Only Hope [oneshot]

only hope

Author : morschek96

Tittle : Only Hope

Genre : Fantacy, Drama, Llife, Psychology

Cast :

Han Sora (OC)

Kim Jong In (Kai EXO) , Oh Sehun (Sehun EXO)

Others.

 

 

Menikmati suasana sore hari dilantai dua di sebuah Univ International kota Seoul, pandangannya sesekali terarah kearah seorang lelaki berkutit putih yg sedang membaca buku dibawah sebuah pohon pinus.

Jemari lentiknya melipat kertas putih polos tersebut menjadi sebuah pesawat origami, melipatnya dengan hati-hati. Bibirnya tertarik menjadi sebuah senyuman melihat hasil karyanya yg terbentuk sempurna.

“apa lagi usahamu kali ini hah?” sebuah suara berat seorang lelaki menginterupsi kegiatannya. Selalu seperti ini, mengagetkannya dan sebisa mungkin ia meredam amarahnya. Lalu ia membalikkan badannya kearah lelaki tersebut. Sedikit memberikan cengiran khasnya yg langsung ditanggapi tatapan malas lelaki disebelahnya.

“kali ini, aku akan membuktikan kalau dia memang benar-benar jodohku”

Satu lagi pernyataan bodoh dari gadis disebelahnya, dan sialnya lagi gadis bodoh ini adalah sahabat baiknya sejak elementary school.

“kau tidak bertanya bagaimana aku akan membuktikannya?”

“untuk apa? Semua pemikiranmu kan aneh”

Lelaki tersebut menanggapi malas pertanyaan sang gadis. Sahabatnya ini sangatlah polos juga untuk urusan lelaki, terlalu kekanakan apalagi mereka telah menginjak bangku kuliah semester pertama.

“ayolah, tindakanku kali ini akan berhasil.”

Lalu dengan ancang-ancangnya ia mengayunkan pesawat kertasnya kearah lelaki yg masih berkutat dengan bukunya dibawah sana.

“jika pesawat ini mendarat tepat kearahnya atau berada tak jauh dari dirinya, maka dialah benar-benar jodohku kelak”

1.. 2.. 3… yakk!

Pesawat tersebut terbang dengan mulusnya diudara sesekali berguling indah.

“ayolah..” Sora dengan berharap-harap gemas menggenggam tangannya sendiri. Berharap pesawat tersebut jatuh tepat pada sasarannya.

Dan BANGG!

Pesawat tersebut mendarat mulus pada kaki lelaki tersebut. Betapa berbunga-bunga kini hati Sora. Dengan gerakan perlahan lelaki tersebut mulai menyingkirkan buku yg sedang ia baca dari pandangannya, tangannya terarah untuk memungut pesawat kertas yg jatuh didepannya. Kemudian ia berdiri, membereskan buku dan tasnya.

“sudah kubilang kan? Oh Sehun memang jodohku” Sora tertawa bahagia akan keberhasilannya, ia berpikir bahwa ini adalah sebuah pertanda bahwa lelaki pujaannya tersebut memang telah ditakdirkan untuk bersama dirinya.

“hei, lihatlah” Kai menunjuk kearah Sehun yg berdiri didepan tempat sampah lalu memaskukkan pesawat tersebut kedalamnya.

“ahahhahaha.. jodoh kau bilang? Hahahah..” bagus! Kali ini Kai menang banyak. Ia berhasil menertawai seorang Han Sora.

“yakkk! Diam kau kamjong!”

***

Lalu ku tinggalkan sentuhan tanganku di waktu itu.

Ku tinggalkan sentuhan tanganku dan menangis, menangis, menangis.

Satu-satunya cara untuk mengenang semua ini.

“sedang apa kau?” Lagi. Suara lelaki itu selalu muncul ketika Sora sedang pada dirinya sendiri. Seperti kemarin, dia datang lalu menginterupsi kegiatannya.

“tidak ada.

Bisakah kau sekali saja tidak mengagetkanku? Kau mau aku jantungan?!” dia, untuk sekali lagi harus berteriak kepada lelaki ini. Kai adalah sahabat kecilnya, tapi entah mengapa sejak kejadian 9 tahun lalu, tepatnya ketika ia berusia 10 tahun semua telah berubah. Sora sedikit malas hanya untuk menoleh kearahnya, bertatap muka dengannya apa lagi menyebut namanya.

“tentu tidak. Aku tidak mau kau jantungan”

“kalau begitu diamlah!” suara lelaki ini kian waktu kian merusak telinga Sora. Oh, haruskah Sora memanggil namanya? Sampai muntahpun Sora akan enggan-enggan untuk mengucapkan nama itu.Pemilik nama itu jelek

“tapi, aku hanya tidak ingin kau terus melamun. Kau tahu kan kalau kau melamun, aku akan terus mengganggumu?”

“diamlah Kai!” Lagi. Mau tidak mau ia harus mengucapkan nama itu. Nama jelek seperti orangnya, yg telah berbuat jahat padanya.

“siapa suruh kau datang?! Aku tidak menginginkanmu! Sampai matipun aku tidak menginginkanmu!!”

“bohong”

DEG!

Tidak bisakah ia hentikan semua ini? Satu lagi tekanan akan membuat Sora benar-benar marah.

Sora benar-benar tidak menginginkan lelaki ini. Lelaki ini jahat, sangat jahat. Bertatap muka dengannya membuat dadanya terasa sesak , dan mau tidak mau membuat luka lama itu kembali menggoresnya. Apalagi ketika lelaki itu dengan suara khasnya memanggil namanya, berputar-putar dalam pikirannya.

“Sora”

 

“Sora”

 

 

“Sora..”

*

*

*

“memandangi lelaki itu lagi?”

“bukan urusanmu!” tidakkah lelaki ini sedikit jengah sekedar untuk mengusiknya? Dan mengapa ia masih saja bertahan setelah berkali-kali Sora mencacinya?

“pria Oh itu memang tampan. Kau pantas jika bersanding dengannya.” Tidak, jangan berkata seperti itu. Tidakkah kau lihat raut wajah Sora yg seketika berubah sendu?

“tidakkah kau marah?”

“tidak”

Sora meremas ujung kemejanya sendiri, apakah lelaki ini main-main dengannya? Tidak seperti ini, bukan ini yg ia inginkan. Ia ingin Kai marah adanya. Ia tahu kalau Kai sangat menyayanginya.

“tapi aku ingin kau marah padaku”

“untuk apa?”

“untuk mencintai lelaki lain”

“tapi kau pantas mendapatkannya”.

Entah sejak kapan air mata telah terpatri di ujung kelopak mata Sora, sedikit lagi pertahanan dirinya akan runtuh.

“kau tidak menyayangiku lagi?” Suaranya sedikit bergetar ketika mengucapkan kalimat tersebut, sangatlah pelan.

“kau tahu sampai kapanpun aku akan selalu menyayangimu. Tapi,-“

“stop”

“tapi-“

“jangan lanjutkan! Kumohon!!” lagi, ia benci jika harus berteriak kepada lelaki ini. Namun Sora sungguh tak sanggup jika harus mendengar lanjutan kalimat seterusnya. Sora sadar, sungguh sangat sadar untuk semua yg sedang terjadi. Berkali-kali lelaki ini menjelaskan sesuatu yg sama setiap kalinya, bagaimana Sora tidak sadar.

“aku hanya menginginkan yg terbaik untukmu. Bukalah hatimu untuk lelaki lain dan lupakan aku. Karena aku..”

“diam Kai!”

“aku tidak baik untuk dirimu sendiri.

Aku, hanya ada di pikiranmu. Bukalah matamu Han Sora! Aku tidaklah nyata untukmu.! Tidakkah kau tahu bahwa aku selalu datang ketika kau sedang melamun?”

Lagi, Sora harus mendengar kalimat itu lagi. Emosinya tak tertahankan, membuat air mata itu semakin deras keluar dan membasahi wajah putih pucatnya.

Membuatnya mengingat kejadian 10 tahun lalu, dimana sahabat kecilnya harus meninggal karena kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Tragis

Dan mau tidak mau membuat Sora harus merasakan dampaknya hingga saat ini. Sahabatnya yg sangat baik padanya, lelaki pertama yg mengucapkan `saranghae` padanya,yg berjanji akan selalu bersama dengan dirinya. Sora kecil sangatlah terpukul atas kejadian itu,dan sebisa mungkin menyangkal kejadian tersebut, ia yakin bahwa sahabat kecilnya akan terus bersama dirinya. DIPIKIRANNYA

Titik

Aku tahu

Kau tidaklah cukup nyata untukku. Bisa dibilang bahwa aku telah membohongi diriku sendiri.

Ketika aku mencoba untuk bermimpi, ku tahu mimpi ini terlalu jauh.

Kau hanyalah sosok harapanku.

 

“temukan lelaki lain yg lebih baik dariku. Karena kau layak mendapatkannya”

“tidak bisa”

“aku yakin kau bisa, bukan pesawat kertas yg menentukan kehidupanmu. Tapi dirimu sendiri.” Lelaki itu kembali tersenyum kearahnya yg masih dibanjiri air mata. Ingin sekali mengusap tiap tetesan air mata itu lalu menyentuhnya hangat. Namun Kai tahu itu tidak akan pernah bisa terjadi.

“kau tidak bisa terus hidup seperti ini, kehidupanmu yg sebenarnya telah menunggu”

“aku tidak ingin kau meninggalkanku”

“kau tahu aku tidak pernah meninggalkanmu. Hilangkanlah ilusi tentang diriku dan hiduplah normal seperti biasa. Karena kau tahu aku selalu berada dihatimu. Selamanya “

So I leave my hand that time

And I leave my hand and cry

to be only yours I pray, to be only yours I know now

You’re my only hope

 

 

END

sekian oneshotnya. jangan lupa RCL 🙂

contact me Line : lovanita, Instagram : lovanita, Twitter : @lovanita_

Iklan

19 pemikiran pada “Only Hope [oneshot]

  1. Bagus!
    Di depannya agak bingung tp akhirnya mudeng dan agak kecewa saat tau siapa kai sebenarnya :3
    aduhh-
    tp bagus, dan ditunggu karya berikutnya.
    Btw boleh mnta follback wordpress saya 🙂

    Suka

  2. Awalnya ngga ngeh kalo ternyata kai udah meninggal, abisnya percakapan mereka kaya baik* aja, nyata aja gitu, eh gataunya si kai udah ngga ada -,-
    Nyesek banget dah ah, tapi ini keren banget, ceritanya ngecoh, hihii

    Suka

  3. jongmi

    ah ternyata kai hanya ilusi semata. awal baca masih bingung dan akhirnya terjawab jga ternyata kai hanya bayangan. pasti berat buat sora untuk move on dr cinta pertamanya :”(

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s