Just a Symphony [oneshot]

JUST

Tittle : Just A Symphony

Author : morschek96 (Anita Ray)

Length : Oneshot

Genre : Sad (gagal), Life, Brothership

Cast :

Byun Baekkhyun (EXO), Kim Taehyung (BTS)

Others

[a song that inside of my soul]

***

~~

Kuberi kau takdirku, kuberi kau seluruh diriku

Aku hanya ingin simponimu

Bernyanyi pada setiap hal yang kusuka

Ku yakin ia akan kembali, menjadi sosok yang dulu tetap disisiku, tetap menyemangatiku apapun keadaannya. Yang menginginkan mendengarkan permainan pianoku sesaat sebelum tidur. Atau yang ingin dihibur dengan suara biola ketika ia merasa sedih.

Ada senandung di dalam jiwaku

Senandung yang telah berulang kali ku coba tulis

Ketika kau terjaga dalam dingin, terus ku nyanyikan senandung itu padamu lagi dan lagi

Namun melihat kelakuannya sekarang, semua itu terasa sangat mustahil. Ketika melihat dengan mata kepalaku sendiri saat dia menghancurkan pianoku, atau membakar biola beserta buku musikku.

Dia, adikku.

-FLASHBACK-

Terlihat sesosok lelaki keluar dari mobil lalu memasuki istana megah yang ia sebut dengan rumah. Memutar kenop pintu, sedikit berjengit ketika ia sadar bahwa pintu rumahnya tidak terkunci. Rasanya ada yang mengganjal, dengan langkah serampangan ia memasuki tiap ruangan, mencari seseorang lebih tepatnya.

Hingga tepat di ruangannya, ruang musik. Ia menemukan apa yang ia cari sedang berdiri mematung menghadap sesuatu yang sedang menyala diruangan tersebut. Adiknya, membakar buku musik juga biola kesayangannya.

“apa yang kau lakukan hah?!” bentaknya reflek. kelakaran apa lagi yang dilakukan anak itu.

“bersenang-senang” dengan merasa tak bersalah, ia menjawab pertanyaan lelaki yang lebih tua darinya tersebut. Memasang muka remeh dengan tujuan membuat Baekhyun tersulut emosi.

Baekhyun membalikkan tubuhnya cepat, tak ingin lebih terpancing. Secepat mungkin pergi dari tempat tersebut, menuju kamarnya. Lalu dengan sedikit kasar menutup pintu kamanya, ia tenggelamkan wajahnya dibalik bantal, setidaknya dengan ini dapat sedikit meredam emosinya.

Apa lagi yang bisa ia lakukan untuk merubah adiknya? Segala cara telah ia lakukan, namun nihil. Membentak dan memarahi Taehyung bagaikan memarahi orang tuli. Dari hari ke hari kelakuannya semakin liar. Hari ini pasti ia bolos sekolah lagi.

Dimana sosok adik yang dulu sangat menyayanginnya? Saling berbagi dengannya? Selalu menginginkan melihat permainan pianonya? Ia berubah ketika 2 tahun lalu eomma meninggal.

-FLASHBACK END-

***

i’m awake in the infinite cold, but you sing to me over and over again

“appa ingin bertemu denganmu” ujarnya pelan.

“sampai matipun aku takkan sudi untuk bertemu dengannya” jawaban sarkastis dari adiknya langsung membuatnya terbelak kaget. Bagaimana bisa adiknya berbicara seperti itu padanya.

Emosi yang telah ia bendung selama 2 tahun ini akhirnya tak dapat ia tahan lagi. Dengan gerakan cepat kedua tangannya telah menggenggam erat kerah baju Taehyung. Memberikan tatapan tajam kearahnya. Namun yang menjadi lawan bicara hanya memasang smirk tipis. Seakan ini hanya permainan remeh baginya.

“apa?! Kau ingin memukulku? Bahkan kelakuanmu tidak jauh berbeda dari orang yang kau sebut dengan `appa` itu” ujarnya cepat dengan memberikan intonasi penekanan pada kata APPA.

Dengan perlahan genggaman tangannya terlepas dari apa yang semula ia pegang. Kini yang bisa ia lakukan hanya menunduk dalam. Mengingat kejadian ketika ayahnya memarahi dan memukul Taehyung hanya karena adiknya menolak untuk melanjutkan bakat musik ayahnya.

“apa ini karena eomma?” Sudah 2 tahun ini petanyaan tersebut terus bersarang dikepalanya. Dengan mengumpulkan keberanian, Baekhyun kembali membuka suara. Namun entah mengapa udara disekitarnya terasa menipis, kian mencekik pernapasannya. Sungguh sangat sulit untuk sekedar menghirup oksigen.

Detik detik yang berlalu seakan terasa lebih lama, keduanya saling diam dalam pikiran masing-masing. Hingga Taehyung mulai menjawab, terdengar sangat pelan namun Baekhyun masih dapat mendengarnya.

“hanya eomma yang ada untukku. Ketika kalian tidak mempedulikanku, hanya eomma yang peduli padaku” ia memberi sedikit jeda lalu kembali melanjutkan, kini terdengar lebih keras dari sebelumnya. “hanya karena aku menolak belajar musik, appa seakan nyaris tidak peduli akan kehidupanku. Hanya kau anak kesayangannya!”

Baekhyun tak lagi dapat menjawab pernyataan dari adiknya, terlihat dari bibirnya yang dengan sengaja ia katupkan rapat-rapat. Siap meredam suara isak yang dapat keluar kapan saja.

Jemarinya kian mengebas, mati-matian menahan kepalan tangan yang membuncah ingin meninju wajahnya sendiri.

Nyanyikan aku lagu tentang gemintang
Tentang galaksimu sambil menari dan tertawa-tawa

Saat seakan mimpiku terasa begitu jauh

Terus nyanyikan aku tentang rencanamu kedepan lagi, dan lagi

-END-

 

 

Hello..! kali ini saya balik lagi dengan FF oneshot hehe gimana? GJ? Kependekan? Alur kecepetan? Gak ada feel? Saya sadar kalau masih ada banyak kekurangan, jadi kirim tanggapan kalian di kolom COMMENT, saya menerima segala bentuk saran (ya asalkan kata-katanya masih bisa dibilang sopan)

Contact me, Line : lovanita || Instagram : lovanita || Twitter : @lovanita_

Iklan

11 pemikiran pada “Just a Symphony [oneshot]

  1. Ping-balik: Wondering How | morschek96

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s