sora membuang tatapannya kebawah memperhatikan ujung sepatunya tanpa ada niat untuk menjawab pertanyaan dari Jongin.

“kenapa kau tidak terlihat di kelas dijam terakhir?” Tanya Jongin sekali lagi. Persis seperti beberapa waktu lalu, ketika Sora yang bertanya bertubu-tubi kepadanya, namun ia hanya diam dengan memasang wajah datar. Apakah gadis ini ingin balas dendam?

“aku-“ akhirnya ia membuka suara setelah beberapa saat hanya menunduk terdiam.

“ada.. senior yang mengganguku” jawabnya pelan, dan kembali melanjutkan “lalu aku ke ruang kesehatan hingga jam pulang.”

Membuat Jongin terus memperhatikannya tanpa berkedip, ternyata dugaannya pada gadis ini salah, Jongin sudah berpikir yang macam-macam sebelumnya.

“siapa?”

Sora sedikit berpikir mengingat nama yang sempat Yerim ucapkan tadi saat diruang kesehatan bersamanya juga Sehun. Seraya menatap gerimis yang turun menuju jalanan aspal hitam, juga air yang turun dari atap halte yang ia tempati.

“engg… Minhyuk dann, Jinki” ujarnya setelah beberapa detik mengingat-ingat.

Jongin yang tadinya memasang muka serius akhirnya hanya melengos mendengar nama tersebut. Nampaknya sudah tak asing lagi nama-nama itu soal mengganggu siswa lain apalagi perempuan ditelinganya.

“oh, mereka” ujarnya santai seraya memasang wajah meremeh, dan sepertinya Jongin mempunyai sebuah ide untuk yang satu ini.

“aku bisa menyingkirkan mereka untukmu”

Ucapan Jongin membuat Sora langsung mengarahkan pandangan padanya, apa makssud dari perkataannya? Ia tidak akan macam-macam kan? Kini kalimat-kalimat yang sering diucapkan Yerim tentang Jongin pun berputar-putar dikepalanya. Anak seorang Mafia

“a-apa maksudmu?” ujar Sora terbata-bata.

Jongin nampak berpikir, meski sangat ia tutupi kegiatannya tersebut dengan tetap memasang wajah datar tanpa ekspresi, gaya khasnya.

“aku akan melapor ke kepala sekolah dan menyuruh anak buah otossan (ayah) untuk mengeluarkan mereka.”

Sora bernapas lega setelah mendengar penjelasan Jongin tersebut, nampaknya ia telah terlebih dulu salah sangka.

“tidak.. tidak perlu Jongin-ah”

“kau serius?” ah, nampaknya Jongin akan kehilangan sedikit hal untuk bersenang-senang. Tidak bisakah gadis ini bilang `iya` .

Kini Sora kembali terdiam, sedikit menarik napas yang agak panjang lalu membuangnya perlahan. Dengan gerakan kecil ia mengangguk menandakan ia serius akan ucapannya tadi.

Tepat setelah itu mobil Alpart warna putih pun berhenti dihadapan keduanya, pertanda jemputan Jongin telah tiba.

Dan kini tinggallah ia seorang diri. Gerimis semakin lama semakin deras mengguyur kota, udara pun terasa semakin dingin. Apalagi hembusan angin yang lumayan kencang menerpa tubuh ringkihnya. Dengan perlahan menggosokkan kedua telapak tangannya guna menemukan sedikit kehangatan lalu menempelkan pada kedua sisi wajahnya, melakukannya berulang-ulang hingga dirasa cukup.

Detik-detik berlalu dengan terus setia memperhatikan gerimis air yang jatuh dari atap halte lalu turun ke permukaan aspal hitam. Waktu terasa lebih lama jika dilewatkan dengan keadaan seperti ini. Setelah cukup jengah dengan semua yang berlangsung, akhirnya yang ditunggu sedari tadi pun datang juga. Ia hendak melangkah masuk ke dalam mobil Masserati hitam Kris hingga sesuatu di persimpangan jalan yang tak jauh dari sekolahnya pun menyita perhatiannya.

BRAAKK!!!

Kejadian yang berlangsung cukup cepat. Seperti tabrak lari, ia tak melihat siapa dan apa yang dikendarai sang pelaku. Hanya dua korban dengan mengendarai motor yang sama telah berguling-guling dijalanan aspal dengan guyuran hujan. Tak lama kemudian terlihat para warga yang menolong dua korban lelaki tersebut yang jika dilihat dari tempat Sora berdiri, mereka memakai seragam yang sama dengan yang dikenakan Sora. Jadi mereka satu sekolah.

“Sora, masuk!” Kris memberinya perintah dengan sedikit berteriak karena redaman suara akibat lebatnya hujan. Dan dengan segera Sora menuruti kata-kata Kris.

.

.

.

***

Malam ini entah mengapa membuatnya merasa sedikit tak nyaman. Dilihatnya tayangan tv tanpa minat, berulang ulang mengganti channel tapi tetap saja tidak bisa setidaknya sedikit merubah moodnya. Dilihatnya ke sebelah kanan terdapat Kris yang duduk dilantai sedang sibuk dengan laptop yang ia taruh diatas nakas didepannya. Mengenakan kaca mata baca yang bertengger indah dihidung mancungnya. Sangat tampan.

Lalu dengan gerakan merenggangkan sendi jari-jarinya ia mengakhiri kegiatan dengan laptopnya dan ikut duduk di sofa yang juga diduduki oleh Sora. Kris mengambil alih remote yang semula digenggam Sora, berniat mengganti channel yang sekiranya dapat ia tonton dengan layak, bukannya setiap dua detik langsung menggantinya.

Namun kegiatannya sempat terhenti tatkala melihat sesuatu yang dirasa janggal.

“ada apa dengan lenganmu Sora-ya?” Kris berujar lembut sembari memperhatikan lengan Sora yang entah berwarna merah kebiruan. Yang dengan sengaja langsung disembunyikan dibalik bantal oleh sang empunya.

“tidak apa-apa oppa” jawabnya dengan memegang erat-erat bantal yang dijadikannya persembunyian. Tak berlangsung lama hingga Kris dengan sedikit kasar menyentak tangan Sora dan menampilkan lengan satunya yang terlihat sedikit memar.

“siapa yang melakukannya?”

Tak ada jawaban

“siapa Sora?”

Masih tidak ada jawaban

“haruskah oppa bertanya tiga kali hanya untuk menanyakan hal seperti ini?!” kini lebih keras dari sebelumnya. Gadis ini selain cerewet juga keras kepala ternyata. Kris membatin dalam hati, jika ia menemukan orang yang membuat anak bosnya tersakiti akan ia bunuh orang tersebut detik itu juga.

“seniorku. Tapi dia sudah diberi pelajaran Sehun, oppa.” Jawabnya dengan sedikit bergetar pada nada yang ia ucapkan. Baru kali ini Kris oppa membentaknya.

Kris mendengus sebal setelah mendengar Sora mengucapkan kalimatnya barusan. Takkan ia biarkan kejadian yang sama terulang kembali. Apa perlu ia menemani gadis ini ketika disekolah? Yang benar saja, itu pasti akan memalukan.

“mulai sekarang, terus aktifkan GPS yang ada di smartphonemu. Jangan pernah mematikan GPS apapun yang terjadi.” ucapnya setelah beberapa saat berpikir dengan cara apa ia bisa melindungi gadis ini walaupun ia tidak ada bersamanya.

“GPS?” ulang Sora.

“ne. ini perintah, jangan menolak ini untuk kebaikanmu” kali ini Kris harus lebih tegas dalam melindungi Sora. Ia tidak akan mau dihabisi anak buah bosnya hanya dengan alasan gagal melindungi puteri semata wayangnya.

Dengan tak sabaran Kris mengambil sendiri smartphone Sora yang diletakkan diatas meja dihadapan mereka. Setelah beberapa saat mengusap-usap layar touchscreen tersebut, akhirnya benda persegi panjang yang berada digenggaman Kris itu pun bergetar, pertanda adanya pesan masuk.

“Yerim mengirim pesan” ucapnya singkat pada Sora lalu berdiri membawa laptop kesayangannya menuju kamar. Memang ini bisa dibilang cukup larut kan? Sora pun sedikit heran dibuatnya, untuk apa malam-malam begini Yerim mengiriminya pesan? Tidak bisakah ia menceritakannya besok disekolah?

From : Yerim-ssi

“Soraaa maaf aku mengirim pesan malam-malam begini.

Tapi ada yang harus kau ketahui, kau ingat dua sunbae yang mengganggumu tadi siang? Minhyuk dan Jinki sunbae?

Mereka ditabrak oleh pengendara mobil tadi sore saat pulang sekolah. Apa tidak aneh menurutmu?”

 

Sora terdiam sejenak, Minhyuk dan Jinki sunbae? Apakah kejadian tabrak lari yang sempat ia saksikan tadi adalah kejadian Minhyuk dan Jinki sunbae yang dimaksud Yerim? Pikirannya terbang kemana-mana.

Dan dengan perlahan ia mulai membalas pesan Yerim.

From : Sora Han

“menurutmu aneh seperti apa? Dan apakah kau tahu siapa pelakunya?”

Pikiran Sora mulai berputar pada kejadian tadi sore waktu pulang sekolah. Apakah ia tadi sempat mendengar Jongin mengatakan akan menyingkirkan mereka? Ya, sepertinya tadi ia tidak salah dengar, Jongin memang mengatakan seperti itu (aku bisa menyingkirkan mereka untukmu).

Apakah berlebihan jika ia curiga pada Jongin sekarang? Tak lama kemudian smartphonenya bergetar lagi

From : Yerim-ssi

“aku mengetahui kabar ini dari Baekhyun yang diberi tahu sunbae yang satu kelas dengan mereka, Baekhyun memang si pengeran gossip. Apakah kau tidak curiga sama sekali? Ini bukanlah sebuah kebetulan, tadi siang kau diganggu mereka, lalu sore harinya mereka yang menjadi korban aksi tabrak lari? Yang benar saja”

Tak lama lalu Sora membalas lagi, sebaiknya Yerim mengetahui apa yang dikatakan Jongin padanya. Ia sudah pucat ketakutan saat ini, apa benar dugaannya jika Jongin yang melakukan semua ini?

From : Sora Han

“Yerim-ah, ada sesuatu yang harus kau ketahui. Tadi sore sewaktu aku menunggu jemputan Kris oppa di halte, Jongin mengatakan sesuatu padaku. Dia bilang kalau dia bisa menyingkirkan Minhyuk&Jinki sunbae untukku. Menurutmu apa maksudnya?”

 

Sora menggigit bibir bawahnya, membayangkan jika Jongin memang pelakunya saja sudah membuat bulu kuduknya meremang. Apalagi jika memang Jongin benar-benar pelakunya? Mungkin benar selama ini yang Yerim dan Sehun katakana padanya. Jangan pernah mendekati Kim Jong In.

Hingga satu balasan pesan dari Yerim kembali muncul dilayar smartphonenya.

From : Yerim-ssi

“MWOOOO???

Aku sudah berkali-kali bilang padamu untuk tidak berdekatan dengannya. Sekarang lihatlah sendiri. Dari awal sejak mendengar kabar ini aku sudah curuga pada Jongin, seperti yang dilakukannya pada Jiae dan Jisub sunbae tahun lalu.!! Mulai sekarang jauhi dia, ini untuk kebaikanmu.”

 

PRAAKK!!

Sora membanting smartphonenya setelah membaca pesan dari Yerim. Membuat benda tersebut terlepas dari bagiannya masing-masing. Ia sangat tidak percaya jika Jongin pelakunya.

Sora mulai menangkupkan kedua telapak tangan pada wajahnya hingga menenggelamkan wajahnya pada bantal namun tak membuat pikirannya jernih. Lamat-lamat ia membatin, ia dipindahkan dari Canada ke Korea untuk membuatnya lebih aman, tapi mengapa ia mendapat masalah lain disini?

.

.

-To Be Continue-

Hai Hai.. miann di chapter ini gk saya kasih poster soalnya tadi pas upload gambar gagal melulu.. -__-

hehe gimana chapter 4nya? lama ya saya updatenya? lagi agak sibuk sih sekarang ini.. jangan lupa kasih like or comment ya.. dont be sider please, atau nanti chapter depan aku protect lagi! ini bukan ancaman tapi udah keputusan. 🙂 thx

Iklan

71 thoughts on “White “secrets” Little Scandal [chapter 4]

  1. wah itu bner” kai kah yang nabrak mereka berdua tapi saya berharap bukan, makin seru aja kak dan menurut aku yang misterius malah sehun, pas mukulin senior itu jugakan ada yang ngenalin dia jadi sedikit curiga ahh di tunggu nextnya ya kak semangat^^

    Suka

  2. Hehehehe gomawo pwnyaaa^^ tadi msh ada typo tpi dikit kog 😀 krisnya disini gk cuek suka deh 🙂 yerim karakternya greget 😀 ehhh masak iya jongin yang nge bunuh minhyuk sama jinki?? Penasaran deh sama jongin 😀

    Suka

  3. akhh jadi pusing sendiri dari tadi gagal terus kalau ngirim komentar semua komenya jadi ilang deh hisk hisk.

    oke itu tadi salah focus hehehe sekarang mulai ada…(?) itu bukan kai yang nambrakkan semoga aja iya tapi menurut aku yang misterius di sini adalah sehun dan lagi pas sehun mukulin senior itu ada yang ngenalin dia jida ada kemunginan sehun itu terkenal di klangan orang” kaya gitu sama kaya kejadian yang nimpa
    hana.

    jadi makin penasara sama nextnya semangat ya kak^^

    Suka

  4. aah aku yakin bukai kai pelakunya. Kan gamungkin lah masa baru beberapa menit kai bilang kaya gitu, langsung kejadian. Emang nya dia makhluk apa, kan ini juga bukan genre fantasy gitu. Huuuftt bener bener ff teka teki ini mah thor, tapi serius deh seru cuma kurang panjang ah. Udah seneng seneng sora lumayan deket sama kai, eh ada aja gangguannya. Jjang deh thor,ff nya bikin penasaran terus. Lanjut yaaa eheheheh

    Suka

  5. makasih y kak dah kasih pwnya
    critanya semakin seru
    kok aku curiga sm sehun y
    apa jangan2 sehun y nabrak orang itu
    aaaaaaah makin penasaran
    next chap d tunggu

    Suka

  6. Yg melintas diotak gw, Sehun ama Jongin ..
    Antara mereka bedua pasti yg membuat mereka(jinkiminhyuk)celaka? #sokTau
    Hanya Anita yg tau semua cerita ini.. Hahaa
    keren lahh part ini. Nemu ni ff di KJIFF hihi 😀
    next part yaaaaa 😀

    Suka

  7. sebenernya kai sama sehun itu siapa sih.. kalo kai ditakuti karena ayahnya mafia, tapi kalo sehun?? kenapa sunbaenya takut setelah liat sehun ya… waaah tambah penasaran nih, ada apa sih sebenernya.. lanjut thor, semangat trus ya buat FFnya ^^

    Suka

  8. Kek nya emang sehun deh pelakunya, buktinya pas tau kalo yg menolong sora itu si sehun minhyuk ama jinki langsung lari ketakutan kek gitu. Gue yakin pasti sehun, kalo jongin keknya gak mungkin deh.. aaaa pusing gue, ditunggu deh chap selanjutnya

    Suka

  9. mwo?? i dont believe jongin will do tht thor. hmm.. kok feelingku sehun yaaa rencanain tabrak lari itu.. jongin di kambing hitamkan. kan dy anak gengster. wkwkw.. just guess.. mian kl slah.. i love jongin dan sehun.. wkw

    Suka

  10. kayaknya bukan kai deh pelakunya.. aku lebih curiga pada sehun.. tapi gk tau jg ya.. hehe ditunggu next chapternya ya thor.. 🙂

    Suka

  11. aku curiga sama sehun dan kai.. Tapi aku lebih curiganya sama sehun.. Kalo kai ga mungkin juga sihh, tapi sehun bisa jadi. Oohh aku baru tau klo kris itu anak buah bos nya.. Aku tunggu kelanjutannya thor~ jangan lama lama ya~ 😀

    Suka

  12. thankyouuu thorr pw nyaaa ‘ huaaa ga nyangka bakal deket gitu sama jongin tapi belum nunjukin perasaan ya masing masing, kok aku malah nebak sehun ya yang jadi pelakunya hemmm hehee bener gaa thorr??? wkwk intinya makin penasaran sih semangattt thorr nextt nyaaa ditungguuu bangetttt love.love.

    Suka

  13. Ping-balik: White “secrets” Little Scandal [Chapter 5] | morschek96

  14. hohohoho…….

    aq rsa yg nbra 2 sunbae ntu bkn jongin dech…
    al na kn s jongin ud prgi dluan dri sora….
    trus jrak wktu dri jongin prgi am kclakaan ntu jauh amt, trus jongin kn d jmput ,,,
    aq msh ykin xlo d sni ntu plaku na shun…

    hehhehehehheh

    Suka

  15. OMO~ teka tekinya semakin banyak dan bener2 misterius..
    Aku ga yakin kalo jongin yg ngelakuin itu..tapi bisa jadi sehun atau ada karakter lain yg masih tersembunyi di chapter ini..woah nan jeongmal joahae..daebak thor~

    Suka

  16. Akhirnya bisa baca part 4 nya kak 😀 kenapa sunbae itu ganggu sora sama yerim, memang nya mereka salah apa eoh?? Hunnie kenapa cium nya di kening 😀 kenapa gak di bibir saja biar sora makin shock gitu 😀 hihihi apa sehun suka sama soora? Hyaaa,,ini aneh padahal sunbae itu baik² saja pas ganggu sora-yerim. Itu yang ngelakuin apa jong ya?

    Keep writing kak ^-^

    Suka

  17. Kok aku malah ngerasa kalo yang nabrak itu malah sehun yak? ‘-‘a
    duuh, bikin bingung ini-_- ngakak pas yerim bilang “baekhyun memang si pangeran gossip” hwhwhw :’V

    Suka

  18. Jongin kelihatan baik? Sehun? Ahhhhh jgn2 sehun jahat? Huuu gimananii hahaha gapapa jgsii biar syeruu!! Lanjuutt baca chap selanjutnya~~~

    Suka

  19. ga sabaran jd udh baca chp 5 duluan sblm chp 4 . oh jadii itu alasan sora ngejauh dari kai? aku malah mikir kalo sbnrnya bukan kai yg ngelakui tp sehun (?) ahhh semua terserah pd authornya deh wkwkwk

    Suka

  20. Kok aku ngerasa curiga yah pas sehun bilang ke sora “kau harus berhati-hati kedepannya eoh…?” Kesannya dia yang nyelakain orang2 dan ngejadiin jongin kambing hitam. Apa jangan2 sehun itu musuh keluarga sora?

    Suka

  21. Kayaknya pelakunya bukan jongin deh,kok aku jadi penasran sma sehun ya,aneh banget sma dua senior itu takut sma sehun,emngnya sehun siapa,kyknya sehun deh pelakunya,mengingat sehun tdi nolongin sora trus si senior itu ketakutan melihat sehun

    Suka

  22. pelakunya kayaknya bukan kai deh, aku malah agak curiga sama sehun..bingung…juga kenapa senior seniornya takut pas liat sehun, penasaran banget sehun tuh sebenarnya siapa

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s